Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 85


__ADS_3

Hari berganti, matahari pagi sudah meninggi dan menyinari cahayanya untuk bumi. Ini adalah hari kedua Zahra dan Arka berada di Lembang Bandung. Zahra yang sangat antusias untuk berwisata kembali, sudah tak sabar ingin segera mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya.


Hari ini Arka dan Zahra akan berwisata ke Farm House. Sungguh Zahra tak sabar. Tempat yang di desain seperti Eropa itu membuatnya semakin tertarik untuk datang kesana. Setibanya di Farm House, Zahra dan Arka menggunakan baju ala Eropa, dan berjalan-jalan tak lupa juga untuk berswafoto disetiap sudut yang menarik menurut Zahra. Arka hanya mengikuti kemauan istrinya itu, menurut saja jika diajak berfoto.


Setelah puas mengelilingi Farm House, Zahra dan Arka lalu menuju wisata lainnya yang juga masih ada di Lembang Bandung itu.


Kini Arka menuju Rainbow Garden. Disana Zahra dan Arka disuguhkan dengan tanaman-tanaman bunga yang indah, dan udara yang sangat sejuk.


Arka dan Zahra juga makan siang dan sholat dzuhur disana, sebelum akhirnya memilih tempat wisata lainnya.


Arka dan Zahra menikmati suasana kota Lembang Bandung 3 hari 2 malam, selanjutnya Arka dan Zahra menikmati Bandung kota, hanya sehari semalam, karena harus segera kembali pulang ke Surabaya.


Hari ini adalah hari terakhir Zahra dan Arka di Bandung, banyak sekali oleh-oleh makanan yang Zahra beli untuk dibawa pulang ke Surabaya, untuk dibagikan pada keluarga juga dirinya sendiri.


Pesawat yang akan ditumpangi Arka dan Zahra sudah siap, 15 menit lagi akan segera terbang. Lagi-lagi Zahra sudah merasakan mual sebelum berangkat, dengan cepat Zahra menyiapkan minyak angin untuk membalur lehernya.


Setelah beberapa jam di perjalanan, akhirnya Arka dan Zahra tiba di bandara. Seperti saat datang di Bandung, Zahra mual muntah dan merasakan pusing. Kali ini Zahra juga seperti itu, Zahra bolak balik ke toilet untuk muntah.


Arka yang sudah di jemput supir, memberikan semua barang-barang bawaan mereka pada supir. Lalu Arka sibuk menemani Zahra yang lagi mual muntah itu.


"Kok kamu tumben sih sayang kayak gini terus? Padahal sewaktu pertama naik pesawat ke Inggris kamu baik-baik saja" tanya Arka yang merasa heran


"Mungkin ini hanya masuk angin Mas.. Aku merasa tubuh ku kurang vit juga.." jawab Zahra dengan lemas


Arka lalu merangkul Zahra untuk berjalan menaiki mobil.


"Kita ke rumah sakit dulu ya Pak.." ucap Arka pada supir


"Eh tidak perlu Mas, kita pulang saja" ucap Zahra menolak


"Kita kerumah sakit dulu, kamu harus nurut apa kata ku" jawab Arka dengan tegas


Zahra tak mampu berbuat apa-apa lagi, Zahra sudah pasrah dengan ucapan suaminya yang sudah tegas, karena tahu jika sudah seperti itu Arka tidak ingin dibantah. Supir menuruti perintah bosnya itu. Mobil melaju ke arah rumah sakit yang juga searah dengan jalan pulang.


Setibanya di rumah sakit, Zahra terlihat begitu pucat, badannya sangat lemas. Lalu dengan cepat di tangani oleh para perawat untuk dibawa ke ruang pemeriksaan oleh dokter.


Tak butuh waktu lama, dokter langsung memeriksakan kondisi Zahra.


Arka dengan setia mendampingi istrinya itu, karena Zahra yang menggenggam erat tangan suaminya tak ingin di tinggal.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Arka setelah melihat dokter selesai memeriksa tubuh Zahra


"Kondisinya sih baik, tensinya juga baik.. Apa ini hanya karena kelelahan saja?" tanya Dokter pada Zahra


"Iya dokter, mungkin saya lelah setelah perjalanan.." jawab Zahra dengan cepat


"Bisa jadi Bu.. Apa ibu sedang hamil?" tanya dokter lagi


"Hamil?" ucap Zahra mengulang perkataan dokter


"Iya Bu.. Apa Ibu sedang hamil?" tanya dokter lagi menegaskan pertanyaannya


"Kapan terakhir Ibu menstruasi?" lanjut tanya dokter


Zahra terlihat sedikit berpikir, bahkan dirinya sendiri lupa bahwa sudah 2 bulan ini ia tak haid.


"Sepertinya sudah lama deh.." jawab Zahra dengan ragu


"Bisa jadi semua ini juga karena anda sedang hamil Bu.. Kalau gitu kita periksa USG yaaa Bu.." ucap Dokter lalu menyiapkan alat yang ada disampingnya itu


Suster dengan cepat membantu dokter untuk mempersiapkan USG. Suster membukakan dress panjang Zahra yang serba menutup itu hingga terlihat bagian perut saja, lalu mengoles gel dan dokter siap mendaratkan alatnya diatas perut Zahra.


