Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 33


__ADS_3

Arka dan Nisa sudah melewati hari seperti biasa lagi. Musim liburan Arka memang sangat lama, Arka masih tinggal di Surabaya untuk membantu perusahaan peninggalan Ayahnya itu.


Semenjak ada Arka, Nisa tidak terlalu sering ke kantor, karena Arka ingin Nisa istirahat saja dirumah.


Selama di Surabaya Arka pun begitu sibuk dengan urusan kantornya, ia tidak memikirkan soal perjodohan yang Ibunya ucapkan waktu itu. Arka hanya fokus pada pekerjaannya.


Hari ini adalah hari Minggu, Arka biasa mengajak Ibunya untuk sekedar berlibur, untuk jalan-jalan walau sekedar ke pasar, sarapan pagi di angkringan, ataupun olahraga di car free day. Setelah olahraga lari berputar-putar di car free day, Arka mengajak Ibunya untuk duduk dan sarapan.


Arka dan Nisa memang terlihat begitu kompak, sudah layaknya orang pacaran, belum lagi Arka yang selalu perhatian pada Ibunya itu, membuat semua mata yang memandang menilai bahwa mereka adalah pasangan.


"Pak saya pesan 2 porsi yaaa, dimakan disini..' ucap Arka memesan makanan untuk dirinya dan Ibunya


"Baik Den, tunggu sebentar yaaa.." ucap penjual dengan ramah dan sopan pada Arka


"Kamu romantis banget anak muda sama pacarnya yaaa.." ucap penjual ketika Arka membantu Nisa untuk membuka air mineral dan memasukan sedotan kedalamnya


"Hehe Bapak ini bisa aja.. Ini mah lebih dari pacara Pak.. Ini mah Bidadari surganya saya.." ucap Arka balik bercanda


"Masya Allah bisa aja kamu.." jawab penjual sembari menghidangkan makanannya di atas meja


"Saya itu Ibunya, Pak.." ucap Nisa dengan sopan


"Oh ya? Masya Allah hebat kamu anak muda, bisa memperlakukan Ibu mu sendiri seperti ratu.." ucap sang penjual begitu kagum


Arka dan Nisa hanya sama-sama tersenyum, lalu bersiap untuk menyantap makanannya.


Tiba-tiba ada 2 orang wanita yang 1 bercadar dan yang 1 hanya menggunakan jilbab menutupi auratnya, mereka pun memesan makanan yang sama dengan Nisa dan Arka.


"Pak pesan 2 porsi yaaa, dimakan disini.." ucap wanita bercadar itu


Lalu kedua wanita itu mencari tempat untuk mereka duduk. Wanita bercadar itu mengenali Arka dan Nisa yang sedang duduk dan menikmati makanan mereka itu.


Begitu juga dengan Nisa, Nisa yang melihat jadi saling pandang dengan gadis bercadar itu langsung mengenalinya.


"Zahra kan? Ayo kemari.." ucap Nisa sembari melambaikan tangannya


"Iya Bu Annisa.. Assalamu'alaikum.." ucap Zahra sembari mencium tangan Nisa lalu menguncupkan tangannya untuk bersalaman dengan Arka

__ADS_1


"Kamu sedang apa disini? Ayo duduk disini sjaa.." tanya Nisa sembari mempersilahkan untuk duduk disampingnya, sementara teman Zahra duduk disamping Zahra


"Iya Bu terimakasih.. Ini kami sedang mengadakan acara dari sekolah Mts, untuk bazar berbagi dengan sesama, kami membagikan buku-buku pelajaran.." ucap Zahra menjelaskan


"Oh begitu.. Ayo makan dulu" ucap Nisa langsung menyuruh makan karena makanan yang dipesan Zahra dan temannya sudah datang.


Nisa dan Arka menghabiskan makanannya lebih dulu dari pada Zahra. Arka terlihat begitu malu dan salah tingkah ada Zahra di hadapannya, ia menundukan pandangannya sedari tadi. Begitupun dengan Zahra, ia juga sebenarnya malu harus duduk bersama Arkana.


"Oh iya Ibu pengen lihat dong acara kamu, Zahra.." ucap Nisa pada Zahra


"Boleh Bu, mari kita kesana.." jawab Zahra setelah selesai meneguk air minumnya


Makanan Zahra dengan temannya sudah habis, dan mereka pun sudah bangkit untuk berdiri dan akan membayar makanannya.


