Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 80


__ADS_3

Zahra sudah tiba lebih dulu dirumahnya, ia sengaja ingin datang lebih dulu dibandingkan suaminya. Sementara Arka yang masih dalam perjalanan ia merasa sedikit bingung dengan sikap istrinya, mengapa tiba-tiba istrinya bisa kembali sehangat biasanya.


"Kenapa Zahra tiba-tiba langsung baik-baik saja? Biasanya kalau marah agak lama.. Sampe ngerayu, manggil sayang lagi.." ucap Arka pada dirinya sendiri yang kebingungan


Arka baru saja tiba dirumah, Zahra masih menunggu kepulangan suaminya di ruang tamu. Saat Arka membuka pintu dan mengucap salam, Zahra langsung bangkit dari duduknya lalu memeluk erat tubuh suaminya itu.


"Mas.. Maafkan aku.. Maaf atas sifat ke kanak-kanakan ku.." ucap Zahra dalam pelukan suaminya itu


Arka hanya melemparkan senyum yang tersungging manis di wajahnya. Sebenarnya Arka menahan tawanya, ia sudah memaklumi sifat istrinya yang masih kekanak-kanakan itu, karena umurnya yang masih dibawah dirinya juga.


"Jangan membuat ku khawatir.." ucap Arka dengan senyum yang sedikit meledek istrinya


Zahra terlihat sangat malu, ia hanya tertawa kecil. Lalu mengambil alih kantong yang dipegang suaminya. Zahra tahu itu adalah makanan yang suaminya beli.


Zahra lalu mengajak Arka untuk makan.


Setelah selesai sholat isya, Arka sengaja ingin berbincang dengan Ibu dan Istrinya itu.


Untuk membicarakan tentang pernikahannya dengan Zahra.


"Bu, bagaimana kalau Arka mengadakan acara syukuran pernikahan kami.. Soalnya client dan kolega belum ada yang tahu tentang pernikahan Arka, dan mereka menganggap Arka belum menikah.." ucap Arka meminta saran pada Ibunya


"Kalau Ibu sih gimana kalian saja.." jawab Nisa dengan cepat


"Kamu gimana sayang?" tanya Arka pada Zahra


"Aku gimana, Mas saja.." ucap Zahra yang terdiam sedari tadi


Jujur saja, Zahra juga sangat ingin mengadakan resepsi pernikahan karena teman-temannya juga belum ada yang tahu akan pernikahannya, hanya beberapa teman guru saja yang tahu karena dulu sekalian berpamitan mengundurkan diri.


"Ya sudah nanti kita atur waktunya yaaa.. Sekarang aku masih banyak pekerjaan di kantor" ucap Arka di akhir diskusinya


Waktu semakin larut malam, Arka sudah berganti pakaian dengan stelan piamanya, dan sudah merebahkan tubuhnya di kasur. Sementara Zahra baru saja masuk kedalam kamarnya setelah ke dapur untuk mengambil segelas air minum.


Seperti biasa sebelum terlelap tidur, Arka selalu mengajak istrinya untuk berbincang-bincang, walau hanya sekedar bercanda kecil saja.


"Oh iya Mas.. Tadi aku bertemu Mbak Khadijah.." ucap Zahra yang telah mengganti pakaiannya dengan stelan tidurnya


"Kalian bertemu dimana sih?" tanya Arka penasaran


"Bertemu di Masjid Agung.. Mbak Khadijah juga yang sudah memberikan saran dan masukan, ucapannya membuat ku sedikit tenang" jawab Zahra menceritakan


Arka hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

__ADS_1


"Mbak Khadijah itu juga sangat dewasa, sangat asik di ajak ngobrol" ucap Zahra dengan ekspresi gembiranya


"Boleh kan kalau aku berteman dengannya, Mas?" tanya Zahra yang kini mulai bersandar di pundak suaminya dengan manja itu


"Boleh sayang.. Yang penting kamu hati-hati yaaa jangan sampai membuat rumah tangga kita goyah" jawab Arka memberi pengertian pada Zahra


"Iya Mas.. Oh iya Mbak Khadijah juga memberikan saran untuk kita melakukan resepsi pernikahan, dia siap membantu nanti" ucap Zahra lagi


Arka sungguh tak habis pikir, kok bisa Khadijah dan Zahra langsung sedekat itu.


----------


Arka mempersiapkan acara resepsi pernikahan dirinya bersama Zahra, di sebuah hotel bintang 5, cukup megah karena memang akan mengundang client dan koleganya bahkan dari luar negri sekalipun.


Acara yang dibantu oleh WO ternama di Kota Surabaya, dan sudah pasti akan berhasil.


Zahra hanya tinggal memilih gaun yang akan ia kenakan dan beberapa konsep sesuai keinginan Zahra.


Zahra di bantu oleh Anjani juga Khadijah untuk memilih warna, model gaun, dan souvernir. Sungguh Zahra sangat menikmati semuanya, ia sangat bahagia dengan semua ini.


