
Semenjak saat itu Arkana sering bertemu dengan Aira, tanpa sengaja. Aira yang sangat malu dengan Arkana selalu berusaha menghindari Arkana. Entah apa alasannya, yang jelas Aira selalu tak ingin berpapasan dengan Arkana. Itu membuat Arkana semakin penasaran dengan sosok Aira.
Hari sudah menjelang sore, seperti biasa Arkana standby di Resto milik Kakeknya itu. Resto yang menyediakan makanan khas Negara itu, dan juga melayu membuatnya masih digemari karena sudah jarang Resto yang menjual makanan tradisional bernuansa Resto modern.
Shaina seperti biasa ia pun selalu datang untuk membantu Arkana.
"Bagaimana hari ini, Ka? Rame?" tanya Shaina sembari duduk di meja kasir bersampingan dengan Arkana
"Alhamdulillah rame, Tante.." jawab Arkana dengan cepat
"Kamu kenapa? sepertinya sedang ada yang dipikirkan?" tanya Shaina saat mengamati wajah Arkana
"Apa Ibu sakit di Indonesia?" tanya Shaina mengkhawatirkan Nisa di Surabaya
"Enggak, Tante.. Ibu baik-baik aja kok.." jawab Arkana dengan cepat
"Lalu kamu kenapa? Masalah di kampus? Cerita lah sama Tante..." ucap Shaina mendesak
"Itu loh, Tante.. Wanita yang aku ceritakan sama Tante waktu itu" ucap Arkana membuka obrolan, dan ternyata Arkana sudah menceritakan kejadian Aira dan Zidan pada Shaina
"Aira maksud kamu?" tanya Shaina sudah paham maksud Arkana, karena selama ini tidak pernah ada wanita yang dekat dengan Arkana
"Iya itu Tante, dia sekarang jadi tidak ingin melihat aku sepertinya, selalu menghindar setiap kali berpapasan. Apa dia menjaga agar suaminya tidak curiga kami berselingkuh lagi apa ya?" ucap Arkana panjang lebar
"Bisa jadi.. tapi ada 2 kemungkinan kalau menurut, Tante.." jawab Shaina menanggapi
"Apa itu Tante?" tanya Arkana penasaran
"Yaaa yang pertama itu, yang kedua bisa jadi dia ada perasaan malu sama kamu.." ucap Shaina menerka-nerka
Tiba-tiba telepon yang ada di meja Kasir itu berbunyi, membuat Arkana dan Shaina menghentikan obrolan mereka. Shaina yang kebetulan dekat dengan telepon, langsung mengangkatnya.
"Halooo Ada yang bisa kami bantu?" ucap Shaina langsung
__ADS_1
"Oh baiklah, pesan apa saja?" lanjut ucap Shaina pada orang dibalik telepon disana
Shaina terlihat langsung mencatat pesanan, dan alamat untuk mengirimkan makanan itu.
Dengan cepat, Arkana langsung mengirim pesanan itu ke dapur.
"Ini pesenannya sudah siap, Nyonya, Tuan.." ucap chef, juru masak di Resto pengganti Papa
Shaina langsung mengambil 2 kantong bungkusan makanan itu.
"Kurirnya apa dia masuk hari ini?" tanya Shaina pada Arkana sembari memandang kesana-kemari mencari kurir tukang antar makanan
"Tidak, Tante. Hari ini beliau izin, karena anaknya sakit dan harus dirawat.." jawab Arkana memberitahu
"Innalillahi.. Kenapa kamu tidak memberitahu sedari tadi? Kita harus menengoknya dan memberi sedikit bantuan untuk nya.." ucap Shaina pada Arkana
Shaina dan Alif sangat memperhatikan karyawannya sampai ke masalah pribadi yang masih bersifat wajar.
"Tunggu sebentar ya Tuan, saya tanyakan dulu pada bos saya.." ucap seorang wanita yang berpakaian seragam Laundry itu
Arkana menunggu di kasir toko Laundry itu. Tiba-tiba matanya memandang kearah wanita yang sedang membungkus pakaian yang sudah rapi kedalam kantong plastik, terlihat jelas tatapan matanya kosong seperti melamun.
"Bukankah itu Aira?" tanya Arkana dalam hati
"Oooh jadi di Laundry ini ia bekerja.." lagi-lagi ucap Arkana dalam hati
Arkana memutuskan untuk pura-pura tak melihat Aira, karena takut Aira kabur lagi dan menghindari dirinya yang jadi malah mengganggu pekerjaannya. Lagian kesini untuk mengantar pesanan pikir Arkana.
Arkana membelakangi posisi Aira dan menghadap keluar jendela karena takut dikenali oleh Aira.
"Permisi Tuan.." tiba-tiba suara mengagetkan Arkana, sembari menepuk pundaknya
"Eh iyaaa.." jawab Arkana dengan langsung membalikan badannya
__ADS_1
Tak disangka ternyata Aira yang datang menghampiri, sama-sama terkaget. Aira bingung dengan keadaan seperti ini, membuatnya salah tingkah.
"Aira?" tanya Arkana pura-pura tak tahu kalau Aira bekerja disini
"Arka? Sedang apa kamu disini?" ucap Aira balik bertanya
"Aku sedang mengantarkan pesanan makanan Nyonya Jesica, kau bekerja disini?" tanya Arkana karena Aira menggunakan kaos seragam
"Iya, ini tempat kerja ku.." jawab Aira sembari terlihat salah tingkah
"Berikan makanannya, ini uangnya.. Apa cukup?" lanjut Aira sembari mengambil kantong yang ada ditangan Arkana, dan menyodorkan beberapa uang
"Ini.." ucap Arkana sembari memberikan semuanya
"Uangnya kelebihan, sebentar aku cari dulu kembaliannya.." lanjut ucap Arkana sembari merogoh sakunya, berharap ada uang-uang kecil untuk kembalian
"Tidak usah, Bos ku memberikan tips untuk mu..." ucap Aira dengan cepat
"Tidak-tidak.. sebentar.." ucap Arkana menahan agar Aira tidak cepat pergi tanpa uang kembaliannya
Tiba-tiba wanita dengan tubuh tinggi dan badan berisi menghampiri Aira dan Arkana.
"Aira sudahkah?" tanyanya dengan lembut
"Sudah Nyonya, tapi orang ini memaksa untuk menunggu kembaliannya.." jawab Aira dengan jujur
Wanita itu adalah Jesica pemilik Laundry tempat Aira bekerja. Ia langsung melontarkan senyum pada Arkana.
"Tidak usah, anak muda. Bawalah untuk mu, itu tips dari ku.." ucap Jesica dengan ramah
Arkana sangat terkagum dengan sikap ramah Jesica, padahal dia terlihat seperti orang yang sangat tegas dan galak pikir Arkana.
Arkana kembali ke Resto, karena Shaina sudah menunggu sedari tadi.
__ADS_1