Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 43


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 pagi, seperti biasa Aira datang kerumah untuk bekerja. Saat ia menaiki anak tangga dari Resto kelantai atas rumah, ia sangat kaget, pemandangan yang tak biasanya. Barang-barang yang sudah dikemasi, banyak tas-tas yang sudah berjajar diatas kursi.


Aira yang kebingungan, jadi clingak-clinguk.


Umi baru saja keluar dari kamarnya, dan melihat Aira.


"Siti kamu sudah datang.." ucap Umi ketika melihat Aira masih ditangga


"Eh Iya Nyonya.. Assalamu'alaikum" jawab Aira, lalu mengucapkan salam, sembari menghampiri Umi dan mencium tangannya.


"Walaikumsalam.." jawab Umi begitu ramah dan lembut


"Ini ada apa ya Nyonya?" tanya Aira dengan sangat penasaran


"Jadi begini sayang, Umi akan ikut tinggal bersama anak Umi, dan kemungkinan akan bolak balik ke Indonesia juga Kuala Lumpur.." ucap Umi sembari menggandeng Aira untuk duduk di sofa


"Oh begitu.." ucap Aira menanggapi


"Iya sayang, Umi mau ucapkan banyak-banyak terimakasih pada Siti, terimakasih untuk semuanya.. Semoga Allah mempertemukan kami kembali yaaa.." ucap Umi terlihat begitu sedih, matanya berkaca-kaca


Aira yang juga sangat sedih, langsung memeluk tubuh Umi secara reflex, lalu meneteskan air matanya dibahu Umi.


"Iya Nyonya, saya juga sangat berterimakasih pada Nyonya, terimakasih untuk kasih sayang Nyonya pada saya, terimakasih untuk semua ilmu yang sudah Nyonya ajarkan untuk saya, semoga Allah membalas semua kebaikan Nyonya dengan surga.." ucap Aira panjang lebar setelah melepaskan pelukannya, sembari terus memegang tangan Umi


Arka memperhatikan pemandangan itu dari pintu dapur, dari belakang Aira.


"Aira begitu tulus menyayangi sosok Oma.." ucap Arka dalam batinnya


"Nyonya sehat terus ya disana.." lanjut ucap Aira setelah menghapus air matanya


Shaina dan Alif yang juga baru saja datang, melihat pemandangan sedih itu dari tangga.


Umi hanya mengangguk dalam senyum manis yang ia paksakan.


"Ya sudah kalau begitu, biar saya bantu untuk bersiap lagi, Nyonya.." ucap Aira untuk mengalihkan suasana sedih itu


"Sudah selesai nak.." jawab Umi dengan cepat


"Ini ada sedikit uang untuk jasa mu.." ucap Umi sembari mengeluarkan amplop coklat dari saku roknya


"Eh tidak usah Nyonya, saya kan bekerja tidak sebulan full untuk sekarang.." ucap Aira menolaknya


"Tidak apa-apa Nyonya saya ikhlas membantu Nyonya.." lanjut ucap Aira

__ADS_1


"Saya juga ikhlas.. Tolong terima ini, kamu pasti sangat membutuhkannya" ucap Umi memaksa sembari menyodorkan kembali Amplop itu ketangan Aira


"Ya Allah, terimakasih banyak Nyonya.. Semoga Allah membalas segala kebaikan Nyonya.." ucap Aira lalu mencium tangan Umi


Shaina, Alif dan Arka mulai mendekat ketika semua terlihat lebih tenang.


"Assalamu'alaikum.." ucap Shaina dan Alif bersamaan


"Walaikumsalam.." jawab Umi, Arka dan Aira bersamaan


"Umi apa sudah siap?" tanya Shaina sembari menoleh kesana kemari


"Sudah Tante.." jawab Arka


"Sudah Shaina.." jawab Umi mengikuti Arka


Shaina kemudian berbasa-basi ngobrol ringan dengan Aira, yang juga ia kenal itu.


"Terimakasih banyak ya Aira sudah menemani Ibu saya, semoga Allah membalas kebaikan mu.." ucap Shaina pada Aira sembari menepuk pundak Aira dengan lembut


Aira hanya tersenyum manis.


Arka dan Alif lalu memasukan barang-barang kedalam mobil, dibantu oleh karyawan resto juga Aira.


"Nyonya, Tuan.. Boleh saya meminta waktu sebentar untuk berbicara dengan Arka?" ucap Aira tiba-tiba


"Boleh boleh silahkan.." jawab Umi dan Alif bersamaan


Arka dan Aira lalu berbicara berdua di samping bangunan resto.


