
"Apa boleh saya melihat dulu kedua anak saya?" tanya Arka karena ia baru sebentar melihat kedua buah hatinya itu.
"Tentu boleh Pak.. Tapi saya ingin menjelaskan semua prosedur dan kondisi anak Pak Arkana.." jawab dr. Bayu dengan ramahnya
Arka mengangguk mengerti dengan ucapan dr. Bayu. Arka mencoba menyiapkan diri untuk fokus mendengarkan penjelasan dari dr. Bayu.
"Begini Pak, untuk beberapa waktu kedepan dengan jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, kedua bayi kembar Bapak dan Bu Azzahra harus di rawat diruang NICU.." ucap Dr. Bayu memulai penjelasannya
"Alasannya Bapak sudah tahu sendiri yaaa.. Bayi lahir prematur, berat badannya kecil belum senormal bayi biasanya, dan pernafasannya masih dalam pemantauan karena memang organ-organnya belum sangat matang sempurna" lanjut ucap dr. Bayu menjelaskan
Arka masih terdiam, ia menyimak dengan sangat teliti karena penasaran dengan kondisi kedua anaknya itu.
"Jadi kedua anak bapak sedang di tangani oleh saya sendiri sebagai dokter spesialis anak, dan juga beberapa dokter lain, untuk kini sedang ditangani juga oleh dokter spesialis paru-paru" ucap dr. Bayu melanjutkan penjelasannya.
"Saya mohon dengan sangat dok.. usahakan semua yang terbaik untuk anak saya.. Saya akan bayar berapapun untuk itu" ucap Arka suaranya dengan lirih menahan air matanya
"Insya Allah semua akan kami usahakan yang terbaik ya Pak.." jawab dr. Bayu dengan langsung
"Untuk perawatan bayi di ruang NICU, tetap butuh peranan kedua orangtuannya ya Pak.. Bu.. Jadi saya minta kerjasamanya ya Pak.." lanju ucap Dr. Bayu pada Arka
"Iya dok, pasti.. Saya juga sudah tak sabar ingin bertemu dan menggendong anak-anak sayan.." jawab Arka dengan senyum tipis menahan beratnya air mata
"Semoga Bapak dan keluarga diberikan kesabaran yang lebih lagi yaaa.." ucap Dr. Bayu mencoba menenangkan
Arka tersenyum tipis, air matanya sudah menumpuk penuh di pelupuk matanya.
"Ini jadwal besuk ruang NICU.." ucap dr. Bayu memberikan secarik kertas dengan tulisan
"Mari, Bapak jika ingin melihat kedua bayi anda.." lanjut ucap dr. Bayu sembari berdiri hendak masuk kedalam ruang NICU
Arka begitu semangat dengan ajakan dr. Bayu itu, senyum mengembang penuh di wajahnya terlihat jelas ia bahagia.
Arka berjalan mengikuti langkah dr. Bayu masuk kedalam ruang NICU. Arka diberi baju steril khusus untuk ke ruang NICU itu.
Setelah memakai baju itu Arka langsung mengikuti lagi langkah dr. Bayu masuk kedalam menuju inkubator kedua putranya itu.
Dilihatnya kedua bayi laki-laki dalam inkubator berlampu, sedang tertidur pulas. Badannya sangat kecil, degup jantungnya jelas terlihat dari luar tubuhnya.
Seketika air mata mengalir, membasahi pipi Arka. Tangan Arka masuk untuk menyentuh lembut kedua putranya itu.
"Sayang.. Kuatlah, bertahanlah untuk Papa juga Mama.. Mama pasti akan segera sembuh untuk kalian.. Mama dan Papa akan terus berusaha sabar untuk kalian" ucap Arka pelan seakan berbisik
dr. Bayu memperhatikan Arka, ia mengerti betul perasaan Arka seorang ayah baru harus terpisah sementara waktu dengan kedua putranya, yang belum tentu akan selamat juga.
Arka terus menatap dengan lekat wajah kedua putranya itu. Menatap dalam wajahnya.
"Doakan Mama yaaa biar cepat sadar dan pulih setelah melahirkan kalian, agar Mama bisa merawat kalian sepenuh kasih dan sayangnya" ucap Arka lagi-lagi dengan air mata yang terus mengalir deras.
__ADS_1
Setelah cukup lama diruang NICU melihat kedua putranya itu, Arka kembali keruangan konsultasi untuk kembali berbincang dengan dr. Bayu.
"Jadi bagaimana Pak, apa sudah terpikir untuk nama kedua buah hatinya?" tanya dr. Bayu dengan senyuman ramahnya
"Belum dok.. Saya ingin sekali berdiskusi terlebih dulu pada istri saya.. Tapi istri saya masih kritis" jawab Arka dengan wajah yang ditekuk
"Maaf Pak tidak bisa lama-lama, harus segera karena untuk identitasnya.." ucap dr. Bayu yang tak bisa menunggu
"Ya sudah saya akan kembali ke keluarga saya dulu, setelah itu saya akan kembali kesini.. Sebentar saja" jawab Arka dengan cepat
Dr. Bayu mempersilahkan, memberikan izin pada Arka untuk berdiskusi dengan keluarganya dulu, dan memberikan waktu hingga sore hari ini.
