Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 40


__ADS_3

Setelah hari dimana Arka bertaaruf dengan Zahra. Arka tetap menjaga jarak dengan Zahra, mereka tak lagi saling bertemu, hanya sesekali berhubungan melalui pesan singkat.


Arka kini lebih sering berhubungan dengan Azam dan Tiara, selaku orangtua Zahra. Begitu juga dengan Zahra, ia lebih sering berkomunikasi dengan Nisa, Ibunya Arka. Zahra menjadi lebih dekat dengan Nisa, sering melakukan aktivitas bersama, dan sering bertemu.


Perasaan Arka masih sama, sedingin es rasanya. Walau ia selalu mencoba menyukai sosok Zahra dari setiap cerita yang ia dapat dari Azam dan Tiara, atau siapapun yang mengenal Zahra.


Hari ini adalah hari dimana Arka harus kembali ke Inggris, besok adalah hari terakhir musim liburan Arka. Arka harus menghadapi sekali lagi ujian untuk mendapat gelar S2, sebelum akhirnya ia menyandang gelar itu.


Arka diantar oleh Nisa, Rio, Azam, Tiara dan juga Zahra ke Bandara.Tak banyak barang bawaan Arka, ia hanya membawa 1 koper dan 1 tas gendong. Arka memang merasa sedih karena harus meninggalkan Ibunya lagi, juga Surabaya rumah yang ia anggap begitu nyaman. Pesawat yang akan ditumpangi Arka sudah siap, kini waktunya Arka untuk berpamitan.


"Bu.. Arka pamit yaaa, doakan Arka.." ucap Arka pada Nisa sembari mencium tangan Ibunya itu, lalu mencium kening Nisa


"Iya sayang, doa Ibu selalu untuk mu.." jawab Nisa dengan suara bergetar, sembari mengelus pipi putranya itu


"Pak Rio, Arka pamit.. Titip Ibu dan urusan kantor ya, kalau ada apa-apa hubungi Arka yaaa" ucap Arka pada Rio, lalu menyalaminya


"Iya Nak Arka.. Baik-baik yaaa disana" jawab Rio sembari memegang pundak Arka


Arka hanya mengangguk, lalu berganti, kini menyalami kedua orangtua Zahra yang juga ikut mengantar.


"Pak Azam, Bu Tiara.. Arka pamit yaaa, doakan Arka ya.." ucap Arka pada Azam juga Tiara sembari menyalaminya bergantian


"Iya Nak Arka.. jaga diri baik-baik ya disana.." ucap Azam sembari menatap Arka dalam-dalam


"Iya Nak Arka.. Hati-hati yaaa, jangan lupa untuk selalu mengabari" ucap Tiara juga pada Arka


"Insya Allah Bu.." jawab Arka singkat


Zahra sedari tadi terlihat hanya terdiam, Zahra selalu menundukan pandangannya, sesekali melirik ke arah Arka yang sedang berpamitan pada semuanya itu.


Kini Arka menghampiri Zahra yang sedari tadi hanya terdiam.


"Zahra, aku pergi dulu.. Jaga diri mu baik-baik disini yaaa, tunggu aku kembali" ucap Arka pada wanita yang kini sedang menjalani taaruf dengannya itu


"Iya Kak.. jaga diri mu disana, semoga Allah selalu melindungi Kakak.." ucap Zahra dengan lembut sembari tetap menundukan pandangannya


"Iya Zahra, Insya Allah.." jawab Arka dengan cepat


Arka langsung masuk kedalam, meninggalkan semuanya diruang tunggu itu.


Nisa, Rio, Zahra, dan kedua orangtua Zahra meninggalkan Bandara dan kembali pulang.


Sewaktu diperjalanan menuju parkiran, Nisa bergandengan dengan Zahra.


"Percaya ya sama Arka.." ucap Nisa sembari berjalan bersama dengan Zahra


"Iya Bu.. Zahra percaya kok, Kak Arka bisa menjaga hatinya" jawab Zahra dengan senyum didalam cadarnya

__ADS_1


Nisa membalas senyum yang hanya terlihat dari matanya itu. Mereka semua langsung menaiki mobil pribadi milik Nisa dan Arka yang cukup luas itu.


*****


Sesampainya di Inggris, Arka langsung menuju ke Resto karena ia tahu Tante dan Om nya sedang tidak ada di Inggris. Sementara Umi, Oma Arka ada di Resto. Arka disambut dengan gembira oleh Umi. Umi sudah membuatkan makanan kesukaan Arka, dan sudah menata ruang makan begitu cantik.


Arka yang baru saja datang, langsung diajak Umi keruang makan.


"Masya Allah.. banyak banget masakannya Oma.. Enak-enak juga nih.." ucap Arka begitu senang melihat makanan kesukaannya


"Oma sengaja masak untuk mu anak sholih.." ucap Umi dengan lembut dan senyum lebar


"Oma seharusnya tidak perlu repot-repot, Oma istirahat saja.." ucap Arka mengkhawatirkan Umi yang sudah semakin tua


"Oma tidak apa-apa, sayang.. Tidak capek kok.." jawab Umi sembari mengelus kepala cucunya itu


Arka lalu memakan dengan lahap masakan Omanya itu, kebetulan perutnya pun sudah sangat lapar sedari tadi sewaktu diperjalanan.


