Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 53


__ADS_3

Arka sudah menghubungi Ibu dan juga mertuanya untuk bisa hadir di acara wisuda dirinya. Arka juga sudah menyiapkan semuanya, sudah mengatur segalanya dengan Rio dan Yusuf orang kepercayaannya.


Zahra yang sangat merindukan orangtuanya akan diberi kejutan dengan kedatangan orangtuanya.


Hari wisuda sudah sangat dekat, acara yang akan berlangsung di sebuah Resort dekat pantai, Arka di sediakan 1 kamar oleh pihak kampus hanya untuk dirinya dan Zahra. Arka langsung menyewa 3 Bungalow untuk Ibu juga mertuanya, 1 lagi untuk dirinya berbulan madu setelah acara wisuda bersama Zahra.


Arka sudah bernafas lega, karena sesuatu yang membuatnya sibuk selama ini sudah berakhir. Kali ini Arka sudah berniat untuk memfokuskan dirinya dalam membangun rumah tangga, menjadi suami dan imam yang jauh lebih baik.


Sore hari Arka sedang bersantai di balkon belakang dekat ruang makannya, sembari menunggu istrinya yang sedang menyiapkan kopi juga camilan untuk mereka nikmati sembari bersantai itu.


"Mas.. Ini kopinya" ucap Zahra lalu menghidangkan kopi yang masih panas itu diatas meja di hadapan suaminya


"Terimakasih sayang.." jawab Arka dengan tersenyum pada istrinya yang kini duduk disampingnya


Zahra menyuapi Arka dengan sepotong kue bekas gigitannya. Arka lalu melahapnya, dengan tersenyum.


"Mas, bagaimana rencana mu kedepannya setelah wisuda ini?" tanya Zahra membuka obrolan


"Aku sih ingin mencari rumah untuk kita tinggal, karena kita pasti punya anak, masa tinggal ditempat yang serba terbatas seperti ini.." ucap Arka memberitahu keinginannya


"Menurut mu gimana?" lanjut tanya balik Arka pada Zahra


"Kalau Aku sih gimana kamu saja Mas, aku ngikut saja kalau selama itu baik" jawab Zahra setelah meneguk teh hangat miliknya


"Kamu ingin kita tinggal dimana?" tanya Arka lagi pada Zahra


"Yaaa kalau ingin sih tinggal lagi di Indonesia Mas.. Biar gak terlalu asing hehe" jawab Zahra diakhiri dengan tawanya


"Tapi sih kalau harus tinggal dikota ini juga, aku gak apa-apa Mas.. Aku ikut saja" lanjut ucap Zahra sembari memegang tangan suaminya yang terlihat kebingungan


"Aku juga masih bingung, kita akan tinggal dimana. Aku juga sama lebih senang tinggal di Indonesia, tapi disini aku juga masih punya kewajiban" ucap Arka dengan pandangan yang lurus kedepan tanpa arah itu


Zahra hanya mengangguk, mengerti dengan ucapan suaminya itu.


"Ya sudah sayang, jangan dulu di pikirkan yaaa.. Kita diskusikan dulu nanti bersama Ibu ku dan juga Tante, karena aku punya 2 kewajiban" ucap Arka pada Zahra lalu mengelus pipi Zahra dengan lembut


*****


Hari wisudapun tiba. Arka dan Zahra sudah datang lebih dulu ke Resort karena memang acaranya diadakan besok pagi-pagi sekali, jadi Arka dan Zahra harus menginap selaman di penginapan Resort.


Sementara Nisa, sedang diperjalanan dari Indonesia menuju London, Inggris, bersama besannya itu. Arka sudah mengatur sedemikian rupa, sampai seseorang untuk menjemput Ibu juga mertuanya sudah Arka siapkan. Zahra tak diberi tahu lagi akan kedatangan orangtua juga mertuanya itu.


Sesampainya di kamar Resort, Zahra merapikan baju yang akan mereka kenakan besok di acara wisuda, dengan menggantungnya di lemari yang sudah disediakan Resort.

__ADS_1


"Sayang, barang-barang kita tidak usah dikeluarkan semua, karena disini kita hanya semalam. Besok kita akan menginap di Bungalow" ucap Arka memberitahu istrinya


"Iya Mas.. Aku hanya menggantung baju untuk acara besok" jawab Zahra dengan cepat


Arka hanya melemparkan senyumnya, lalu merebahkan tubuhnya di kasur, karena memang begitu kelelahan setelah mengemudi diperjalanan yang cukup jauh.


*****


Sementara Nisa, Azam dan Tiara yang sudah sampai di Bandara London, langsung mencari supir yang sudah di siapkan Arka untuk segera sampai ke Bungalow di tepi pantai itu.


Azam dan Tiara yang baru pertama kali menginjakan kakinya di Negara Inggris itu, terlihat masih kebingungan, sementara Nisa yang sudah terbiasa, terlihat sangat santai karena sudah tahu tempat dan jalanan di kota itu.


