Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 29


__ADS_3

Arka sudah tiba di Indonesia, ia langsung landing di Surabaya. Nisa yang sudah tak sabar dengan kedatangan putranya, sudah menunggu untuk menjemput di Bandara bersama Ijah juga Rani asisten rumah tangganya.


Arka datang dengan membawa 2 koper dan 1 tas gendong. Arka berjalan mencari Ibunya yang sudah janji akan menjemputnya dibandara.


"Arka..." teriak Nisa sembari melambaikan tangannya begitu senang melihat kedatangan putranya


"Ibuuu.." ucap Arka sembari berlari kecil menghampiri Ibunya lalu memeluk dan mencium tangan Ibunya itu


"Arka rindu sekali dengan Ibu.." lanjut ucap Arka dalam pelukan Ibunya


"Ibu juga nak.. hus udah-udah, malu banyak yang liatin, nanti kata orang-orang sudah bujang kok masih glendotan sama Ibunya.." ucap Nisa dengan tawa kecilnya


"Gak apa-apa bu, Arka sayang sekali pada Ibu.." ucap Arka dengan polosnya


Nisa hanya mengelus rambut putranya itu, yang mulai terlihat panjang, sama persis seperti Almarhum ayahnya ketika kuliah dulu.


Nisa memandangi terus wajah putranya itu, semakin tumbuh dewasa, wajah Arka semakin mirip dengan Almarhum suaminya. Membuat Nisa semakin rindu pada Almarhum suaminya.


"Ayo kita pulang, kamu pasti lelahkan?" ucap Nisa pada Arka sembari menggandeng tanga putranya itu


"Iya Bu, Arka sudah sangat lapar, Arka rindu sekali masakan Ibu.." jawab Arka pada Nisa


"Bu Annisa sudah memasak spesial buat Den Arka.." ucap Rani sang asisten rumahtangga yang membantu membawakan koper milik Arka itu


Arka begitu senang mendengar semua itu. Mobil pribadi Nisa sudah siap, dengan supir yang akan mengemudikannya. Sesampainya dirumah Arka langsung melahap makanan yang disajikan diatas meja makan, semua makanan itu adalah makanan kesukaan Arka.


******


Pagi menyapa, ini adalah pagi pertama Arka di Surabaya. Arka yang sudah mandi dan berganti pakaian itu langsung menghampiri Nisa, Ibunya yang sedang duduk di halaman belakang rumah sembari membaca buku-buku.


"Selamat pagi Ibukuuu.." ucap Arka dengan manja pada Nisa, sembari memeluk tubuh Ibunya dari belakang lalu mengecup pipi Ibunya yang tidak menggunakan cadar itu.


"Selamat pagi anak bujangnya Ibu.." ucap Nisa membalas sapaan putranya itu


Arka langsung duduk disamping Nisa.


"Oh iya Bu, hari ini sebelum ke kantor aku ingin ke makam Ayah, setelah itu ke panti dan yayasan, baru ke kantor. Kalau jadwal Ibu hari ini bagaimana?" ucap Arka pada Nisa


"Hari ini tak ada acara penting, Ibu ikut saja bersama mu.. Biar Ibu temani yaaa" jawab Nisa pada Arka


Arka mengangguk mengerti.


"Oh iya setelah seminggu disini, kita ke Ponpes yuu Bu, tengokin Nenek.. Lalu setelah dari Nenek kita ke Oma di Malaysia, bagaimana?" ucap Arka mengajak Ibunya

__ADS_1


"Boleh, Ibu ikut saja dengan mu.. Seminggu ini bereskan semua berkas penting di kantor dulu kalau begitu.." jawab Nisa


"Baik Bu.." jawab Arka mengerti


Nisa dan Arka lalu berjalan ke meja makan untuk sarapan. Sarapan yang masih disiapkan oleh Ijah.


"Oh iya bagaimana hubungan kamu dengan Aira? Sudah tidak ada masalah kan? " ucap Nisa tiba-tiba menanyakan soal Aira


Arka masih terdiam ia belum membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Ibunya itu.


"Kami sudah tidak saling berhubungan kok Bu.. Sudah tidak ada masalah juga" jawab Arka dengan cepat


"Oh baguslah kalau begitu.. Bagaimanapun kamu salah jika berhubungan dengan Aira. Dia masih istri orang lain, pernikahan dalam syariat Islam yang kita anut beda dengan mereka budaya barat, naaak.." ucap Nisa panjang lebar


"Iya Bu, Arka ngerti.." jawab Arka singkat


"Udah ya Bu, jangan lagi membahas Aira, aku sedang berusaha melupakannya" lanjut ucap Arka


Nisa memandang ke arah Arka dengan tatapan menggoda, malah mencandai Arka putranya itu.


