Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 26


__ADS_3

Arkana penasaran dengan alamat yang diberi oleh teman Aira, dan maksud dari ucapannya yang ingin Arka menyelamatkan hidup Aira.


Arkana memutuskan untuk pergi ketempat itu. Desa yang cukup jauh dari perkotaan, dari rumah yang ia tinggali saat ini. Arka berangkat dengan mobilnya sehabis sholat subuh, membuat Shaina dan Alif bingung mau kemana sebenarnya Arkana.


Arkana menyusuri jalan ketempat yang ia tuju, matahari semakin tinggi dan mulai terlihat sinarnya. Jalanan yang tidak terlalu ramai kendaraan, berpemandangan begitu indah, laut yang membentang, persawahan dan perkebunan yang membuat udara semakin terasa sejuk. Arkana begitu menikmati suasana itu.


Sudah hampir 2 jam Arka menyusuri perjalanannya. Ia memutuskan untuk beristirahat disebuah cafe kecil yang ada ditepi jalanan, dan menanyakan tempat alamat yang ia tuju.


"Ini pesanannya tuan.." ucap seorang pelayan wanita yang membawakan secangkir kopi dan wafle pesanan Arkana


"Oh iya terimakasih.." ucap Arka dengan ramah


"Sebentar. Saya mau bertanya, apa anda tahu tempat ini?" lanjut ucap Arka bertanya sembari memperlihatkan kertas yang ia bawa


"Oh Tuan mau kesana, tempat itu masih lumayan jauh Tuan. Kurang lebih masih 30 menit dari sini" jawabnya sembari menunjukan jalan dengan tangannya


Arkana pun mengerti dengan jawaban pelayan itu. Arkana langsung menyantap makanan yang sudah ia pesan, setelah menghabiskannya ia langsung kekasir hendak membayar dan membeli lagi air mineral untuk diperjalanan.


Arkana sangat tidak nyaman sebenarnya disana, karena memang semua pelayan yang kebetulan wanita itu, memandangi Arkana sembari berbisik-bisik seperti membicarakan dirinya. Dengan cepat Arkana meninggalkan cafe itu dan langsung masuk kedalam mobilnya, melanjutkan lagi perjalanannya.


Diwaktu yang sama Aira sudah berpamitan pada orangtuanya untuk kembali bekerja dan kuliah di kota, ia menitipkan Dira untuk tetap tinggal disana karena memang ia kasihan pada Dira jika dibawa ke kota, keselamatannya terancam. Aira menumpang mobil pamannya yang hendak mengirim sayuran ke swalayan yang ada dikota.


*******


Arka sudah sampai, walau dengan selalu bertanya pada orang yang ia temui jalan.


"Benar ini desanya.." ucap Arka sembari melihat gapura bertuliskan nama desa itu dari dalam mobilnya


Desa yang jauh dari kata mewah, dan mengikuti zaman, benar-benar terlihat desa biasa, rumah-rumah berornamen Inggris zaman dulu.


Arka yang menggunakan mobil mewah, membuat semua orang yang melihatnya terkagum-kagum dan bertanya-tanya.


"Apakah dia seorang pejabat? Orang kaya dari bangsawan mana dia? Mau apa orang kaya datang kemari?" ucapan para warga, ibu-ibu yang hendak akan pergi ke kebun


Arka turun dan menemui mereka yang membicarakannya itu.


"Permisi Nyonya.. saya mau tanya.." ucap Arka dengan sopan dan ramahnya


"Bertanya apa ya anak muda?" jawab seorang Ibu dengan kain merah yang dibandokan dikepalanya


Arka langsung mengeluarkan secarik kertas yang ia bawa-bawa sedari tadi.


"Apa betul alamat ini ada disini?" tanya Arka lagi-lagi dengan suara yang lembut


"Iya betul sekali, disini memang desa itu.. Rumah yang dimaksud alamat ini, itu yang paling pojok, rumah Tuan Amber" jawabnya sembari menunjuk kearah kanan


"Anak muda mau bertemu siapa?" lanjut tanyanya


"eeeuuhhh..." jawab Arka bingung

__ADS_1


"Bertemu Tuan Amber, yaaa.. bertemu beliau" lanjut ucap Arka yang sebenarnya tidak tahu siapa nama orangtua Aira.


Wanita separuh baya itu mengerti, lalu Arka berpamitan dan kembali melajukan mobilnya kearah rumah yang ada dipojok sana.


"Ya tuhan, anak muda itu sangat tampan.." ucap wanita separuh baya itu pada seorang temannya


"Iya, dia pasti anak muda kota.. zaman sekarang sudah tidak ada anak muda yang tidak brandalan, mungkin dia juga seorang anak brandalan di kota.." jawabnya mencibir


*****


Arkana memberanikan diri untuk turun dan masuk kedalam rumah itu. Rumah yang terlihat begitu bagus diantara beberapa rumah lainnya. Rumah dengan bangunan kayu yang terlihat mengkilap, taman yang luas didepan rumah, begitu asri dan sejuk, belum lagi rumah yang menghadap ke laut yang tenang, terdengar begitu merdu suara air yang tenang tanpa ombak itu.


"Tttooktoktokkk.." suara pintu yang Arka ketuk itu


"Assalamu'alaikum.. permisi" ucap Arka dengan sopan


"Yaaa sebentar" ucapnya sembari membuka kunci pintu itu


Tak lama keluar seorang Ibu separuh baya, sembari menggendong Dira.


