
Arka mulai berlaku manis pada Zahra, ia memanggil Zahra dengan panggilan "Sayang". Arka juga mulai berani menyentuh tubuh Zahra. Malam pengantin kedua itu, Arka memeluk tubuh Zahra, rasanya ada yang berbeda. Arka merasa ada yang berdiri dan membuatnya bergairah, Zahra yang kembali terjagapun langsung menoleh kearah suaminya. Ini adalah kali pertama hubungan yang diinginkan oleh Zahra. Semua berjalan seperti air mengalir. Sampai Arka kelelahan dan membuat mereka tertidur dalam satu selimut dengan pelukan.
*****
Hari ini Arka, Zahra dan Oma sudah kembali ke Inggris. Sesampainya di Inggris, Arka dijemput oleh Shaina dan Alif. Kali pertama Zahra bertemu dengan keluarga Arka di Inggris. Shaina dan Alif menyambut Zahra dengan hangat, karena Zahra sudah terlihat begitu akrab sekali dengan Oma, Umi mereka.
Shaina dan Alif mengajak Zahra dan Arka untuk pulang kerumah mereka, karena disana sudah menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan Zahra.
Zahra terlihat malu-malu, ia masih tak banyak bicara. Setibanya dirumah, mereka langsung dipersilahkan makan karena Shaina tahu, Arka keponakannya itu selalu lapar setiap kali habis dari perjalanan. Hidangan makanan tanpa nasi kali ini, makanan khas Malaysia kesukaan Oma, juga makanan Barat kesukaan Arka, Alif dan Shaina. Jelas, Zahra begitu kebingungan.
Arka dengan lembut membantu Zahra, dan memperlihatkan makannya.
Selesai makan, Arka mengajak Zahra untuk sebentar beristirahat di kamar yang ia tempati selama ini dirumah Tantenya itu.
Sungguh kamar yang tidak jauh beda dengan kamar Arka dirumah Nisa. Zahra sangat terkagum-kagum, karena memang jauh dari kamarnya dirumah orangtuanya.
"Mas, besar sekali kamarnya.." ucap Zahra sambil melihat kesekelilingnya
Arka hanya membalas tersenyum.
"Mari istirahat dulu, rasanya aku begitu lelah.." ucap Arka sembari merebahkan tubuhnya
"Iya Mas.." jawab Zahra, lalu membaringkan tubuhnya disamping suaminya itu
"Oh iya Mas, makanan tadi aku rasa begitu aneh.." ucap Zahra
"Kamu belum pernah memakannya?" tanya Arka penasaran
"Belum Mas.. Apa selama disini aku harus terbiasa dengan makanan seperti itu?" jawab Zahra lalu kembali bertanya
"Bisa jadi, disini bahan makanannya berbeda dengan di indonesia sayang.. Tapi ada beberapa yang sama sih" ucap Arka pada istrinya itu
Zahra pun mengerti. Ia berpikir mulai sekarang harus menyukai makanan barat, dan mulai belajar memasaknya karena Suaminya.
Waktu sudah larut sore, setelah sholat Ashar Arka mengajak Zahra untuk pulang ke apartement yang akan menjadi rumah mereka sementara di Inggris. Arka mengendarai mobilnya, lalu menuju supermarket untuk membeli bahan makanan karena disana belum tersedia apapun.
"Kita kesini dulu yaaa.. Beli bahan makanan, apapun yang mau kamu masak.." ucap Arka pada Zahra ketika sudah turun dari mobilnya
Zahra pun mengerti, kini ia di minta untuk cermat sebagai seorang istri.
__ADS_1
Arka dan Zahra berjalan bergandengan, lalu menuju tempat buah dan sayur. Arka juga memilih beberapa sayur dan buah.
Zahra mengambil beras 10 kg, telur, daging dan beberapa seafood, lalu mereka menuju tempat bumbu, Zahra mengambil kecap, garam, gula, kaldu.
"Merknya tidak seperti di Indonesia yaaa.. Aku bingung.." ucap Zahra pada Arka
"Gak apa-apa sayang, tapi rasanya tidak jauh beda kok.." jawab Arka menenangkan
Setelah stroler belanja itu penuh, Arka dan Zahra langsung membayarnya dikasir. Setelah selesai membayar, Arka mengajak Zahra untuk membeli makanan siap saji untuk makan malam, karena kasian Zahra pasti masih lelah jika harus memasak.
Tak disangka, ketika Arka menggandeng Zahra dikasir restoran cepat saji itu, ada 3 orang wanita yang mengenali Arka. Kali ini ada Sabrina, Helena, dan Yasmin.
