
Zahra larut dalam kebersamaan bersama Nisa juga Arkana. Menikmati camilan juga segelas jus strawberry buatan Nisa itu.
"Sering-seringlah main kemari, kita masak-masak, kita makan bersama juga.. Ibu senang dengan kehadiran kamu.. Ibu merasa ada teman jadinya" ucap Nisa sembari menepuk tangan Zahra
"Insya Allah ya Bu.. Zahra juga senang bisa main kemari. Sebenarnya Zahra juga tidak pernah main-main kerumah teman seperti ini hehe" ucap Zahra dengan jujur
"Oh begitu yaaa.." jawab Nisa dengan cepat
"Iya Bu, Abi sering khawatir.. Sekarangpun Abi sudah menghubungi menanyakan dan menyuruh pulang" ucap Zahra sebenarnya sembari ingin berpamitan
"Kok buru-buru sekali sih nak.. Pulangnya setelah Ashar saja, tanggung loh.." ucap Nisa mencegah karena waktu sebentar lagi memasuki Ashar
Zahra mengerti dengan maksud Nisa, ia langsung menghubungi Azam, Abinya itu untuk meminta izin pulang setelah Ashar, agar Zahra bisa sholat berjamaah dulu dengan keluarga Nisa. Azam yang percaya langsung memberikan izin untuk putrinya itu.
"Bagaimana, boleh?" tanya Nisa setelah Zahra terlihat mematikan ponselnya dan kembali menaruhnya kedalam saku
"Boleh Bu.." jawab Zahra dengan senang
Nisa terlihat begitu senang ketika mendengar jawaban Zahra itu. Arka hanya tersenyum, ia tak banyak bicara sedari tadi karena canggung.
"Arka bersiap untuk sholat dulu ya.." ucap Arka berpamitan pada Nisa dan Zahra lalu berjalan menuju mushola dihalaman belakang itu
Waktu sudah memasuki, waktu sholat Ashar. Arka yang sudah bersiap duluan di mushola, menunggu Nisa dan Zahra yang juga sedang bersiap. Setelah semua siap, Arka langsung mengimami Zahra dan Nisa.
"Bu Annisa, terimakasih banyak ya untuk semuanya.. Zahra pamit pulang dulu.." ucap Zahra setelah selesai sholat, sembari berjalan keluar dari mushola bersama Nisa itu
"Biar Aku antar ya, Zahra.." ucap Arka tiba-tiba menyambar
"Sama-sama Nak Zahra, jangan kapok ya main kemari lagi nanti, ajak orangtua mu juga.. Biar Arka yang antar pulang, biar kamu lebih aman.." ucap Nisa panjang lebar pada Zahra
"Eh tidak usah repot-repot Kak Arka, Bu Annisa.. Zahra biar pulang naik taxi online saja.." ucap Zahra menolak
"Tidak repot kok sayang.." ucap Nisa dengan senyum ramah yang memang tidak sedang menggunakan cadar itu karena memang tidak ada yang bukan mahromnya
"Sebentar ya, aku berganti pakaian dulu.." ucap Arka sembari berjalan terburu-buru menuju kamarnya dilantai atas
Zahra menunggu di halaman depan rumah bersama Nisa. Ijah yang sudah diperintahkan Nisa untuk membungkus kue buatan Nisa, langsung menghampiri Nisa untuk memberikannya.
"Bu ini.." ucap Ijah sembari menyodorkan tas kecil berisi kotak makan
"Oh iya terimakasih.." jawab Nisa langsung menerimanya, kemudian memberikannya pada Zahra
"Ini ada sedikit kue untuk oleh-oleh ya sayang.." ucap Nisa pada Zahra
"Ya Allah Bu, repot-repot sekali.. terimakasih banyak yaaa Bu.. Orang-orang dirumah pasti suka" jawab Zahra dengan senang
"Sama-sama sayang.." ucap Nisa dengan lembut
__ADS_1
Arka sudah siap, kini ia menggunakan celana juga kaos polos berwarna biru, dengan sandal jepitnya. Arka langsung menyiapkan mobilnya. Nisa mengantar Zahra untuk masuk kedalam mobil.
"Duduklah didepan sayang, Ibu percaya kok pada kalian.." ucap Nisa ketika Zahra ingin duduk dikursi belakang
Zahra terlihat semakin canggung, salah tingkah, tak karuan.
Arka langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Rumah mu didaerah mana? Lewat kemana nih?" tanya Arka membuka obrolan pada Zahra ketika sudah keluar dari perumahan yang ditempati Arka dan Nisa itu
"Belok ke kanan, lewat jalan sini Kak.. Rumah Zahra bukan diperumahan hee" jawab Zahra dengan malu
Zahra terlihat begitu canggung, ia duduk dengan mepet sekali ke dekat pintu.
Arka mengurangi kecepatan laju mobilnya.
"Zahra.. Ada yang ingin aku bicarakan.." ucap Arka pada Zahra dengan perasaan dagdigdug
Zahra seketika terdiam, perasaannya mulai dagdigdug tak karuan.
