Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 70


__ADS_3

Arka kembali pulang ke rumah, tanpa kembali ke Kantor. Arka menurunkan Rio di kantor, ia langsung mengendarai mobilnya pergi menjauh dari kantor. Arka menghentikan mobilnya disebuah toko-toko yang berjajar. Ia membeli buket bunga mawar, dengan secarik kertas kertas ucapan. Setelah selesai Arka melajukan lagi mobilnya dengan sangat cepat karena tak sabar ingin segera pulang.


Sesampainya dirumah, Arka melangkahkan kakinya dengan mantap. Ia langsung mencari istrinya, tapi Zahra tak ada juga dilantai bawah.


"Zahra dimana Bi?" tanya Arka pada Rani yang sedang membersihkan rumah


"Ibu Zahra ada di atas den.." jawab Rani dengan cepat.


Rani tak menyangka Arka wajahnya baru berseri-seri lagi, setelah hampir satu minggu memasang wajah murungnya.


Arka menaiki anak tangga dengan sedikit berlari, seikat buket bunga mawar yang ia simpan dibelakang punggungnya.


Ketika sampai di lantai atas, sebelum sempat masuk kedalam kamar, Arka melihat pintu ke arah balkon terbuka.


"Sayang..." ucap Arka dengan wajah berseri-seri


Benar saja Zahra sedang duduk dibalkon atas, menikmati udara pagi, sembari membaca Al-Qur'an. Zahra seketika menoleh ke arah Arka yang memanggilnya.


"Kok kamu disini?" tanya Zahra merasa heran


"Aku siapkan minum dulu" lanjut ucap Zahra dengan sifat dinginnya, tanpa menghiraukan Arka


Arka lalu menyodorkan bunga itu, sebelum Zahra melangkahkan kakinya kembali masuk.


Zahra sangat terkesan dengan sesuatu yang ia lihat di tangan suaminya itu.


"Maaf.. Maafkan aku.." ucap Arka, matanya mulai membulat


"Aku tidak bisa kita terus begini, aku rindu kehangatan mu.." lanjut ucap Arka dengan suara lirih, dengan susah payah ia menahan air matanya


Zahra tak bisa menjawab apa-apa, air matanya mulai meleleh membasahi pipinya yang terlihat jelas karena sedang tak menggunakan cadar.


Lalu Zahra memeluk erat tubuh suaminya itu.


"Aku mohon percaya pada ku.." ucap Arka yang membalas pelukan istrinya itu dengan erat


"Maafkan aku Mas.. Maaf atas sikap ku pada mu, aku menyesal" ucap Zahra yang juga menyesali segalanya


Arka dan Zahra duduk berdua dengan bermesraan di balkon lantai atas itu.


Tertawa, bercanda satu sama lain.

__ADS_1


"Oh iya Mas, aku masak dulu yaaa, kamu pasti laparkan.." ucap Zahra menghentikan percakapannya, dan hendak berdiri meninggalkan Arka


"Tidak perlu repot sayang, aku ingin makan siang berdua dengan mu di luar. Sudah lama kita tidak jalan-jalan berdua.." ucap Arka sembari menarik tangan Zahra dengan lembut lalu membuat Zahra jadi duduk dipangkuannya


"Malu Mas.. takut ada yang liat" ucap Zahra karena melihat suaminya akan mencium, tapi Arka tak menghiraukan ucapan Zahra, ia terus mendaratkan ciumannya di bibir tipis Zahra.


Zahra yang berontak karena takut ada yang melihatnya itu, langsung di lepaskan oleh Arka. Arka melihat ke bawa, di halaman belakang ada Ijah yang sedang membalikan jemuran.


"Bi.. kemarilah" ucap Arka pada Ijah.


Ijah pun mengerti dan langsung ke atas menghampiri Arka dan Zahra di balkon.


"Iya den, ada yang bisa Bibi bantu?" tanya Ijah saat tiba di balkon


"Hari ini Zahra tidak akan masak, kalian saja yang memasak yaaa.. Jangan banyak-banyak karena kami tidak akan makan dirumah. Nanti saya yang bilang ke Ibu" ucap Arka menjelaskan dan memberitahukan Ijah


"Baik den.." jawab Ijah dengan cepat


"Terimakasih ya Bi.." ucap Zahra ketika Ijah berjalan kembali masuk kedalam dan langsung menuju ke dapur.


Arka dan Zahra sudah memberitahukan Nisa dan berpamitan untuk berjalan-jalan berdua. Tentu Nisa membolehkannya tanpa pikir panjang. Arka dan Zahra langsung masuk kedalam mobil dan pergi menuju sebuah mall yang cukup besar di Surabaya itu.


