
Arka mendengar suara ponsel berdering, tapi bukan ponsel miliknya, melainkan ponsel milik Zahra. Zahra masih di dalam toilet. Arka tak berani menjawab panggilan telepon itu, ia hanya menolehnya. Zahra yang juga mendengarnya terburu-buru untuk segera menyelesaikan berganti pakaiannya.
Zahra keluar dari toilet tanpa cadar, ia berharap Arka masih tertidur.
Ternyata Arka sudah terbangun, karena suara ponsel itu. Zahra terkaget ketika saling pandang, kali pertama Arka melihat Zahra tidak menggunakan cadarnya.
"Kak Arka.." ucap Zahra kaget, sembari berusaha menutupi sebagian mukanya oleh telapak tangannya.
"Zahra.. tenanglah, sekarang aku suami mu.. Kita sudah sah" ucap Arka mencoba menenangkan Zahra yang panik sekali begitu
Padahal ia sendiripun bingung.
"Masya Allah.. Zahra begitu cantik, wajahnya yang selama ini ditutupi cadar, ternyata cantik sekali, alis yang begitu hitam natural, bibir tipis berwarna pink alami, hidung mancung, kulit yang begitu putih bersih juga" ucap Arka dalam hatinya
Senja berganti malam, langit semakin hitam membuat bulan dan bintang terlihat sangat bercahaya. Setelah sholat isya berjamaah bersama keluarga barunya, Arka menemani Zahra untuk packing barang yang akan ia bawa ke Inggris, karena lusa mereka harus kembali ke Inggris.
"Kak, boleh Zahra memanggil Mas untuk sekarang?" tanya Zahra pada Arka, sembari terus fokus membereskan pakaiannya kedalam koper
"Boleh sekali.." jawab Arka dengan cepat
Zahra hanya tersenyum, ia berharap Arka juga akan memanggil panggilan sayang untuk dirinya, tidak hanya sekedar nama. Tapi nyatanya Arka hanya kembali terdiam.
"Kok Mas Arka gak balik bilang sesuatu untuk memanggil ku yaaa.." ucap Zahra dalam batin
"Ah mungkin ini baru awal saja, mungkin nanti setelah lama kelamaan pasti memanggil dengan panggilan sayang" lanjut ucap Zahra dalam hatinya
Zahra terus membereskan semua pakaiannya. Tiba-tiba ada suara pintu diketuk.
"Arka, Zahra.. mari makan malam" ucap Tiara dari balik pintu
Dengan cepat Arka membukakan pintu.
"Iya Maaa.. Sebentar lagi selesai, kami sedang mengemasi pakaian.." jawab Arka setelah membukakan pintu
Tiara hanya tersenyum, ia melihat kedalam, Zahra yang kini sudah tak canggung walau tidak menggunakan cadarnya.
"Ya sudah, mama tunggu di ruang makan yaaa.. Abi sudah nunggu" ucap Tiara lalu meninggalkan kamar pengantin baru itu
Arka membantu Zahra untuk memasukan semua pakaiannya agar cepat selesai. Setelah selesai mereka langsung berjalan ke ruang makan, dimana Azam, Tiara juga Ahsan sudah duduk menunggu mereka.
Zahra dan Arka duduk berdekatan, sama seperti yang selalu Tiara lakukan, kini Zahra menyendoki nasi untuk suaminya, lalu lauknya.
__ADS_1
"Nak Arka, mari makan.. Maaf ya seadanya.." ucap Azam pada Arka
"Eemm iya Pak, eh Abi maksudnya.. Ini sudah lebih dari cukup" jawab Arka dengan sangat canggung pada Azam
Suasana makanpun hening seketika. Zahra menuangkan air minum kedalam gelas untuk suaminya dulu, baru untuk dirinya.
Setelah makan selesai, semua masih berkumpul dimeja makan itu.
