Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 90


__ADS_3

Arka, Alif dan Rio masih menunggu di depan ruang IGD, kini Arka sudah semakin tenang.


Tak lama dokter dan suster keluar dari ruang IGD. Alif yang lebih dulu menyadari dengan dokter yang berjalan keluar dari ruang IGD itu langsung menghampiri dokter dan suster.


"Dokter bagaimana keadaan Kakak saya?" tanya Alif dengan cemasnya


"Alhamdulillah pasien menunjukan respon yang positif. 2 jam lagi akan di lakukan CT Scan, mudah-mudahan hasilnya jauh lebih baik ya Pak.." jawab Dokter dengan berita bahagia


Arka dan Alif berucap syukur, saling mengusap dada.


"Alhamdulillah" ucap Arka dan Alif bersamaan


"Apa boleh saya menemui Kakak saya?" lanjut tanya Alif yang ingin menjenguk Nisa


"Boleh Pak silahkan, satu persatu ya masuknya bergantian.." jawab Dokter mempersilahkan


Alif masuk lebih dulu, karena Arka sudah menemui Ibunya tadi. Alif masuk lalu berganti pakaian dengan baju khusus ruang IGD.


"Assalamu'alaikum Kak.." ucap Alif dengan suara lembut dan sopan


"Walaikumsalam.." jawab Nisa dengan suara yang masih terdengar lemah itu


"Ini Alif, Kak.." ucap Alif takut Nisa tidak mengenali dirinya yang menggunakan baju hijau IGD dan masker itu


"Alif.." sapa Nisa sembari menoleh kearah wajah Alif


"Kak Nisa, bagaimana keadaan Kakak sekarang?" tanya Alif yang juga mengkhawatirkan


"Alhamdulillah, sudah sedikit lebih baik" jawab Nisa dengan memaksakan senyumnya


Alif dan Nisa berbincang-bincang mengenai kejadian yang di alami oleh Nisa tadi pagi.


--------


Zahra dirumah merasa sangat gelisah, ia jadi tak enak makan, pikirannya kemana-mana karena memikirkan suaminya yang sedang sedih itu.


Zahra terlihat melamun, tatapannya kosong kesembarang arah.


"Ra.." panggil Tiara membuyarkan lamunan Zahra


"Iya Maaa.." jawab Zahra masih belum menoleh kearah Ibunya itu


"Jangan melamun terus dong.. Kamu istirahat yaaa, tidur dulu" ucap Tiara mengingatkan


"Aku kepikiran terus Mas Arka Ma, dia pasti sangat sedih" ucap Zahra yang masih dengan tatapan kosongnya


"Keadaan Ibu gimana ya sekarang.." lanjut ucap Zahra, pikirannya semraut banyak sekali yang ia pikirkan


Tiara menyunggingkan senyum manisnya, mencoba menenangkan anaknya yang sedang gelisah itu, lalu memeluk eratnya tubuh putrinya itu.


"Ibu dan Arka pasti sama-sama kuat, Nak.. Percayalah.." ucap Tiara berbisik lembut dikuping putrinya, menenangkan


"Kamu juga harus kuat, kamu harus memikirkan kesehatan mu juga calon anak mu, karena itu semua juga kekuatan untuk Arka juga Ibu mertua mu.." lanjut ucap Tiara menasihati


Zahra mendengar ucapan Mamanya dan mencernanya baik-baik. Membuatnya kembali bersemangat, Zahra mau menghabiskan makanannya, dan menenangkan pikirannya.


Setelah selesai makan, Zahra lalu menghubungi suaminya itu.


"Assalamu'alaikum Mas.." ucap Zahra menyapa lebih dulu saat sambungan teleponnya itu diterima oleh suaminya


"Walaikumsalam Sayang.. Kamu sudah makan? Minum susu dan vitaminnya jangan lupa yaaa" ucap Arka dengan langsung memberikan perhatiannya untuk sang istri

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah Mas, bagaimana keadaan Ibu Mas sekarang?" tanya Zahra karena sedari tadi ia sangat mengkhawatirkan Ibu mertuanya itu


"Alhamdulillah Ibu sudah semakin membaik, nanti setelah magrib akan dilakukan CT Scan, mudah-mudahan lebih baik lagi.. Sekarang Om Alif sedang didalam menemui Ibu" ucap Arka memberitahu


Zahra bisa bernafas lega setelah mendengae perkataan suaminya. Hari yang sudah semakin sore, Tiara masih juga berada dirumah Zahra menemani, membuat Azam jadi datang kerumah Zahra untuk melihat keadaan Zahra sekaligus menanyakan kabar besannya itu.