Setelah sampai, Arka langsung mengajak Zahra makan di restoran favoritnya itu.


Tanpa Arka tahu, ada yang diam-diam memperhatikannya. Tidak hanya itu, dia bahkan sampai mengikuti Arka dan Zahra.


Sesampainya di restoran, Arka memesan beberapa hidangan makanan yang disetujui oleh Zahra. Tak lama makanan itupun datang. Arka dan Zahra makan dengan mesranya. Sesekali Arka menyuapi Zahra.


Setelah makanannya habis, Arka mengajak Zahra untuk berbelanja apapun yang dia inginkan. Tetap dengan saling bergandengan.


Seseorang yang mengikuti Arka itu, sesekali mengambil gambar Arka yang bersama Zahra itu dengan kamera miliknya.


Arka tak sama sekali mencurigai siapapun, ia malah menikmati kebersamaan dengan istrinya itu.


Seusai belanja Arka mengajak Zahra ke salon muslimah, dia memberikan perawatan untuk memanjakan istrinya, dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


"Mas kenapa kita kesini?" tanya Zahra saat masuk kedalam salon muslimah itu


"Manjakan diri mu sayang.." jawab Arka dengan senyum mengembang


"Selamat datang tuan Arka, Nyonya Zahra.. Silahkan masuk kedalam ruangan, kami sudah menyiapkan segalanya" ucap Sang pelayan menyambut Arka dan Zahra, yang ternyata sudah Arka pesan melalui ponselnya

__ADS_1


"Ini daftar list perawatan anda, Nyonya.." lanjut ucap sang pelayan menyerahkan list daftarnya


Zahra sebenarnya tak pernah perawatan begitu, ini kali pertamanya, ia cukup gugup, ia terus menggandeng tangan Arka untuk minta di temani.


"Mas apa ini tak berlebihan?" tanya Zahra sembari berbisik-bisik berharap tak terdengar oleh para pelayan yang juga wanita semua


"Tidak sayang.. Segini tuh belum ada apa-apanya dengan lelah mu tiap hari" jawab Arka dengan pelan juga


Zahra hanya terdiam, karena pelayan wanita yang akan menjadi terapis untuk Zahra itu sudah membawakan kemben dan handuk kimono.


"Silahkan Nyonya, membuka baju mu dan gunakan ini" ucapnya dengan sangat sopan dan ramah


Zahra menerimanya, ia terlihat sangat canggung dan malu dengan pakaian itu.


------


Seseorang yang memata-matai Arka masih saja terus menunggu didepan salon muslimah itu. Ia sangat mengintai dengan fokus.


Tiba-tiba terdengar suara dering telepon.


"Kriiing.. Kriiiinggg.." suara dari balik jaket pria pengintai itu


Dengan cepat ia mengambil ponselnya dan tergesa-gera menerima panggilan telepon itu.


"Halooo bos.." ucapnya menyapa duluan dengan mulut yang ditutup telapak tangan, layaknya berbisik-bisik


"Bagaimana hari ini?" tanyanya dari jauh sana


"Masih memantau bos.." jawabnya dengan cepat


"Baiklah, cepat beri laporan padaku!" ucap perempuan disebrang sana lalu mematikan sambungan teleponnya


******


Arka dan Zahra sudah cukup lama di dalam salon muslimah itu. Hingga waktu Ashar tiba, Arka lalu mengajak Zahra pulang dan sholat Ashar dirumah saja.


Sang mata-mata yang terus mengikuti itu, tak melihat gelagat mencurigakan dari Arka dan Zahra. Setelah mengikuti sampai ke depan rumah Arka, sang mata-mata itu pergi dan menemui bosnya yang sudah menunggu itu.


Sang mata-mata yang seorang pria itu langsung memberikan amplop coklat pada bosnya itu, seorang wanita cantik dengan rambut panjang tergerai, baju rapi berlengan terbuka dan celana panjang yang membentuk lekuk tubuhnya itu terkesan seksi.


"Ini adalah hasil dari pengintaian kami.. Istri dari Arkana Swain adalah Azzahra dulunya seorang guru, Arkana terlihat sangat mencintainya" ucap sang mata-mata itu

__ADS_1


Wanita itu membuka amplop coklat yang berisi data diri Zahra yang di dapat dari pengintaiannya selama beberapa hari itu.


"Bagus.. Kita atur rencana selanjutnya" ucap wanita itu pada orang-orang yang ia bayar itu


__ADS_2