"ciiie anak Ibu sekarang semakin dewasa.." ucap Nisa menggoda Arka


"Ih Ibu nihhh.." jawab Arka manja


******


Nisa dengan dress serba hitam, dan kaca mata hitam yang semakin menutupi matanya agar tak terlihat orang lain. Arka yang juga datang dengan kemeja hitam berlengan panjang yang digulungkan, dan celana abu, juga kaca mata hitam begitu terlihat tampan.


Nisa dan Arka membacakan doa-doa diatas makam Alfath, mengaji, lalu menabur bunga diatasnya.


"Ayah, ini Arka dan Ibu datang.." ucap Arka dengan suara yang terdengar lirih


"Semoga Ayah ada ditempat yang seindah-indahnya ya.. Semoga kita bisa berkumpul kembali di Surga nya Allah bersama.." lanjut ucap Arka sembari mengelus Nisan yang bernamakan ayahnya itu.


Nisa yang selalu datang ke makam Alfath, tak lagi mampu berkata-kata. Sudah pasti air matanya menetes, dan isak tangispun tak dapat dihindari.


Matahari semakin tinggi, Arka dan Nisa langsung melajukan mobil yang dikendarai Arka ke Panti Asuhan peninggalan Alfath itu.


Disana semua pengurus panti menyambut Arka dan Nisa. Arka melihat-lihat ke semua ruangan, pertama ia mengunjungi ruangan yang diisi oleh lansia, Arka disambut dengan kegembiraan oleh lansia yang kini hanya tinggal 5 orang saja.


Lalu Arka dan Nisa mengunjungi ruangan anak-anak, dimana ada beberapa bayi yang sedang menangis dan sedang digantikan popok oleh wanita bercadar dengan dress ungu muda yang terlihat begitu anggun.


"Kenapa menangis? Apa mau susu?" ucap Nisa lalu membantu menggendong bayi yang lainnya

__ADS_1


"Apa kamu lapar?" ucap Arka sembari menggendong bayi sebelah Nisa


Wanita bercadar itu seketika terdiam. Ia begitu kaget dengan kedatangan Arka, wajah Arka yang begitu mirip dengan Alfath, orang yang ia kenal, orang yang ia anggap sebagai malaikat penolongnya itu hidup kembali.


Nisa melemparkan senyum manisnya, ia melihat Khadijah, wanita bercadar itu terdiam seketika.


"Kenapa Khadijah? Kaget yaaa..." ucap Nisa sembari mengayun bayi yang menangis hingga terlelap itu


"I-iyaaa.. Bu.." jawab Khadijah dengan kaku


"Ini Arka anak saya, anaknya Mas Alfath.." ucap Nisa mengenalkan Arka


Khadijah langsung menguncupkan tangannya hendak bersalaman dengan Arka.


"Saya Khadijah.." ucap Khadijah mengenalkan dirinya


"Saya Arka.." jawab Arka dengan cepat tetap sembari menggendong bayi itu


"Khadijah ini juga dulu tinggal disini.. Saat Ibu masih mengandung mu, Khadijah sudah lahir. Dia kembar, kembarannya laki-laki namanya Yusuf, yang sekarang bekerja di kantor kita.. Dan Khadijah ini mengajar di MA juga membantu mengurus panti ini" ucap Nisa memberitahu pada Arka


"Oh begitu.." jawab Arka singkat


"Iya sayang.." ucap Nisa pada Arka


"Oh Iya, kamu kenapa kaget dengan kedatangan Arka? Arka ini memang jarang kemari karena sedang kuliah dan tinggal di Inggris bersama keluarga Almarhum Ayahnya" ucap Nisa pada Khadijah


"Hehe Iya Bu, pantas saja Khadijah tidak pernah kenal dengan Den Arka ini.. Kaget mukanya mirip banget Almarhum Pak Alfath, Khadijah mikirnya Malaikat baik hidup lagi hehe" jawab Khadijah dengan polos


"Masya Allah kamu ini ada-ada saja.." jawab Nisa pada Khadijah


"Jangan panggil saya Den, panggil saja Arka ya.." ucap Arka pada Khadijah


Khadijah mengangguk mengerti.


*****


Hari yang semakin siang, Arka dan Nisa langsung ke kantor karena semua sudah menunggu disana. Diperjalanan Nisa tak henti-hentinya menceritakan tentang Khadijah dan Yusuf.


"Khadijah itu pintar, ia mendapatkan beasiswa dari kampusnya, ia juga seorang hafidz Qur'an loh kaaa.." ucap Nisa pada Arka


"Waah hebat dong yaa.." jawab Arka mencoba menanggapi Ibunya


"Iya nak, semoga jodoh mu juga baik seperti itu yaa.." ucap Nisa mengungkapkan harapannya

__ADS_1


"Aamiin.." ucap Arka sembari kaget mendengar ucapan Ibunya itu


__ADS_2