Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 37


__ADS_3

Arka semakin merasa bingung, sebentar lagi ia juga akan kembali ke Inggris untuk menyelesaikan kuliahnya yang hanya tinggal skripsi dan kelulusan itu.


Ia bingung haruskah menunda kembali keinginan Ibunya untuk ia menyempurnakan separuh imannya.


Arka yang sedang bersantai dirumahnya karena ini adalah hari minggu, tiba-tiba dihampiri Ibunya yang baru saja turun dari lantai atas rumahnya itu.


"Sepertinya kamu sedang bingung nak.." ucap Nisa sembari mendekat dan duduk disamping putranya itu


"Iya nih Bu, minggu depan aku akan kembali ke Inggris. Sementara hati ini masih bingung untuk ta'aruf dengan siapa, disatu sisi juga takut kehilangan yang terbaik karena aku sendiri yang bingung.." ucap Arka sembari bermanja dibahu Ibunya itu


Nisa tak mampu memberi masukan karena memang ia tak ingin menjodoh-jodohkan putranya, ia ingin secara wajar dan dari hati anaknya sendiri.


"Setiap kali Arka ingin memantapkan hati, memutuskan akan berta'aruf dengan siapa, selalu saja hati ini dibuat ragu karena keduanya datang dihari bersamaan" ucap Arka yang masih bermanja dalam pelukan Ibunya, yang larut dalam nyamannya usapan tangan Ibunya itu


"Apa Arka harus menundanya hingga nanti selesai urusan Arka di Inggris?" lanjut ucap Arka meminta saran Ibunya


"Seperti yang kamu bilang tadi, kamu takut kehilangan kesempatan bukan? Dan Ibu juga tidak ingin kamu tergoda lagi oleh Aira disana.." jawab Ucap Nisa memberitahu ketakutan hatinya


Arka seketika terdiam, ia tak mampu lagi berkata-kata. Selama ia tinggal di Indonesia, ia tak lagi sekalipun mengingat Aira karena memang sibuk dengan pekerjaan.


Saat Ibunya kembali mengucapkan nama Aira, Arka kembali teringat dengan sosok Aira.


"Apa kabar dengan Aira ya? Apa Allah sudah memberikan hidayah untuk dia menganut Islam?" ucap batin Arka sembari terdiam melamun


Nisa yang memperhatikan putranya yang hanya terdiam tak menanggapinya, larut seperti sedang melamun, membuat Nisa semakin penasaran.


"Arka.. Kamu tidak apa-apa kan?" ucap Nisa ketika melihat putranya dalam tatapan kosong


"Eh Iya Bu.. Enggak kok, Arka gak apa-apa" jawab Arka dengan cepat


"Arka tinggal dulu ya Bu, mau ke kamar.." ucap Arka sembari bangkit dari duduknya


Nisa memperhatikan Arka yang berjalan dengan cepat lalu menaiki tangga.


Selama di Indonesia, tinggal dengan Ibunya, Arka bisa meninggalkan sifat buruknya, kalau sedang bingung, gelisah ia tak pergi-pergian tanpa tujuan, kini ia lebih bisa menahan dirinya untuk tetap tenang.


*****


Terdengar suara bel pintu berbunyi. Arka sedang bersantai di halaman belakang rumahnya, sembari bermain-main dengan ikan yang ia pelihara di kolam belakang.


Sementara Nisa sedang asik membuat camilan kesukaan Arka di dapur bersama kedua asisten rumah tangganya.


Ijah yang mendengar suara bel itu, dengan cepat membukakan pintu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum.." ucap Zahra yang sore itu bertamu ke rumah Nisa dan Arka itu


"Walaikumsalam.." jawab Ijah setelah membukakan pintunya


"Permisi Mbak, saya Zahra.. mau bertemu dengan Bu Annisa. Apa Bu Annisa nya ada?" ucap Zahra begitu sopan pada Ijah


"Oh ada, sebentar ya saya panggilkan dulu.. Silahkan masuk.." ucap Ijah sembari mempersilahkan Zahra untuk menunggu didalam


Ijah langsung kembali ke dapur untuk memberi tahu Nisa, akan kedatangan Zahra. Arka yang juga mendengar ada suara bel pintu itu, penasaran siapa yang bertamu, dan langsung bertanya pada Ijah yang sedang berjalan menuju dapur itu.


"Siapa yang datang Bi?" tanya Arka pada Ijah


"Tamu untuk Ibu, Den.." jawab Ijah karena lupa dengan nama tamunya


Arka kembali tak menghiraukan, ia kembali fokus menebar makanan untuk para ikan di kolam itu.


Nisa yang sudah diberi tahu dengan kedatangan Zahra, langsung dengan cepat menghampiri Zahra yang menunggu diruang tamu.


