
Waktu sudah memasuki waktu Subuh, Arka sudah bangun dan sudah siap untuk sholat jama'ah bersama Alif dan Shaina. Setelah selesai sholat, Alif meninggalkan Shaina yang masih membereskan mushola, sementara Arka masih berdzikir.
Shaina ingin sekali membuka obrolan pada Arka, Shaina menunggu Arka selesai berdzikir sembari memperhatikannya diam-diam.
"Arka.." ucap Shaina dengan lembut ketika ia melihat Arka selesai berdzikir dan hendak bangkit dari duduknya
"Iya, Tante.." jawab Arka dengan kembali duduk lagi ditempatnya
"Om Alif sudah menceritakan semuanya bukan?" ucap Shaina tak ingin basa-basi
"Cerita apa?" tanya Arka bingung dengan maksud Shaina
"Tentang Aira, semalam bukankah sudah diceritakan oleh Om Alif?" ucap Shaina
"Oh iya Tante. Aira datang ingin menemui ku bukan? Aira menceritakan tentang dia dan Dira yang mendapat kekerasan setelah kejadian aku dipukuli, makanya Aira menghilang.." ucap Arka sembari melihat kesembarang arah
"Iyaaa.. Tante harap kamu tidak lagi berhubungan dengan dia, apapun itu.." ucap Shaina dengan tegas
"Tapi kenapa? Apa salahnya?" tanya Arka yang tak terima
"Tante tidak ingin kamu semakin berperasaan, bagaimanapun itu salah! Tante harap Arka ngerti maksud Tante. Tante juga bertanggungjawab pada Ibu mu.." ucap Shaina sembari menggenggam tangan Arka
Arka terdiam, ia memikirkan maksud ucapan Tantenya itu lebih dalam dengan hati yang tenang.
"Tante tidak ingin terjadi masalah lebih besar pada keluarga kita" lanjut ucap Shaina yang tidak menjawab apapun dari Arka
"Iya Tante, Arka mengerti maksud Tante. Mungkin benar, lebih baik menjauh sebelum lebih dalam berperasaan" jawab Arka menenangkan Tantenya itu
"Terimakasih Arka sudah mengerti.." ucap Shaina lalu memeluk tubuh keponakannya itu
******
Jam menunjukan pukul 7 pagi, Arka sudah siap untuk pulang ke Indonesia, ia juga sudah mandi dan selesai bersiap, kini waktunya untuk sarapan. Alif dan Shaina sudah duduk di meja makan, bersiap untuk sarapan.
"Arka, kamu hati-hati ya diperjalanan.." ucap Alif perhatian
"Iya Om.. Doakan yaaa" jawab Arka setelah menyinduk nasi ke piringnya
__ADS_1
"Iya kami akan selalu mendoakan kamu, salam pada Ibu dan keluarga disana yaaa.." ucap Shaina pada Arka
"Insya Allah ya nanti disampaikan.." jawab Arka dengan senyum lebar
"Tak sabar ingin segera bertemu Ibu rasanya.." ucap Arka dengan gembiranya
Shaina dan Alif yang mendengarnya hanya ikut tersenyum, ikut merasa bahagia.
Arka diantar oleh Alif dan Shaina ke Bandara. Sesampainya di Bandara Alif dan Shaina terburu-buru harus pergi karena memang ada meeting di kantor, jadi tidak bisa menemani Arka menunggu keberangkatannya.
"Arka kamu hati-hati yaa, jaga diri baik-baik.." ucap Alif sembari mengelus kepala Arka dengan lembut
"Iya Arka, salam buat semua keluarga, Insya Allah kami akan secepatnya berkunjung juga ke Indonesia.." ucap Shaina
"Iya Om, Tante.. cepat menyusul ke Indonesia yaaa.. Insya Allah aku juga akan menjenguk Oma ke Malaysia bersama Ibu nanti.." ucap Arka memberitahu niatan dirinya bersama Nisa nantinya
Alif dan Shaina hanya menggangguk, lalu berpamitan karena harus segera kembali.
