Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 56


__ADS_3

Arka dan Zahra masih terdiam di kamar Nisa, tak ada kegiatan apapun diantara mereka.


Tiara dan Azam mengetuk pintu Bungalow Nisa, yang tahu putrinya dan menantunya juga ada disana.


Arka, Zahra dan Nisa jadi berkumpul bersama Azam dan Tiara di halaman depan, sembari berbincang-bincang.


"Kami akan pulang besok pagi.." ucap Azam tiba-tiba


"Loh kenapa buru-buru Abi?" tanya Arka begitu kaget


"Kita kan belum liburan.." lanjut ucap Arka


"Iya Abi, Mama.. Zahra juga masih rindu sekali dengan kalian.." ucap Zahra menanggapi


"Maaf, sayang.. Kami juga ingin berlama-lama disini bersama kalian, tapi kasihan adik mu sendiri dirumah" ucap Tiara sembari memegang lembut tangan putrinya itu


"Iya Nak, Abi juga mendadak dapat tugas dari kampus.." ucap Azam memberitahu


"Oh begitu ya.. Ya sudah kalau gitu Arka siapkan semuanya sekarang ya, Abi, Mama.." ucap Arka lalu hendak mengeluarkan ponselnya bermaksud ingin menghubungi orang kepercayaannya


"Kalau begitu Ibu juga pulang saja besok.. Kalau bisa sebelum pulang mampir dulu ke rumah Shaina untuk berpamitan pada Oma juga Arka.." ucap Nisa pada Arka


"Baik bu.." jawab Arka dengan cepat


Arka lalu menghubungi orang kepercayaannya untuk mengurus segalanya.


"Kalian honey moon saja disini, tak usah mengantar kami" ucap Azam pada Arka juga Zahra


"Tapi Bi.." ucap Arka berusaha menolak


"Iya Arka, nikmati saja bulan madu kalian. Kami kan sudah ada supir.." ucap Nisa mengiyakan


"Sudah pergi berbulan madu sana.. biar cepat gendong cucu kami semua" ucap Tiara dengan senyum lebar dibalik cadarnya


Zahra dan Arka terlihat sangat malu dengan ucapan Tiara itu.


Kini waktunya makan malam, mereka semua makan malam di resort, dalam satu meja makan. Suasana yang hangat, kekeluargaan sangat terasa. Waktu menunjukan pukul 8 malam, Sesudah makan malam, Arka dan Zahra berpamitan untuk kembali ke kamarnya di Resort, karena mereka akan pindah ke Bungalow yang menghadap ke arah pantai yang tenang itu.

__ADS_1


Arka sudah menyiapkan segalanya, ia ingin berbulan madu kembali dengan istrinya itu, sebagaimana ia rencanakan waktu itu. Bungalow yang sudah disulap dengan suasana yang amat romantis, dan sudah siap untuk di tempati.


Arka dan Zahra baru tiba di Bungalow setelah membawa koper dan beberapa barang mereka dari kamar resort. Arka yang sudah siap dengan kuncinya, langsung membuka pintu, Lagi-lagi Zahra begitu terpana melihat keindahan itu.


"Masya Allah Mas.. Lagiiii?" ucap Zahra dengan senyum lebar menyungging diwajahnya


"Honey moon" ucap Arka dengan tersenyum bahagia sembari membentangkan tangannya itu


Zahra sangat merasa senang, ia melihat ke toilet yang lagi-lagi juga dihiasi dengan taburan kelopak bunga mawar.


Zahra lalu menghampiri Arka yang sedang merapikan kopernya dengan tersenyum sedikit bercanda, lalu duduk di depan meja rias, membersihkan wajahnya dengan milk cleanser juga toner, lalu menyisir rambutnya lalu mengikatnya satu dibelakang terlihat leher yang putih bersih juga jenjang itu sungguh menggoda Arka yang sedari tadi memandanginya dari belakang.


"Mas jangan memperhatikan ku begitu ihh" ucap Zahra dengan sangat malu


"Subhannallah.. Cantiknya istriku.." ucap Arka dengan senyum lebar, dan tetap memperhatikan tubuh istrinya itu


Zahra hanya tersenyum lebar mendengar ucapan suaminya itu


"Cepat dong sayang.. Udah gak sabar nih.." ucap Arka semakin menggoda istrinya


Zahra lagi-lagi hanya terdiam, dan melempar senyum manisnya. Arka langsung mematikan lampu utamanya, ia hanya menyalakan lampu tidur disamping kasur.


*****


Matahari pagi sudah menyapa, Arka dan Zahra yang sudah berganti pakaian selepas mandi bersama, kini sedang menikmati coklat hangat dan kopi hangat di balkon kamar yang menghadap ke pantai yang tenang itu.


Sementara Nisa, Azam dan Tiara sudah bersiap untuk pulang ke Indonesia. Setelah sarapan akan langsung berangkat, mereka akan mengunjungi rumah Shaina untuk berpamitan dengan Umi lalu berangkat ke Indonesia selepas ashar.


Waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi, Arka dan Zahra lalu mengajak kedua orangtuanya itu untuk sarapan di resort. Setelah makan, semua berbincang-bincang dulu sebentar, lalu berpamitan untuk pulang. Arka dan Zahra hanya mengantar sampai parkiran.


Setelah mobil yang ditumpangi Azam, Tiara dan Nisa menjauh, Arka dan Zahra kembali masuk ke dalam. Hendak melanjutkan liburan mereka. Kali ini Arka dan Zahra akan menghabiskan waktu berduaan di pinggir pantai.


