
Nisa memperhatikan raut wajah putranya, sungguh kini putranya itu sedang mengalami cobaan yang sangat berat.
Hati Nisa bergetar tatkala melihat air mata yang keluar mengalir deras di pipi putranya itu.
"Hati Ibu hancur saat melihat mu terluka dan rapuh gitu, Nak.." ucap Nisa dalam hatinya sembari terus memandang lekat wajah putranya dalam-dalam
Nisa tak mampu berbuat apa-apa, hanya doa, dan dukungan melalui pelukannya yang ia harapkan membuat putranya menjadi tegar dan kuat.
Ia tahu putranya yang memang sudah menjadi seorang suami dan ayah itu sedang terpuruk dan ada di titik terendahnya, tanpa Arka berbicara jujur sekalipun, Nisa tahu karena nalurinya sebagai seorang Ibu.
Cukup lama Arka di uji dalam kesedihannya, tak ada sedikitpun ia mengeluh pada Nisa.
Selama Zahra kritis dan di rawat di Rumah sakit, Arka setiap hari tidak tidur dirumah, ia pulang hanya untuk berganti pakaian, terkadang Nisa sendiri atau Asisten rumah tangganya yang mengantarkan pakaian ganti untuk Arka bahkan Zahra, membuat Arka semakin jarang pulang. Belum lagi kondisi Anaknya yang masih di rawat ruang NICU, membuat Arka semakin sibuk dirumah sakit.
Kala itu Rumah sakit sudah seperti rumah kedua untuk Arka karena setiap hari ia habiskan waktu disana.
Nisa merasakan kesepian yang luar biasa selama tak ada Arka dan Zahra. Sedih selalu menggulung dihatinya, perasaan hancur ia rasakan karena tahu anaknya yang juga sedang amat sangat terpuruk.
Nisa terdiam di teras halaman belakang rumahnya, ia termenung dengan secangkir teh hijau ditangannya.
Air matanya selalu menetes tanpa ia sadari.
__ADS_1
Kehilangan pasangan hidup, sukses membuat ia terpuruk dan kehilangan separuh hidupnya. Sungguh perasaan takut itu menghantui dirinya, ketika melihat menantunya, istri dari anaknya itu masih dalam keadaan kritis.
"Ya Allah berikan kebahagiaan dalam kebersamaan untuk anak ku.. Jangan biarkan ia merasakan apa yang aku rasakan" ucap Nisa pelan dengan bibir yang bergetar
Berat rasanya membesarkan anak seorang diri, menjadi single mom, tak mudah Nisa lalui begitu saja. Lika-liku dalam membersamai Arka, itu sangat Nisa rasakan, ia tak ingin semua terjadi pada putrnya itu.
Doa-doa dan harapan-harapan selalu Nisa panjatkan dalam setiap sujudnya setiap hari, tak pernah putus, dan tak pernah lelah untuk selalu meminta pada Allah.
Hari berganti hari, Zahra masih saja belum ada perubahan, belum ada kabar baik yang ia dengar. Nisa setiap hari mengunjungi menantu juga kedua cucunya walau tak bisa ia melihat langsung kedua cucunya itu, Nisa tetap selalu mengunjungi walau hanya melalui jendela saja.
Sepulang dari rumah sakit, Nisa memutuskan untuk mengunjungi makam suami tercintanya. Berat rasanya beban yang ia pikul itu, tak ada lagi bahu tempatnya menyandarkan keluh kesahnya, tempatnya berbagi, dan telinga yang setia mendengarkan semua masalahnya lagi.
Sesampainya di makam, makam yang terawat, dengan rumput hijau yang mengelilinginya itu sangat asri terlihat. Nisa berjalan perlahan dengan pasti mendekat kesebuah makam terawat itu.
Air matanya mulai mengalir tanpa bisa ia tahan, langkah kakinya mulai gontai, berasa berat menopang dirinya sendiri. Akhirnya membuat Nisa bersimpuh di samping makam suaminya itu. Ayat-ayat suci ia lantunkan dari mulutnya, doa-doa ia kirimkan untuk suami tercinta.
Air mawar yang harum Nisa tuangkan diatas makam suaminya, lalu diikuti taburan kelopak bunga mawar merah dan putih diatasnya, membuat semakin wangi tercium.
"Mas.. Aku sangat merindukan mu..." ucap Nisa sembari mengusap Nisan bertuliskan nama Suaminya itu
"Aku sungguh merasa berat melihat anak kita sedang terpuruk, dan Allah uji dengan kondisi istri juga anak-anaknya.. Kamu sudah menjadi Kakek Mas sekarang.." lanjut ucap Nisa dengan menyunggingkan senyum manis yang dipaksakan itu
__ADS_1
"Arka kini telah menjadi seorang ayah, Mas.. Aku takut sekali jika Arka harus mengalami apa yang aku alami, ditinggalkan mu saat buah hati kita masih sangat kecil.." ucap Nisa dengan isakan tangis yang semakin membuatnya sesegukan
"Semua itu tidak mudah.. Aku takut sekali jika anak kita harus mengalami semua itu Mas.. Aku takut.." ucap Nisa dalam tangisnya yang tiada henti
...----------------...
Hallooo Kakak-Kakak readers..
Terimakasih untuk supportnya selama ini, terimakasih untuk vote dan likenya.
Cerita Bunga Dari Surga II ini sudah tamat.
Mohon diambil yang baiknya saja yaaa 😉
Oh iya lanjut baca novel terbaru ku yuuu, judulnya "Cinta Tapi Menyakitkan"
Adalah sebuah cerita tentang rumah tangga Anin dan El. Rumah tangga atas nama cinta untuk Anin, tapi tidak untuk El, karena hanya berniat ingin melupakan istri pertamanya yang meninggalkannya begitu saja.
Saling menyakitkan ketika Anin mulai tahu bahwa El pernah menikah dan belum menceraikannya, El juga tidak mencintainya membuatnya semakin tersakiti.
El dan Anin saling menyakiti, karena saat Anin terluka ada beberapa pria lain yang mencintai Anin dengan tulus, tapi sayang tidak bisa bersatu dengan Anin karena ikatan pernikahannya dengan El.
__ADS_1
Penasarankan sama ceritanya, akankah El dan Anin tetap bersatu, atau harus bercerai? Yuuuk baca Novel terbaru "Cinta Tapi Menyakitkan"
Yang insya Allah akan update mulai tanggal 10 Desember ini 😉