Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps.92


__ADS_3

Arka yang sudah mengetahui berita itu melalui siaran televisi, langsung dengan cepat ia kembali menghubungi Rio dan Yusuf.


"Assalamu'alaikum Pak Rio.." ucap Arka saat tahu sambungan teleponnya di terima oleh Rio


"Walaikumsalam Ka.. Gimana kamu sudah membaik?" tanya Rio yang mengkhawatirkan keadaan Arka


"Arka baik-baik saja Kok Pak.. Oh iya kita harus waspada yaaa sudah kejadian seperti ini. Risa takut lebih nekad lagi" ucap Arka meminta berhati-hati pada Rio


"Awasi gerak geriknya.. Jangan sampai kita kecolongan" lanjut ucap Arka pad Rio


"Iya Ka.. Kita sudah berjaga-jaga sedari tadi.." jawab Rio dengan cepat


"Bagaimana hasil demo itu pada akhirnya?" tanya Arka yang penasaran


Rio tertawa karena ia benar-benar tak bisa menyembunyikannya rasa ingin tertawanya itu.


"Hahahaaaa.." tawa Rio terdengar jelas


"Kenapa ketawa Pak?" tanya Arka merasa bingung itu


"Kamu mau tahu? Risa diinjak habis-habisan oleh Karyawannya, seorang wanita angkuh akhirnya merasa kalah" ucap Rio disela-sela tawanya


"Sudah kok sekarang Risa akan mengikuti semua kamauan para karyawannya itu, barusan Yusuf mendapatkan telepon dari Risa untuk datang ke kantornya mewakilkan mu Bos.." lanjut ucap Rio memberitahukan


"Oh ya sudah kalau gitu.. Kalian kerjakan sebaik mungkin tanpa aku yaaa.. Jangan ceroboh" ucap Arka memberi kepercayaan penuh pada 2 orang yang ia anggap kepercayaannya itu


"Siap Bos.. Setiap keputusan kami akan dilaporkan dulu ke Bos kok tenang aja.." Jawab Rio dengan cepat sembari menggoda Arka


Lalu sambungan telepon itu berakhir, Arka sudah sangat percaya pada 2 karyawannya itu, Rio dan Yusuf.


Arka masih saja berbaring di kasur, ia ingin sekali di manjakan oleh istrinya. Zahra yang sedang di kamar Ibu mertuanya itu terkaget mendengar panggilan suaminya.


"Alhamdulillah Ibu sudah semakin membaik.. Pokoknya kalau Ibu mau ke toilet, mau apa-apa Ibu minta bantuan ya sama aku atau sama Bi Rani dan Bi Ijah yaaa.." ucap Zahra penuh perhatian


"Terimakasih sayang.." jawab Nisa sembari mengelus lembut wajah menantunya itu


"Iya Bu sama-sama.. Maaf ya Bu Mas Arka belum bisa lihat Ibu lagi, Mas Arka masih berbaring tadi" ucap Zahra memberitahukan Ibu mertuanya itu


"Iya sayang tidak apa-apa, dia juga pasti sangat lelah.. Perhatikan suami mu sana" ucap Nisa sangat mengerti


Tiba-tiba Arka berteriak dari dalam kamarnya, membuat Zahra terkesiap.


"Sayang..." teriak Arka agar terdengar oleh Zahra


"Tuhkan Suami mu manggil.." ucap Nisa dengan senyumnya

__ADS_1


"Iya Bu, Zahra tinggal dulu ya Bu..' jawab Zahra dengan cepat berlalu dari hadapan Nisa


Zahra berjalan sedikit terburu-buru, karena merasa terkaget mendengar suaminya yang berteriak itu.


"Ada apa, Mas?" tanya Zahra setelah masuk kedalam kamarnya dan melihat Arka masih merebahkan tubuhnya


"Siniiiii..." jawab Arka dengan manjanya


"Aku sedang menemani Ibu, Mama sudah pulang jadi kasihan Ibu tidak ada yang menemani.." ucap Zahra memberi tahukan suaminya, sembari mendekat dan duduk dikasur


"Aku juga tidak ada yang menemani ini.." ucap Arka sangat manja sembari menarik lembut tangan Zahra dan menjatuhkan tubuh Zahra dipelukannya lalu Arka menciumi wajah Zahra, perlahan membuka jilbab instan yang dikenakan istrinya itu lalu menciumi leher Zahra


"Masss.." pekik Zahra karena tahu suaminya akan melakukan hal itu


Arka tak menghiraukan Zahra yang sedikit merengek itu.


"Aku sangat rindu sayang.." ucap Arka dengan lembut berbisik ditelinga Zahra


Zahra tak dapat melawan, semua mengalir begitu saja, membuat Zahra harus menikmati semua perlakuan suaminya yang sangat lembut itu pada seluruh bagian tubuhnya, yang lama kelamaan Arka membukakan baju daster yang ia kenakan itu dan membuat hubungan itu terjadi.


Setelah Arka merasa cukup, dan merasa sangat lelah ia masih terbaring dalam selimut yang menutupi tubuhnya, begitu juga dengan Zahra.


