Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 8


__ADS_3

Papa dan Umi membawa Arkana ke rumah uyut nya, Oma dari Alfath. Memang kini sudah tiada Oma Alfath lagi, disana hanya ada adik dari Papa dan beberapa sepupu Alfath dan sepupu Arkana. Papa ingin Arkana mengenal keluarga besarnya itu saja.


Umi dan Papa mengenalkan Arkana pada semua yang ada disana. Mereka menyambut Arkana dengan hangat, wajah Arkana yang begitu mirip dengan Almarhum Alfath membuat semua orang bisa menerimanya dengan baik.


Kesan pertama sungguh manis untuk Arkana, ia begitu senang dengan keluarga besarnya, keluarga ayahnya itu. Arkana merasa banyak saudara jadinya, tak hanya keluarga dari Ibunya yang begitu menyayanginya, tapi juga keluarga dari Almarhum ayahnya.


Tak ada seorangpun yang menanyakan kabar Nisa, ibu kandung dari Arkana. Sungguh keluarga itu belum menerima Nisa sepenuhnya. Arkana tidak menyadari hal itu, ia hanya menikmati bermain bersama sepupu-sepupunya yang baru ia kenal.


*****


Seminggu sudah Arkana tinggal di Inggris, kini waktunya Arkana kembali pulang. Ia di antar oleh Shaina juga suaminya, karena Umi dan Papa disuruh istirahat oleh Shaina karena takut kelelahan.


Nisa sengaja tidak menjemput ke bandara, karena sibuk menyiapkan hidangan dibantu oleh Umma, untuk menyambut kedatangan Shaina dengan suaminya. Juga kepulangan putra kesayangannya itu.


Waktu sudah menunjukan pukul 2 sore, Nisa begitu menunggu kepulangan putranya itu. Harap-harap cemas yang ia rasakan, tak henti-hentinya ia melihat ke arah jam dinding besar diruang tamu rumahnya itu.


Tak lama suara mesin mobil terdengar, dengan tak sabar, Nisa berlari kecil, membuka pintu dan langsung menatap mobil yang belum terpakir itu dengan senyum lebar. Nisa sudah tahu itu pasti mobil yang membawa Arkana kembali pulang.


Dengan tak sabar, Arkana turun dari mobil dan berlari menghampiri Ibunya yang sudah menunggu sedari tadi.


"Ibuuuu..." teriak Arkana dengan begitu semangat dan kencang juga terlihat raut wajah yang ceria


"Arkaaa...." ucap Nisa membalas sambutan putranya itu


Arkana langsung memeluk tubuh Nisa, lalu mencium punggung tangannya.


"Assalamu'alaikum Bu..." ucap Arkana setelah melepaskan pelukannya, juga mencium tangan Ibunya itu


"Walaikumsalam.." jawab Nisa dengan Umma berbarengan, karena kebetulan Umma keluar dari dalam rumah


Arkana juga langsung memeluk tubuh Umma, Neneknya itu.


Kemudian Shaina dan Alif turun dari mobil, dengan senyum terlukis diwajahnya.


"Assalamu'alaikum..." ucap Shaina dan Alif berbarengan


Shaina bersalaman dengan Nisa, lalu saling berpelukan. Sementara Alif menyalami Umma terlebih dahulu.


"Kak Nisa, sungguh aku sangat rindu.." ucap Shaina dengan mata yang berkaca-kaca


Ini adalah kali pertama pertemuan Shaina dengan Nisa secara langsung lagi, setelah acara 100 hari kepergian Alfath waktu itu.

__ADS_1


"Iya, Shaina.. Aku juga sangat kangen.." jawab Nisa sembari terus bergandengan dengan Shaina


"Maafkan kami, Kakak.. Kami baru bisa berkunjung sekarang.." ucap Alif dengan ramahnya


"Iya tidak apa-apa.." jawab Nisa dengan senyuman dibalik cadarnya


"Ayooo ayooo silahkan masuk.." ucap Umma mengajak semua untuk masuk kedalam rumah


Shaina dan Alif mengikuti Umma, Nisa dan Arkana untuk masuk kedalam rumah. Diruang tamu sudah tersedia rainbow cake yang dibuat langsung oleh Nisa, dan beberapa camilan juga minuman segar.


"Ayo silahkan di coba.." ucap Nisa sembari menyodorkan segelas minuman kehadapan Alif dan Shaina bergantian


"Iya terimakasih.." ucap Alif dengan gayanya yang super kalem itu


"Ini buatan kak Nisa? Sudah lama aku tidak pernah mencobanya lagi.." ucap Shaina dengan semangat mengambil sepotong rainbow cake kedalam piring kecil yang tersedia


Memang Shaina adalah salah satu orang yang begitu menyukai masakan-masakan Nisa, dulu sewaktu sering berkunjung ke Surabaya ke rumah Nisa bersama Almarhum suaminya itu.


"Kamu harus coba, hubby.. masakan kak Nisa tuh enak-enak.. ini pasti enaaak..." ucap Shaina dengan gayanya yang selalu antusias


"Kamu ini bisa aja.." ucap Nisa sembari menepuk lutut Shaina yang sedang duduk disampingnya itu


Sementara Arkana sudah lebih dulu melahap kue buatan ibunya itu, ia sudah banyak cerita pada Umma, betapa rindunya masakan Indonesia, apa lagi masakan Ibunya itu.


