
Malam berganti pagi, matahari pagi menyapa lewat sinarnya yang begitu cerah hari ini.
Arkana seorang mahasiswa yang tak pernah datang terlambat. Pagi buta Arkana sudah tiba di kampus, dengan laptop dan tas berisi buku-buku yang harus ia baca.
Arkana duduk di tangga halaman depan kampus sembari membaca buku yang ia bawa.
"Aku tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya dikampus. Tapi dia mengaku kuliah disini" ucap Arkana dalam hati, matanya memandang setiap orang yang sedang berjalan memasuki halaman kampus.
"Aaahh apalah tidak penting harus bertemu lagi dengan dia.." ucap Arkana lagi dalam hatinya
Arkana kembali memfokuskan diri membaca buku lagi. Tiba-tiba matanya ingin melihat kedepan, ke arah banyak orang yang lewat.
Tak disangka, ia melihat Aira datang menggunakan baju yang begitu simple, kaos berwarna peach dengan jeans biru, rambut terikat membuat lehernya terlihat.
"Setelah kejadian kemarin, aku rasa baru kali ini aku melihatnya" ucap Arkana dalam batinnya
Arkana berpura-pura tak melihat Aira, ia seakan melihat ke arah yang lain, lalu kembali membaca buku.
Aira jelas tidak melihat Arkana, ia terus berjalan menuju kelas, karena dirinya ada kelas pagi. Arkana pun sama, ia langsung menuju kelasnya yang memang berbeda gedung dengan Aira.
Waktu sudah siang, kali ini jadwal Arkana hanya kuliah pagi. Dirinya segera bergegas untuk ke Restoran, Arkana berjalan terburu-buru karena ia takut dihalang-halangi oleh wanita-wanita yang menyukainya.
Benar saja, saat Arkana hendak menuruni tangga dan akan ke parkiran, sekumpulan wanita yang sedan duduk-duduk ditangga langsung menghadang Arkana.
"Halooo Arkaaaa.." ucap wanita berambut panjang yang tergerai, yang ternyata adalah Sabrina
"Maaf jangan sentuh saya.." ucap Arkana karena Sabrina menggerayangi tubuhnya dengan tangannya itu
"Oohhh kau menolak ku.." ucap Sabrina dengan nada sombongnya
"Kau tidak tahu siapa aku? Kau harusnya beruntung! Aku yang mendekati mu, sedangkan banyak diluar sana pria yang mengejarku" ucapnya dengang panjang lebar
"Iya aneh kau ini! Masa menolak wanita secantik dan sekaya Sabrina?" ucap Helena sahabat Sabrina
__ADS_1
Arkana tak menggubris perkataan mereka, matanya malah melihat ke arah ada sekumpulan orang sedang bergerombol karena ada pertengkaran kedengarannya.
Arkana memaksa pergi dari wanita-wanita yang menghalangi langkahnya itu, dengan tetap fokus kepada orang yang bertengkar diparkiran tepat didekat motornya.
"Oh my good! Keterlaluan kamu Arka!!!" teriak Sabrina ketika melihat Arkana tetap pergi
Dengan hati yang begitu penasaran ia menghampiri dan menerobos masuk kedalam kumpulan orang-orang yang hanya menonton kekerasan yang ada dihadapannya itu.
"Kau ini istri macam apa! membiarkan suami mu masuk penjara!" teriak seorang pria yang sedari tadi marah dan sudah memukuli seorang wanita yang ternyata mereka adalah pasangan, Zindan dan Aira.
Terlihat Aira sudah mendapatkan luka lebam diarea mata juga ujung bibirnya.
Arkana sangat tidak suka dengan kekerasan, ia begitu membenci pria yang menyakiti wanita, karena ia begitu menyayangi Ibunya yang juga seorang wanita.
