
Setelah lumayan lama Arka di ruangan Dira, ia teringat bahwa perutnya lapar sekali. Arka berpamitan pada Aira juga Ibunya, lalu menuju kantin.
"Aku lupa bertanya sedang apa dia disini? Apa Omanya sedang sakit ya?" Ucap Aira, bertanya dalam hatinya
Arka membeli sandwich, juga sebuah kopi lalu membungkus makanan itu untuk ia makan diruangan, sembari menjaga istrinya.
Arka sadar ia meninggalkan istrinya cukup lama.
"Zahra pasti akan mencari ku.." ucap Arka dalam batinnya
*****
Diruang rawat, Zahra baru saja terbangun. Ia menyadari bahwa suaminya sedang tidak ada diruangan. Hatinya bertanya-tanya, gelisah, karena ini adalah tempat asing baginya.
"Mas.." ucap Zahra sedikit berteriak, berharap Arka ada di dalam toilet
"Mas.." lagi-lagi ucap Zahra
Tak ada jawaban apapun.
"Mungkin benar, Mas Arka tidak ada.." ucap Zahra pada dirinya sendiri
Tak lama Arka masuk kedalam, dengan membawa bungkusan makanan itu. Zahra yang sudah terbangun menyaksikannya.
"Mas.. dari mana?" tanya Zahra dengan suara lemahnya
"Kamu udah bangun sayang.. Aku abis membeli makanan, aku lapar sekali hehe" jawab Arka sembari tersenyum
"Ya Allah kamu pasti lapar sekali karena sedari tadi direpotkan oleh ku" ucap Zahra mengkhawatirkan Arka
"Tidak repot sayang, iya nih lapar sekali, sedari tadi belum sempat makan. Aku makan dulu yaaa.. Apa kamu mau?" ucap Arka sembari menawari istrinya itu
"Kamu habiskan saja, Mas.. Kasihan kamu.. Maafkan aku" jawab Zahra dengan cemberut
Arka hanya mengelus lembut kepala Zahra, dengan senyum yang menyungging di wajahnya, lalu duduk disamping kasur Zahra sembari makan dengan lahapnya.
"Oh iya, tadi juga Mas bertemu teman. Anaknya masih kecil, dirawat disini karena demam tinggi, jadi sebentar menjenguknya dulu.." ucap Arka mencoba menceritakan pertemuannya dengan Aira
"Innalillahi.. kasihan sekali anak itu.." ucap Zahra ikut merasa iba
"Iya sayang.. Padahal dia anak yang sangat ceria, aktif biasanya, sekarang hanya lemas tak berdaya begitu. Nanti kalau kamu udah sehat, sementara anak itu masih di rawat kita tengok yaaa, Mas juga datang kesana belum membawakannya apa-apa.." ucap Arka panjang lebar
"Boleh Mas.. Sudah makan dulu, kasihan perutnya tuh lapar" jawab Zahra dengan senyumnya
Arka langsung melahap habis makanannya.
Setelah makan Arka terlihat merebahkan sebagian tubuhnya di sofa, ia merasa amat lelah. Zahra yang melihatnya begitu kasihan pada Arka.
"Mas.. Sini.. temani aku" ucap Zahra dengan manja, sembari menepuk menunjukan tempat tidurnya
Arka tersenyum tipis, ia langsung menghampiri istrinya, dan duduk dikasur samping istrinya.
__ADS_1
"Berbaring saja, kamu pasti sangat lelah.." ucap Zahra sembari menggeser tubuhnya yang sedang duduk itu, hingga kasur itu cukup untuk tidur Arka
Arka merebahkan tubuhnya disamping istrinya, kasur yang cukup sempit untuk berdua itu membuat mereka berdempetan, Arka menarik istrinya dengan lembut untuk tidur bersama, lalu memeluk tubunya dengan erat, hingga membuatnya sangat bergairah.
"Sayang.. cepatlah sembuh, Aku merindukan mu.. Aku ingin menebus semua kesalahan ku.." ucap Arka berbisik ditelinga Zahra, dengan mata yang terpejam
Zahra hanya tersenyum, sungguh bahagia namun juga sangat malu rasanya.
*****
Keesokan harinya, Zahra sudah dinyatakan sembuh oleh Dokter. Pagi-pagi Dokter sudah datang untuk memeriksa keadaan Zahra.
"Tuan, kabar baik menghampiri kalian.. Istri Anda sudah sangat membaik, setelah habis cairan infus ini kalian bisa pulang..'" ucap Dokter dengan ramah
"Terimakasih banyak dokter.." ucap Arka begitu senang
Sembari menunggu habis cairan infus Zahra, Arka membereskan barang-barangnya, ia tak membawa banyak barang, hanya laptop dan buku-buku, barang yang ia bawa dari mobilnya. Arka dan Zahra tidak berganti pakaian sedari kemarin.
"Sayang, aku ingin membeli sesuatu dulu yaa untuk menjenguk anak teman ku itu, nanti aku kembali cairan infus mu sudah habis jadi kita langsung kesana sebelum pulang" ucap Arka pada Zahra
"Iya Mas, boleh.." jawab Zahra dengan sangat mengerti maksud suaminya
Arka meninggalkan Zahra, lalu pergi kesebuah toko kue dan mainan, membelikan kue coklat kesukaan Dira, dan mainan dengan karakter kesukaan Dira yang Arka ingat.
Sewaktu di perjalanan Arka menghubungi seseorang yang sangat ia percaya, ia meminta untuk membuat sebuah kejutan romantis di apartementnya.
