Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 46


__ADS_3

Arka terbangun ditengah malam, seperti biasa ia selalu sholat tahajud disela-sela tidurnya. Arka melihat kearah Zahra yang sedang tertidur dengan sangat anggun dengan kecantikan alaminya itu.


Arka bingung haruskah ia membangunkan istrinya itu atau tidak, Arka masih terdiam memperhatikan Zahra yang masih terpejam.


Semakin lama menatap Zahra, semakin ingin ia mengelus wajah Zahra. Tangannya mulai mengangkat, mendekat ke wajah Zahra.


Zahra terbangun, karena memang ia juga terbiasa untuk bangun sholat malam, membuat Arka terkaget, hingga menggagalkan niatnya.


"Mas Arka.." ucap Zahra ketika membuka matanya melihat tangan Arka yang baru saja mendekat


"Eh iya.. kamu sudah bangun, baru saja aku akan membangunkan.. Mari sholat tahajud" jawab Arka dengan salah tingkah


Zahra hanya terdiam, lalu mengikuti langkah Arka untuk berwudhu ke toilet.


Malam berganti pagi, setelah sarapan pagi Arka mengajak Zahra untuk ke kantor, karena Arka harus membawa beberapa buku untuk skripsinya, dan sekaligus berpamitan dengan kedua orangtua dan adiknya untuk besok berangkat ke Inggris. Setelah ke kantor Arka mengajak Zahra kerumah Ibunya.


Nisa menyambutnya dengan sangat senang, menjamu Zahra seperti tamu istimewa, belum lagi ia sangat senang bisa memasak berdua.


Sementara Arka sibuk dengan laptopnya, dan duduk dihalaman belakang. Seketika Umi, menghampirinya.


"Arkaaa.." ucap Umi menyapa Arka


"Iya Oma.." jawab Arka tetap fokus pada laptopnya


Umi langsung duduk disamping Arka, ia memperhatikan cucunya itu, melihat ke arah laptop yang sedang Arka pandangi sedari tadi itu.


"Arka, apa kamu mencintai istri mu?" tanya Umi tiba-tiba


Arka langsung mengalihkan pandangannya, jadi menatap ke Omanya itu. Arka terdiam tanpa kata.


"Apa kamu sudah menyetubuhi istri mu?" lanjut tanya Umi yang sebenarnya sangat penasaran


"Kenapa Oma tanya begitu?" tanya Arka penasaran


"Oma melihat, Zahra seperti sedang kesal.. seperti ada yang membuatnya kecewa gitu.." jawab Oma menjelaskan isi hatinya


Seketika Arka hanya terdiam, ia sungguh belum mengerti tentang wanita.


"Memangnya bagaimana yang Oma lihat?" tanya Arka tambah penasaran


"Yaaa terlihat saja gitu dari matanya, dia sedang menyimpan sebuah beban.. Oma takutnya dia belum merasakan cinta dari mu.." jawab Oma memberitahu

__ADS_1


"Mungkin dia sedih harus meninggalkan Orangtuanya, besok harus ikut ke Inggris.." jawab Arka menerka-nerka, agar Omanya tak curiga


Oma hanya menganggukan kepalanya, Arka kembali fokus dengan laptopnya. Nisa dan Zahra tiba-tiba datang, dengan membawa minuman juga camilan yang mereka buat.


"Masya Allah harum masakan sekali.." ucap Oma memuji


Zahra dan Nisa hanya tersenyum, mereka menghidangkannya diatas meja. Arka langsung mengambil laptopnya dan membiarkan mereka menyajikan makanan.


*****


Waktu berganti malam, setelah makan malam Arka mengajak Zahra untuk ke kamarnya, layaknya sepasang suami istri Zahra dan Arka tidur bersamaan di kamar milik Arka. Kamar yang cukup luas, lebih banyak fasilitasnya dibanding kamar Zahra dirumahnya. Arka mengajak Zahra untuk mengobrol diatas kasur sebelum tidur, ia ingin memastikan ucapan Omanya benar atau tidak.


"Zahra.." ucap Arka membuka obrolan


"Kenapa Mas?" tanya Zahra singkat


"Apa kamu sedang menyimpan beban? Cobalah bicarakan pada ku.." ucap Arka dengan langsung


Zahra terdiam seketika, sebenarnya banyak sekali yang ingin Zahra utarakan pada Arka.