"Aira.. maafkan aku, maaf jika aku menyakiti perasaan mu.. maaf" ucap Arka penuh penyesalan karena sewaktu itu


"Aku tidak apa-apa.. Aku hanya ingin berterimakasih pada mu, terimakasih telah membantu masalah ku waktu itu, terimakasih banyak.. Aku harap kita sama-sama hidup bahagia" ucap Aira dengan senyumnya


"Iya, aku juga sangat terimakasih pada mu.. terimakasih untuk semuanya.." jawab Arka


"Lalu bagaimana kabar Dira?" tanya Arka penasaran


"Alhamdulillah sekarang orangtua Zidan mengakui Dira, dan mengakui saya.. Walau pernikahan kami tidak akan pernah bisa di perbaiki, tapi setidaknya Dira mendapatkan kasih sayang keluarga Ayahnya.. Zidan juga masih ada didalam tahanan.." ucap Aira memberitahu


"Alhamdulillah kalau begitu, aku ikut senang.. bahagia terus ya kalian, dan semoga kamu bisa istiqomah di jalan Allah.. Aku pamit yaaa" ucap Arka pada Aira


"Insya Allah, doakan yaaa.. Mungkin ini adalah akhir dari cerita kita yaa.." ucap Aira terlihat menahan air matanya

__ADS_1


"Kita tetap berteman, jangan memutuskan tali silaturahmi yaaa, kita masih bisa untuk saling sapa tenang saja" Ucap Arka sembari tersenyum, lalu berjalan perlahan meninggalkan Aira yang masih terdiam itu


Hari ini Umi dan Arka akan tinggal sementara dirumah Shaina dan Alif. Rumah yang diatas resto itu akan disulap menjadi resto lantai 2, karena memang resto yang semakin maju, terkadang tak cukup tempat bila hanya 1 lantai itu.


Arka yang tinggal menyelesaikan skripsi, jadi jarang kekampus, ia mengerjakannya dirumah. Ke kampus hanya sesekali, untuk revisi kepada Dosennya, jadi memang ia jarang bertemu Aira, Aira juga kuliah mengambil kelas malam, karena siang hari ia harus bekerja.


Sudah 1 bulan Arka tinggal di Inggris, ia juga jarang menghubungi Zahra ataupun Ibunya. Karena memang ia sangat sibuk oleh skripsinya. Arka yang jarang berkomunikasi semakin dingin perasaannya pada Zahra.


Siang berganti malam, Arka baru selesai dengan skripsi Bab terbaru hari ini.


Arka merebahkan tubuhnya ke atas kasur, sembari mencek ponselnya yang sedari tadi siang ia diamkan. Ternyata ada pesan masuk dari Zahra.


"Assalamu'alaikum Kak Arka.. Apa kabar? Sudah lama tidak bertukar kabar.. Bagaimana dengan taaruf kita? Apa mau lanjut atau tidak? Karena wanita butuh kepastian.." ucap Zahra lewat pesan singkat WA nya


Arka terkaget, ada apa Zahra sampai menanyakan seperti itu. Dengan penasaran, Arka langsung membalas pesan itu.


"Walaikumsalam.. Maaf Zahra, Aku betul-betul sibuk disiang hari, revisi skripsi ku gagal kemarin makanya aku bekerja keras hari ini.


Alhamdulillah Aku sehat, bagaimana dengan kabar mu? Maafkan Aku yang tak punya kepastian.. Apa kamu ada yang mengkhitbah selain aku?" balas Arka dalam pesan singkat itu, begitu panjang lebar


Zahra yang baru saja sholat Tahajud, ia mendapati ponselnya berdering. Dengan penasaran ia membuka ponselnya. Balasan pesan Arka yang sedari tadi ia tunggu-tunggu.


Zahra membacanya, sebenarnya ia mengerti akan kesibukan Arka, tapi ia juga bingung dengan keadaan.


"Alhamdulillah sehat juga Kak.. Syukur Alhamdulillah jika Kakak juga sehat.


Iya kak, teman satu profesi ku, sama-sama guru ingin langsung mengkhitbah ke Abi, karena kita sudah kenal cukup lama. Zahra takut Abi akan menerimanya.." balas Zahra dengan cepat


Arka yang langsung membacanya itu begitu kaget ketika mendengar berita itu. Apa yang harus ia lakukan sekarang. Arka belum berani membalas pesan Zahra itu.


Ia langsung turun dari kamarnya, lalu menemui Oma juga Tantenya yang sedang santai dihalaman belakang, untuk meminta pendapat.


"Kalau kata Oma sih jika dia memang pilihan hati mu, segeralah Khitbah, nikahi dia. Jangan kalah oleh sibuk mu, sibuk mu tak akan ada akhirnya. Jangan membuat alasan kesibukan jadi membuat mu gak nikah-nikah" ucap Umi menasihati Arka


"Bener banget Arka.. jika dia sudah menjadi istri mu kan bisa mendampingi sibuk mu.." ucap Shaina menanggapi


"Iya juga yaaa.. Tapi Arka tidak punya banyak waktu untuk pulang ke Indonesia dan mempersiapkan pernikahan untuk sekarang-sekarang.. Skripsi ini sudah ditunggu oleh Dosen" jawab Arka menjelaskan


"Kamu bisa minta tolong Pak Rio, sahabat ayah mu itu" ucap Umi memberi jalan


"Iya betul, dan kamu bisa Ibu mu saja yang datang mengkhitbah wanita yang sedang bertaaruf dengan mu itu. Kamu pulang dari sini malam, besok paginya akad, lalu ajak istri mu kembali kesini" ucap Shaina memberi saran


Arka mengerti, ia akan berdiskusi dulu dengan Ibunya itu. Arka semakin kepikiran dengan ucapan Omanya itu, ia jadi takut tidak menikah-menikah bila selalu sibuk.

__ADS_1


__ADS_2