Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps.83


__ADS_3

Akhirnya acara resepsi pernikahan Zahra dan Arka yang sudah di tunggu-tunggu kini tiba waktunya. Arka sudah bersiap untuk mengajak Zahra dan Nisa berangkat lebih dulu ke hotel bintang 5 itu.


Acaranya akan berlangsung setelah sholat magrib. Seusai sarapan, dan bersiap Arka, Zahra dan Nisa berangkat menuju hotel.


Sesampainya di hotel sudah ada beberapa keluarga jauh yang sengaja Arka berikan tempat disana, sekalian untuk beristirahat.


Ada keluarga dari ponpes yaitu Kakak-kakak dari Nisa beserta anaknya, juga ada keluarga dari Malaysia dan Inggris tentunya.


Setelah beberapa saat berbincang-bincang dengan sanak saudara, Arka dan Zahra melihat dekor, dan persiapan ruangan untuk acara nanti malam.


"Masya Allah bagus banget yaaa.." ucap Zahra dengan sangat kagum saat melihat ruangan aula yang sudah di dekor.


"Iya Sayang.. Alhamdulillah yaaa.. Aku ingin suasana romantis" ucap Arka sembari melihat kesemua sisinya


Zahra mengangguk mengiyakan. Suasana resepsi yang bertemakan romantis dan tenang itu berdekor berwarna putih dan gold, lampu ruangan yang redup semakin membuat suasana kehangatan dan keromantisan. Acaranya hanya akan makan malam bersama dengan alunan musik yang membuat tenang.


Arka dengan sengaja tidak dulu mengajak Zahra ke kamar untuk berdua karena akan menjadi kejutan, kini Arka mengajak Zahra ke ruang ganti pakaian saja dimana sudah disiapkan gaun pengantin yang Zahra pilih.


"Kita gak istirahat dulu di kamar kita Mas?" tanya Zahra yang merasa aneh


"Kita disini dulu saja ya sayang, kamarnya mungkin lagi di dekor" jawab Arka dengan senyum menggoda


"Iya deh" jawab Zahra singkat


Zahra sebenarnya ingin istirahat dulu karena memang untuk mempersiapkan tenaga untuk nanti malam.


"Aku ingin istirahat Mas.." ucap Zahra dengan merengek


"Kita ke kamar Ibu saja yuuu" ucap Arka hendak mengajak Zahra ke kamar Ibunya


"Aku mau ke kamar Mama saja ya Mas.. Aku ingin bertemu Mama juga" ucap Zahra menolak


Arka lalu mengikuti mau istrinya itu, mengantarkan ke kamar kedua orangtuanya dan adiknya itu.


Siang berganti malam, setelah sholat magrib Arka dan Zahra cepat bersiap dan berganti pakaian. Zahra yang memang tidak menggunakan banyak riasan membuatnya sangat simple untuk bersiap, karena dirinya memakai cadar membuatnya tak banyak yang digunakan saat di rias.


Para tamu undangan udah hadir dan memenuhi gedung acara. Para tamu sibuk dengan percakapan mereka dengan teman dan sahabat yang baru saja bertemu di acara resepsi pernikahan Arka dan Zahra itu.


Suasana romantis sudah mulai terasa saat masuk kedalam ruangan. Cahaya lampu redup, dekor yang mendukung semuanya semakin jelas terasa.


Tiba-tiba semua mata tertuju pada pintu yang terbuka, Arka yang berjalan bergandengan dengan Zahra, memasuki ruangan dengan perlahan.

__ADS_1


Zahra terlihat cantik dengan riasan di matanya, juga ukiran hena di tangannya yang sangat cantik, dan tubuh yang terbalut gaun elegan. Begitu juga dengan Arka, yang sangat tampan dengan stelan jas berwana coklat muda dan celana bahan dengan warna yang sama, rambut yang tertata rapi sungguh semakin mirip Almarhum Alfath, sang Ayah ketika menikahi Ibunya dulu.


Nisa melihat putra dan menantunya itu dengan sangat kagum, air matanya tak dapat ia bendung lagi, menetes tanpa bisa ditahan.


"Ya Allah Mas.. Arka semakin mirip dengan mu" ucap Nisa dalam batinnya, matanya berbinar melihat wajah putranya itu


Acara berlangsung dengan sangat tenang. Semua para tamu undangan datang dan menyalami Arka juga Zahra memberikan selamat dan doa-doa. Tak sedikit orang-orang yang membicarakan kemiripan Arka dengan Almarhum Alfath, ayahnya.


"Kamu pasti melihat kebahagiaan ini kan, Mas.." ucap Nisa dalam hatinya, dengan senyum yang tersungging diwajahnya yang tertutup cadar itu


Tanpa di sangka-sangka, Aira datang bersama putrinya Dira, dan Asisten pribadi Tuan Rivans. Aira dan Dira memberikan selamat pada Arka dan Zahra.