Sesampainya dirumah Zahra, Azam langsung masuk kedalam dan menemui Zahra dan Tiara yang sedang berada di ruang keluarga itu.


"Assalamu'alaikum.. Bagaimana keadaan mu nak?" tanya Azam mengkhawatirkan putrinya itu


"walaikumsalam" jawab Zahra dan Tiara bersamaan sembari menoleh kearah sumber suara yang ada dibelakangnya itu


"Zahra tidak apa-apa Abi.." jawab Zahra denga cepat


"Alhamdulillah, bagaimana dengan Ibu mertua mu?" tanya Azam setelah duduk di sofa samping istrinya itu


"Alhamdulillah Ibu sudah semakin membaik kok, Bi.." jawab Zahra langsung


"Alhamdulillah.. Apa sebaiknya Abi menjenguk juga?" tanya Azam yang juga merasa khawatir


Mata Zahra langsung menatap dalam kearah Abinya itu. Ia tahu kalau Abinya pasti sangat mengkhawatirkan Ibu mertuanya itu, Zahra malah lebih mengkhawatirkan perasaan Ayahnya yang masih ada itu.


"Abi jenguk kesana harus bersama Mama.." ucap Zahra setelah menimbang-nimbang


"Mama kan harus menjaga mu, nak.." ucap Tiara


"Iya betul itu.." ucap Azam mengiyakan


Zahra langsung menatap tajam kearah Abinya itu, ia tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan lagi, dan pasti Ibu mertuanya merasa tidak nyaman nantinya, apa lagi sedang sakit seperti ini. Zahra kesal sekali pada Abinya, entah kenapa dirinya masih saja ketakutan dengan semuanya itu.


Semua kejadian itu belum hilang dari ingatannya, masih jelas terbayang bagi Zahra.


"Zahra pasti masih tak percaya pada ku.." ucap Azam dalam batinnya sembari balik menatap putrinya itu


"Kamu kalau ditinggal Mama dulu sebentar gak apa-apa nak?" tanya Azam untuk meminta izin pada Zahra untuk pergi menjenguk besannya itu bersama dengan istrinya.


"Gak apa-apa kok Bi, Zahra juga kan ada Bi Rani sama Bi Ijah" jawab Zahra kembali menyunggingkan senyum manis diwajahnya


"Bener Nak gak apa-apa?" tanya Tiara meyakinkan karena merasa tidak enak harus meninggalkan putrinya itu


"Bener Ma, gak apa-apa kok.. Mama temani saja Abi menjenguk Ibu, takutnya Ibu merasa canggung juga kalau Abi kesana cuma sendirian" ucap Zahra lalu memberitahukan ke khawatirannya


Azam langsung menundukan pandangannya seolah ia benar-benar merasa ketakutan.


"Benar saja dugaan ku.." ucap Azam dalam batinnya


"Ya sudah kalau begitu" jawab Tiara dengan cepat menyetujui ucapan putrinya itu


"Mama tinggal dulu ya, kamu baik-baik ya sayang.." lanjut ucap Tiara berpamitan pada Zahra


----------


Hari berganti pagi, Arka masih setia menemani Ibunya di rumah sakit, bersama dengan Alif. Waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi, Nisa yang telah dipindahkan dari IGD ke ruang rawat setelah menjalani CT Scan dan hasilnya bagus.


Setelah membersihkan diri dari toilet Arka sedang merapikan bajunya, ia tak beganti pakaian karena memang tak membawa baju ganti, begitu juga dengan Alif.


Tiba-tiba dokter dan suster datang menghampiri, dan masuk kedalam ruangan Nisa untuk kembali memeriksa kondisi Nisa.


"Permisi Pak.. Kami akan memeriksa pasien terlebih dulu" ucap Dokter dengan ramah pada Arka dan Alif


"Silahkan dok.." jawab Alif dan Arka bersamaan

__ADS_1


Dokter langsung memeriksa kondisi Nisa, ia menempelkan stetoskopnya ke dada Nisa, lalu cek tensi darah.