*****


Waktu sudah pukul 5 sore, Nisa, Tiara dan Azam sudah berada di bandara setelah tadi bertamu ke rumah Shaina terlebih dulu, kini hendak menunggu keberangkatan pesawatnya menuju kembali ke Indonesia. Mereka semua menuju ke Bandara Surabaya.


Penumpangnya kala itu tidak banyak, tak semua kursi pesawat terisi.

__ADS_1


Nisa sering bolak-balik Inggris-Indonesia setelah menikah dengan Almarhum Alfath, dan beberapa kali juga ia menaiki pesawat, tapi baru kali ini perasaannya dagdigdug tak karuan. Hatinya sedikit gelisah, perasaannya tak menentu. Nisa memperbanyak sholawat dan dzikirnya, bahkan sedari tadi ia tak mengobrol dengan Azam ataupun Tiara.


Pesawat yang akan mereka tumpangi sudah siap, Nisa dan Tiara duduk berdekatan, lalu Azam disamping Tiara. Perasaan Nisa masih tak enak. Ia mencoba memastikan kabar anak dan menantunya baik-baik saja, setelah itu ia mematikan ponselnya, karena pesawat sudah akan terbang.


Perjalanan yang cukup lama, biasanya Nisa tertidur, tapi kali ini ia terjaga. Dilihatnya Azam dan Tiara memejamkan matanya, mungkin karena kelelahan. Nisa mencoba menenangkan dirinya, ia terus berdzikir, membaca sholawat.


Tiba-tiba pramugari memberi kabar bahwa pesawat sedikit bermasalah, dan meminta semua penumpang untuk memastikan sabuk pengamannya. Belum juga selesai sang pramugari berbicara, pesawat sudah mendarat darurat disebuah hutan di Surabaya. Badan pesawat rusak akibat terkena pepohonan, walau pesawat tidak jatuh dari ketinggian, tapi tetap penumpang dalam keadaan luka-luka.


Azam dengan cepat melindungi istrinya, selalu bergandengan. Sementara Nisa ia terjebak dalam kursinya, dan kini tertindih oleh puing-puing pesawat juga pohon yang runtuh.


Beruntungnya tim sar datang dengan cepat. Azam dan Tiara langsung di evakuasi untuk dibawa ke rumah sakit. Tiara mengeluhkan kakinya yang lecet, sementara Azam kepalanya sedikit berdarah akibat tertindih reruntuhan. Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit. Hanya Nisa yang belum terlihat.


Berita kecelakaan ini sudah didengar oleh Rio, Yusuf juga Khadijah. Rio dan Yusuf mengetahui bahwa Nisa menumpangi pesawat itu, dengan paniknya Rio dan Yusuf mencari kabar dengan datang langsung ke Bandara. Mereka membaca nama korban penumpang yang sudah di evakuasi dan sedang di rawat di rumah sakit terdekat, sementara mereka mencari nama Nisa belum terlihat sama sekali. Dengan sangat geram Yusuf menghampiri tempat informasi.


"Bagaimana dengan Bu Annisa? Dia belum ada dalam pemberitaan!" ucap Yusuf dengan emosi


Rio menahan Yusuf dengan memegang pundak Yusuf.


"Penumpang atas nama Annisa Khumaira Rasyid, bagaimana?" tanya Rio yang terlihat lebih tenang dari pada Yusuf


"Baik Pak, sebentar kami mencoba menghubungi tim sar" ucap seorang wanita bagian informasi


Rio dan Yusuf terlihat begitu gelisah, mereka mondar-mandir di depat meja informasi. Sementara keluarga korban lain sudah menuju rumah sakit.


"Pak Rio, bagaimana kalau Arka tahu.. Kasihan dia" ucap Yusuf mengkhawatirkan


"Iya kalau bisa sih Arka jangan dulu tahu, dia pasti panik sekali.." jawab Rio dengan pikiran kacaunya


Hari semakin larut malam, ini sudah pukul 2 malam. Yusuf dan Rio masih menunggu di Bandara akan kepastiannya, mereka masih duduk bersandar dengan menahan kantuk yang luar biasa.


"Ya Allah Bu Annisa, semoga Allah senantiasa melindungi mu.. maafkan saya pak Alfath, tidak mampu menjaga Bu Annisa dengan baik" ucap Rio dalam batinnya, lalu mengelus kasad wajahnya


Waktu semakin pagi, kini sudah pukul 3 malam, tiba-tiba seorang pria yang juga bagian informasi menghampiri Yusuf dan Rio yang kini tinggal berdua itu.


"Permisi Pak.. Penumpang atas nama Annisa Khumaira Rasyid, yang juga menjadi korban baru saja ditemukan. Keadaannya tidak sadarkan diri karena tertindih puing-puing badan pesawat dan pohon yang tumbang. Kini sudah dievakuasi ke IGD rumah sakit" ucapnya dengan langsung panjang lebar


Yusuf dan Rio lalu menuju rumah sakit. Hatinya sedikit lega mendengar kabar ditemukannya Nisa, tapi hatinya masih tak karuan memikirkan kondisi Nisa.

__ADS_1


"Apa yang harus kami ucapkan nanti pada Arka?" tanya Yusuf dengan gelisah pada Rio yang sedang mengemudi


"Bismillah semoga Bu Annisa selalu dalam lindungan Allah.." ucap Rio meyakinkan hatinya sendiri


__ADS_2