Sebenarnya Arka bingung, tinggal dengan siapa Umi yang sudah setua ini, sementara Tantenya sedang tidak tinggal disini.


"Oma tinggal disini ditemani siapa kalau Tante tidak ada?" tanya Arka penasaran


"Ada seorang anak muda, dia mualaf. Dia yang membantu Oma, tapi dia sudah pulang jam segini.." jawab Umi, karena waktu sudah mulai petang dan sebentar lagi sudah masuk waktu magrib


"Besok Oma kenalkan dengan mu yaaa Arka.." lanjut ucap Oma


Umi pun lanjut menghabiskan makanannya.


"Oma, mulai sekarang karena ada Arka cukup tinggal saja dengan Arka yaaa" ucap Arka setelah selesai meneguk air minumnya


"Tidak, tidak.. Oma masih butuh dia.. Sewaktu kamu tidak ada, biarlah dia yang menemani Oma" jawab Umi dengan cepat menolak


Arka hanya terdiam, ia memikirkan ucapan Omanya itu. Lalu ia mencoba memahami perasaan Oma yang mulai semakin tua, semakin sensitif perasaannya.


Pagi menyapa, Arka sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Semalam ia sudah menghubungi Tantenya, memberitahukan bahwa ia kembali, dan memberitahukan tentang Omanya yang butuh seseorang yang menemani disiang hari.


Umi sedang menyiapkan sarapan, dibantu oleh seseorang yang ia sebut kemarin.


Arka yang sudah mencium wangi aroma masakan, lalu keluar dari kamarnya dan menghampiri ke ruang makan.


"Selamat pagi Oma.." ucap Arka sembari duduk dikursi meja makan


"Selamat pagi sayang.." jawab Oma sembari membawa sepiring masakan


"Wangi sekali, Oma masak apa?" tanya Arka sembari melirik kearah piring yang dibawa Omanya


"Ini sapo tahu.." jawab Umi sembari menaruhnya di meja, kemudian ia duduk dihadapan Arka.

__ADS_1


"Eh ada siapa?" tanya Arka ketika mendengar suara yang sedang beraktivitas didapur


"Oh itu Siti, yang Oma bilang kemarin. Dia membantu Oma, Oma sudah nyaman dengannya" jawab Oma dengan perasaan takut Arka tidak akan suka dengannya


"Siti.. kemarilah" panggil Umi pada Siti yang berada didapur sedang mencuci piring itu


"Baik Nyonya.." jawab Siti sembari mengakhiri aktivitasnya, dan mengeringkan tangannya kebaju


Siti muncul dari belakang Arka.


"Iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Siti pada Umi


Arka yang mendengar suara itu, merasa tak asing lagi dengan suara siti dibelakangnya itu. Arka belum berani menoleh kebelakangnya karena jelas suara itu sangat tak asing sekali baginya.


"Ini cucu saya, kenalkan.." ucap Umi pada siti yang tetap berdiri dibelakang Arka yang sedang duduk


Dengan memberanikan diri, Siti mendekat pada Arka, jadi berdiri disamping Arka.


"Perkenalkan Tuan.." ucap siti pada Arka yang sebenarnya ia sudah sangat mengenal sosok Arka, cucu dari majikannya ini.


Arka seketika menoleh kearah suara itu. Arka terkaget-kaget, begitu tak menyangka, suara yang ia sadari sedari tadi tak asing lagi untuknya itu benar saja adalah orang yang sangat ia kenal.


"Aira..?" ucap Arka dengan ekspresi yang begitu kaget tak menyangka


Aira kini sudah memeluk agama Islam, kini juga ia menggunakan jilbab walau tidak bercadar.


"Iya tuan.. Ini saya Siti Aira.." ucap Aira dengan menahan perasaannya


Umi yang menyaksikan mereka ternyata sudah saling kenal, juga kaget tak menyangka.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Umi pada Arka dan Aira


"Sudah Nyonya.." jawab Aira dengan cepat


"Dia teman kampus ku.." ucap Arka dengan ekspresi terdiam


Arka begitu tak mengerti dengan semua ini, ia meminta izin untuk berbicara dengan Aira hanya berdua di balkon ruang keluarga.


Arka menunggu Aira menghampirinya untuk segera membicarakan semuanya.


"Maaf Aira, Aku mau tanya kok bisa kamu kenal dengan Oma ku? Bahkan mengakui nama mu Siti.." tanya Arka dengan langsung tanpa basa-basi


"Kami bertemu di masjid yang membawa ku memeluk agama Islam. Waktu itu Nyonya sendirian, ia tak ingin pulang karena sangat kesepian, aku juga tak tahu bahwa itu adalah Oma mu.." jawab Aira menceritakan dari awal


"Setelah ngobrol lama, Nyonya meminta aku untuk berjanji menemaninya, dan saat aku mengantarnya pulang ternyata kemari, dari situ aku tahu dia adalah Oma mu, tapi aku belum sempat menceritakan tentang kita. Soal Nyonya tahu nama ku Siti, karena setelah memeluk Islam, Pak Ustadz memberikan nama itu untuk ku" lanjut ucap Aira panjang lebar


Arka hanya terdiam sedari tadi, ia mendengarkan dengan sangat serius.

__ADS_1


Rasanya tak mampu lagi berkata-kata, ia takut perasaannya timbul kembali ketika ia tahu Aira kini berada disini dengan alasan yang lain.


__ADS_2