Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 84


__ADS_3

Sesampainya di kamar hotel, Zahra langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk itu. Wajahnya terlihat pucat, tubuhnya sangat lemas, pusing dan mualnya juga masih saja ia rasakan.


"Sayang, apa sebaiknya kita pergi ke dokter saja? Kamu sangat pucat loh" ucap Arka yang sedari tadi memperhatikan istrinya itu


"Aku tidak apa-apa, Mas. Setelah tidur juga pasti akan baik-baik saja" jawab Zahra mencoba meyakinkan suaminya itu


"Aku sangat khawatir sayang.." ucap Arka sembari mendekat ke tubuh Zahra dan mengelus lembut kepala Zahra


Zahra hanya menatap lembut wajah suaminya itu, ia meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Aku hanya perlu istirahat Mas.." ucap Zahra dengan senyum yang tersungging diwajahnya


"Benar?" tanya Arka memastikan


Zahra menganggukan kepalanya, lalu mengecup lembut bibir suaminya yang tepat ada di hadapannya itu, lalu memejamkan matanya untuk tidur.


"Ya udah kalau gitu, aku mandi dulu yaaa.." ucap Arka mengalah, lalu bangkit dan melangkah hendak ke toilet


Hari berganti malam, Zahra masih saja merasakan mual, baru saja ia mengisi perutnya dengan makan malam, sudah habis keluar lagi, saat akan tidur malam.


Arka yang melihatnya semakin khawatir dengan Zahra.


Zahra berlari ke toilet dengan tergesa-gesa, tak lama kemudian terdengar suara


"Uuueeekkkk uuueeeekkkk.." suara Zahra yang muntah


Arka dengan cepat ikut berlari menemani istrinya, dengan sigap ia memijat lembut bahu istrinya.


"Sayang, kita periksa saja yaaa.. Kita ke rumah sakit saja" ucap Arka dengan khawatir


"Aku cuma butuh minum obat saja Mas.. Pasti akan membaik, ini sepertinya hanya masuk angin saja" ucap Zahra meyakinkan


"Kalau besok pagi masih saja mual, aku mau pergi periksa" lanjut ucap Zahra


"Ya sudah kalau gitu" jawab Arka mengalah


Arka dan Zahra tidur lelap dengan saling berpelukan, karena sama-sama lelah setelah melewati perjalanan dari Surabaya.


Adzan subuh berkumandang, Arka terbangun lebih dulu. Di lihatnya Zahra masih terlelap. Arka memandangi wajah istrinya itu dengan sangat dalam, lalu mengelus pipinya dengan lembut.


"Alhamdulillah, aku sangat beruntung beristrikan kamu yang tidak banyak maunya, selalu mendukung ku, dan selalu berusaha tak mau menyusahkan" ucap Arka dalam hatinya sembari terus memandangi wajah istrinya dan mengelus lembut


Zahra yang merasakan sentuhan lembut suaminya di pipinya itu, membuat dirinya terbangun, dan langsung menatap wajah suaminya tepat dihadapannya itu.

__ADS_1


"Mas.." ucap Zahra dengan senyum manisnya


"Eh sudah bangun istriku.. kamu pasti kelelahan bukan setelah perjalanan kemarin?" tanya Arka pada istrinya yang baru saja terbangun


"Iya Mas.. Aku lelah muntah terus" jawab Zahra dengan sedikit tertawa kecil


Arka lalu ikut tertawa kecil lalu mengacak rambut Zahra dengan pelan.


Setelah sholat subuh, Zahra dan Arka mandi bersama lalu berganti pakaian. Setelah siap dan saatnya sarapan, Arka dan Zahra menuju ruang makan yang ada di hotel itu.


"Kamu benar sudah membaik sayang?" tanya Arka memastikan


"Sudah kok Mas.." jawab Zahra dengan cepat, karena memang sudah tak merasa mual lagi


"Oh iya kita mau kemana dulu?" tanya Zahra sangat tak sabar


"Kita ke wisata di Maribaya dulu saja ya sayang, wisata alam" jawab Arka dengan cepat


Zahra hanya mengangguk setuju dengan ucapan suaminya itu. Banyak sekali destinasi liburan yang ingin Zahra kunjungi di Lembang Bandung ini, membuatnya tak sabar.


Setelah sarapan, Zahra dan Arka berangkat untuk berjalan-jalan. Zahra sangat antusias sekali.


Sesampainya di Maribaya, Zahra selalu ingin bergandengan dengan suaminya itu, rasanya tak ingin lepas dan tak ingin jalan sendiri-sendiri. Tak jarang semua mata memandang ke arah Arka suaminya, membuat dirinya merasa cemburu. Walau sebenarnya Arka tak bermain mata dengan siapapun, ia fokus terhadap wisatanya juga tetap bersikap romantis pada istrinya.


Arka dan Zahra menikmati setiap swafoto yang ada disana, tak hanya disitu Arka dan Zahra juga berfoto di bamboo sky, dan sky tree.


