Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 15


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, Arkana semakin dewasa. Kini ia sudah menginjak pendidikan di SMA, umurnya pun sudah semakin dewasa, yaa kini Arkana sudah 18 tahun dan duduk dikelas 3 SMA. Tentunya Nisa juga sudah semakin tua, tubuhnya tak lagi sekuat dulu.


Kini waktunya Arkana untuk menatap masa depannya, karena ia telah mengenal lebih dalam profesi ayahnya, dan perusahaan peninggalannya sang ayah, kini Arkana begitu mencintai dunia Arsitektur dan memutuskan untuk kuliah dijurusan itu.


Kelulusan sudah tiba, Arkana sudah daftar kuliah di Inggris, dibantu oleh sang Tante yaitu Shaina. Semenjak kepergian Papa, kakeknya, Arkana dan Nisa belum pernah lagi berkunjung ke Inggris karena Umi juga kini tinggal di Malaysia dan menetap disana.


Arkana pulang dengan surat kelulusan dengan bahagianya.


"Assalamu'alaikum Bu.." ucap Arkana dengan semangat yang membara


"Walaikumsalam.." jawab Nisa sembari menoleh kearah Arkana dan menutup buku yang sedang ia baca


"Alhamdulillah Arka lulus Bu.." ucap Arkana dengan raut wajah berseri-seri sembari mengangkat-angkat surat keterangan kelulusan ditangannya yang masih dalam amplop putih


"Alhamdulillah ya Allah.." ucap Nisa sembari memeluk tubuh putranya itu


"Selamat ya sayang, Ibu sangat bangga sama Arka.." lanjut ucap Nisa lalu mencium kening putranya dengan lembut


"Makasih ya Bu, semua berkat doa-doa Ibu.." ucap Arka dengan menatap wajah Ibunya


Nisa hanya mengangguk sembari tersenyum manis, membalas tatapan sang anak.


"Bu.." tiba-tiba ucap Arkana kini dengan raut wajah sendu dan suara lirih


"Kenapa sayang?" tanya Nisa sembari membelai pipi Arkana dengan lembut

__ADS_1


"Berarti ini tandanya, aku akan segera tinggal berjauhan dong dengan Ibu.." ucap Arkana dengan sendunya


Raut wajah Nisa pun kini berubah menjadi sendu, dan memasang senyum yang terlihat dipaksakan.


"Hanya sementara sayang, raihlah cita-cita mu.. Ibu disini menunggu mu.." jawab Nisa dengan senyum yang dipaksakan, sembari susah payah menahan air matanya


Arkana tak mampu berkata-kata lagi, dengan cepat ia langsung memeluk erat tubuh Ibunya.


******


Hari ini adalah hari keberangkatan Arkana ke Inggris. Arkana membawa 1 koper berukuran besar, dan di antar ke Bandara oleh Nisa, Rio, Lia dan Mbak Ijah asisten rumah tangga Nisa.


Sungguh suasana yang begitu terasa sedih. Nisa terlihat sangat tegar, karena ia tak ingin membebani pikiran anaknya yang akan meraih masa depannya.


"Pasti sayang, doa Ibu tidak akan pernah putus untuk mu, anak sholih ku.." jawab Nisa sembari mengusap rambut Arkana sampai ke punggungnya


"Kamu juga disana jaga kesehatan ya sayang, jangan lupa dengan Allah ya sayang.." lanjut ucap Nisa memberi pesan


"Insya Allah Bu, aku tidak akan pernah lupa dengan kewajiban ku.." jawab Arkana dengan senyum manisnya


Nisa hanya mengangguk, dan tersenyum di balik cadarnya.


Arkana lalu bangkit, dan duduk disamping Nisa.


"Pa Rio, Bu Lia.. Arka nitip Ibu yaaa.." ucap Arkana sembari menoleh kearah Lia dan Rio yang berdiri bersampingan

__ADS_1


"Insya Allah Arka, kami akan selalu membantu Bu Annisa.." jawab Lia dan Rio bersamaan


"Arka juga titip Ibu ya Mbak Ijah.. tolong jagain Ibu dirumah.. Kalau ada apa-apa langsung hubungi Arka yaa.." ucap Arkana pada Mbak Ijah yang juga duduk berdampingan dengan Nisa


"Iya den Arka, Insya Allah Ibu Annisa akan baik-baik saja.." jawab Ijah dengan cepat


"Kamu ini, menitipkan Ibu, Emangnya Ibu anak kecil.." ucap Nisa menggoda Arkana


"Gak apa-apa dong Bu.. Penjaga Ibu ini kan akan berjauhan dulu untuk sementara.." jawab Arkana sembari melontarkan senyum lebar diwajahnya


Pesawat yang akan ditumpangi Arkana sudah siap. Kini Arkana sudah bersiap untuk segera melakukan perjalanan, dengan wajah sedih ia berjalan meninggalkan Ibunya yang masih diruang tunggu itu.


Nisa dengan kuat hatinya, menunjukan ketegarannya, sembari melambai-lambaikan tangannya ke arah sang putra.


******


Arkana sudah mulai berkuliah dikampus, di Inggris Arkana tinggal bersama Shaina. Shaina adalah tante yang begitu menyayanginya, bahkan menganggap Arkana sebagai putranya, begitu juga dengan Alif sang paman. Membuat Arkana sangat nyaman tinggal dirumah mereka.


Arkana yang berwajah tampan, bule bercampur asia itu membuatnya menjadi daya tarik yang sangat mempesona kaum wanita, terutama teman sekelas dengan Arkana. Arkana menjadi primadona, bak pangeran yang disukai oleh banyak wanita.


Semua mata memandang Arkana, ketika dirinya lewat untuk masuk kedalam kampus dengan mengendarai motor.


Arkana yang beragama muslim, keturunan Kiayi dan kehidupan yang kental dengan agama itu membuat dirinya bisa membatasi pergaulan. Arkana sangat menjaga dirinya agar tidak terjerumus dengan teman yang tidak beriman, bahkan beragama.


Ia hanya bergaul seperlunya dan hanya sekedar tahu dengan pergaulan.

__ADS_1


__ADS_2