Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 36


__ADS_3

Nisa masih duduk dikursinya, diruangan pribadinya. Ia sedang membaca ayat suci Al-Qur'an seperti biasanya bila tidak ada kesibukan.


Arka yang baru saja datang, langsung duduk dikursi, dihadapan Ibunya itu. Nisa yang mulai menyadari kedatangan putranya itu, seketika mengakhiri bacaannya.


"Gimana meetingnya nak?" tanya Nisa pada Arka


"Alhamdulillah Bu, Client setuju dan menyukai desain grafis dari perusahaan kami.." jawab Arka tanpa pikir panjang


"Alhamdulillah kalau gitu.." ucap Nisa bernafas lega


"Tapiii kok kamu seperti orang kebingungan?" tanya Nisa ketika melihat raut wajah Arka


"Iya Bu, Arka bingung.. Arka ingin menjalankan Taaruf sebelum Arka kembali ke Inggris, biar nanti kembali lagi ke Indonesia langsung menikah.." ucap Arka tiba-tiba menceritakan hatinya yang gundah.


"Yaaa ayo kalau begitu, Ibu siap jadi wali Arka.. Bingungnya dimana?" tanya Nisa masih belum mengerti gundahnya hati Arka


"Menurut Ibu, taaruf dengan siapa? Zahra atau Khadijah?" tiba-tiba tanya Arka dalam pandangan kosongnya


"Keduanya wanita sholiha, keduanya baik.. Ya hati mu merasa cocok kesiapa Nak? semua itu kembali lagi sama diri mu.." jawab Nisa menanggapi gundahnya hati Arka


"Nah itu dia Bu, itu yang membuat Aku bingung. Kalau dulu kan Ayah langsung tahunya Ibu, kalau Arka sekarang tahunya ada 2 orang wanita sholiha dari keluarga yang berbeda.." ucap Arka sembari menatap dalam wajah Ibunya


"Arka juga niatkan ini semua karena Allah, sekarang mungkin belum merasakan perasaan apapun pada siapapun, tapi Insya Allah akan seperti Ibu yang jatuh cinta pada Ayah setelah menikah" lanjut ucap Arka panjang lebar


Nisa begitu kagum dengan ucapan putranya itu, sedewasa ini putranya. Nisa memandangnya begitu dalam.


"Khadijah memang lebih dewasa, tapi belum jelas keluarganya, garis keturunannya..


Sementara Zahra sudah jelas keluarganya, tapi belum cukup dewasa menurut ku.." ucap Arka pada Nisa


"Kalau kamu ingin taaruf pada Khadijah, lalu menikahinya Ibu akan bantu untuk mencari keluarganya dahulu.." ucap Nisa pada Arka


"Zahra memang belum dewasa, karena wanita dengan suaminya akan tetap seperti anak-anak yang ingin selalu dimanja, naaak.." lanjut ucap Nisa


"Iya Bu, Arka ngerti.." jawab Arka singkat, dan kembali larut dalam pikirannya


Waktu sudah sangat sore, Nisa dan Arka sudah kembali pulang kerumah. Seperti biasa, Nisa selalu kedapur untuk menyiapkan makanan untuk putranya itu, sementara Arka langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Arka berbaring dikasurnya, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Tantenya yang sudah ia anggap seperti Ibunya sendiri.


Lagi-lagi Arka menceritakan kegundahan hatinya, ia berbicara panjang lebar di sambungan teleponnya.


"Kalau menurut Tante, cobalah taaruf dengan Zahra, yang sudah jelas garis keturunannya.. Kalau Khadijah belum jelas keluarganya, apa yang akan kita jawab nanti kalau keluarga besar disini menanyakan itu.." ucap Shaina menanggapi kegundahan hati keponakannya itu

__ADS_1


"Tante Benar.. Arka mau Tahajud saja nanti malam, kalau Allah berikan jawabannya nanti besok bertemu tidak sengaja dengan Zahra ataupun Khadijah, aku akan mantapkan untuk bertaaruf dengannya" ucap Arka seketika memantapkan hatinya


*****


Senja berganti malam, malam begitu larut dalam kegelapan. Arka yang tertidur pulas, selalu terbangung disetiap sepertiga malamnya. Sama sepeti Almarhum Ayahnya, yang selalu berlama-lama dalam doa disepertiga malamnya, Arkapun selalu melakukan semua itu.


Dalam doanya, Arka meminta untuk dijodohkan diwaktu yang tepat, dengan wanita sholiha pilihan Allah.


Setelah berlama-lama di sepertiga malamnya, Arka kembali memejamkan matanya, merebahkan kembali tubuhnya diatas kasur yang super nyaman itu.


Waktu sudah memasuki subuh, Nisa yang sudah kebangun sedari tadi, ia mengetuk pintu kamar putranya itu, untuk memastikan apa sudah bangun atau belum.


Arka yang sudah bersiap untuk sholat subuh, langsung membukakan pintu kamarnya itu.


"Kamu sudah siap nak?" ucap Nisa ketika melihat putranya yang sudah menggunakan baju takwa, dengan sarung yang terbalut rapi juga peci yang menutupi kepalanya.


"Sudah Bu.. Ayo kita ke mushola.." jawab Arka lalu menggandeng Ibunya untuk turun kebawah menuju Mushola


Pagi menjadi siang, hari ini Arka datang seorang diri ke kantor karena Nisa harus ke pasar membeli keperluan dapur dan rumah bersama asisten rumah tangganya.