"Selamat ya Arka, semoga pernikahan kalian langgeng selamanya.." ucap Aira dengan senyum tegarnya


"Oh iya Tuan Rivans hanya menitipkan salam untuk kalian, maaf beliau tidak bisa hadir karena kesehatannya sedikit menurun" lanjut ucap Aira


"Terimakasih banyak ya, ternyata kalian datang" ucap Arka dengan senyum bahagianya


"Halo putri cantik, aku sangat merindukan mu" ucap Arka menyapa Dira yang kini semakin besar


Dira hanya membalas dengan senyum manisnya, ia terlihat sangat malu-malu.


"Selamat yaaa Zahra, semoga selalu bahagia" ucap Aira pada Zahra dan menyalaminya


Zahra lalu mencubit gemas pipi Dira dengan lembut.


Aira dan Dira berlalu meninggalkan Arka dan Zahra. Kini Aira terlihat sangat tegar, karena hatinya yang sedikit demi sedikit sudah ikhlas, dan berusaha move on.


Acara resepsi pernikahan itu berakhir dengan sangat bahagia. Waktu sudah sangat larut malam, semua tamu sudah kembali pulang dan semua sudah terlihat sepi. Semua keluargapun sudah pulang dan kembali ke kamarnya.


Arka mengajak Zahra ke kamar pengantin yang sudah Arka dekor dengan sangat romantis itu. Lagi-lagi Zahra dibuat terkagum dengan semuanya.


"Masya Allah.. dan lagiiii?" ucap Zahra sangat kagum, dan bertanya karena pasti tahu ini akan menjadi malam yang panjang


Arka tidak menjawab, ia hanya melemparkan senyum manisnya, dan mengangkat alisnya.


Zahra lalu memeluk erat suaminya itu.


"Makasih suamiku.. Suami terbaik" ucap Zahra sembari mendongakan sedikit kepalanya menatap wajah suaminya itu


"Sama-sama istri sholeha kuuu" jawab Arka lalu mencium kening Zahra

__ADS_1


Arka lalu menarik dengan lembut tubuh istrinya itu keatas kasur, lalu meluncurkan sentuhan-sentuhan lembutnya, dan membuat malam yang sangat panjang.


-------


Hari telah berganti, malam berganti pagi. Matahari sudah memperlihatkan cahayanya, dengan tinggi. Waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi, Nisa sudah kembali kerumahnya, begitu juga dengan keluarga Zahra.


Arka dan Zahra langsung berangkat ke Bandung, menuju daerah Lembang.


Arka sudah menyiapkan destinasi liburan untuk mereka berdua selama di Bandung.


Setelah sampai di Bandung, Arka dan Zahra langsung menuju hotel. Arka mencari taxi untuk menuju hotel, tapi Zahra terlihat sangat pucat sedari masih dalam pesawat.


"Mas.. Aku mau ke toilet" ucap Zahra sembari menahan mualnya, dan dengan cepat berlari menuju toilet sebelum sempat Arka menjawabnya


Arka lalu dengan cepat mengikuti langkah istrinya yang berlari itu, dan menunggu di depan toilet.


"Uuuueeekkk Uuueeekkk" suara Zahra yang muntah


Arka sangat cemas mendengar istrinya yang muntah-muntah seperti itu, tapi ia tak bisa masuk kedalam karena toilet itu khusus untuk wanita.


Tak lama Zahra keluar dari toilet, setelah mengeluarkan isi perutnya itu.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Arka langsung ketika melihat istrinya keluar dari dalam toilet, dengan sangat khawatir


"Sepertinya aku mabuk perjalanan deh Mas.. Aku pusing dan mual sekali" jawab Zahra meyakinkan suaminya itu


"Kita istirahat dulu disini ya sayang.." ucap Arka lalu mengajak Zahra untuk duduk di kursi dekat coffee shop.


Zahra menuruti perintah suaminya, tubuhnya yang sudah sangat lemas itu juga sudah ingin beristirahat rasanya. Zahra mendudukan tubuhnya di kursi yang tersedia itu, sementara Arka memesan kopi dan susu jahe untuk istrinya.


"Sayang coba minum dulu.." ucap Arka sembari menyodorkan segelas susu jahe pada istrinya itu


"Makasih ya Mas.." jawab Zahra lalu menerima gelas itu, dan menyeruputnya perlahan


"Kita ke dokter dulu ya sayang.." ucap Arka karena masih merasa khawatir


"Tidak apa-apa Mas, Aku sudah baikan kok.." jawab Zahra menolak


"Lagiankan kita kesini buat liburan Mas.. Aku sudah tak sabar ingin segera ke tempat-tempat wisata disini" lanjut ucap Zahra dengan memasang semangatnya


Arka hanya balik melemparkan senyum manisnya.

__ADS_1


Setelah beberapa lama menikmati kopi dan susu jahe, Arka dan Zahra langsung menaiki mobil taxi online yang sudah Arka pesan untuk menuju hotel.


"Hari ini cukup dulu ya, kita istirahat ke hotel.. Besok baru kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Arka memberi pengertian pada Zahra istrinya


__ADS_2