Arka lalu berpamitan pada dr. Bayu dan kembali keruang tunggu depan IGD. Disana masih ada Tiara, Azam, Nisa juga Ahsan masih setia menunggu.
Arka berjalan mendekat, langkahnya mulai gontai, pikiran yang semeraut membuatnya lemas.
Seketika Azam, Tiara, dan Nisa menoleh bersamaan kearah Arka yang berjalan dengan lemas itu.
"Bagaimana keadaan cucu Ibu, Nak?" tanya Nisa yang tak sabar
Arka belum berani menjawab, ia terduduk lesu disamping Ibunya itu. Semua mata semakin menatap penuh penasaran pada Arka yang terdiam itu.
Arka menyadari bahwa dirinya mendapat tatapan dari semua yang masih setia menunggu.
"Anak Arka harus mendapat perawatan di ruang NICU hingga waktu yang tak dapat ditentukan.. Alasannya sudah pada tahu semua.." ucap Arka dengan sangat sedihs
"Astagfirullah.." ucap Nisa dan Tiara bersamaan
"Arka disuruh mengisi data tentang anak-anak, tapi Arka masih bingung untuk namanya.." ucap Arka memberitahukan yang tadi ia lakukan
"Seharusnya Zahra juga memberikan nama untuk kedua anak kita.. Bukan hanya Aku.." ucap Arka lagi-lagi sedihnya tak mampu ia bendung
Nisa memeluk erat tubuh putranya yang sedang larut dalam tangisnya itu, Nisa berusaha menenangkan putrnya.
"Kamu sabar yaaa.. Allah tidak akan menguji hambanya lebih dari kemampuannya.. Kamu harus percaya dengan janji Allah.." ucap Nisa berbisik ditelinga putranya itu
Arka hanya menganggukan kepalanya, ia sedang mencoba untuk bisa menenangkan dirinya agar tak terus larut dalam tangisnya.
Arka menyeka-nyeka wajahnya menghapus air mata yang mengalir deras sedari tadi, matanyapun sudah sangat sembab akibat tangisnya.
Setelah merasa sedikit lega dengan meneguk air minum yang diberikan Ibunya itu, Arka mulai bertanya pada Keluarganya yang lain untuk memberikan nama pada kedua anaknya itu.
"Bagaimana keadaan Zahra, Bi?" tanya Arka pada Azam, ayah mertuanya itu
"Zahra sudah sedikit membaik, detak jantungnya sudah normal kembali, walau belum sadarkan diri.. Sekarang Zahra sedang transfusi darah" ucap Azam memberitahukan
"Alhamdulillah ya Allah.." ucap Arka sangat bersyukur mendengar berita baik walau sedikit.
__ADS_1
"Iya Alhamdulillah.." ucap Nisa yang juga ikut bersyukur
"Ibu.. Abi.. Mama.." Tiba-tiba ucap Arka memanggil semuanya
"Apa kalian ada masukan nama yang bagus untuk anak Arka dan Zahra?" tanya Arka meminta masukan
Semua terdiam, memikirkan sebuah nama yang bagus untuk bayi kembar yang kini telah lahir itu.
"Arka sudah punya sebuah nama Alvano Swain, dan Alvino Swain.. Apa kalian setuju?" ucap Arka tiba-tiba saat telah berpikir sedari tadi
"Kami setuju-setuju saja.." ucap Azam dan Tiara bersamaan
"Iya.. Kami setuju saja, semua pasti yang terbaik.." ucap Nisa ikut menyetujui
Arka yang sudah mantap itu langsung berdiri berusaha mengintip Zahra kedalam dari jendela, tapi tetap tak bisa.
"Sayang.. semoga kamu suka dengan nama untuk anak-anak kita" ucap Arka pelan seakan berbicara sendiri
Arka kembali keruangan konsultasi ruang NICU, untuk mengisi data diri anak-anaknya.
Dr. Bayu yang masih standby di ruangan itu melihat Arka yang berlari menghampirinya, sesampainya diruang Konsultasi NICU itu Arka ngos-ngosan. Dr. Bayu memakluminya karena sudah melihat Arka yang berlari itu.
"Permisi Dok.. Saya sudah mendapatkan sebuah nama untuk kedua anak saya" ucap Arka dengan senyum mengembang diwajahnya
"Silahkan Pak.." ucap dr. Bayu memberikan selembar kertas yang tadi tertunda itu
Arka menulisnya dengan sangat semangat, dan berseri-seri.
"*Bayi 1
Nama: Alvano Swain
Lahir: 09.57
Bayi 2
Nama: Alvino Swain
Lahir: 09.59*"
Setelah selesai Arka mengembalikan selembar kertas itu pada Dr. Bayu yang masih diam memperhatikan.
"Jadi kakaknya Alvano Swain dan adiknya Alvino Swain, ya Pak?" ucap Dr. Bayu memastikan pada Arka
"Iya Dok.." jawab Arka dengan cepat
"Nama yang bagus Pak.. Nama panggilannya apa Pak?" ucap dr. Bayu memuji setelah mendapat kepastian dari Arka itu, lalu bertanya karena penasaran
__ADS_1
"Kakaknya Vano, dan Adiknya Vino, dok.." jawab Arka tanpa berpikir panjang
Setelah semua pasti, dr. Bayu memberikan semua data itu pada suster, dan menyuruh suster untuk membuat identitas yang digelangkan di tangan bayi.