Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 41


__ADS_3

Arka tak mampu membuat Aira jauh dengan Oma nya. Setiap hari ia bertemu dengan Aira dirumahnya. Sungguh ini tak mungkin dibicarakan pada Nisa, Ibunya. Arka juga masih menunggu Shaina, Tantenya kembali dari Turki. Sungguh Aira sedang memperbaiki dirinya, setiap hari dengan Umi belajar mengaji.


Aira yang sebenarnya ingin berbicara pada Arka hanya berdua itu, sungguh tak ada kesempatan, karena Umi selalu ada didekatnya.


Aira hanya bisa memperhatikan Arka diam-diam, dan sebenarnya banyak yang ingin ia bicarakan dengan Arka.


Hari ini adalah hari minggu, hari dimana Oma mengikuti kelas olahraga lansia, di alun-alun kota. Semenjak ada Aira, Oma selalu diantar oleh Aira, sekarang sudah ada Arka, Oma pun ingin diantar oleh Arka, tetap bersama Aira juga karena Oma akan berbelanja.


"Arka, antarkan Oma yaaa.." ucap Oma setelah bersiap berganti pakaian olahraga


"Iya Oma.." jawab Arka dengan cepat


Aira terlihat begitu memperhatikan Oma, tas yang berisi keperluan Oma dan catatan yang ia bawa.


"Aira juga ikut?" tanya Arka ketika melihat Aira menggandeng tangan Oma untuk masuk kedalam mobil


"Iya dong, Oma juga kan mau belanja. Kalau cuma berdua kamu doang, mana kamu ngerti Arka.." jawab Oma dengan semangat


Arka tak mampu lagi berkata-kata, sungguh ia tak bisa menghindari sosok Aira. Arka bisa saja menolak untuk tidak mengantarkan Oma, tapi Oma yang semakin tua, semakin sensitif, berperasaan, bisa merasa sedih.


Sewaktu diperjalanan, Oma yang asik menikmati pemandangan dijalan, tiba-tiba membuka obrolan.


"Seru kan kita pergi bersama-sama.." ucap Oma dengan senyum manisnya yang duduk di kursi depan samping Arka


"Iya.." jawab Aira dengan cepat yang duduk dikursi penumpang belakang itu


Arka hanya membalas senyum Omanya itu, ia tak mampu berkata-kata.


"Siti, bisakah kamu tinggal bersama kami? Bukankah kamu pun tinggal seorang diri dirumah sewaan?" ucap Oma tiba-tiba mengagetkan


"Maksudnya kamu bekerja dengan ku, dan akan ku beri tempat tinggal. Yaaa.. Hitung-hitung mes aja" lanjut Ucap Oma dengan langsung


Arka sangat kaget dengan ucapan Omanya itu, sungguh Arka tak setuju dengan kemauan Omanya. Karena itu tandanya ia akan selalu bertemu Aira 24 jam setiap hari.


"Maaf Oma, Arka gak setuju.. Arka kan single, sedangkan Aira juga single, takut ada fitnah" ucap Arka dengan cepat, sebelum Aira sempat menjawabnya

__ADS_1


Aira yang ingin menjawab jadi kembali terdiam, Oma kembali memikirkan ucapan cucunya itu.


"Iya kamu benar juga Arka, takut ada fitnah nantinya.." jawab Oma setelah berpikir kembali


Arka hanya mengangguk-anggukan kepalanya, ia merasa sedikit lega.


Setelah melalui perjalanan, sampailah di tempat dimana Oma akan melakukan kelas Olahraga pasa lansia itu. Tempat yang sangat ramai, karena akhir pekan, dan tempat semua orang bermain-main.


Setelah turun Aira dengan cepat langsung mengantar Oma bergabung ke dalam kelas Lansianya. Arka mengikuti dari belakang. Olahraga kali ini adalah senam, menggunakan musik kencang, membuat semua orang bersemangat untuk bergerak.


Arka menyadari, ia belum sempat mengabari Zahra di Indonesia, baru seminggu ia di Inggris. Sementara Zahra sudah beberapa kali mengirim pesan WA pada Arka, tapi belum ia baca apa lagi membalasnya. Arka yang baru saja membuka ponselnya langsung membuka pesan WA Zahra, lalu mengiriminya pesan.


"Assalamu'alaikum.. Maaf baru sempat mengabari, kemarin-kemarin sibuk banyak kerjaan dan kegiatan. Semoga kamu sehat dan selalu dalam lindungan Allah. Salam untuk Ibu dan Bapak.." pesan yang ditulis Arka lalu dikirimkan pada Zahra.