"Zahra mau tanya sama Mas Arka, apa Mas Arka sudah menerima Zahra sebagai istri Mas Arka?" tanya Zahra dengan perasaan dagdigdug tak karuan


"Kenapa kamu tanya seperti itu?" ucap Arka balik bertanya


Arka melihat Zahra mulai tak baik-baik saja, ia masih belum mengerti dengan perasaan seorang wanita.


"Ya sudah menerima dong, kan ini sampai kita sudah tidur bersama bukan? Kamu ini sebenarnya kenapa? Ada apa?" Ucap Arka dengan lembut takut membuat perasaan Zahra tersinggung


"Tapi aku tidak merasakan sebagai pengantin baru.." jawab Zahra dengan cepat


Arka semakin bingung dengan jawaban Zahra, ia lagi-lagi tak mengerti maksudnya kearah mana.


"Maaf, maafkan Aku.. Aku masih canggung, aku tidak terbiasa menyentuh wanita, belum lagi aku memang tidak mengerti wanita.." ucap Arka dengan lembut, sembari menatap wajah Zahra dan memegang tangan Zahra


"Ya sudah, kita tidur saja, besok kan harus pergi pagi" ucap Zahra mengalihkan pembicaraan


Zahra langsung mejamkan matanya, mata yang ia tahan untuk tidak mengeluarkan air mata.


"Sebentar ya aku tinggal dulu, aku ingin ke Ibu ku.." ucap Arka sembari mengelus tangan Zahra


Zahra tak menjawab apapun, ia seolah-olah sudah tertidur. Arka langsung keluar untuk menemui Ibunya yang sudah dikamar, dan berbaring berdua dengan Omanya. Arka memanggil Nisa, lalu mengajak keruang kerja Ayahnya.

__ADS_1


"Ada apa Nak? Bukannya kau harus tidur bersama istri mu.." tanya Nisa karena aneh melihat putranya itu


Arka tak menjawab, ia hanya langsung menggenggam tangan Ibunya untuk masuk kedalam.


"Ada yang ingin Arka bicarakan, Bu.." ucap Arka dengan sedikit berbisik


Nisa mengerti langsung duduk berhadapan dengan Arka, putranya.


"Bu.. tolong ajari Arka menjadi suami yang benar. Tolong beritahu Arka bagaimana tugas suami.." ucap Arka dengan mata yang terlihat serius


Nisa tersenyum mendengar ucapan anaknya itu


"Suami itu harus menafkahi lahir dan batin istri dan anaknya" jawab Nisa dengan tersenyum


"Arka tahu itu Bu.. maksudnya Zahra ingin merasakan sebagai pengantin baru tuh apa ya Bu?" ucap Arka menanyakan ucapan Zahra


"Hehe.. Apa kamu sudah menyetubuhi Zahra? Berhubungan intim gitu.." ucap Nisa dengan tawanya


"Belum Bu, Arka tidak berani.." jawab Arka dengan jujur


"Sekarang Zahra istri mu, sepenuhnya milik mu.. hubungan intim itu sama dengan menafkahi batinnya. Mungkin maksud istri mu dia ingin belaian lembut, ingin panggilan sayang dari suaminya.." ucap Nisa panjang lebar


Arka tediam, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Baiklah.. terimakasih ya Bu.. Tolong nanti beri tahu Arka, soalnya Arka tidak mengerti wanita.." ucap Arka pada Nisa


Nisa hanya tersenyum geli pada putranya itu. Benar-benar anak polos dipaksa menikah ucap Nisa dalam batinnya.


Pembicaraan itu berakhir, Arka kembali ke kamarnya, dan benar saja melihat Zahra sudah tertidur pulas.


"Aku harus bisa berbuat baik pada Zahra.." ucap Arka pelan pada dirinya sendiri.


Arka mematikan lampu utama, dan menyalakan lampu tidur yang ada disamping kasurnya itu. Zahra menyadari akan hal itu, karena ia belum benar-benar pulas.


Arka tak ingin membangun Zahra untuk berhubungan, Arka langsung tidur disamping Zahra dan memeluknya dari belakang.


Sungguh Zahra sangat kaget, baru pertama ia dipeluk oleh suaminya.


"Sayang maafkan aku.." ucap Arka berbisik ditelinga Zahra


Zahra kembali terjaga karena pelukan Arka, lalu bisikan Arka. Hati Zahra menjadi dagdigdug tak karuan, ia begitu senang dengan perlakuan suaminya sekarang.

__ADS_1


"Aku harus bisa seperti ini, mungkin dengan begini aku bisa menyayangi Zahra dengan tulus, tidak hanya menghargai sebagai istri saja.." ucap Arka dalam hatinya


__ADS_2