Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 74


__ADS_3

Di kantor Polisi, Zahra langsung duduk bersama suami dan Ibu mertuanya di hadapan Polisi yang siap akan menanyakan kesaksiannya.


"Nyonya Zahra sebenarnya apa yang terjadi kemarin sebelum anda di culik oleh para penjahat itu?" tanya Polisi itu dengan nada ramahnya, agar membuat Zahra tetap merasa nyaman


"Sewaktu kemarin saya sedang menemani Ibu mertua saya ke Yayasan, tapi sewaktu Ibu mertua saya sedang rapat, saya melihat-lihat ruangan di dalam yayasan, lalu saya merasa haus dan ingin ke kantin tapi kantinya sudah tutup, saya hendak ke mini market depan yayasan, tapi baru saja mau menyebrang mobil hitam itu mendekat lalu menarik paksa tangan saya, saat duduk di dalam mobil saya melihat beberapa orang pria, lalu setelah itu saya tidak ingat" jawab Zahra menceritakan semuanya dengan panjang lebar


Polisi mengerti, karena itu semua sama dengan kejadian yang terekam di cctv.


"Pak apa kami boleh menemui Risa? Saya ingin berbicara lebih dengan Nya" ucap Arka meminta izin


Polisi pun memberikan waktu untuk Arka, Zahra dan Nisa bertemu dengan Risa, dalang dari semua ini. Di sebuah ruangan tertutup, dan hanya ada kursi untuk duduk saja.


Risa datang dengan dikawal oleh polisi wanita yang menemaninya.


"Risa.." sapa Arka dengan suara pelan


"Untuk apa kau ingin menemui aku? Mau menertawakan aku?" ucap Risa dengan jutek


"Sebenarnya kau kenapa melakukan semua ini? Ada masalah apa kau dengan keluarga ku?" tanya Arka yang mulai kesal tapi sangat penasaran dengan motif Risa


Zahra yang mulai ketakutan karena melihat raut wajah Risa yang mulai menatapnya sinis.


"Aku benci pada mu Arka!" jawab Risa dengan cepat tanpa berpikir panjang


"Apa yang membuat mu benci pada ku? Bukankah kau dan aku tidak pernah lagi bertemu? Dan kita jarang bertegur sapa di sekolah semasa dulu." ucap Arka tanpa memandang wajah Risa


"Aku benci pada mu, kau selalu mengungguli aku saat masa sekolah, sekarang perusahaan ayah ku terlilit hutang juga gara-gara perusahaan mu! Semua client kami berpindah pada mu!" ucap Risa dengan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya yang putih mulus itu


Arka terdiam sejenak tanpa kata, ia mengingat dulu sewaktu masa SMAnya.


Risa benar, Arka adalah anak pendiam, pemalu, dan jarang bergaul membuat Arka jarang berprestasi. Tapi semenjak kelas 1 disemester 2, Arka semakin memperlihatkan kepintarannya, dan selalu mengalahkan Risa.


Risa adalah anak yang pintar, mudah bergaul, cantik dan terkenal di sekolah. Risa memang tak begitu mengenal Arka, tapi dirinya merasa benci pada Arka karena selalu mengalahkannya, dan selalu menjadikannya nomor 2.


Kebencian Risa tak hanya disitu, Risa baru saja kembali dari Singapur setelah menjalankan kuliah disana. Risa mendengar Ayahnya sakit, perusahaannya terlilit hutang, begitu juga dengan Ibunya, yang sakit hingga meninggal. Risa mengambil alih perusahaan Ayahnya, dan ternyata menemukan banyaknya client yang berpindah pada perusahaan Swain yang kini di pegang oleh Arka.


"Jika kau sudah menyesali semua perbuatan mu, aku akan membantu perusahaan mu. Menurut ku, wajar saja client mu berpindah pada ku, karena kerja sama yang kau tawarkan tidak memberi keuntungan lebih untuk mereka" ucap Arka setelah lama terdiam


"Hah! Kau selalu merasa paling benar!" ucap Risa menanggapi Arka dengan sangat sinis


"Aku hanya iba pada mu! Jangan membuat harga diri mu di tertawai orang lain karena kebodohan mu!" ucap Arka dengan tegas


Arka lalu beranjak berdiri, sembari menggandeng tangan Zahra istrinya, dan Ibunya berjalan di depan Arka untuk pergi meninggalkan ruangan itu padahal waktu masih ada yang diberikan polisi untuk pertemuan mereka.

__ADS_1


Risa menatap punggung Arka yang berjalan meninggalkannya, matanya mulai menajam, menatap dengan sinis.


Setelah kembali dari kantor polisi, Arka mengantarkan Ibu juga istrinya untuk kembali pulang kerumah. Sementara Arka akan kembali ke kantor untuk pekerjaannya.


"Kalian jangan dulu kemana-mana yaa.. Kalau ada sesuatu yang mengancam kalian, segeralah panggil body guard itu" ucap Arka pada Nisa juga Zahra sembari menunjukan orang-orang berbaju hitam yang berdiri dipintu.


"Iya Arka.." jawab Nisa sembari mengangguk mengerti


"Iya Mas, kamu juga jaga diri baik-baik yaaa.." ucap Zahra yang juga sangat mengkhawatirkan keselamatan Arka suaminya di luar sana.