Arka asik memainkan ponselnya, sementara Aira memperhatikannya sedari tadi. Aira menerka-nerka apa Arka memiliki pacar, atau cuma sekedar pekerjaan saja.


Acara Olahraga itu telah selesai.


Umi sedang di toilet, Arka sedang menikmati minuman yang ia beli. Aira melihat ini sebuah kesempatan untuknya berbicara pada Arka.


Arka menoleh begitu kaget ketika mendengar Aira memanggilnya


"Aira, ada yang ingin aku bicarakan pada mu.." ucap Arka mendahului


Aira langsung merasa tak enak hati, perasaannya mulai bergemuruh. Hatinya yang masih menyimpan perasaan pada sosok Arka, langsung berdebar tak karuan.


"Bisa saya minta tolong, untuk kamu tinggalkan Oma? Maaf bukan saya tak suka, tapi bagaimana bisa saya melupakan mu jika kamu selalu ada dipandangan saya.." ucap Arka sembari tak memperhatikan wajah Aira


Aira terlihat begitu sedih mendengar ucapan Arka. Ia merasa sangat terpukul, ternyata benar Arka tak lagi bisa menerimanya. Air mata Aira menetes tanpa tertahan.


"Maaf.." ucap Aira dengan suara bergetar, sembari tertunduk untuk menyembunyikan air matanya


"Tinggalkan saja Oma tanpa kabar, selanjutnya akan menjadi urusan ku dengan Tante Shaina.." ucap Arka tanpa menghiraukan Aira yang menangis


"Maaf aku tidak bisa dengan cara itu. Nyonya adalah orang baik, aku sudah berjanji untuk menemaninya dan membantunya semampu ku.." ucap Aira sembari mencoba menghapus air matanya yang terus mengalir tanpa henti

__ADS_1


"Untuk urusan kamu dan aku, tidak usah khawatir, aku sudah melupakan mu.." lanjut ucap Aira dengan tegas


Arka hanya terdiam, ia tak mampu berkata-kata lagi. Dalam hatinya mungkin Aira sudah menyayangi sosok Oma.


Tapi Arka sangat tak bisa, jika selalu melihat Aira. Hatinya masih saja bergejolak rasanya.


Aira berjalan seakan meninggalkan Arka.


"Aira tunggu.." ucap Arka mencoba menahan Aira


Aira menghentikan langkah kakinya.


"Bukan kah ada yang ingin kamu bicarakan pada ku?" tanya Arka sebenarnya penasaran dengan apa yang ingin Aira katakan


"Tidak.. tidak jadi.." jawab Aira dengan cepat sembari melangkahkan kembali kakinya karena perasaan kecewanya


Aira masuk kedalam toilet, sementara Oma juga belum keluar dari toilet. Aira menangis sejadi-jadinya didalam toilet, dengan menyalakan kran air agar tidak terdengar oleh siapapun.


"Sungguh sakit hati ku mendengar semua itu! mungkin benar aku adalah wanita hina, aku tidak pantas memiliki perasaan pada pria sebaik Arka!" ucap Aira dalam tangisnya


Oma yang sudah keluar dari toilet, mencari keberadaan Aira juga Arka. Ternyata yang ada hanya Arka seorang diri.


"Kemana Siti?" tanya Oma matanya sembari mencari-cari kesana kemari


"Dia tadi berlari ke dalam toilet, mungkin dia kebelet juga" jawab Arka agar Om dananya tidak berpikir yang aneh-aneh


Oma hanya mengangguk, lalu Arka mengajaknya untuk duduk dikursi taman itu.


"Coba saja kalau kamu sudah menikah, Oma akan semakin senang, Oma ingin berjalan seperti ini dengan istri mu juga. Apa kamu nikahi saja Siti, biar jadi muhrim dan bisa tinggal bersama.. Siti wanita baik kok, dia berusaha menjadi sholiha kok.." ucap Oma panjang lebar


Ucapan itu membuat Arka tercengang, terkaget-kaget, tak percaya.


"Oma, Arka sedang taaruf dengan wanita yang insya allah sholiha. Namanya Zahra.." jawab Arka mencoba menjelaskan


Oma yang medengarnya langsung terdiam. Ternyata Aira mendengar pembicaraan itu semua, hatinya semakin hancur.

__ADS_1


Arka memergoki Aira yang ternyata mungkin sedari tadi dibelakang mereka dan pasti mendengar ucapannya dengan Oma nya.


__ADS_2