"Alhamdulillah kondisinya semakin membaik, hari ini Bu Annisa diperbolehkan untuk pulang" ucap Dokter memberikan kabar baik pada Arka juga Alif


"Alhamdulillah.." ucap Nisa bersyukur


Begitu juga dengan Alif dan Arka yang sangat bersyukur mendengar semuanya.


"Silahkan mengurus administrasinya lalu mengambil obat sebelum pulang" ucap Dokter memberitahukan


"Baik dok.. Terimakasih banyak yaaa" ucap Arka berseri-seri walau wajahnya sebenarnya lelah karena tak tidur semalaman


Dokter dan Suster lalu pergi meninggalkan ruangan Nisa itu. Alif memutuskan dirinya yang akan mengurus administrasinya dan mengambil obat, ia membiarkan Arka yang mengurus Nisa untuk bersiap pulang.


"Bu, sarapannya habiskan dulu yaaa baru kita pulang" ucap Arka dengan lembut pada Ibunya itu


"Iya sayang.. Makasih yaaa kamu sudah mau bersusah payah menemani Ibu dirumah sakit" ucap Nisa matanya berkaca-kaca


"Arka sayang sekali pada Ibu.. cuma Arka yang Ibu miliki.." ucap Arka lalu memeluk erat tubuh Ibunya yang terduduk bersandar di atas bednya itu


Nisa begitu terharu mendengar ucapan anaknya itu, sungguh benar yang di ucapkan oleh Arka, tak ada lagi yang ia miliki selain Arka.


Setelah semua selesai, Arka dan Alif lalu membawa Nisa untuk pulang ke rumah. Alif yang menyetirkan untuk Arka dan Nisa, karena kebetulan dirinya juga tidak dijemput oleh fasilitas mobil yang ia siapkan untuk bekerja di Negara lain.


Sesampainya dirumah, Zahra sudah ditemani oleh Tiara dan menyiapkan makanan untuk kepulangan Nisa dan Arka. Setelah sampai, Nisa lalu diantar ke kamar untuk kembali beristirahat oleh Arka juga Alif.


"Kak.. Semoga lekas sembuh, jauh dari sekarang yaaa.." ucap Alif dengan lembutnya pada Nisa yang mulai duduk di kasurnya itu


"Hati-hati ya Kak jaga diri.." lanjut ucap Alif sembari menatap Kakak Iparnya itu


"Aamiin.." jawab Nisa dengan cepat


"Terimakasih yaaa Lif, insya allah kedapannya Kakak akan lebih berhati-hati.. Sekali lagi terimakasih banyak, kamu dan Shaina masih menganggap aku ini Kakak Ipar kalian" ucap Nisa dengan air mata yang mulai menetes


"Kami sayang sekali pada Kak Nisa juga Arka.. Insya Allah kita akan terus seperti ini ya saling memperhatikan" jawab Alif dengan cepat


"Iya terimakasih banyak.." ucap Nisa lagi-lagi


Setelah sarapan, di jamu makanan oleh Zahra, Alif kembali ia harus menyelesaikan pekerjaannya di Yogyakarta yang sempat terbengkalai.


Sementara Arka memilih untuk beristirahat di kamarnya.


"Kamu temani dulu suami mu.. Mama mau menemani Bu Annisa dulu" ucap Tiara sedikir berbisik pada Zahra


Zahra lalu menghampiri Arka ke kamar, lalu melihat Arka yang sedang terbaring di atas kasur.


"Mas.." ucap Zahra dengan lembut


"Aku sangat merasa lelah, gak enak badan juga ini rasanya" ucap Arka dengan suara yang mulai serak


Zahra langsung panik dan memegang kening Arka.


******


Apakah Arka akan sakit? Tunggu kelanjutannya yaaa..


Terimakasih untuk Kakak-Kakak readers yang masih setia membaca cerita Bunga Dari Surga II ini. Jangan lupa Vote, like yaaa biar semakin semangat untuk Authornya.


Terimakasih banyak untuk yang sudah vote.


Diakhir cerita novel ini akan ada hadiah untuk readers yang vote dan like terbanyak yaaa.. 😘

__ADS_1


__ADS_2