Arka dan Zahra tak percaya, keduanya saling tatap dan berucap syukur. Zahra meneteskan air mata bahagianya, lalu kembali fokus pada layar monitor alat USG.


"Ini janinnya bu, dilihat dari besarnya, kandungan Ibu baru masuk 7 minggu" ucap dokter menunjukan calon anak Zahra dan Arka, sembari memberitahukan umurnya


Arka dan Zahra hanya mengangguk, mereka sangat bahagia tak terbendung.


"Oh iya dok, saya punya riwayat lemah kandungan.. Tolong.. Saya ingin mempertahankan calon anak kami" ucap Zahra pada dokter yang sudah selesai memeriksa dengan alat USG itu


"Baik Bu, saya akan resepkan vitamin, obat penguat kandungan dan juga obat mualnya yaaa.. Semua harus diminum teratur, Ibunya banyak istirahat, dan saya sarankan untuk bedrest yaaa" ucap dokter panjang lebar


"Baik dok.." jawab Arka dan Zahra bersamaan


Arka dan Zahra saling tatap, dengan menyunggingkan senyum yang mengembang, tanda bahagianya.


Setelah mengambil obatnya, Zahra dan Arka kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang.


"Sehat-sehat ya sayang.. Papa sangat menunggu mu hadir sayang" ucap Arka sembari mengelus lembut perut Zahra yang masih rata itu

__ADS_1


Zahra tersenyum lalu mengelus rambut Arka yang tepat ada didepan perutnya itu.


"Mulai hari ini, kamu gak boleh cape ya sayang.. Kamu harus bedrest, aku gak mau kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa, kamu harus dengerin kata dokter yaaa" ucap Arka sembari mendongakan kepalanya menatap istrinya


"Siap laksanakan" ucap Zahra denga tawa kecilnya


Sungguh sebuah kabar bahagia yang luar biasa, Zahra tak henti-hentinya mengelus perutnya yang masih rata itu, sembari terus mengucap syukur. Begitu juga dengan Arka, ucapan syukur tak henti-hentinya ia ucapkan.


Mobil yang dikendarai supir sudah masuk dalam halaman rumah. Arka dan Zahra turun, dan sudah disambut oleh Nisa, juga kedua orangtua Zahra, Azam dan Tiara. Mereka sengaja di undang Nisa untuk menyambut kepulangan Putra putrinya di rumah.


Saat melihat kedua orangtuanya Zahra langsung menyalami bergantian, begitu juga pada Ibu mertuanya, lalu Zahra memeluk erat Mamanya itu.


"Abi.. Mama.." Sapa Arka sembari menyalami kedua mertuanya itu bergantian


"Ayo masuk, kalian pasti lelah bukan?" Ucap Nisa mengajak semuanya untuk kembali masuk kedalam


Arka hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ibunya itu. Lalu ikut masuk kedalam bersama supir dan Azam yang membantu membawakan barang-barang milik Arka dan Zahra.


Zahra duduk diantara kedua wanita itu, Ibu mertuanya dan Ibu kandungnya sendiri. Begitu juga dengan Arka duduk bersampingan dengan Azam, ayah mertuanya.


"Oh iya.. Ibu, Abi, Mama.." ucap Arka tiba-tiba ingin mengatakan kabar bahagianya


Semua mata tertuju pada Arka yang baru saja membuka suaranya.


"Alhamdulillah Zahra sedang hamil lagi.. Alhamdulillah kami dikasih kepercayaan lagi oleh Allah" ucap Arka memberitahukan kabar yang sangat bahagia bagi dirinya juga istrinya itu


"Alhamdulillah.." ucap Nisa, Azam, dan Tiara bersamaan


Nisa tak kuasa menahan air mata yang menetes dan mengalir membasahi pipinya, ia sangat merasa bahagia yang luar biasa, sama seperti yang dirasakan oleh putranya itu.


Nisa dan Tiara saling memeluk Zahra dengan erat, Tiara juga yang sangat bahagia itu menciumi putrinya itu.


"Untuk kali ini kalian harus jaga baik-baik ya Nak.." ucap Azam sembari menepuk tangan Arka menantunya itu


"Iya Abi.. Insya Allah, doakan ya Bi.." jawab Arka dengan wajah yang masih berseri-seri


"Iya, mulai hari ini kamu bedrest jangan aktivitas berat.. Kalian juga pindah kamar dulu saja agar tidak turun naik tangga" ucap Nisa memberi saran pada anak dan menantunya itu


"Iya Bu.." jawab Zahra menyetujui semuanya

__ADS_1


Arka lalu mengurus kepindahan kamarnya bersama istrinya itu, dibantu oleh supir dan 2 asisten rumah tangganya. Sementara Zahra dan Nisa duduk diruang keluarga.


__ADS_2