"Bicara saja Kak.." jawab Zahra dengan gemetar
"Begini Zahra, Aku punya niat baik untuk kita.. Tapiii.. apa kamu sedang bertaaruf dengan lelaki lain?" tanya Arka sembari terus fokus dengan jalanan
"Eeemmm.." Zahra tak bisa berkata-kata
"Ti-tidak, Kak.. Zahra tidak sedang taaruf dengan siapapun.." lanjut ucap Zahra dengan terbata-bata dan begitu gugup.
"Oh iya Kak, silahkan.." jawab Zahra dengan bingung harus menjawab apa
"Iya, kamu mau terima apa tidak bisa kamu jawab nanti.. Cuma sekarang aku hanya ingin memastikan saja kalau kamu tak sedang taaruf dengan siapapun, dan hanya ingin memberi tahu jika kita berjodoh apa mau kamu menunggu ku kembali kesini, karena aku harus kembali ke Inggris untuk sementara waktu.." ucap Arka panjang lebar
Zahra masih terdiam, hatinya begitu dagdigdug tak karuan. Pandangannya terus lurus kedepan, seolah memperhatikan jalan.
Arka sebenarnya menunggu Zahra untuk menanggapi ucapannya itu, walau dengan sangat malu.
"Menunggu untuk apa? untuk menikah?" tanya Zahra masih belum mengerti maksud Arka
"Iyaa.. minggu depan aku harus kembali ke Inggris, kemungkinan bisa menikah setelah selesai kuliah dan urusan ku disana.." jawab Arka menjelaskan
"Oh iya Kak.. Insya Allah jika berjodoh pasti akan tetap menunggu" ucap Zahra pada Arka
"Maksudnya, jika aku lama belum mengkhitbah juga, dan ada pria lain kamu akan menerima khitbahnya?" tanya Arka dengan perasaan takut kehilangan Zahra
"Karena wanita tidak bisa menunggu terlalu lama kak.. Wanita butuh kepastian.." ucap Zahra tetap sembari tak berani menatap Arka
Arka yang mulai memantapkan hatinya pada Zahra itu, semakin merasa takut kehilangan dengan jawaban Zahra itu.
__ADS_1
"Ya sudah, tolong kamu atur waktu untuk pertemuan kita, dalam waktu dekat yaaa.." ucap Arka memantapkan semuanya
"Baik kak.." jawab Zahra singkat
Arka dan Zahra bertukar nomor ponsel, untuk memudahkan komunikasi nantinya.
"Apa Kakak sudah membicarakan semua ini pada Bu Annisa?" tanya Zahra penasaran
"Belum, Aku baru bicara ini pada mu.." jawab Arka dengan cepat
Sesampainya dirumah Zahra, rumah sederhana yang berada dipinggir jalan, rumah yang asri begitu terawat sangat indah terlihat.
Zahra turun, lalu diikuti oleh Arka.
"Assalamu'alaikum.." ucap Zahra sembari mencoba membuka pintu rumahnya
"Walaikumsalam.." jawab Ibu Zahra dari dalam
"Mari masuk ka.." ucap Zahra mempersilahkan Arka masuk kedalam
"Eh ada tamu.. Silahkan duduk" ucap Tiara, Ibu Zahra
"Assalamu'alaikum Bu.." ucap Arka sembari mencium tangan Tiara
"Walaikumsalam, Nak Arka.. Terimakasih ya sudah mengantarkan Zahra pulang" jawab Tiara
"Sama-sama Bu.." jawab Arka dengan cepat
"Sebentar ya, Zahra buatkan dulu minum.." ucap Zahra sembari hendak meninggalkan Arka yang sedang duduk diruang tamu bersama Ibunya itu
"Eh tidak usah repot-repot, sudah cukup.." jawab Arka mencegah
"Tidak repot nak Arka.." ucap Tiara dengan ramah
Tak lama, Azam keluar dari dalam kamar yang pintunya pas ada diruang tamu itu.
"Eh ada Nak Arka.." ucap Azam menyapa
"Assalamu'alaikum.. Iya Pak, Saya mengantar Zahra pulang.." ucap Arka sembari mencium tangan Azam
"Walaikumsalam.. Oh begitu, terimakasih banyak Nak Arka, jadi merepotkan" ucap Azam merasa tak enak pada Arka
"Tidak kok Pak, tidak repot.. Begini Pak, saya ingin mengajak Ibu kemari nanti lain waktu, untuk membicarakan maksud baik saya.." ucap Arka tiba-tiba pada Azam
Azam dan Tiara saling pandang tak menyangka, Zahra yang datang dengan membawa minumanpun langsung terkaget.
"Oh boleh boleh.. Silahkan saja.. Hari apa baiknya?" ucap Azam mempersilahkan
__ADS_1
"Gimana waktu Bapak dan Ibu saja.. kami mengikuti.." jawab Arka dengan sopan
Azam menganggukan kepalanya, ia mengerti dengan maksud Arka.