Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
EPILOG I


__ADS_3

*Alam Bawah Sadar Zahra


Zahra tersadar dirinya entah sedang ada dimana, tempat yang sangat terang rasanya, hingga semua terlihat putih oleh cahaya.


Tak ada apapun yang Zahra lihat, hanya sebuah cahaya besar jalan masuk.


Saat berjalan mendekati cahaya yang sangat amat terang itu, tiba-tiba Zahra terkaget oleh datangnya sosok pria yang keluar dari cahaya yang sangat terang itu.


"Menantuku.." ucapnya dengan suara yang terdengar amat gagah


Zahra tak langsung menjawab, ia mengucek matanya untuk bisa melihat dengan jelas wajah seseorang yang sangat gagah itu.


"Ini Aku Nak.. Ayah mertua mu.." lanjut ucapnya ketika melihat Zahra hanya sibuk mengucek mata demi melihat dengan jelas


"Ayah Alfath?" tanya Zahra tak percaya, karena wajah Alfath yang tak terlihat karena silau oleh cahaya terang


"Iya ini Aku.." jawab Alfath meyakinkan Zahra


"Kamu mau kemana?" tanya Alfath setelah melihat tadi Zahra berjalan mendekat ke arah cahaya terang itu


"Aku ingin masuk kedalam cahaya itu, Ayah.." jawab Zahra sembari menunjukan cahaya yang memang masih bersinar terang dipandangannya


"Pulanglah.. Kembalilah pada suami mu juga keluarga mu.." ucap Alfath menahan Zahra


"Tapi kenapa Yah?" tanya Zahra penasaran

__ADS_1


"Ada orang yang sangat membutuhkan belai kasih sayang mu, ada suami mu yang sangat menunggu kepulangan mu.. Ini belum waktunya untuk mu" ucap Alfath panjang lebar pada Zahra untuk meyakinkannya


Seketika Zahra terdiam, mencerna baik-baik semua perkataan Ayah mertuanya itu yang ia temui dibawah alam sadarnya.


"Tapi aku ingin melihat ada apa dibalik cahaya terang itu.." ucap Zahra penasaran


"Belum waktunya Nak.." jawab Alfath dengan cepat


"Tapi ayah?" lagi-lagi tanya Zahra yang sungguh sangat penasaran


"Kembalilah... Allah memberikan kesempatan untuk mu" ucap Alfath lagi-lagi menyuruh untuk segera kembali


"Lalu bagaimana dengan Ayah?" tanya Zahra karena ingin bersama dengan Ayah mertuanya itu


"Aku sudah sangat bahagia disini.. Tugas ku sudah selesai di dunia.." jawab Alfath dengan senyum yang sangat manis


Zahra bingung karena perintah Ayah mertuanya, ia langsung berbalik badan dan kembali berjalan menjauh dari cahaya itu.


Setelah beberapa langkah Zahra berjalan menjauh dari cahaya terang itu, ia kembali membalikan badannya untuk melihat Ayah mertuanya itu yang sama sekali wajahnya tak terlihat karena terlalu silau oleh cahaya.


Saat Zahra membalikan tubuhnya, sosok Alfath sudah tak ada lagi disana.


"Aaaaaayyyyyaaahhhhh..." teriak Zahra sembari mencari sosok Alfath disekitar sana


Sumber cahaya terang itupun sudah hilang tak terlihat lagi oleh Zahra. Zahra semakin penasaran kemana hilangnya itu semua, ia terus memutar badannya untuk memastikan semuanya.

__ADS_1


"Ayah dimana?" lagi-lagi ucap Zahra karena ingin memastikan sosok Alfath


Namun tak ada jawaban apa-apa, kini rasanya ruangan itu hanya putih terang biasa, tanpa cahaya yang sangat terang sekalipun.


Zahra semakin kebingungan dimana sebenarnya ia berada. Tiba-tiba ada suara doa-doa yang ia dengar jelas, tapi entah dari mana sumber suara itu.


Zahra terdiam mendengarkan baik-baik semua ucapan-ucapan itu.


"Mas Arka?" ucap Zahra memastikan suara yang ia dengar itu


Zahra kembali terdiam, matanya membulat, kupingnya ia pasang baik-baik untuk mendengarkan doa-doa yang dipanjatkan oleh suaminya itu.


"Tolong berikan kami waktu untuk bersama lagi ya Allah.. Izinkan kami untuk berkumpul menjadi keluarga seutuhnya, dengan bahagia bersama anak-anak kami.. Ridhoi segala harapan-harapan ini ya Allah" lanjut ucap Arka sembari mengusap wajahnya mengaminkan doa-doanya


Zahra mencerna semua doa-doa Arka dengan baik. Ia masih saja terdiam walau kini yang terdengar adalah lantunan dzikir dan sholawat dari mulut suaminya itu.


"Mas Arka membutuhkan ku.. Anak ku juga.. Ayah benar, aku harus segera kembali pada mereka.." ucap Zahra membulatkan tekadnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zahra yang sudah kritis selama sebulan, mulai membuat organ tubuhnya hampir tidak berfungsi lagi akibat tidak adanya gerakan-gerakan, semua seolah mati rasa. Zahra mencoba untuk menggerakan jari tangannya yang ia rasa tidak akan berar itu, lalu ia membuka matanya perlahan.


"Mas.." panggil Zahra ketika pertama kali ia sadar.


Sungguh ia tahu yang selalu setia menunggunya adalah sosok suami yang sangat ia cintai itu.

__ADS_1


Hari terakhir sebelum Zahra sadar adalah hari dimana Zahra meyakinkan dirinya untuk bisa kuat bertahan, ia tahu ada orang-orang yang masih setia menunggunya, ada suami juga anak-anak yang sangat membutuhkan dirinya.


__ADS_2