
Arka menceritakan pertemuannya dengan Zahra, sampai mengantarkannya pulang.
Nisa menanggapinya dengan antusias. Nisa merasa putranya mulai bisa membuka hati untuk bersosialisasi dengan lawan jenis.
"Alhamdulillah sekarang kamu bisa membuka hati mu untuk lawan jenis, nak.." ucap Nisa sembari tersenyum
"Ih Ibu ngeledek nih.." jawab Arka ketika melihat ekspresi Ibunya itu.
Nisa hanya tertawa kecil ketika melihat anaknya mulai cemberut.
"Mungkin itu jawaban dari Allah atas ragu mu.." ucap Nisa lagi-lagi menggoda putranya
"Ibu ini..." jawab Arka kembali tertawa
Pagi ini Nisa akan mengisi kajian disebuah yayasan pendidikan. Nisa diantar oleh Arka untuk mengisi acara tersebut.
Sesampainya di acara itu, Nisa dan Arka dipersilahkan untuk masuk kedalam dan diberi ruangan khusus para pengisi acara. Arka terlihat malu karena kebanyakan dari mereka adalah wanita, belum lagi tim marawis yang semua wanita itu saling berbisik ketika melihat Arka lewat dihadapannya.
Nisa dan Arka duduk di sofa tunggu, Arka sibuk dengan ponselnya karena ada beberapa kerjaan yang harus ia lihat. Sementara Nisa sibuk dengan tas kecil yang ia bawa, ia mencari al-qur'an kecil miliknya itu.
Tiba-tiba seorang wanita bercadar datang menghampiri Nisa dan Arka, dengan membawakan air minum kemasan diatas nampan untuk menyuguhinya.
"Assalamu'alaikum Bu Annisa.." ucapnya dengan sopan dan lembut
"Walaikumsalam.." jawab Nisa dan Arka berbarengan, sembari menoleh kearah yang berbicara
"Khadijah.." sapa Nisa ketika melihat kedua mata itu menatap padanya
"Hehe iya Bu, ini Khadijah..' jawabnya dengan cepat
"Owalah.. kamu jadi panitia acara disini?" tanya Nisa penasaran
"Iya Bu, ini Yayasan tempat Khadijah kerja, jadi dari sini dulu baru bisa ngajar di MA.." jawab Khadijah menjelaskan
Nisa mengerti dengan penjelasan Khadijah.
Arka hanya diam memperhatikan
"Khadijah tinggal dulu ya Bu.." ucap Khadijah berpamitan
"Oh iya Khadijah, kamu pasti sibuk yaaa.." jawab Nisa mempersilahkan
Khadijah berlalu dari hadapan Nisa dan Arka. Acara sedang berlangsung, diawali dengan kegiatan marawis, dan pembacaan ayat-ayat suci oleh para siswa sekolah. Kini tinggal nunggu ke inti acara, untuk Nisa mengisi kajiannya.
"Bu.. Arka tinggal dulu yaa.. Arka mau lihat-lihat dulu didepan, bukannya tadi banyak bazar makanan didepan kan?" ucap Arka pada Ibunya itu
"Iya sayang, didepan ada bazar makanan untuk donasi. Kamu beli lah.." jawab Nisa menyuruh Arka untuk ikut berpartisipasi
"Iya Bu.. Nanti Ibu kabari Arka ya kalau sudah mau pulang.." ucap Arka sebelum pergi meninggalkan Nisa
Nisa hanya mengangguk, sembari memegang tangan anaknya itu yang bangkit berdiri lalu meninggal ruangan itu.
Diluar Arka langsung menghampiri beberapa stand bazar, yang menunggunya juga para siswa sekolah. Disana diberi spanduk pemberitahuan bahwa uang yang didapat 100% keuntungannya untuk donasi yang membutuhkan. Arka langsung tertarik untuk membeli, karena dengan begitu Arka berpikir bisa berdonasi sedekahnya.
Arka mulai melihat-lihat makanan dan barang apa saja yang dijajakan disana.
__ADS_1
Tanpa sengaja Arka terdorong oleh banyak orang-orang yang juga antusias untuk melihat bazar.
"Astagfirullah.. maaf maaf Mbak.. Tidak sengaja" ucap Arka ketika terdorong jadi ikut mendorong ke punggung seorang wanita bercadar
"Astagfirullah... Iya Mas tidak apa-apa.." ucap wanita itu sembari menoleh ke arah Arka
"Eh Mas Arka.." ucap wanita itu yang ternyata adalah Khadijah
"Eh Mbak Khadijah.." ucap Arka yang mulai tahu dengan suara Khadijah, ia memanggil Mbak karena ingat Khadijah lahir sebelum dirinya
"Panggil Khadijah saja Mas.." ucap Khadijah memberitahu
"Gak apa-apa Mbak saja hehe" jawab Arka dengan cepat
"Ya udah deh.." jawab Khadijah sembari tertawa kecil
"Mas Arka sedang apa disini? Mau lihat-lihat Bazar?" lanjut ucap Khadijah bertanya
"Iya nih.. Ibu juga kan mau mengisi acara jadi sendirian didalam" jawab Arka dengan jujur
"Mari saya temani, Mas.." ucap Khadijah sembari menunjukan tangannya kearah untuk berjalan
Arka ditemani oleh Khadijah untuk melihat-lihat bazar, dan Khadijah juga menjelaskan beberapa yang tidak Arkana tahu.
