
Arkana hendak pulang dari kampus kerumah, seperti biasa ia mengendarai motornya. Ia melewati taman yang dekat dengan kampusnya, hamparan rumput hijau yang membentang, pepohonan yang rindang, membuat taman itu sangat asri. Arkana melajukan motornya perlahan, sembari ia menikmati pemandangan dan udara sejuk.
Seketika Arkana menghentikan laju motornya secara mendadak, ia menekan rem tangan dan kakinya begitu kuat agar segera berhenti motornya. Dengan cepat Arkana berlari, menghampiri dua orang pria dan wanita yang sedang berada di taman itu. Ia mencoba menghentikan gerak tangan seorang pria yang sudah mengepalkan tangannya dan hendak melontarkan pukulan terhadap sang wanita berambut panjang itu.
"Siapa kamu? Kenapa kamu berani mencampuri urusan kami?" Ucap Zidan sang pria yang sedang marah itu, tentunya dalam bahasa Inggris yang kental
"Maaf bukan maksud saya mencampuri urusan kalian! Apapun masalah kalian, janganlah bermain kekerasan terhadap wanita!" ucap Arkana dengan jantannya
Sang wanita dengan rambut pirang, langsung berdiri di belakang Arkana, seolah melindungi diri. Terlihat jelas wanita itu sangat ketakutan.
"Aaaarrrghhh siapa kau ini?!" teriak Zidan yang dalam kondisi setengah mabuk itu, sembari melepaskan kepalan tangan yang sedari tadi ditahan oleh Arkana.
"Apa pria ini selingkuhan mu? Jadi kau yang sebenarnya selingkuh!!!" teriak Zidan lagi-lagi amarahnya menggila, ingin sekali ia menarik tubuh mungil wanita yang berada dibelakang Arkana.
"Aku tidak mengenalinya, Zidan!" teriak sang wanita dengan air mata yang terus bercucuran
"Ya kami tidak saling mengenal!!" ucap Arkana sembari menghalangi Zidan agar tidak berlaku kasar pada wanita yang ada dibelakangnya
"Diam kalian!!! Akan ku habisi kalian berdua sekaligus kalau begitu!!!" teriak Zidan semakin menjadi-jadi amarahnya
Tiba-tiba ada Polisi yang sedang melintas disana dengan mobil patrolinya.
"Pak Polisi!!!" teriak Arkana sembari melambaikan tangan pada mobil polisi
Polisi yang melihatnya langsung menghentikan mobilnya seketika. Lalu turun sembari berlari, Zidan yang ketakutan lalu berlari entah kemana tidak ada tujuan arah, yang penting bisa kabur dari kejaran Polisi.
"Pak Polisi tolong saya, saya selalu mendapatkan kekerasan dari pria itu" ucap wanita itu dibalik punggung Arkana
__ADS_1
Dengan cepat kedua polisi itu berlari mengejar Zidan yang masih dalam pengaruh Alkohol itu.
"Terimakasih banyak telah membantu saya.." ucapnya setelah menghapus air mata yang membasahi pipinya
"Iya sama-sama. Lain kali berhati-hatilah dengan pria macam itu.." jawab Arkana
"Dia adalah suamiku.. Ayah dari anak ku.." ucapnya terbata-bata
Arkana tak menyangka, ternyata masalah yang menimpa mereka adalah masalah rumah tangga dan masalah keluarga tentunya.
"Astagfirullah.. Maaf, maafkan saya sudah ikut campur didalam masalah rumah tangga kalian" ucap Arkana merasa tak enak hati
"Tidak, kamu tidak salah. Saya yang harus berterimakasih, mungkin jika kau tak datang tadi, aku akan mati ditangan suamiku sendiri.." ucapnya dengan senyum tipis diwajahnya
"Jika aku mati, anak ku pasti akan mati karena tidak ada yang mengurusnya..." lanjut ucapnya sembari terus menatap keatas.
"Iya kami memiliki seorang anak.." jawabnya singkat
"Oh iya, saya Aira.." ucapnya mengenalkan dirinya sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman
"Saya Arkana.." jawab Arkana memberi tahukan namanya, sembari menguncupkan tangannya agar tak saling bersentuhan
Aira terlihat sangat salah tingkah ketika Arkana tidak menerima jabatan tangannya.
"Oh kamu adalah seorang muslim bukan?" tanya Aira sembari salah tingkah
"Iya.." jawab Arkana begitu singkat
__ADS_1
"Saya tidak menganut agama apapun, tapi saya percaya ada tuhan, tapi saya hidup bebas" ucapnya membuka obrolan semakin panjang
"Maksudnya?" tanya Arkana tak mengerti
"Saya tidak beriman, hidup saya juga terlalu bebas.." jawabnya cepat
Arkana mengangguk-angguka kepalanya, ia begitu paham dengan kehidupan di Negara barunya ini.
"Sekali lagi terimakasih.." ucap Aira pada Arkana yang masih duduk berhadapan dengannya ditaman itu
"Tak usah kau berterimakasih terus.." ucap Arkana sembari tersenyum
"Anak mu dimana? Apa kau tidak mengkhawatirkannya?" tanya Arkana penasaran
"Dia sekarang ada di penitipan anak, karena aku harus kuliah dan bekerja separuh waktu, untuk membiayainya" ucap Aira dengan sebenarnya
"Apa suami mu menafkahi mu?" tanya Arkana penasaran
"Tidak sepenuhnya, hanya sedikit dan banyak kurangnya.." jawab Aira dengan menundukan pandangannya
"Kamu kuliah dimana? Dan bekerja dimana?" tanya Arkana lagi-lagi penasaran
"Aku kuliah di kampus itu.." jawab Aira menunjuk ke arah kampus yang dekat dengan taman itu yang juga kampus Arkana
"Aku juga kuliah disana, Fakultas arsitek.. Kalau kamu?" ucap Arkana balik bertanya pada Aira
"Aku mengambil fakultas culanary" jawab Aira dengan cepat
__ADS_1
Arkana dan Aira segera mengakhiri pembicaraan mereka, karena Aira harus bekerja paruh waktu di sebuah Laundry yang ada di dekat rumahnya. Sementara Arkana harus ke restoran milik Kakeknya yang kini ia kelola, membantu sang tante.