Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 22


__ADS_3

Aira sudah lumayan lama bekerja di Resto milik keluarga Arkana, bekerja sembari membawa Dira. Suatu hari Zidan mengetahui semua itu, sebenarnya sudah tidak ada lagi rasa cemburu Zidan pada Aira, hanya saja Zidan merasa dendam dan kesal pada Arkana, belum lagi terlihat Aira kini tidak terlalu menderita.


Arkana baru saja pulang berbelanja stok untuk di dapur Resto. Ia mengendarai mobilnya. Arkana baru saja turun dari mobil, dan hendak membuka bagasi dan sudah di tunggu oleh seorang pelayan yang siap membantu. Tanpa Arkana tahu, Zidan yang sedari tadi memata-matai sudah tak sabar rasanya ingin meluncurkan kepalan tangannya pada Arkana.


Zidan segera melancarkan aksinya, ia mendekat perlahan-lahan setelah pelayan tadi masuk kedalam dengan belanjaan yang Arkana beli tadi. Langsung Zidan meluncurkan pukulannya tepat di sebelah bibir Arkana, hingga terdengar suara pukulan.


"Ggggbbbbkkkkk.." suara pukulan yang cukup keras


"Apa-apan kau ini Zidan?" teriak Arkana karena merasa begitu terkejut


Sang pelayan yang tadi sedang membantu membawakan belanjaan, kembali untuk mengambil lagi belanjaan, langsung terkaget dengan pemandangan ini.


Zidan tak menjawab sepatah katapun, ia dengan brutal terus menghajar Arkana.


Pelayan itu berusaha mererai, tapi ia pun mendapatkan dorongan kencang dari Zidan, ia langsung kedalam dan berteriak minta tolong. Alhasil semua pengunjungpun mulai berhamburan keluar dan melihat, termasuk Shaina juga Aira.


"Hentikan Zidan!" teriak Aira sembari menarik-narik baju Zidan, Zidan malah mendorong Aira dengan sikunya mencoba melepaskan pegangan tangan Aira dari bajunya


Zidan terus memukuli Arkana tanpa henti. Arkana sampai tidak bisa melawan karena ia sudah sangat lemah.


"cukup hentikan semua ini, atau saya panggil polisi!" teriak Shaina


Zidan juga tidak menghiraukan ucapan Shaina.


"Zidan!!! Hentikan ini!!!" teriak seorang wanita separuh baya, dia adalah pengunjung Resto yang duduk pojok, sedang berkumpul bersama dengan teman-teman sosialitanya.


Tiba-tiba Zidan menghentikan aksinya, ia mengenali suara teriakan dari wanita separuh baya itu.


"Zidan!! Apa yang kamu lakukan?" teriaknya dengan sangat marah


"Mamaaa.." ucap Zidan ketika melihat wanita itu tepat dibelakangnya


"Kamu ini sangat memalukan bukan!! Jangan panggil aku Mama!! tindakan mu ini benar-benar mengecewakan ku!!" ucap wanita separuh baya itu yang ternyata itu adalah Mama dari Zidan


Aira dan Shaina langsung menolong Arkana yang sudah sangat lemah tak berdaya, wajah yang bercucuran darah dan lebam kini terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


"Sam kamu bawa Arkana kerumah sakit, saya akan menyusul, saya urusi dulu permasalahan ini" ucap Shaina pada Sam seorang pelayan yang bekerja di Restonya


"Baik, Nyonya.." jawab Sam dengan cepat


Sam langsung mengangkat tubuh Arkana bersama beberapa pelayan lain untuk masuk kedalam mobil.


Shaina yang marah langsung menghampiri Zidan dan Mamanya, dan membubarkan kerumunan orang yang melihat kejadian itu.


"Nyonya Esther, jadi ini anak anda?" ucap Shaina dengan geram pada Mama Zidan, yang sebenarnya Shaina mengenali Esther.


"Maafkan Zidan, Shaina. Saya berjanji akan menanggung pengobatan Arka.." ucap Esther memohon maaf.


"Kami tidak butuh uang anda! Mari kita selesaikan didalam secara baik-baik, atau jika tidak saya tidak akan segan-segan memenjarakan kamu!!" ucap Shaina sembari menunjuk Zidan


Shaina mengajak masuk Aira, Zidan juga Nyonya Esther kedalam dan naik keatas keruang tamu keluarganya, karena di Resto masih banyak pengunjung.


