Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 72


__ADS_3

Selagi dalam perjalanan, anak buah dari CEO PT. Hanjaya itu menghubungi bosnya.


"Saya sudah menjalankan tugas anda, Nyonya. Kami sedang menuju ke lokasi" ucapnya ketika teleponnya di angkat oleh bosnya itu


"Bagus!" jawabnya dengan singkat, lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Wanita CEO itu langsung menuju lokasi yang dimaksud, lokasi yang sudah di atur diawal rencananya.


Nisa yang baru saja selesai rapat dengan pengurus-pengurus Yayasan, keluar mencari Zahra yang tak juga kunjung kembali. Nisa berbaik sangka dengan menerka-nerka bahwa Zahra menantunya itu sedang melihat-lihat ruangan dan fasilitas di yayasan itu. Nisa sudah berputar-putar mencari Zahra, tapi tak kunjung juga menemukannya.


"Zahra kemana ya?" tanya Nisa dengan suaranya pelang pada dirinya sendiri


Nisa langsung mengeluarkan ponselnya, hendak menghubungi menantunya itu.


Sambungan teleponya pun terhubung karena memang ponsel Zahra aktif, tapi tak kunjung di angkat oleh Zahra yang memang tak sadarkan diri.


Para orang suruhan itu langsung mematikan ponsel Zahra, dan tetap membiarkannya di dalam tas Zahra.


"Masya Allah.. Kamu dimana Nak?" tanya Nisa dengan sangat cemas


Nisa langsung memiliki ide, ia ingin melihat rekaman cctv yang ada di Yayasan itu. Nisa langsung melangkah dengan cepat dan menuju ruangan itu, dengan meminta tolong pada seorang pengurus yayasan.


"Pak Ilham, tolong saya ingin melihat rekaman cctv semua sudut bangunan dini. Saya mencari menantu saya, tapi tak juga menemukannya" ucap Nisa pada Ilham seorang yang juga mengurus yayasan


"Baik, Bu.. Mari" ucap Ilham lalu berjalan duluan menuju ruangan cctv


Sesampainya diruangan yang tak cukup besar itu, Ilham membukanya, lalu mengotak-ngatik komputer yang ada di hadapannya itu.


"Silahkan Bu.." ucap Ilham lalu memberi tempat duduk untuk Nisa


Nisa hanya mengangguk, lalu mengambil alih posisi Ilham, dan duduk di depan komputer. Tangan Nisa mengklik setiap cctv yang terpasang di semua sudut yayasan. Nisa melihat Zahra yang masuk ke ruang perpustakaan, yang hanya melihat-lihat langsung keluar tanpa menyentuh apapun, lalu Zahra ke ruang kelas, ia pun masuk tapi hanya memperhatikan setiap sudutnya, setelah itu ia berjalan lagi menyurusi koridor yayasan, dan mengobrol di pinggir lapang dengan Bu Wanti tukang bersih-bersih, lalu Zahra keluar dari bangunan yayasan.


Nisa begitu terkesiap ketika mobil hitam datang dan menarik Zahra dengan paksa untuk masuk kedalam mobilnya dan dengan cepat melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Jelas semua itu terlihat dalam rekaman cctv milik Yayasan itu.


"Astagfirullah!" ucap Nisa dengan sangat kaget setelah mengetahui akhirnya, sungguh Nisa sangat panik harus berbuat apa


"Bu, Ibu tenang dulu yaa.. Kami akan membantu semuanya. Saya akan mengcopy semua rekaman cctv ini, dan melaporkannya ke pihak berwajib ya Bu.." ucap Ilham dengan cepat karena melihat Nisa yang berubah menjadi pucat pasi


Nisa hanya mengangguk pada Ilham. Lalu ia mengabari semua ini pada Arka, karena ia tak mungkin menyelesaikannya sendiri.


"Arka..." ucap Nis sangat lirih, terdengar jelas suara Nisa sangat ketakutan


"Ibu kenapa? Ada apa? Ibu tenang dulu.." jawab Arka dengan bertubi-tubi pertanyaan karena panik mendengar suara Ibunya yang lirih seperti tertahan dan terdengar seperti sedang menangis


"Za-Za.." ucap Nisa terbata-bata dengan air mata yang meleleh


"Zahra Bu? Zahra kenapa?" tanya Arka menerka-nerka dari kata pertama yang

__ADS_1


diucapkan Ibunya itu


"Iya Arka.. Zahra diculik orang tak dikenal" ucap Nisa dengan cepat, mencoba memberanikan diri


"Astagfirullah.. Ada apa ini? Ibu sedang dimana itu? Tunggu Arka akan datang" ucap Arka pada Ibunya dengan sangat panik


Dengan cepat Arka mengajak Rio pergi dari lapangan itu, dan menghentikan aktivitasnya.


Arka mengendarai mobil dengan sangat cepat, Rio masih tak mengerti ada apa ini.


"Arka ada apa ini? Kamu cemas sekali" ucap Rio sembari menahan tubuhnya yang terbawa kecepatan mobil


"Zahra di culik oleh orang tidak di kenal kata Ibu. Kerahkan semua anak buah, aku butuh bantuannya" ucap Arka dengan tetap fokus pada jalanan


Rio mengerti ia tak lagi banyak tanya, ia langsung menghubungi anak buah yang sebenarnya ada dan bekerja untuk Arka dalam berbagai situasi yang dibutuhkan.


Tak butuh waktu lama, Arka sampai di Yayasan. Nisa terlihat duduk lemas dengan air mata yang membasahi cadarnya.