"Ada apa ini? kenapa kalian semua membiarkan wanita dihajar begitu?" ucap Arkana pada semua yang sedang melihat pertengkaran itu
"Biarkan saja, Arka. Itu urusan rumah tangga!" ucap seorang yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran itu
Pukulan pun meluncur tepat di pipi Arkana.
"Stop Zidan! jangan sakiti dia, dia tidak bersalah!" teriak Aira sembari menarik-narik tangan Zidan yang hendak akan memukul Arkana lagi
"Diam kamu! Benarkan ini selingkuhan mu? Kalau kalian tidak berselingkuh, biarkan saja aku menghabisinya!" ucap Zidan dengan sangat marah pada Aira
"Pukul saja aku! Jangan Dia! Malulah padanya, dia tidak salah apa-apa!" teriak Aira dengan air mata terus bercucuran
Sabrina, Helena, Yasmin dan beberapa teman lainnya datang menghampiri keributan itu.
"Apa-apaan kau bilang mereka berselingkuh! Dia ini pacarku!" ucap Sabrina sembari menggandeng Arkana
Jelas terlihat Arkana sangat tidak nyaman dengan gandengan tangan yang menyentuh tangannya itu.
"Maaf kau bukan muhrim ku!" ucap Arkana dan melepaskan pegangan tangan Sabrina
__ADS_1
Membuat semua orang yang melihat langsung menertawakan Sabrina, wajah Sabrina langsung memerah, ia sangat malu rasanya, baru kali ini ada cowo yang menolak dirinya, wanita terpopuler dikampus.
"Hentikan-hentikan! Ada apa ini kalian ribut-ribut di halaman kampus! Ini lingkungan pendidikan seharusnya kalian tahu!" ucap seorang dosen dengan 4 security dibelakangnya
"Ayo bubar-bubar!" ucap seorang security
Aira, Arkana dan Zidan di panggil oleh pihak kampus untuk merundingkan permasalahan ini diruangan tertutup.
Aira menjelaskan semua kejadiannya, dan masalah rumah tangganya.
"Mungkin ini memang masalah rumah tangga kalian, tapi kalian sangat salah! Disini adalah lingkungan pendidikan, tak sepantasnya kalian ribut!" ucap dosen yang sedang menengahi kasus ini
"Iya Pak, maafkan kami" ucap Arkana dan Aira berbarengan
"Dan kamu Zidan, seharusnya kamu datang kemari untuk melanjutkan pendidikan kamu, bukan cari ribut disini!" ucap dosen itu pada Zidan yang sedari tadi tak berbicara sepatah katapun
"Iya Pak, saya minta maaf" jawab Zidan sembari terlihat masih marah
"Ya sudah saya harap kalian tidak ribut lagi, selesaikan masalah rumah tangga kalian dengan baik ya Zidan, Aira.. Kamu harus mengerti Zidan dengan maksud dari Arkana ini, dia tidak ingin melihat kekerasan pada wanita" ucap sang dosen panjang lebar
"Iya Pak.." jawab Zidan singkat
Arkana dan Zidan berbaikan dihadapan kepala dosen pengajar itu.
Zidan meninggalkan Aira dan Arkana yang masih duduk diruangan itu, Zidan beranjak pergi entah kemana. Lalu diikuti oleh Aira.
"Arka, jadi Zidan itu sebenarnya dia juga berkuliah disini. Dia kakak tingkat mu sama seperti Aira. Seharusnya Zidan sudah semester 4, beda 2 semester dengan mu" jelas dosen itu pada Arkana
"Oh begitu, lalu Zidan kenapa tidak melanjutkan kuliahnya?" tanya Arkana penasaran
"Dia berhenti karena terhalang biaya, dia sebenarnya anak orang kaya di negri ini, tapi dia telah menghamili Aira dan menikahinya keluarganya tak lagi menganggap Zidan, dan semua fasilitas Zidan ditarik kembali" jelas dosen itu
Arkana jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Aira juga Zidan.
__ADS_1