
Zahra sangat penasaran dengan ucapan suaminya yang tiba-tiba melarang sahabatnya itu untuk datang lagi kemari. Zahra terus memandangi suaminya yang masih saja sibuk membuka sepatunya, sembari membuka jilbabnya karena hendak mandi juga.
"Mas?" Panggil Zahra karena Arka masih saja terdiam
"Hmm.." jawab Arka tanpa kata
"Kenapa, Mas? Mas belum jawab pertanyaan aku.." ucap Zahra penuh selidik
"Aku hanya menjaga rumah tangga kita.." ucap Arka dengan ngambang belum ada penjelasan
"Maksudnya gimana Mas?" tanya Zahra lagi penuh dengan rasa penasaran
Arka menatap wajah istrinya dengan sangat dalam.
"Mas tadi tidak sengaja mendengar percakapan mu dengan Anjani sewaktu di taman belakang tadi.." tiba-tiba ucap Arka dengan suara pelan
Zahra tak mampu berkata-kata, Zahra langsung terdiam seketika.
"Aku tidak mau hubungan persahabatan kalian rusak, dan aku juga tidak mau rumah tangga kita kenapa-kenapa" ucap Arka lagi dengan penuh penjelasan sembari menyingkirkan rambut Zahra yang terurai menutupi kening
"Kau benar, Mas.." jawab Zahra dengan cepat
"Aku tidak mengerti kenapa sahabat ku sendiri bisa menyukai suami ku.." ucap Zahra suaranya berubah menjadi sendu
"Kamu tidak usah banyak pikiran yaaa.. Mas cuma sayang sama kamu" ucap Arka menenangkan istrinya lalu mencium kening Zahra
Zahra lalu membalas dengan pelukan yang sangat erat ditubuh suaminya, lalu menenggelamkan kepalanya di dada Arka.
--------
Hari ini adalah hari libur, Arka tak berniat untuk pergi kemana-mana. Ia hanya ingin bersantai dirumah, mengistirahatkan pikirannya yang rumit, dan memanjakan tubuhnya dengan rebahan.
Tiba-tiba ponselnya berdering, mengagetkan dirinya yang sedang tidur di kursi santai dibawah sinar matahari pagi.
"Yaaa Halo.." ucap Arka sebelum sempat tahu siapa yang menghubunginya
"Halo Tuan Arka.." ucap seseorang dari jauh sana
"Iya saya sendiri, ada apa?" tanya Arka dengan perasaan tak suka karena ini adalah hari liburnya
"Saya Haris, saya ingin memberi kabar bahwa Tuan Hanjaya mengundang anda untuk datang kemari hari ini, dan makan siang bersama.." ucap Haris memberitahukan yang diperintah oleh Tuan nya
__ADS_1
"Tidak bisa besok saja?" tanya Arka karena sebenarnya ia sangat malas
"Tuan Hanjaya inginnya hari ini karena tahu Tuan Arka sedang libur, karena jika hari kerja takut mengganggu kesibukan Tuan.." ucap Haris menjelaskan
"Baiklah, Saya tidak bisa janji datang yaaa.. Saya akan berbicara dulu pada keluarga saya" ucap Arka beralasan
Arka lalu menutup sambungan teleponnya itu, lalu menyimpan kembali ponselnya di meja samping kursi santainya.
"Ada apa Mas?" tanya Zahra yang baru saja datang dengan membawa sepiring camilan dan secangkir kopi kesukaan suaminya itu
"Itu Tuan Hanjaya mengundang makan siang dirumahnya" ucap Arka memberitahukan
"Ini kan hari libur, aku malas untuk membahas pekerjaan" lanjut ucap Arka sembari masih memejamkan matanya
"Tidak apa-apa Arka datanglah, siapa tahu dia ingin membicarakan yang penting. Tuan Hanjaya juga sedang sakit bukan? Takut umurnya sudah tak lama juga, kan?" ucap Nisa yang tak sengaja mendengar percakapan Arka dan Zahar, lalu ikut menimpalinya
"Iya Bu.." jawab Arka karena tak berani melawan Nisa Ibunya
Setelah beberapa lama, Arka dan Zahra menghabiskan waktu berdua dengan memakan camilan juga menghabiskan kopi, Arka lalu beranjak untuk membersihkan diri, mandi dan berganti pakaian. Zahra langsung ke dapur untuk menyimpan semua bekas camilan dan cangkir kotor.
Saat Zahra hendak akan menaiki tangga menuju kamarnya, tiba-tiba terdengar suara bel pintu yang berbunyi.
Rani terlihat teburu-buru untuk membuka pintu walau tangannya basah karena sedang cuci piring.
Dengan cepat Zahra memakai cadarnya yang tersimpan dalam sakunya, lalu melangkah dengan sedikit berlari menuju pintu depan yang terus berbunyi itu.