"Diraaa.." sapa Arka begitu senang ketika melihat Dira


"Om om om.." ucap Dira memanggil Arka


Dengan langsung wanita separuh baya itu menjauhkan Dira dari Arkana.


"Mau apa kamu kemari? Mau mengambil cucuku yang telah kau telantar?" ucap wanita itu dengan sangat marah


"Lalu siapa kamu? mau apa kamu kemari?" tanyanya dengan jutek


"Saya Arkana.. Teman Aira, pemilik Resto tempat Aira bekerja kemarin sebelum akhirnya pulang" ucap Arka menjelaskan


"Oh maaf, maafkan saya.. Saya Sena, Ibu dari Aira" ucapnya dengan sangat malu


"Tidak apa-apa Nyonya, saya paham maksud Nyonya" jawab Arka dengan cepat


Arka kemudian dipersilahkan duduk di teras halaman rumahnya. Lalu dipanggilkan Ayah Aira untuk menemaninya berbincang-bincang.


Ayah Aira yang sudah diberitahu oleh Sena bahwa yang datang adalah atasan Aira bekerja, jadi sangat ramah pada Arkana dan bersalaman.


"Ada perlu apa ya Tuan muda datang jauh-jauh kemari.." ucap Amber ayah Aira itu


"Maaf Tuan, panggil saja saya Arka.." ucap Arka


"Saya kemari sebenarnya ingin memastikan keadaan Aira dan Dira putrinya" lanjut ucap Arka


"Oh begitu.. Aira dan Putrinya datang kemari 3 minggu yang lalu, saya lupa tepatnya kapan" ucap Amber mencoba menjelaskan


"Aira dan saya berselisih paham 3 tahun yang lalu, karena dia sudah mengecewakan saya, sampai saya usir dia dan tidak ingin lagi dia kemari, makanya selama 3 tahun baru kemarin dia datang kemari" tambahnya wajah sembari terlihat begitu sedih

__ADS_1


"Astagfirullah.." ucap Arka pelan


"Tuan, sebenarnya saya tahu cerita Aira sedikit.." ucap Arkana pada Amber


"Oh iya iya, Aira juga cerita kepada kami bahwa Arkana dan keluarga Swain sudah banyak membantu dirinya" jawab Amber dengan menatap Arka sangat dalam


Arka hanya terdiam ia mengangguk-anggukan kepalanya.


"Walau saya mengusir dan kecewa terhadap Aira, tetap dia adalah anak saya. Tetap saya tidak terima jika dirinya di sakiti oleh orang lain, apa lagi laki-laki brengsek itu!" ucapnya terlihat mulai sangat emosi


"Iya Tuan, saya mengerti perasaan Tuan dan Nyonya. Saya juga sebagai temannya, tidak ingin ada kekerasan.." ucap Arka pada Sena dan Amber


"Saya kemari ingin memastikan keselamatan Aira dan Dira, karena setelah hari itu, setelah saya dipukuli oleh Zidan karena dendam pada saya telah menyelamatkan Aira dan membuat Zidan masuk penjara, Aira dan Dira tidak lagi menemui saya, setelah saya sembuhpun saya mencari-cari Aira, tapi rumah kontrakannya sudah kosong, bahkan tetangga bilang bahwa semalam sebelum kepergian Aira dirumahnya terdengar keributan dan warga menyelamatkan Aira dan Dira dengan menerobos masuk kedalam dan membawa Zidan yang marah brutal itu ke kantor polisi" ucap Arka panjang lebar


Amber dan Sena begitu tak menyangka, putrinya mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya sendiri.


"Iya Arka, Aira tidak menceritakan semuanya seperti yang kamu bilang ini. Mungkin Aira tidak ingin kami mengkhawatirkannya" ucap Sena


"Kami sangat berterimakasih pada mu, Arka.." ucap Amber sembari memegang tanga Arka begitu erat


"Tuan tidak perlu berterimakasih, saya senang bisa membantu Aira.." jawab Arkana sembari membalas pegangan tangan Amber


"Saya sudah bilang pada Aira untuk segera melakukan pembatalan pernikahan saja" ucap Amber


"Lalu dimana Aira sekarang?" tanya Arka yang tidak melihat Aira sedari tadi


"Aira tadi pagi pergi ke kota, untuk mengurus perceraiannya, juga menyelesaikan kuliahnya" ucap Sena memberitahu


Tiba-tiba Dira berjalan dari dalam rumah, menghampiri Arkana.


"Om.. Om.." ucap Dira yang belum jelas itu


Arka langsung menoleh kearah sumber suara itu.


"Halooo putri kecil.. Dira cantik.." sapa Arka pada Dira sembari turun dari kursinya dan mendekatkan tubuhnya dan mensejajarkan pada tubuh Dira


Dira yang begitu merindukan Arka ia langsung memeluk, minta digendong, dan menciumi wajah Arka karena sangat senang bertemu lagi.


Amber dan Sena yang melihatnya begitu senang, ternyata Arkana sangat dekat dengan Dira, dan terlihat menyayangi Dira.


*********


Terimakasih kakak-kakak readers, yang selalu setia membaca novel "Bunga Dari Surga II"


Terimakasih buat like, koment dan votenya.


Jangan lupa untuk selalu Vote Author biar makin semangat update setiap episodenya.


yang belum tau cara votenya, klik keluar dari episode yang kamu baca, lalu ditampilan detil ada kolom vote, bisa kalian klik lalu masukan point yang ingin kalian berikan untuk Author.

__ADS_1


Terimakasih atas partisipasinya 😉


__ADS_2