Arka lalu memeluk tubuh Ibunya dengan sangat erat. Sebenarnya Arka pun ingin menangis karena rasa khawatir yang luar biasa pada istrinya, yang kini sangat ia cintai. Tapi Arka berusaha tenang karena tak ingin menambah rasa khawatir pada Ibunya itu.


"Ibu tenang yaaa.. Arka akan mencari Zahra sekarang.." ucap Arka menenangkan Ibunya itu


"Cepat temukan Zahra, istri mu sayang.." jawab Nisa dalam tangisnya


"Maafkan Ibu, maaf tidak menjaga istri mu dengan baik.." lanjut ucap Nisa dengan terus meneteskan air matanya


"Tadi Ibu sedang rapat dengan semua staf pengurus yayasan, tapi Zahra berpamitan ingin melihat-lihat Yayasan. Ibu sengaja kemari siang hari, saat siswa sudah pulang, agar bisa rapat dengan semua guru-gurunya juga" ucap Nisa menjelaskan


"Iya iya Bu.." jawab Arka dengan cepat


Ilham melihatkan rekaman cctv pada Arka dan Rio. Arka dan Rio jadi paham dengan semuanya yang terjadi.


"Kami sudah membawa rekaman cctv ini ke kantor polisi, Pak.." ucap Ilham ketika rekaman itu selesai


Arka mengangguk-angguk, menandakan mengerti


"Kami juga akan mencarinya" ucap Arka pada semuanya


"Ibu pulang dan tunggu dirumah yaaa.." ucap Arka dengan lembut pada Ibunya itu


Arka lalu mengantarkan Nisa untuk pulang kerumahnya bersama supir.


"Kirim orang untuk berjaga-jaga dirumah, aku sangat khawatir orang-orang itu juga mengincar Ibu" ucap Arka pada Rio setelah mobil yang dikendarai supir melaju pulang


"Siap" jawab Rio dengan cepat pada Arka


Rio lalu mendapatkan lokasi dari pelacakan flat nomor mobil pelaku dari anak buahnya.

__ADS_1


Arka dan Rio dengan cepat langsung menuju lokasi. Lokasinya lumayan jauh dari pusat kota Surabaya, tempatnya adalah kebun-kebun.


Rio mengambil alih stir mobil, ia melajukannya dengan cepat dan di ikuti oleh 2 mobil anak buahnya.


Tidak mudah untuk menuju kesana, karena lokasi yang sangat terpencil jadi jalanannya pun jelek dan berlubang.


"Mengapa mereka semua menculik Zahra? Apa motif sebenarnya?" ucap Arka bertanya-tanya


"Iya, saya juga kurang ngerti.. Perasaan kalau masalah perusahaan kita tidak punya musuh yaaa" ucap Rio sembari berpikir


"Apa PT. Hanjaya yang merasa memiliki perasaan buruk pada kita?" lanjut ucap Rio


"Masa sih? rasanya tidak mungkin. Aku tidak mengenal mereka, hanya melalui yusuf tadi.." jawab Arka yang juga sangat berpikir


"Ya Allah lindungi istriku.." ucap Arka berdoa dengan sangat cemas


Rio terus mengendarai mobil dengan sangat cepat. Polisi juga sudah menemukan lokasinya, mereka langsung mengikuti Arka untuk datang ke lokasi.


---------


Perkebunan Jati, di daerah terpencil.


Zahra yang masih tak sadarkan diri, di seret dengan paksa oleh 2 anak buah Hanjaya itu untuk masuk kedalam gubuk yang sangat usang dan kotor. Zahra lalu di dudukan di kursi, di ikat kedua tangannya juga kakinya.


Bos mereka yang juga sudah sampai disana langsung melihat semua pekerjaan anak buahnya itu. Ia mengecek wajah Zahra yang tertunduk itu, membuka cadarnya sedikit untuk memastikan itu Nisa atau bukan.


"Bodoh kalian! ini Bukan Ibunya Arka, Ini pasti istrinya!" ucapnya dengan kesal karena tak sesuai keinginannya, yang ia lihat adalah wanita cantik dengan kulit yang masih sangat kencang, menandakan masih muda


"HAHA!" tiba-tiba ia tertawa dengan kencang


"Tapi tak apa, lihat saja kamu Arka!" ucapnya dengan sinis


Tak lama Zahra sadarkan diri. Ia merasa sangat pusing, matanya juga berkunang-kunang, penglihatannya saru tak jelas dengan apa yang ia lihat sebenarnya.


"Dimana aku ini?" tanya Zahra dengan suara pelan


Zahra mencoba mengangkat tangannya untuk memegang kepalanya yang sangat terasa berat itu, tapi tidak bisa.


"Aaawww.." ucap Zahra kesakitan karena tangannya di ikat oleh tali


"Waw kamu sudah sadar ternyata.." ucap wanita jahat itu pada Zahra


"Siapa kamu? Kamu mau apa?" ucap Zahra dengan sangat ketakutan


"Tenang saja sayang, aku tidak akan menyakiti mu, kalau suami mu yang selalu merebut semua yang aku mau itu akan menuruti kemauan ku! HAHA!" ucapnya dengan lembut sembari mengancam Zahra dengan pisau yang di dekat-dekatkan pada area sekitar muka Zahra yang masih tertutup cadar itu


Zahra lalu menangis, air matanya membasahi cadar ya. Ia sangat tak menyangka akan mengalami hal seperti ini.

__ADS_1


"Mas kamu pasti datang kan untuk ku.." ucap Zahra dalam hati sembari terus mengeluarkan air matanya.


__ADS_2