"Mas capekan?" tanya Zahra ketika melihat suaminya masih ngos ngosan itu


"Hehe.. Makasih ya sayang mau melayani suaminya kapan aja" ucap Arka dengan tawanya


"Gak apa-apa sayang.. Mungkin aku akan sembuh setelah ini.. Aku sangat bahagia" jawab Arka dengan senyum manisnya lalu mencium kening Zahra dan memeluk erat tubuh istrinya yang masih telanjang bulat dalam selimut itu


"Hem hem hemm" Zahra hanya meledek suaminya dengan senyum mengembangnya


"Kok gitu sih? Nantangin nih?" ucap Arka balas menggoda istrinya


Zahra hanya tertawa, melihat tingkah suaminya yang sedang sakit itu.


"Sudah.. Mari kita mandi sudah Ashar.." ucap Zahra lalu bangkit dari tidurnya tapi dengan tangan yang menempelkan selimut di dadanya.


Arka hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Lalu mengikuti istrinya untuk membersihkan diri, lalu sholat Ashar bersama.


Setelah sholat Ashar, Arka sedikit merasa segar karena sudah mandi juga, ia keluar dari kamarnya dan menemui Ibunya. Sementara Zahra ke dapur untuk mempersiapkan makan malam dibantu oleh Rani.


Saat Arka sedang duduk di kasur samping Ibunya, tiba-tiba ponselnya berdering dengan cepat Arka mengangkatnya.


"Sebentar ya Bu.." ucap Arka karena harus menghentikan obrolan dengan Ibunya sementara, setelah melihat nomor yang timbul diponselnya


"Iya Sayang.." Jawab Nisa dengan cepat

__ADS_1


Arka lalu berdiri tak jauh dari kasur Nisa, lalu dengan cepat menekan tombol terima panggilan itu.


"Walaikumsalam.. Iya Yusuf.. Ada apa?" jawab Arka setelah mendengar sapaan salam dari Yusuf


"Begini Ka, Risa ingin bertemu dengan Mu.. Ia tak mau jika hanya berbicara pada ku.." ucap Yusuf memberitahukan


"Loh kenapa? Kamu kan utusan dari perusahaan, berarti kamu kepercayaan" jawab Arka merasa heran


"Iya Ka.. Katanya ingin membuat kesepakatan langsung dengan mu.." ucap Yusuf memberitahukan alasannya


"Bilang saja, beritahukan saja pada mu nanti kau yang akan memberitahukan pada ku.. Jika sudah tahu semuanya dan memberikan waktu untuk ku berpikir, kita atur jadwal meeting" ucap Arka mengambil keputusan


"Baik Bos.." jawab Yusuf dengan cepat


Lalu sambungan telepon itu terputus, Arka kembali duduk disamping Ibunya, begitu juga dengan Zahra yang masuk setelah selesai memberi instruksi pada Rani.


"Ada apa Ka?" tanya Nisa penasaran


"Itu Bu, Risa ingin bertemu dengan ku langsung untuk membuat kesepakatan katanya" jawab Arka memberitahukan pada Ibunya


"Tapi tidak ada masalah berarti kan?" tanya Nisa lagi penasaran


"Tidak sih Bu.. Arka menganggap tidak ada masalah, hanya mereka saja yang bermasalah" jawab Arka dengan senyum mengembangnya


Nisa lalu tertawa mendengar ucapan anaknya itu, begitu juga dengan Zahra ia tak tahan menahan tawanya, membuat Arka jadi ikut tertawa juga.


"Zahra sudah ngapain kamu di dapur Nak?" tanya Nisa mengkhawatirkan kandungan Zahra


"Zahra sudah memberitahukan Bi Rani untuk menu makan malam Bu.." jawab Zahra dengan cepat


"Oh begitu, kamu jangan kecapekan yaaa.." ucap Nisa mengingatkan pada Zahra


"Iya Bu.." jawab Zahra dengan senyum manisnya


Zahra merasa senang sekali, kehamilannya membuat semua orang memperhatikannya. Begitu juga Ibu mertuanya, belum lagi kedua orangtuanya, apa lagi suaminya yang semakin perhatian, manja dan lengket pada dirinya.


"Iya sayang.. Kamu dan Ibu sama-sama harus banyak istirahat. Biar Bi Rani dan Bi Ijah saja yang mengurus rumah, kalian tinggal beri arahan saja.. Kalau perlu Arka akan menyewa 1 orang lagi untuk membantu dirumah ini" ucap Arka panjang lebar


"Aku rasa tidak perlu Mas.." ucap Zahra mencegah


"Kalau kata Ibu sih juga tidak perlu Ka.. tidak banyak kerjaan juga kok dirumah ini" ucap Nisa mendukung Zahra


"Kompak banget sih kalian.." ucap Arka dengan tawa menggodanya


"Ya sudah kalau begitu.. Tapi ingat yaa kalian berdua harus banyak istirahat pokoknya" lanjut ucap Arka mengingatkan lagi

__ADS_1


"Siap Bos.." jawab Zahra membuat semua jadi tertawa


__ADS_2