"Arka.. dengan siapa kamu?" tanya Sabrina ketika melihat Arka bergandengan dengan wanita bercadar
"ini bukan urusan kalian.." jawab Arka dengan cepat
mereka berbicara dengan bahasa Inggris, membuat Zahra kesulitan untuk mengerti dengan cepat, Zahra harus mengartikannya sedikit-sedikit, membuatnya lama menjadi tahu obrolan mereka.
"Bukankah tidak boleh bersentuhan dengan seorang wanita?" ucap Helena dengan nada menggoda
Arka tidak ingin teman-temannya tahu bahwa ia sudah menikah. Bukan karena malu, tapi karena belum ada resepsi pernikahan dan undangan untuk teman-temannya.
Sabrina, Helena, dan Yasmin yang tidak mengerti tentang agama mulai menggoda Arka.
"Kini kamu telah menggandeng seorang wanita, akupun mau dong.." ucap Sabrina menggoda
Tanpa aba-aba, Sabrina dan Yasmin mengambil alih tangan Arka dan mendorong Zahra.
"Astagfirullah.." ucap Zahra karena kaget, ia terjatuh, terdorong
Seketika Arka melepaskan pegangan tangan Sabrina dan Yasmin yang menggodanya itu. Arka langsung membantu Zahra yang kesakitan.
"Hentikan! kalian tidak harus seperti ini.." ucap Arka begitu marah
"Uuu marah.." ucap Yasmin lalu diikuti tawa teman-temannya itu
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Arka mengkhawatirkan Zahra
Zahra kesakitan, punggungnya tertahan ke kursi besi ketika tubuhnya akan jatuh kelantai.
__ADS_1
Belum sempat Zahra menjawab, kasir restoran cepat saji itu langsung memanggil dan memberikan sekantong pesanan Arka.
"Apa yang sakit?" tanya Arka dengan panik ketika berjalan keluar dari restoran itu
"Punggung ku rasanya sakit sekali.." ucap Zahra dengan menahan rasa sakitnya
"Kita ke Dokter dulu yaa, dekat sini ada dokter wanita" ucap Arka dengan khawatir
"Tidak perlu mas, kita pulang saja.." jawab Zahra dengan cepat
"Maafkan aku yaaa, aku lalai menjaga mu.." ucap Arka dengan sedih
Zahra tersenyum sembari menatap mata suaminya yang kini menyesalinya.
Setelah masuk kedalam mobil, dan mulai kembali melanjutkan perjalanannya, Zahra yang penasaran dengan 3 wanita tadi langsung kembali membahasnya.
"Mas, siapa 3 wanita tadi?" tanya Zahra dengan penasaran
"Oh mereka itu kakak tingkat di kampus, Sabrina orang kaya jadi membuat dirinya dikagumi oleh banyak pria dikampus, makanya dia selalu bertingkah seperti itu, berani menggoda.." jawab Arka dengan sejujurnya
"Mereka menyukai Mas yaa?" tanya Zahra sebenarnya perasaannya mulai tidak baik-baik saja
"Kok kamu tanya gitu sih?" jawab Arka balik bertanya
"Ya itu saja, tadi mereka bilang ingin bergandengan juga dengan Mas Arka.." ucap Zahra, kini semakin terlihat tidak baik-baik saja, Zahra langsung menatap keluar tanpa melihat wajah Arka
Arka hanya tertawa kecil, ketika melihat Zahra yang seperti itu.
"Kamu ini ada-ada saja.." ucap Arka dengan senyum lebar pada Zahra
*****
Sesampainya di Apartement, Zahra langsung membereskan barang-barang belanjaan tadi. Arka sudah mempersilahkan Zahra untuk mengatur dapurnya, dan juga rumah mereka itu. Arka membantu membereskan pakaian kedalam lemari, sementara Zahra membereskan dapur.
Arka selesai duluan, ia langsung bersantai di kamar dengan pintu kearah balkon dibiarkan terbuka. Arka kembali sibuk dengan laptopnya.
Zahra yang sudah selesai menata dapur dan isi kulkasnya, langsung berinisiatif membuatkan minuman untuk di nikmati berdua. Setelah minuman itu jadi, Zahra membawanya ke kamar dan menghidangkannya untuk suaminya.
Arka yang sibuk dengan laptopnya, tak menghiraukan keberadaan Zahra, Zahra pun mengerti dengan itu.
__ADS_1
Zahra langsung keluar, melihat pemandangan dari balkon kamar mereka. Zahra ingat ia belum mengabari keluarganya. Zahra yang mendapatkan sinyal wifi di ponselnya itu, langsung menghubungi Ibunya dengan video call.