"Aba sedang beristirahat, sepertinya kurang enak badan. Sebentar akan dibangunkan.." jawab Umma dengan sebenarnya


"Eh eh tidak usah Umma, tidak apa. Biarkan saja beristirahat, kami takut mengganggu tidak enak.." jawab Shaina dengan cepat


"Tidak apa kok, Aba yang minta jika kalian datang minta dibangunkan.." ucap Umma


"Iya, sekalian kita makan bersama yaaa.." ucap Nisa menambahi


Hari ini tiba-tiba memang merasa tidak enak badan, ia mengeluhkan ngilu diseluruh tubuhnya. Mungkin karena Aba memang sudah lanjut usia, usia yang tak muda lagi membuatnya gampang merasakan pegal-pegal, ngilu diseluruh tubuhnya.


Nisa dan Umma menjamu tamu mereka, Shaina dan Alif untuk makan bersama. Begitu juga dengan Arkana, ia begitu lahap dan menikmati semu masakan rumahan yang begitu ia rindukan.


Setelah selesai makan, Shaina membatu Nisa merapikan meja makan, membawakan piring kotor ke dapur.


"Eeehh Shaina, gak usah. Biarkan saja.. Kamu istirahatlah.." ucap Nisa ketika melihat Shaina masuk kedalam dapur dengan beberapa piring kotor


"Tidak apa-apa Kak, aku ingin membantu.." jawab Shaina dengan senyum manisnya

__ADS_1


"Terimakasih yaa.." ucap Nisa yang juga dengan senyuman


"Sama-sama Kak.. eh iya Kak Nisa, aku kangen banget sama kakak, bukan hanya sekedar ingin bertemu kayak gini, tapi aku juga ingin tinggal bareng seperti dulu, yaaa walau hanya untuk beberapa hari.." tiba-tiba ucap Shaina


"Aku juga Shaina..." jawab Nisa sembari menepuk pundak Shaina dengan lembut


"Menginaplah disini, kapanpun kamu mau.." lanjut ucap Nisa


Shaina menempelkan kepalanya di bahu Nisa


"Sekarang kakak ku cuma kak Nisa.." ucap Shaina dengan kepala yang masih bersender dibahu Nisa


*****


Shaina dan Alif berpamitan, karena harus menyelesaikan tugas kantornya ke tempat lain. Nisa, Umma, Aba dan Arkana mengantar sampai ke pintu depan.


"Tante.. terimakasih banyak yaaa" ucap Arkana tiba-tiba sembari memeluk Shaina


"Sama-sama sayang.. Jangan lupa sering-seringlah hubungi tante yaaa.." jawab Shaina sembari mengelus Arkana dalam pelukannya itu


Arkana hanya mengangguk, lalu menyalami Tantenya itu, kemudian bergantian menyalami Alif yang sekarang adalah paman nya.


Mobil yang dikendarai Alif sudah melaju, berlalu meninggalkan rumah Nisa. Umma sudah kembali masuk kedalam bersama Arkana yang sedari tadi sudah ingin mandi. Lalu diikuti oleh Aba, sementara Nisa masih berdiri didepan pintu melihat ke arah luar.


Tiba-tiba, suara "gggbbbuuukkk..." seperti ada yang jatuh membuat Nisa terkaget, Nisa dengan cepat berlari kedalam rumah.


Betul saja, Aba sudah tersungkur kelantai. Tak ada suara apapun yang Aba keluarkan, Nisa begitu panik, tanpa ia sadari, ia berteriak begitu kencang.


"Astagfirullah... Umma Umma Umma.." teriak Nisa dengan kencangnya


Umma yang sebenarnya juga mendengar suara itu, tiba-tiba langsung lari menghampiri sumber teriakan Nisa berada.


Ternyata dilihatnya, Aba yang tersungkur dilantai, seperti habis terpeleset, kepala yang terjatuh kelantai.


"Innalillahi Abaaa..." teriak Umma ketika melihat Aba yang tak bergerak


Dengan sangat panik Nisa membawa Aba kerumah sakit, dibantu oleh beberapa santri. Sementara Umma menunggu cucunya selesai mandi, sembari menelepon semua anak-anaknya, berharap semua bisa datang. Hanya Salma, Kakak Nisa yang bisa datang dengan cepat, lalu mengajak Umma dan Arkana ke rumah sakit dengan mobilnya.


Aba langsung mendapatkan perawatan di IGD, Nisa panik, mondar-mandir didepan pintu IGD. Ini adalah kali kedua ia merasa cemas yang luar biasa didepan IGD. Nisa teringat kembali bagaimana dulu saat ia menunggu sang suami di dalam IGD sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kali ini juga membuat Nisa sangat ketakutan akan kejadian yang sama.


*****************

__ADS_1


TERIMAKASIH untuk readers sudah mampir untuk membaca 😉


Jangan lupa untuk vote, like, koment yaaa biar bikin Author tambah semangat nulisnya.


__ADS_2