"Iya sayang, kamu boleh ajak Mama untuk menemani mu disini, aku tahu sikis mu masih tergoncang gara-gara kejadian kemarin." ucap Arka dengan sangat mengerti perasaan istrinya


"Mama sudah aku kabari dan Mama masih sibuk dengan urusannya. Jadi tidak mungkin datang kemari. Apa boleh aku mengajak teman dekat ku? Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan nya juga.." ucap Zahra pada Arka meminta izin


"Boleh sayang.." jawab Arka dengan cepat lalu ia kembali masuk kedalam mobilnya dan berlalu meninggalkan rumahnya.


30 menit berlalu, Anjani seorang sahabat Zahra kini tiba dirumah yang ditinggali oleh Zahra. Anjani terlihat sangat kebingungan karena rumah yang cukup mewah, belum lagi body guard yang berjaga di depan pintu, tapi benar sesuai alamat yang dikirimkan oleh Zahra.


"Apa benar ini rumahnya?" ucap Anjani pelan karena merasa kebingungan


Anjani terus melihat ke sekeliling rumah itu, matanya memandang kesana kemari. Anjani masih saja terdiam di depan pagar, ia belum berani masuk kedalam. Ia memutuskan untuk menghubungi Zahra dahulu agar menjemputnya ke depan pagar.


Body guard Arka yang merasa aneh dengan tingkah Anjani langsung menghampiri Anjani dengan ekspresi wajah yang seram.


"Heemm.. i-i-itu Pak.." ucap Anjani terbata-bata dengan gugupnya


"Itu apa? Ada keperluan apa anda?" tanya body guard dengan suara tegasnya


Tak lama Zahra keluar, melihat Anjani yang sedang ketakutan di hadapan body guard.


"Pak biarkan dia masuk.. Dia sahabat ku.. Aku sudah meminta izin kok sama Mas Arka" ucap Zahra sedikit berteriak dari pintu yang terbuka


"Oh baik Nyonya.." jawab Body guard itu dengan cepat


Anjani lalu dipersilahkan masuk, lalu dengan cepat ia sedikit berlari kearah Zahra yang menunggunya di pintu itu. Anjani dan Zahra bersahabat sedari SMA dulu, bahkan mereka kuliah dijurusan yang sama, hanya saja Anjani mengajar di sekolah yang berbeda dengan Zahra. Anjani sosok wanita berjilbab, tapi belum bercadar, membuat senyumnya terlihat jelas.


"Zahra.." ucap Anjani lalu saling memeluk melepas rindu satu sama lain.


"Jani.. Mari masuk" ucap Zahra dengan sangat gembira kedatangan sahabatnya ini


Anjani mengangguk tanda mengiyakan ucapan Zahra.


"Rumah mu besar juga yaaa.. Kamu tinggal bersama siapa disini?" tanya Anjani penasaran

__ADS_1


"Ini rumah Orangtua Mas Arka, aku tinggal bersama Ibu mertua ku.." jawab Zahra dengan cepat


Anjani mengangguk-angguk, ia melihat ke semua sudut ruang tamu itu, melihat foto yang terpampang di dinding juga.


"Itu suami kamu Ra?" tanya Anjani ketika melihat foto Alfath bersama Nisa


"Bukan, itu ayahnya. Mereka memang sangat mirip sekali" jawab Zahra dengan senyum mengembang


Semenjak hari itu Anjani sering mengunjungi Zahra, karena Zahra yang sering berdiam di rumah tanpa kemana-kemana.


******


Satu minggu berlalu, dari sejak kejadian itu PT. Hanjaya mulai mendapat respon yang jelek dengan adanya pemberitaan tentang Risa sang penerus dari pemilik perusahaan itu di tangkap polisi. Hampir separuh karyawannya sudah tidak lagi masuk kantor karena tidak digaji.


Arka membaca pemberitaan itu melalui koran pagi yang di simpan di ruangan kerjanya.


Arka seketika terdiam, memikirkan bagaimana caranya untuk bisa meraih saham-saham mereka, dan mengatas namakan dirinya.


Lamunan Arka terhenti, dengan suara ponselnya yang berdering.


"Halo apa ini dengan Tuan Arkana Swain?" tanya seseorang dari balik teleponnya


"Iya betul.." jawab Arka yang terdiam sedari tadi karena mendengarkan ucapan dari nomor yang tak ia kenal itu


"Tuan Arkana, kami dari kepolisian. Ingin memberitahukan bahwa Risa Hanjaya ingin bertemu dengan anda, apa anda bisa datang kemari?" ucap seseorang yang ternyata adalah polisi


"Baik Pak.. nanti saya atur waktunya" jawab Arka dengan cepat lalu mematikan sambungan teleponnya


Arka menyimpan ponselnya diatas meja. Ia lalu duduk di kursi kebesarannya sembari berputar-putar perlahan.


"Ada apa Risa ingin bertemu dengan ku?" ucap Arka dalam batinnya


-------


Ada apa dengan Risa yang angkuh ingin bertemu dengan Arka? Bagaimana kelanjutan ceritanya? Bagaimana dengan Anjani sahabat Zahra yang sering main kerumah Arka, akan kah mempunyai rasa pada Arka?


Jangan lupa terus baca Bunga Dari Surga II ini ya kakak-kakak readers.


Jangan lupa vote, like dan komentarnya. Karena itu semua akan membuat Author semakin semangat updatenya 😉


Terimakasih untuk para readers yang setia menunggu cerita Bunga Dari Surga II ini.


Mohon maaf atas keterlambatan updatenya 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2