"Masya Allah pintar juga wanita ini.. Ia tumbuh jadi wanita baik walaupun tidak dalam asuhan orangtua kandungnya.." ucap batin Arka sembari memperhatikan Khadijah yang sedang menjelaskan
Arka dan Khadijah lanjut terus menyusuri semua stand bazar yang tersedia disana.
Tiba-tiba seorang murid wanita memanggil Khadijah, lalu Khadijah berpamitan pada Arka untuk sebentar memberi arahan dulu pada siswanya itu.
"Iya iya silahkan.." jawab Arka dengan cepat karena tidak ingin mengganggu acara mereka
Arka masih berdiam di stand itu, ia melihat lebih kedalam, disana ada beberapa buku yang dijajakan, juga makanan yang membuat Arka tertarik untuk membelinya.
"Mbak saya pesan 1, mi kocok nya.." ucap Arka pada beberapa orang yang menjaga stand itu
"Ka Arka..." ucap Zahra yang ternyata menjaga stand ini
"Zahra?" balas sapa Arka pada Zahra
"Ka Arka sedang apa disini? Sendirian?" tanya Zahra penasaran
"Saya sedang menemani Ibu mengisi kajian, dan sekarang Ibu sedang didalam.." jawab Arka
"Oh iya iya, Bu Annisa yaaa pengisi kajiannya. Sebentar ya Ka, Zahra siapin dulu Mi Kocoknya.." ucap Zahra langsung menyiapkan pesanan Arka
Arka mengerti lalu mengangguk. Arka sedari tadi sembari memperhatikan Khadijah yang juga takut mencarinya, dan ternyata betul Khadijah mencarinya. Arka melambaikan tangannya pada Khadijah.
"Mas Arka mau makan dulu?" tanya Khadijah ketika menghampiri Arka yang sedang duduk dikursi makan mi kocok
"Iya, saya tertarik ingin mencobanya.. Apa Mbak mau? Biar saya pesankan juga" ucap Arka menawari
"Boleh boleh.. Jarang-jarang nih ada makanan khas daerah lain hehe" jawab Khadijah dengan tawa kecilnya
Arka membalas senyumnya, lalu memesankan lagi untuk Khadijah.
__ADS_1
"Zahra.. 1 lagi yaa untuk Mbak Khadijah.." ucap Arka tiba-tiba pada Zahra
Zahra begitu kaget ketika mendengar ucapan Arka itu, ternyata Arka dengan wanita lain. Zahra terlihat salah tingkah dengan pemandangan yang ada dihadapannya.
"Oh iya Ka.." jawab Zahra singkat pada Arka
Arka pun merasakan ada yang aneh dengan Zahra, ketika melihat ekspresinya tidak seantusias tadi.
"Ternyata Ka Arka dengan wanita.." ucap Zahra dalam batinnya
"Ka Arka terlihat begitu akrab sekali dengan wanita itu, apa mereka berta'aruf?" lagi-lagi dalam batin Zahra dengan menerka-nerka
Arka merasakan Zahra memang tidak sebaik biasanya, ada yang aneh, ia tahu sedari tadi Zahra memandanginya yang sedang berbincang-bincang dengan Khadijah.
"Silahkan.." ucap Zahra ketika mengantarkan pesanan mereka
"terimakasih.." ucap Arka dan Khadijah berbarengan
"Ya ampun sampe bareng hehe" ucap Khadijah dengan tawa kecilnya
Begitu juga dengan Arka yang hanya tertawa kecil, sembari mengambil semangkuk mi kocok miliknya.
"Jelas mereka sangat dekat, sudah akbrab.." batin Zahra yang lagi-lagi menyaksikan kekompakan itu.
Setelah selesai makan, Arka membayarkan juga milik Khadijah.
"Jadi berapa semuanya?" ucap Arka pada Zahra yang kini bersama temannya
"Eh tidak tidak biar aku bayar sendiri" cegah Khadijah pada Arka
"Gak apa-apa, kan aku yang ajak makan.." ucap Arka sembari menebar senyum ramahnya
"Semuanya jadi RP. 30.000, Ka.." ucap Zahra tanpa lagi menunggu, karena ia tahu pasti Arka membayarkannya
Arka lalu mengeluarkan uang RP.100.000, lalu memberikannya pada Zahra.
"Sebentar ya kembaliannya.." ucap Zahra sembari memberikan uang itu pada temannya untuk mengambilkan kembaliannya
"Tidak usah, ra.. Biar saja untuk donasi.." ucap Arka menolak
"Terimakasih banyak yaaa, mi kocoknya enak, Zahra..." lanjut Ucap Arka
"Eh Kak, gak apa-apa.. Ini kembaliannya.. Makasih ya sudah makan disini" ucap Zahra
Arka hanya melambaikan tangannya untuk menolak kembaliannya.
"Iya sama-sama, Zahra.. Aku pergi dulu yaaa" ucap Arka lalu berjalan keluar dibelakang Khadijah
"Udah dari sini mau kemana Mas?" tanya Khadijah pada Arka yang sama-sama masih berdiri didepan stand Zahra, yang tentunya Zahra pasti mendengar.
"Aku masuk deh kayaknya, ingin mendengar kajian Ibu juga.." jawab Arka dengan cepat
Khadijah lalu berjalan bersama dengan Arka untuk kembali masuk kedalam.
"Ternyata Mas Arka juga bisa kenalan dengan wanita lain, sama seperti pria kebanyakan" ucap Khadijah dalam hatinya
__ADS_1