"Ada masalah apa kamu dengan keponakan saya?" tanya Shaina setelah semua duduk


Aira begitu merasa dagdigdug, karena sebenarnya ini adalah suami dan mertuanya. Sebenarnya Shaina sudah tahu pria bernama Zidan ini pasti suami Aira, dan otomatis Nyonya Esther adalah mertuanya.


"Jelaskan Zidan!" ucap Esther pada Zidan sembari memukul tangan Zidan


"Urusan apa yang dicampuri oleh Arka? Saya sangat mengenali keponakan saya itu, saya tahu betul sifatnya. Tidak mungkin ia mencampuri masalah orang lain begitu saja!" ucap Shaina padahal dirinya sudah tahu semua, karena pada saat itu Arkana menceritakan semuanya


Aira yang diam sedari tadi, langsung ikut bicara.


"Kau dendam pada Arka karena Arka telah menolong ku saat kau hajar dan kau berbalik berantem dengan Arka yang tiba-tiba ada polisi itu?" ucap Aira memberanikan diri


Zidan hanya terdiam, ia tak lagi mampu berbicara.


"Coba katakan? Apa betul karena itu?" ucap Shaina.


"Oh jadi kau ini Aira, wanita yang Zidan nikahi?" ucap Esther tiba-tiba sembari memandangi Aira


"I-Iyaaa..." ucap Aira dengan terbata-bata

__ADS_1


Esther tak berkata apa-apa lagi, dengan wajah sinis ia terus memandangi Aira.


"Iya! Aku dendam karena itu! Arka selalu menghalang-halangi Aku!" ucap Zidan yang ternyata ia di pandangi terus oleh Shaina


"Kamu tahu? tindakan mu ini sangat tidak terpuji! Bukankah kamu berasal dari keluarga terhormat?" ucap Shaina dengan geram


"Maaf.. Maafkan saya!" ucap Zidan sembari terus menundukan pandangannya


"Kamu benar-benar memalukan saya! Kamu seperti ini karena wanita ini bukan?" ucap Esther yang marah


"Maaf Nyonya, jangan bawa-bawa saya dalam masalah ini! Saya cukup menderita karena putra anda!" ucap Aira dengan beraninya


"Oooh kamu berani pada saya?" ucap Esther sembari memandangi Aira


"Nyonya, hentikan! Aira tidak salah apa-apa! Kenapa anda begitu tidak menyukai Aira?" ucap Shaina karena melihat Esther sudah sangat marah pada Aira


"Karena wanita ini sudah menghancurkan masa depan Zidan anak saya! Karena wanita ini orang kampung! Miskin! dan sangat memalukan!!" ucap Shaina sedikit berteriak


"Siapa yang menghancurkan masa depan anak anda? Disini Zidan dan Aira saling cinta, mereka melakukan itu atas dasar sama-sama suka. Tidak bisa anda menyalahkan Aira dengan sepihak, jika mau main salah-salahan, salahkan juga anak anda!" ucap Shaina membela Aira, wanita baik dan selalu tidak ingin membebani orang lain, itu pandangan Shaina pada Aira


"Daaan, kenapa memangnya kalau Aira dari desa? Itu tidak dosa!" ucap Shaina menambahkan


Esther semakin geram, ia marah pada semua.


"Jadi apa mau kamu?" tanya Esther pada Shaina


"Saya ingin, Zidan meminta maaf pada Arka! Kami tak butuh sepeserpun uang dari kalian! Arka sudah cukup kaya, Arka adalah penerus keluarga Swain!!" ucap Shaina dengan tegas


"Tidak, saya tidak akan biarkan anak saya lakukan itu!" ucap Esther yang membela putranya


"Oh jika tidak, saya akan melaporkan masalah ini pada polisi dengan barang bukti cctv Resto kami, dan saya akan pastikan Zidan tidak akan keluar dari penjara! dan saya bisa menarik semua kerja sama perusahaan kita Nyonya Esther!!!" ucap Shaina dengan marah


Esther langsung menoleh ke arah Shaina, ia mencoba menelan saliva dengan susah payah.


"Dan saya bisa membuat keluarga kalian Malu!!" tambah Shaina dengan tegas

__ADS_1


"Silahkan anda pikirkan baik-baik!" lanjut ucap Shaina, sembari tangannya mempersilahkan Zidan dan Esther untuk pulang.


Esther begitu marah, baru kali ini ia merasa direndahkan. Memang sebenarnya perusahaannya banyak bekerjasama dengan Alif, suami Shaina. Makanya keluarga Zidan bisa menjadi orang kaya.


__ADS_2