Arka mampir kesebuah toko buku untuk membeli beberapa buku yang ia cari untuk referensi pekerjaannya.


Tak disengaja ia bertemu dengan Zahra yang juga sedang mencari buku.


"Zahra?" sapa Arka yang kini sudah semakin tahu walau Zahra tertutup dengan cadarnya


"Iya Kak, Ini Zahra.. Sedang mencari buku juga ka?" tanya Zahra mengawali pembicaraannya


"Iya nih, mau cari buku untuk referensi desain grafis.." jawab Arka dengan sebenarnya


"Kamu sedang cari buku apa? Bukankah mengajar di sekolah ada perpustakaan yang menyediakan berbagai macam buku?" lanjut tanya Arka penasaran


"Iya Kak, tapi perpustakaan disekolah kan bukunya untuk pelajaran-pelajaran disekolah saja. Kali ini Zahra ingin mencari buku Fiqih Wanita.." jawab Zahra dengan lembutnya


Arka dan Zahra terpisah, karena mereka mencari buku yang berbeda, jadi berbeda juga raknya.


"Apa ini jawaban yang aku bilang tidak sengaja itu? Apa aku harus mantapkan hati ku pada Zahra?" ucap Arka dalam hatinya, sembari melamun dilorong buku desain grafis yang ia cari


Zahra yang sudah selesai, dan sudah mendapatkan yang ia cari, lalu mendahului untuk membayar dikasir, matanya mencari-cari keberadaan Arka yang tak terlihat itu.


Tiba-tiba Zahra dikagetkan dengan kehadiran Arka di sampingnya itu dengan membawa 4 buku-buku tebal ditangannya


"Eh Kak Arka.. Sudah selesai Kak?" ucap Zahra yang sebenarnya malu karena takut kepergok sedang mencari Arka

__ADS_1


"Sudah, nih.." ucap Arka sembari menunjukan buku ditangannya


"Kamu juga sudah selesai?" tanya Arka ketika melihat Zahra sudah memegang kantong plastik ditangan Zahra


"Sudah Kak, Aku pamit ya duluan.." ucap Zahra ingin mengakhiri pertemuannya dengan Arka


"Assalamu'alaikum.." lanjut ucap salam Zahra pada Arka, sembari membalik badan berjalan meninggalkan Arka


"Walaikumsalam.. Zahra tunggu.." jawab salam Arka, lalu mencoba mencegah Zahra


Zahra yang terburu-buru, berjalan agak cepat jadi tidak mendengar ucapan Arka lagi. Arka yang tertahan juga karena belum membayar buku-bukunya. Setelah selesai membayar, Arka mencoba mencari Zahra diluar, matanya mencari-cari, menoleh kesemua arah berharap Zahra masih berada dekat disitu. Tapi nyatanya tidak ada.


"Padahal aku ingin membicarakan maksud ku.." ucap Arka pelan pada dirinya sendiri


Arka meninggalkan toko itu, lalu mengendarai mobilnya, langsung melaju ke kantor. Sesampainya dikantor ia turun dengan buku-buku yang ia beli tadi. Saat masuk ke ruang resepsionis, terlihat Khadijah yang sedang duduk diruang tunggu, dengan 2 tas sama seperti bekal makanan.


"Mas Arka baru datang?" tanya Khadijah menyapa


"Eh Mbak Khadijah.. Assalamu'alaikum" ucap Arka belum menjawab pertanyaan Khadijah


"Iya nih baru datang.." jawab Arka atas pertanyaan Khadijah


"Walaikumsalam Mas.." Khadijah menjawab salam Arka


"Mbak menunggu Mas Yusuf?" tanya Arka pada Khadijah


"Iya Mas, sekalian mau memberi ini juga untuk Mas Arka, ucapan terimakasih ku waktu kemarin sudah ditraktir Mas Arka.." ucap Khadijah sembari memberikan 1 tas berwarna hijau toska


"Masya Allah, tidak perlu repot-repot padahal Mbak.." ucap Arka sembari menerima tas yang disodorkan padanya itu


"Tidak repot kok Mas.. ini masakan ku, dimakan yaaa. Sekalian kemari karena Mas Yusuf tadi tidak sempat sarapan.." ucap Khadijah pada Arka


"Oh begitu.. Sudah dipanggilkan Mas Yusuf nya?" tanya Arka karena Khadijah sedari tadi sendirian


"Sudah Mas, Mas Yusuf nya lagi ke toilet dulu.." jawab Khadijah memberi tahu


"Oh baiklah kalau begitu.. Terimakasih banyak ya, saya permisi dulu, ini berat.." ucap Arka berpamitan karena buku-buku yang cukup berat juga


Arka berlalu meninggalkan Khadijah di ruang tunggu, lalu masuk kedalam lift hendak ke ruangan pribadinya.


Sesampainya diruangan, Arka menyimpan barang bawaannya diatas meja, lalu mendudukan tubuhnya dikursi.


"Ya Allah kebetulan apa lagi ini.." ucap Arka pelan pada dirinya sendiri

__ADS_1


"Aku semakin bingung.." lanjut ucap Arka sembari mengusap wajahnya kasar


__ADS_2