Setelah bertemu dengan supir dan mobil Arka, Nisa, Azam dan Tiara langsung masuk kedalam mobil. Selagi dipejalanan supir yang ternyata adalah pegawai resto peninggalan Opanya itu, memberitahu rencana-rencana yang akan dilakukan.


"Tuan, Nyonya.. Sebelum melakukan perjalanan menuju Bungalow, kita singgah di Resto untuk makan siang dulu, lalu Tuan Arka sudah menyediakan mushola untuk sholat sembari beristirahat sejenak" ucapnya memberitahu


"Baiklah.." jawab Nisa lalu kembali menjelaskan pada Azam dan Tiara yang terlihat kebingungan itu


Mobil yang mereka tumpangi singgah di Resto, lalu Nisa, Tiara dan Azam turun dari mobil dan masuk kedalam. Semua karyawan yang sudah mengenal Nisa menyapanya dengan sangat ramah.


"Kak Azam, Tiara.. Ini Resto milik Almarhum mertuaku, ini juga di kelola oleh Arka sebenarnya.." ucap Nisa memberitahu pada Azam dan Tiara


Azam dan Tiara hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


*****


Waktu sudah semakin malam, Arka dan Zahra sudah bersiap untuk makan malam, tapi orangtua mereka belum juga datang.


Arka mencoba menghubungi Ibunya melalui pesang singkat.


"Bu masih dimana?" tanya Arka melalui pesan singkatnya


Arka terlihat gelisah, tadinya ia ingin memberi kejutan pada Zahra sekarang saat makan malam.


"Mas kenapa? Ada apa?" tanya Zahra yang melihat suaminya kebingungan itu


"Eeemmhh tidak, tidak ada apa-apa sayang.." jawab Arka dengan cepat


Zahra mengangguk, dan hanya memperhatikan suaminya yang terlihat gelisah gitu. Makanan yang dipesan sudah tiba, Arka semakin dagdigdug rasanya.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, tanda pesan masuk.


"Sudah sampai parkiran Resort" jawab Nisa karena tahu anaknya ini ingin memberi kejutan pada Zahra menantunya

__ADS_1


Arka tersenyum ketika melihat pesan itu, membuat Zahra sedikit curiga.


"Kok senyum-senyum Mas? Pesan dari siapa?" tanya Zahra dengan jutek


Arka semakin tersenyum lebar ketika melihat istrinya cemburu seperti itu.


"Dari kekasih.. hehe" jawab Arka lalu tersenyum


"Ohhh.." jawab Zahra dengan singkat dan jutek


Arka tertawa melihat ekspresi istrinya yang seperti itu.


"Lucu sekali kamu sayang.." ucap Arka menggoda sembari menyentuh lembut dagu istrinya yang terhalang cadar sebenarnya


"Gemeees deh.. Itu pesan dari Ibu sayang" lanjut ucap Arka


Zahra masih memasang wajah jutek, ia merasa cemburu jika itu memang dari wanita lain.


Belum sempat Zahra kembali membaik, tiba-tiba Nisa, Azam dan Tiara datang mengejutkan Zahra.


"Assalamu'alaikum" Ucap Azam, Tiara dan Nisa bersamaan


Begitu terkesiap, Zahra langsung menoleh ke arah suara yang mengucap salam itu, karena ia sungguh mengenali suaranya.


"Ibu.. Abi.. Mama.." ucap Zahra lalu bangkit dari duduknya dan memeluk Tiara, ibunya


"Walaikumsalam.." Ucap Arka menjawab salam ketiganya


"Walaikumsalam.. Kok kalian.." ucap Zahra sungguh terkejut melihat kedua orangtuanya bisa ada sini.


"Mas, jadi ini?" tanya Zahra sembari menoleh ke arah suaminya yang sudah menyalami ketiganya


"Iya sayang, sedari tadi aku gelisah menunggu mereka hehe" jawab Arka dengan tawa kecilnya


"Masya Allah.." ucap Zahra dengan senang


Zahra sungguh merindukan kedua orangtuanya, karena ini adalah kali pertamanya ia jauh dengan orangtuanya. Sungguh Zahra tak bisa menutupi rasa bahagianya.


Arka lalu mengajak Ibu dan kedua mertuanya makan malam bersama. Setelah makan malam usai mereka larut dalam kebersamaan, saling melepas rindu.


"Aku bahagia melihat mu sebahagia ini, Sayang..." ucap Arka dalam batinnya, sembari memandangi istrinya yang sedang berbincang-bincang dengan Ayah dan Ibunya


Nisa memperhatikan Arka, benar Arka sudah sangat berubah, ia percaya anaknya akan mampu menjadi suami yang baik.

__ADS_1


"Ibu bangga sama kamu" ucap Nisa pelan sembari memegang lembut tangan anaknya itu


Arka hanya membalas senyuman pada Nisa, Ibunya itu.


__ADS_2