Zahra terlihat sangat bahagia, ia tersenyum lepas. Seketika tangannya dibentangkan merasakan udara sejuk hutan pinus di Maribaya itu.


"Mas.. Makan yuuu, aku lapar.." ucap Zahra sedikit merengek karena perutnya sudah sangat lapar


"Ayo kalau gitu" jawab Arka dengan cepat


Arka mengajak Zahra untuk makan di Resto yang ada di Maribaya. Setelah mendapatkan kursi untuk duduk, Zahra sibuk memilih makanan untuk dipesan. Arka menengok jam di tangannya, ia terkaget ini baru jam 11 siang tapi istrinya sudah sangat lapar.


Zahra baru saja memesan makanan ke pelayan, dan pelayan itu berjalan kembali untuk menyiapkan pesanan Zahra.


"Sayang ini baru jam 11 siang, kamu sudah lapar saja? Biasanya kita makan sehabis dzuhur yaaa.." ucap Arka merasa heran


"Mungkin disini karena udaranya dingin membuat aku gampang lapar Mas hehe" jawab Zahra dengan sedikit tawa


Setelah pesanan datang, dan diantar oleh pelayan, Arka terkaget banyak sekali makanan yang dipesan oleh Zahra. Arka hanya menggelengkan kepalanya, melihat Zahra makan dengan lahapnya. Arka ikut bahagia melihat istrinya yang sangat bahagia itu.


Setelah sholat dzuhur Arka dan Zahra meninggalkan Maribaya dan menuju wisata lainnya. Kali ini Zahra dan Arka menuju Taman Bunga Begonia. Zahra begitu terpana melihat bunga-bunga yang tumbuh berwarna-warni, tak sedikit ia mengambil foto. Sungguh Zahra sangat menikmati keindahannya, begitu juga dengan Arka.

__ADS_1


Hari semakin sore, Arka dan Zahra sholat Ashar lebih dulu sebelum kembali melanjutkan wisatanya.


Setelah sholat, lagi-lagi perut Zahra terasa sangat lapar. Ia sudah merengek lagi minta mengisi perut. Arka lalu mengajak Zahra untuk wisata kuliner di Floating Market.


Setelah makan, sebelum magrib Arka dan Zahra kembali ke hotel. Arka sangat merasa lelah, sementara Zahra terlihat masih saja bersemangat.


"Kamu tidak lelah sayang?" tanya Arka yang merebahkan tubuhnya itu, sembari memperhatikan istrinya yang masih saja sibuk didepan meja rias


"Aku sangat senang Mas.. Jadi aku tidak terlalu lelah" jawab Zahra dengan senyum yang masih semangat


Arka hanya tertawa kecil mendengar jawaban istrinya itu. Zahra menghampiri Arka yang terbaring di atas kasur, dengan kancing baju yang sudah sedikit terbuka.


Zahra lalu menggoda suaminya itu, menciumi tubuh suaminya.


"Hemmm bau acem deh kamu mas.." ucap Zahra setelah menghirup aroma tubuh suaminya itu


"Hehe iya pasti nih, udah lelah aku hari ini.." jawab Arka dengan tawanya


Zahra lalu merasakan mual setelah menghirup aroma tubuh suaminya itu. Padahal sedari dulu ia selalu suka dengan aroma tubuh suaminya yang sebenarnya tak bau itu.


"Uuueeekk uuueeekkk" suara mual Zahra


Zahra menutup mulutnya dengan telapak tangan, lalu berlari ke toilet untuk muntah.


Lagi-lagi Arka sangat merasa panik, ia ikut ke toilet.


"Kita ke dokter saja yaaa.." ucap Arka dengan panik


"Aku tidak apa-apa Mas.. Aku hanya mual mencium aroma mu" jawab Zahra dengan cepat


"Mandi sana, baunya membuat ku mual" lanjut ucap Zahra dengan polosnya


Arka hanya tersenyum geli setelah mendengar ucapan istrinya itu, lalu menurutinya dan langsung menggendong Zahra untuk mandi bersama karena sudah didalam toilet.


"Mas lepaskan aku.. Aku buka baju dulu" ucap Zahra merengek karena digendong paksa diajak ke bak mandi oleh Arka


Arka hanya melontarkan senyumnya, lalu menaruh Zahra di atas bak mandi, dan dengan cepat membukakan baju Zahra.


"Mas iihhh aku bisa sendiri" ucap Zahra dengan cepat mengambil alih tangan suaminya yang sedang membukakan bajunya


Arka lalu membuka bajunya sendiri, dan ikut masuk kedalam bak mandi, lalu menyalakan airnya.


"Ayooo sini mandi sama suami mu yang bau acem ini" ucap Arka lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat lalu mandi bersama.

__ADS_1


Zahra hanya tersenyum melihat perlakuan suaminya itu.


__ADS_2