"Oh iya Abi, Mama.." ucap Arka membuka suara
"Lusa Arka akan membawa Zahra ke Inggris, karena urusan Arka masih sangat banyak disana, Arka ingin di dampingi oleh istri sekarang.." lanjut ucap Arka meminta izin
"Iya Nak Arka, silahkan saja.. Abi titip Zahra sepenuhnya pada mu, sekarang kalian sudah menjadi suami istri, dan kamu berhak seutuhnya atas diri Zahra.." jawab Azam tanpa pikir panjang
"Iya Abi terimakasih..." ucap Arka pada Azam
"Iya Nak Arka, sama-sama.. Abi juga titip, kalian untuk saling menjaga yaa disana. Mungkin Arka sudah terbiasa denga Inggris, kalau Zahra kan pasti belum, tolong dibantu yaa" ucap Azam memberi nasihat
"Iya Abi pasti.." jawab Arka singkat
"Ya sudah, kalian istirahatlah.. Pengantin baru pasti cape.." ucap Azam sembari menggoda keduanya
"Ih Abi ini.." ucap Zahra yang sembari bangkit dari duduknya dengan membawa piring-piring kotor ke dapur.
Zahra lalu terdiam, ia langsung berpikir.
"Iya juga ya, Mas Arka pasti lelah.." ucap Zahra dalam batinnya
"Aaah bagaimana rasanya yaa malam pertama ini" ucap Zahra sembari senyam senyum
Tiara melihat Zahra yang sedang tersenyum sendiri di dekat tempat cuci piring
"Kamu kenapa nak?" tanya Tiara sembari ikut tersenyum karena tahu anaknya pasti memikirkan sesuatu tentang malam pertama
"Aku degdegan Maaa, harus tidur berdua dengan Mas Arka.." ucap Zahra sedikit berbisik
"Kamu relax yaaa.. usahakan biasa aja.." ucap Tiara memberi masukan
"Uuuhhh degdegan sekali, aku masih malu Maaa.." ucap Zahra lagi-lagi dengan sedikit berbisik
"Relax saja, kamu harus turuti maunya suami mu.. Gak boleh nolak.. Wajar banget sih awalnya malu, nanti lama kelamaan juga enggak kok.." jawab Tiara menasihati
__ADS_1
Zahra lalu meninggalkan dapur, ia melihat Arka masih terududuk bersama Azam. Sementara Ahsan sudah meninggalkan ruang makan itu.
"Ayo Mas.." ucap Zahra mengajak untuk kembali ke kamar untuk beristirahat
Azam yang melihatnya kembali menggoda dengan senyumannya pada Zahra
"Ih Abi maaah.." ucap Zahra saat melihat ekspresi wajah Azam seperti yang meledek
Arka hanya tersenyum melihat kejadian itu.
Arka berjalan duluan untuk masuk kedalam kamar, diikuti oleh Zahra yang membawa segelas air minum untuk di kamar.
Sesampainya di kamar, Arka langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, lalu diikuti Zahra yang merebahkan tubuhnya di samping Arka, Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.
"Mas Arka.." ucap Zahra membuka obrolan karena Arka hanya terdiam sedari tadi.
"Iyaaa.." jawab Arka singkat
"Mas Arka mau punya anak berapa?" tanya Zahra sebenarnya malu
"Berapa yaaa.." jawab Arka bingung karena memang ia belum memikirkan kearah situ
"Berapa?" tanya Zahra lagi
Arka terus menatap kearah langit-langit tanpa melihat Zahra, Zahra sesekali menoleh kearah Arka. Tak ada gerakan berarti dari suaminya itu, tak ada sentuhan apapun.
"Sebanyak-banyaknya saja hehe" jawab Arka setelah lama terdiam
Zahra hanya tersenyum, lalu badannya miring kearah Arka, lalu menatapnya.
"Masya Allah kamu cantik sekali.." ucap Arka yang juga memiringkan tubuhnya sehingga saling tatap dengan Zahra
"Mas Arka bisa saja.." jawab Zahra tersipu malu
Arka kembali terlentang, sungguh tak ada gerakan apapun yang berarti.
"Ayo tidur, aku sangat lelah.." ucap Arka sembari memejamkan matanya
Zahra terlihat sangat kecewa, ini adalah malam pertama dalam pernikahannya. Tak ada sentuhan apapun yang ia terima, sekalipun Arka memuji kecantikannya.
Zahra lalu mencoba memejamkan matanya walau ia sangat kesal.
__ADS_1
Guling yang Arka simpan ditengah-tengah antara dirinya dengan Zahra pun sangat membuat Zahra kesal. Zahra lalu memeluk guling itu lalu tertidur.