"Jadi berapa Pak semuanya?" ucap Arka lebih dulu sebelum Zahra


"2 porsi ya Den.." ucap penjualnya sebelum menghitung


"Semua saja Pak, 4 kalau gitu.." jawab Arka dengan cepat


"Sudah gak apa-apa, sekalian.." ucap Arka lalu memberikan uang pada sang penjual


"Eh Ka.. Ini kalau gitu aku ganti.." ucap Zahra karena malu pada Arka dan Nisa


"Eh sudah gak apa-apa, Zahra.." ucap Nisa langsung


"terimakasih banyak, Kak Arka, Bu Annisa.." ucap Zahra yang diikuti oleh temannya itu.


Nisa dan Arka hanya tersenyum. Arka berjalan berganndengan dengan Nisa, untuk menuju ke lokasi tempat bazar Zahra. Sementara Zahra jalan didepan untuk menunjukan tempatnya.


Setelah selesai melihat-lihat acara Zahra di Car free day, Nisa dan Arka memutuskan untuk pulang.


"Arka.. apa tidak sebaiknya kamu segera memikirkan untuk menikah? Ibu rasa umur mu sudah cukup.." ucap Nisa dalam perjalanan pulangnya


"Arka masih bingung Bu, sebenarnya ingin segera menikah, tapi harus dengan siapa.." jawab Arka sembari fokus dengan kemudinya


"Kalau Ibu boleh sarankan, kamu bisa memilih antara Zahra atau Khadijah untuk kamu ajak Taaruf dulu, yaaa hanya sekedar mengenal saja dulu.. Coba deh niatkan lagi hati mu, biar Allah yang kasih jalan" ucap Nisa panjang lebar

__ADS_1


"Iya Bu, nanti Arka bisikin dulu ke Allah.." jawab Arka dengan senyum menggoda Ibunya


*****


Semenjak hari itu, Arka selalu bertemu dengan Zahra, dengan tidak sengaja. Sudah beberapa kali mereka bertemu, tanpa Nisa. Hanya saja Arka sedang bersama Yusuf atau Rio, teman bekerjanya.


"Zahra?" sapa Arka duluan ketika saling berpapasan dengan Zahra di sebuah cafe


"Ka Arka.." ucap Zahra


"Sedang apa disini? dengan siapa?" tanya Arka penasaran, karena Zahra memang berdiri sendiri seperti habis dari toilet


"Bersama murid-murid Kak.. Sedang memandu belajar untuk anak-anak test masuk Universitas.. kalau Kak Arka sedang apa disini? Bersama Bu Annisa?" jawab Zahra dengan jujur sembari menunjuk kearah sekelompok anak-anak yang masih menggunakan seragam, lalu balik bertanya


"Oh begitu.. Aku akan meeting dengan client disini.." jawab Arka dengan cepat


Lalu mengakhiri pembicaraannya degan Zahra, karena Arka akan ke Toilet sebelum clientnya datang. Zahra melanjutkan belajarnya bersama murid-muridnya.


Tak lama Arka dan Yusuf memulai untuk berdiskusi dengan clientnya. Setelah selesai clientnya pulang, Arka dan Yusuf lalu menikmati kopi yang mereka pesan. Zahra sudah selesai sedari tadi, ia mau berpamitan dengan Arka merasa tidak enak karena memang masih ada clientnya jadi tidak berpamitan.


Arka yang sudah selesai meeting langsung keluar dari cafe itu untuk hendak mengendari mobilnya dan kembali ke kantor.


Zahra yang sedari tadi menunggu taxi online nya tidak datang-datang, masih berdiri di depan cafe itu.


"Zahra? Belum pulang?" tanya Arka yang melihat Zahra masih berdiri


"Belum Kak, masih menunggu taxi online. sedari tadi di cancel terus sama pengemudinya..." jawab Zahra dengan merasa sedih


Arka dan Yusuf saling pandang, Arka merasa kasihan pada Zahra.


"Ayooo biar aku antar pulang.." ucap Arka menawarkan bantuan


"Gak usah kak, ngerepotin.." jawab Zahra menolak dengan halus


"Tidak kok, Ayooo.." ucap Arka sembari menggerakan tangannya


Zahra langsung mengikuti Arka masuk kedalam mobilnya, mereka jadi bertiga didalam mobil bersama dengan Yusuf.

__ADS_1


__ADS_2