Zahra sedang mencoba gaun pengantinnya, Khadijah dan Anjani memandang bersamaan. Decak kagum yang keluar dari mulut keduanya, begitu juga dengan Arka dan Nisa yang melihatnya.


"Kamu cantik sekali Ra, pake gaun itu" ucap Anjani dengan mata yang terus membulat menatap Zahra


Zahra hanya tersenyum, malu rasanya di puji seperti itu.


"Iya kamu cantik sekali, Nak.." ucap Nisa yang juga memperhatikan Zahra sedari tadi


"Makasih Bu.." jawab Zahra dengan cepat dan senyum mengembang di wajahnya


Arka yang terkagum-kagum dengan kecantikan istrinya, merasa malu untuk memuji istrinya dihadapan banyak orang seperti itu. Arka lalu bangkit dari duduknya, dan menghampiri Zahra.


"Masya Allah cantik sekali istriku.. I love you sayang" ucap Arka berbisik di telinga Zahra dengan pelan


Zahra hanya tersenyum karena malu semua memperhatikan dirinya dengan Arka.


Acara resepsi pernikahan Arka akan berlangsung seminggu lagi. Semua persiapan sudah matang, undangan sudah di sebar.


Kini Arka tinggal membereskan pekerjaannya di kantor, karena setelah acara resepsi itu Arka akan berlibur bersama Zahra untuk beberapa hari kedepan di Bandung.


--------


Pagi menyapa, Zahra sudah menyiapkan sarapan lalu dengan cepat kembali naik ke kamarnya untuk menghampiri suaminya yang masih bersiap di kamarnya.

__ADS_1


Zahra melihat suaminya yang masih sibuk menggunakan kaos kaki hendak menggunakan sepatunya. Zahra menghampiri dan duduk disamping suaminya itu.


"Mas.." ucap Zahra dengan lembut


"Iya sayang.." jawab Arka dengan cepat dan tetap fokus dengan sepatunya


"Mas aku minta izin ya nanti siang ingin menemui Abi.." ucap Zahra sembari menatap suaminya


Arka seketika menoleh kearah istrinya, tak pernah Zahra datang kerumah orangtuanya sendirian, karena Arka tak ingin tetangga menilai buruk tentang keadaan rumah tangganya, jadi setiap Zahra kerumah orangtuanya selalu dengan Arka, kali ini membuat Arka sangat aneh, mengapa istrinya tak minta di temani.


"Tapi Mas hari ini tidak bisa menemani mu sayang.. Besok lagi aja yaaa" ucap Arka karena hari ini ia ada meeting dengan clientnya


"Tidak apa-apa Mas.. Aku ingin bicara dengan Abi berdua saja, dan pasti tidak akan bertemu dirumah, karena dirumah pasti ada Mama" jawab Zahra menjelaskan pada Arka


"Apa sebenarnya yang ingin kamu bicarakan dengan Abi, sayang?" tanya Arka penasaran


"Aku ingin membicarakan tentang ucapan Abi pada Ibu.." jawab Zahra dengan mata yang mulai membulat, terlihat menyimpan beban


"Menurut ku tidak perlu lagi dibicarakan, Sayang.." ucap Arka dengan lembut pada istrinya itu


"Harus, Mas.. Ini harus dibicarakan. Aku dan Kamu dalam ikatan pernikahan yang akan ku jaga sampai ku mati, aku tidak ingin Abi seperti ini.. Karena bukan cuma menyakiti Mama, itu juga akan membuat kekeluargaan kita berkurang.." ucap Zahra dengan cepat dan bicara tanpa jeda itu


Arka menatap dalam mata istrinya, terlihat jelas sebuah beban yang sudah meronta-ronta disana.


"Kamu yakin tidak perlu Mas temani?" tanya Arka meyakinkan


"Yakin Mas.. Aku ingin berbicara berdua saja, karena takut Abi malu jika ada kamu Mas.." jawab Zahra dengan mantap


Arka lalu mengangguk dan melemparkan senyum manisnya, lalu menyentuh lembut puncak kepala istrinya itu.


"Ya sudah, kamu hati-hati yaaa.. Minta di antar supir dan di tunggu saja.." ucap Arka memberikan izinnya


"Daaannn ucapannya di jaga yaaa, jangan sampai menyinggung perasaan Abi" lanjut ucap Arka mengingatkan


"Siap suamiku.." jawab Zahra dengan cepat


*******


Kira-kira apa yang akan Zahra bicarakan dengan Azam, Abinya itu?


Tunggu kelanjutannya di episode selanjutnya yaaaa 😉


Terimakasih untuk Kakak-kakak readers yang masih setia menunggu updatenya novel ini, dan selalu setia membaca.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Tips, like dan komentnya yaaa, kalau masih banyak yang vote insya allah novel ini akan lebih sering updatenya, karena membuat author semakin semangat.


Terimakasih 🙏🏻


__ADS_2