Tak lama Arka sudah kembali lagi keruangan Zahra, terlihat Zahra sudah bersiap untuk pulang, dengan dia memakai cadarnya.
"Sudah sayang.. Bagaimana sekarang kondisi mu?" jawab Arka lalu balik bertanya, sembari mendekat pada Zahra yang sudah terduduk itu lalu membelainya dengan mesra
"Sudah lebih baik dari kemarin Mas.." jawab Zahra sembari menyenderkan kepalanya di bahu suaminya itu
Cairan infus yang masuk kedalam tubuh Zahra kini sudah habis, itu pertanda Zahra sudah diperbolehkan pulang. Dengan cepat suster membuka infusan yang terpasang di punggung tangan Zahra, lalu memberi sekantong kecil berisi obat untuk diminum beberapa hari kedepan.
Sebelum pulang Arka menggandeng Zahra ke ruangan dimana Dira di rawat. Arka dan Zahra berjalan beriringan, dengan sangat mesra.
Sesampainya diruang rawat Dira, Arka mengetuk pintu sembari mengucap salam.
"Assalamu'alaikum.." ucap Arka dengan ramah
"Walaikumsalam.." jawab wanita separuh baya sembari membukakan pintu untuk Arka
Arka menyapa wanita itu, lalu mencium punggung tangannya. Dengan ramah wanita itu juga mempersilahkan masuk kedalam.
Aira masih fokus menyuapi Dira makanan, setelah Dira menyapa Arka dengan antusias, Aira baru menoleh ke arah Arka. Sungguh terkesiap Aira melihat Arka yang bergandengan mesra dengan Zahra, wanita bercadar itu.
"Om Arka..." sapa Dira lebih dulu, dengan wajah begitu gembira
"Hallo anak cantik.." sapa Arka dengan senyum lebar
Dira seketika kembali terdiam ketika melihat orang asing yang bergandengan dengan Arka itu.
__ADS_1
"Nih ada hadiah untuk mu.." ucap Arka sembari memberikan 2 kantong ke hadapan Dira
"Terimakasih Om.." ucap Dira dengan wajah malu-malunya
"Sama-sama sayang.. Perkanalkan ini Tante Zahra, istrinya Om Arka" ucap Arka pada Dira
Seketika Aira sangat terkejut dengan penyataan Arka itu, hatinya begitu berdebar-debar, perasaannya kacau tak karuan, pandangannya kosong.
"Hallo.." sapa Zahra dengan begiru ramah pada Dira
"Aira, kenalkan ini istri ku.." ucap Arka juga memperkenalkannya pada Aira
"eemmhh.. oh iya.. Hallo saya Aira" ucap Aira sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman
Zahra menerimanya dengan lembut, dan menyunggingkan senyum yang terlihat dari matanya.
"Kami pamit yaaa, Dira sayang cepat sembuh yaaa, nanti kita bertemu lagi" ucap Arka pada Dira lalu mencium kepala Dira
Dira hanya mengangguk sembari tersenyum, karena canggung dengan kehadiran Zahra yang belum ia kenal
"Kami pamit yaaa, maaf tidak bisa berlama-lama, karena istri ku butuh banyak istirahat setelah semalam di rawat" ucap Arka sembari menyalami Ibu Aira bergantian dengan Zahra yang menyalaminya.
Dengan tak sabar Arka mengajak Zahra untuk pulang. Orang kepercayaannya sudah mengirim foto apartement Arka yang sudah di sulap dengan taburan bunga dimana-mana, dan hiasan-hiasan indah.
Sesampainya di apartement, Arka langsung mengajak Zahra masuk kedalam dengan menutup mata Zahra dengan kedua telapak tangannya.
"Kenapa harus ditutup sih Mas?" tanya Zahra penasaran
"Nanti kamu juga tahu.." jawab Arka dengan senyum lebarnya
Saat pintu Apartement terbuka, harum semerbak wangi bunga mawar segar begitu tercium, apartement yang sudah sangat rapi dan bersih, taburan bunga di lantai menuju ke kamar.
"Masya Allah.. Ada apa ini Mas?" tanya Zahra begitu terkesiap melihat taburan bunga dilantai
Arka tak menjawabnya, ia hanya tersenyum, lalu menggandeng Zahra untuk masuk kedalam kamar setelah mengunci pintu utama tadi.
"Masya Allah.." ucap Zahra sangat terkagum-kagum melihat kejutan itu
"Kamu suka gak?" tanya Arka pada Zahra
"Ini semua kamu yang buat Mas?" tanya Zahra sembari menghampiri kasur yang ada taburan bunga mawar berbentuk love, belum lagi cup cake warna warni yang kemarin Arka beli dengan ucapan "Sorry, but I Love You" itu, juga seikat buket bunga.
"Iya sayang, buat kita.. Maaf ya belum bisa mengajak mu berbulan madu.. Tadinya semua ini akan dilakukan di hotel sembari liburan, tapi kamu sakit, jadi kita tunda dulu yaaa" ucap Arka menjelaskan
Zahra lalu memeluk erat tubuh suaminya itu, Zahra tak bisa berkata-kata, hatinya begitu luluh dengan semua yang dilakukan oleh suaminya.
"Ayo kita mandi bersama, dari kemarin kita sama-sama belum mandi bukan?" Ajak Arka pada istrinya itu
Zahra sungguh merasa malu, tapi ia tak berani menolak suaminya.
Saat masuk kedalam toilet, toilet itu pun sudah di hias sedemikian rupa, dengan taburan bunga di atas bak mandi.
__ADS_1
Zahra dan Arka larut dalam kemesraan, hingga membuatnya sama-sama bergairah.