"Assalamu'alaikum.. Nak Zahra.." ucap Nisa menyapa Zahra yang duduk disofa sembari memperhatikan foto-foto yang berada diruang tamu itu


"Walaikumsalam Bu Annisa.." jawab Zahra dengan cepat


"Maaf mengganggu waktunya Bu Annisa.." lanjut ucap Zahra ketika sudah mencium tangan Nisa


"Ini Bu, ada undangan dari Universitas Karisma. Seharunya Abi yang mengantarkan, cuma tadi motor Abi mogok ditengah jalan, makanya minta Zahra yang mengantarnya.." ucap Zahra sembari memberikan undangan yang begitu rapi kepada Nisa


"Oh begitu, terimakasih banyak yaaa.." ucap Nisa setelah menerima undangan itu


"Oh iya, Ibu sedang membuat camilan.. Masuk dulu yuuu, tidak buru-buru kan?" lanjut ucap Nisa sembari bangkit dan menggandeng tangan Zahra


"Tidak buru-buru kok Bu.." jawab Zahra salah tingkah karena malu


"Ya sudah kalau begitu mari masuk kedalam.." ucap Nisa sembari terus menggandeng tangan Zahra hendak mengajak kedapur


Zahra yang baru masuk kedalam rumah Nisa dan Arka yang mewah itu, celingukan melihat ornamen-ornamen yang ada didalamnya.


"Masya Allah rumahnya begitu mewah.. Tapi penampilan mereka diluar begitu biasa saja" ucap Zahra dalam hatinya


Seketika mata Zahra terhenti, ketika selewat melihat sosok Arka dengan baju takwa dengan lengan digulung, dibalut dengan sarung yang begitu rapi.


"Ya Allah, Kak Arka.." ucap Zahra dalam hati


"Astagfirullah.. tidak boleh Zahra! tidak boleh!" lanjut ucap Zahra menyadari

__ADS_1


Nisa tampak tak menyadari gerak gerik Zahra, karena ia fokus berjalan ke dapur sembari menggandeng tangan Zahra.


Arka yang melihat Ibunya itu menggandeng seorang wanita bercadar, langsung terkaget-kaget, dan belum bisa menebak siapa yang bersama dengan Ibunya itu.


Arka langsung menghentikan aktivitasnya, ia mencuci tangannya di keran air dekat dengan kolam berenang.


Nisa langsung membawa camilan yang ia buat, lalu mengajak Zahra untuk menikmatinya bersama Arka yang sudah menunggu sedari tadi dihalaman belakang rumahnya itu.


"Mari duduk, sayang.." ucap Nisa pada Zahra sembari menyimpan sepiring kue yang ia buat diatas meja


Lalu diikuti oleh Rani yang membawakan 3 gelas jus strawberry buatan Nisa.


"Iya Bu.." jawab Zahra malu-malu


Arka yang sedari tadi mencoba pura-pura tidak tahu kedatangan tamu itu, hanya berdiam membelakangi Nisa dan Zahra.


"Arka, sini naaak.. udah matang nih kuenya, ada Zahra juga.." ucap Nisa sembari melambaikan tangannya pada Arka


"I-i-iya Bu.." jawab Arka terbata-bata sembari salah tingkah itu


Nisa, Zahra dan Arka duduk bertiga untuk menikmati kue buatan Nisa, dan segelas jus strawberry segar itu.


"Arka, Zahra datang mengantarkan undangan dari Universitas Karisma.. Seharunya Abinya yang mengantarkan, cuma motornya mogok.. Bukan begitu Zahra?" ucap Nisa memberitahu Arka, dan menanyakan kebenarannya pada Zahra


"I-iya Bu.." ucap Zahra yang juga gugup berada satu meja dengan Arka


"Oh iya.. Lalu bagaimana sekarang motornya, apa sudah bisa dipakai?" ucap Arka menanggapi


"Sudah kok Kak.. Abi sudah bisa pulang.." jawab Zahra sembari terus menundukan pandangannya


Arka hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ayo makan.." ucap Nisa sembari membagi sepotong kue ke piring Zahra dan Arka bergantian


"Terimakasih banyak Bu Annisa.." ucap Zahra sebelum menikmati kuenya


"Masya Allah enak sekali Bu kue nyaa.." ucap Zahra setelah menelan potongan kuenya


"Kamu ini bisa saja.." ucap Nisa sembari menepuk tangan Zahra


"Ibu emang jago sekali masak, dan membuat kue.. Bikin Arka tambah gemuk lama-lama di Indonesia hehe" ucap Arka sembari bercanda


Nisa hanya tersenyum, lalu tertawa kecil.

__ADS_1


"Masya Allah, Kak Arka bagus banget pake baju takwa, pake sarung gitu. Aku baru melihatnya, selama ini selalu melihat dia hanya berpenampilan seperti anak muda biasa.. Aku merasa dekat gini, melihat kak Arka bercanda juga.." Ucap Zahra dalam hati


__ADS_2