Arka masih menunggu keberangkatannya, ia masih duduk di sofa.
*****
Aira datang dengan terburu-buru, ia melihat semua pegawai Resto masih bersih-bersih dan melap semua kaca. Aira berlari dan menghampirinya.
"Apa Arka hari ini akan datang?" tanya Aira dengan terengah-engah karena capek
"Apa kau tidak tahu? Hari ini Nyonya Shaina mengantar Arka ke Bandara, mungkin Arka akan pulang ke Indonesia karena sudah musim liburan" jawab seorang pelayan yang Aira tanya
Tanpa pikir panjang Aira langsung berlari menuju arah Bandara, ia mencari taxi untuk mengantarnya kesana.
"Pak ke Bandara yaa.. Ayo dengan cepat yaaa" ucap Aira pada supir taxi
Taxi itu melaju dengan cepat, ke arah Bandara. Sementara Arka di Bandara sudah mendengar pengumuman bahwa pesawat yang ia akan tumpangi ke Indonesia sudah landing, Arka memasukan kopernya untuk diperiksa.
Sesampainya di Bandara Aira berlari dengan sekuat tenaga, air matanya mulai menetes ia takut tak akan bertemu lagi dengan Arka.
Saat didalam Aira mencari jalur keberangkatan ke Indonesia, ia langsung menuju kesana. Setelah sampai didalam, ia melihat beberapa orang yang juga akan pergi ke Indonesia, Aira mempertajam pandangannya, mencari sosok Arka.
__ADS_1
"Arkaaa..." teriak Aira berharap Arka mendengarnya dan menghampirinya
Ternyata benar, Arka yang sedang sibuk dengan ponselnya itu kemudian mendengar teriakan namanya itu. Arka tahu suara itu, ia mengenalinya.
"Aira?" ucap Arka ketika melihat Aira sedang terengah-engah sembari memegang lututnya
Arka menghampiri Aira dengan cepat, karena waktunya sudah tak banyak.
"Aira? Sedang apa kau disini?" tanya Arka dengan biasa saja
"Aku mencari mu.." ucap Aira dengan menahan air matanya
"Aku harus pulang ke Indonesia selama musim liburan ini.." ucap Arka
"Baik-baiklah kamu disini, jaga Dira.." lanjut Ucap Arka
"Tunggu Arka.." ucap Aira menahan
"Maafkan aku.. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" lanjut ucap Aira
"Aku sudah tahu semuanya, tenanglah disini.. Aku harus pergi.." ucap Arka sebenarnya ingin menghindari Aira
"Tapi perasaan ku pada mu.." ucap Aira mencoba mengutarakan perasaannya
"Sudah cukup, tidak ada yang harus dibicarakan lagi. Semua ini salah, apapun itu salah. Bagaimanapun kamu adalah istri dari Zidan, namanya pernikahan itu bukan ikatan main-main. Perbaikilah semua itu.. Aku akan selalu mendoakan kamu.." ucap Arka sembari tersenyum tipis lalu berjalan meninggalkan Aira yang masih tediam karena petugas Bandara sudah memanggilnya.
Aira masih terdiam, ia begitu kaget dengan ucapan Arka. Ia meneteskan air matanya. Aira kemudian mencari tempat duduk, untuk sejenak merenung.
"Mungkin Arka benar, semua ini adalah perasaan yang salah. Aku tak pantas untuk Arka, perasaan ini harus dihilangkan!" ucap Aira dalam hatinya
Aira langsung menguatkan hatinya dan pergi meninggalkan Bandara.
Sementara Arka, pesawatnya mulai berjalan, ia memandangi keluar jendela, pikirannya campur aduk.
"Aku tak boleh menyesali semuanya, perasaan itu tak boleh hadir! Iya tak boleh hadir! Aku harus memikirkan perasaan Ibu dan Tante Shaina, orang-orang yang mencintai aku" ucap Arka dalam diamnya
"Kamu harus percaya Arka, orang sholih akan dijodohkan dengan yang sholih. Insya Allah.." lanjut ucap Arka pada dirinya sendiri
__ADS_1