Di bukanya pintu depan, dan terlihat kedua orangtuanya yang datang berkunjung.
"Assalamu'alaikum.." ucap Tiara dan Azam bersamaan
"Walaikumsalam.. Mama, Abiii.." jawab Zahra dengan langsung menyapa kedua orangtuanya itu
Sungguh jelas terlihat rona bahagia di wajah Zahra, karena sudah lumayan lama juga ia tak bertemu dengan kedua orangtuanya. Zahra menyimpan kerinduan yang dalam.
"Mari masuk Mama, Abi.." ucap Zahra setelah mencium punggung tangan kedua orangtuanya bergantian itu.
Body guard yang berjaga dipintu sudah tahu kalau kedua orang itu adalah orangtua dari istri bosnya, jadi membiarkan mereka untuk menekan bel.
"Mereka siapa, Ra?" tanya Tiara penuh penasaran
"Oh mereka body guard Mas Arka, yang disuruh untuk menjaga rumah, setelah kejadian waktu itu membuat Mas Arka semakin protektif menjaga aku dan Ibu" jawab Zahra sembari duduk di sofa bersama kedua orangtuanya itu
__ADS_1
Tiara dan Azam hanya mengangguk, mereka mengerti dengan maksud Arka, dan membuat mereka semakin yakin bahwa Arka akan melakukan apapun untuk melindungi Zahra putrinya yang kini adalah istrinya.
Zahra lalu berpamitan untuk mengambilkan minum dan memberitahukan suami dan ibu mertuanya bahwa ada orangtuanya ny.
Nisa sudah tahu bahwa ada kedua besannya berkunjung kemari, Nisa yang masih mengingat kejadian waktu itu, saat Azam ingin menikahinya membuatnya jadi canggung untuk bertemu Azam dan Tiara lagi.
Arka baru saja turun dari kamarnya karena sudah bersiap untuk pergi ke rumah tuan Hanjaya. Arka melihat kini mertuanya sedang duduk diruang keluarga, dengan ramah, dan melupakan semua kejadian ayah mertua pada Ibunya itu.
Arka menyalami ayah mertuanya yang duduk sendiri di ruang keluarga.
"Mama kemana Abi?" tanya Arka pada Azam
"Mama dan Zahra sedang di dapur, Ka.." jawab Azam pada Arka
"Arka lihat dulu ya, Abi.." ucap Arka lalu menuju dapur untuk menemui Tiara Ibu mertuanya itu
Arka meninggalkan Azam sendiri di ruang keluarga karena hendak menyalami Ibu mertuanya dulu di dapur.
Azam yang sendiri hendak keluar melihat halaman belakang, karena pintu yang terbuka ia langsung saja keluar. Nisa yang kebetulan ada di halaman belakang sedang memberi pakan ikan, membuatnya tak sengaja mau tidak mau untuk berbincang-bincang dengan besannya itu.
"Kak Azam.." sapa Nisa basa-basi
"Eh Nisa.. Bagaimana kabar mu?" tanya Azam yang juga terlihat canggung
"Baik kok Kak.." jawab Nisa dengan cepat
"Alhamdulillah kalau begitu.. Maaf yaaa, maafkan atas perkataan ku waktu itu yang membuat Nisa gak nyaman" ucap Azam tiba-tiba
"Hem tidak apa-apa kak.." jawab Nisa dengan cepat karena tak ingin membahasnya lagi
"Saya kira kamu tidak lagi mau mengisi kajian jika ada saya, gara-gara ucapan tentang perasaan saya pada mu waktu itu" ucap Azam yang memang merasa aneh dengan Nisa yang tiba-tiba mengundurkan diri dari acara waktu itu
"Maaf sudah membuat mu tak nyaman.." lanjut ucap Azam
Arka dan Zahra yang sudah menyiapkan minuman dan hendak menghidangkannya di teras halaman belakang itu tak sengaja mendengar percakapan Azam dan Nisa.
Zahra seketika tak percaya, hatinya seolah tertusuk, dihujam dengan sangat kuatnya. Seketika tubuhnya melemas.
"Hem hem.." suara Arka berasal dari tenggorokannya
Arka berusaha untuk mendinginkan situasi, karena istrinya mulai merasa tidak nyaman, dengan berpura-pura tidak mendengar percakapan meraka.
__ADS_1
Arka menaruh nampan berisi minuman di atas meja. Lalu menggenggam erat tangan Zahra, memberi kode untuk bersikap biasa saja.
Sudah cukup lama bercengkrama, Azam yang merasa tak nyaman karena mencurigai anak dan menantunya mendengar percakapan mereka, langsung mengajak istrinya untuk kembali pulang, karena takut situasi lebih tak nyaman.