Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 52


__ADS_3

Arka dan Zahra larut dalam kemesraan, hingga membuat keduanya tertidur di siang hari. Arka terbangun lebih dulu, ia menyadari istrinya pasti kelelahan. Arka langsung mandi membersihkan dirinya, lalu mengenakan pakaiannya, ia tidur tanpa busana begitu juga istrinya, mereka hanya terbalut dalam satu selimut.


Arka langsung keluar dari kamar, ia melihat meja makan yang juga sudah di tata rapi, hanya saja makanan yang belum datang. Arka langsung menghubungi resto yang sudah ia pesan makanannya untuk segera mengirimkan makanan sebelum Zahra terbangun.


Arka menunggunya diruang depan, sembari membuka laptopnya untuk mengirimkan revisi skripsinya melalui email. Kali ini Arka lebih pasrah dengan hasilnya, hatinya mulai tidak terlalu berambisi.


Sementara di kamar, Zahra baru saja bangun, ia kaget melihat tubuhnya tanpa busana. Ia juga langsung mencari suaminya, yang sudah tak ada di sampingnya. Zahra melihat jam di dinding, ia menyadari perutnya mulai lapar, pasti suaminya juga merasa lapar. Dengan cepat Zahra membungkus badannya dengan selimut, lalu berlari ke dalam toilet untuk mandi membersihkan diri. Zahra terburu-buru karen ia ingat dengan kewajibannya harus memasak.


Arka sudah mendapatkan makanannya, ia langsung menatanya di meja makan, sebelum Zahra selesai mandi. Dengan cepat semua itu tertata bak di Restoran.


Arka berniat untuk membangunkan istrinya, sewaktu masuk kedalam kamar, melihat kasur sudah tidak ada istrinya disana, Arka mendengar suara air, ia menebak istrinya sedang mandi.


Arka menunggunya di kasur sembari memainkan ponselnya. Saat Zahra selesai dari toilet, ia kaget suaminya sudah terduduk lagi diatas kasur.


"Mas, dari mana?" tanya Zahra penasaran


"Ada deh.." jawab Arka dengan menggoda


"Ayo kita makan, aku sudah lapar" lanjut ucap Arka pada Zahra


"Iya Mas, sebentar ya.." jawab Zahra dengan cepat


Zahra langsung menggunakan pakaiannya, menyisir rambut panjangnya, lalu mengenakan jilbab instantnya, karena merasa buru-buru. Setelah dirasa selesai, Arka menggandeng istrinya dengan mesra, berjalan perlahan keluar dari kamar menuju ruang makan. Ketika melihat meja makan yang sudah rapi, dengan makanan yang tertata, Zahra begitu terkesan dan merasa kaget.


"Masya Allah.. Subhannallah.. Ini semua kamu yang siapin Mas?" ucap Zahra sembari duduk di kursi yang telah Arka siapkan


"Iya sayang, tadi aku bangun duluan lalu menyiapkan ini semua" jawab Arka sembari tersenyum manis


"Masya Allah, makasih ya Mas.." ucap Zahra lalu memeluk suaminya yang duduk bersebelahan itu


"Sama-sama sayang" jawab Arka dengan cepat lalu mencium kening istrinya


Arka dan Zahra makan dengan sangat lahapnya, karena memang sama-sama merasa sudah sangat lapar.


Waktu sudah memasuki Ashar, setelah makan Arka mengajak Zahra untuk sholat berjama'ah. Hendak masuk kedalam, tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi. Arka dan Zahra menghentikan langkahnya.


"Siapa ya yang bertamu?" tanya Arka


"Gak tau Mas.." jawab Zahra dengan polosnya


"Ya sudah, biar Mas buka pintu dulu.." ucap Arka pada Zahra

__ADS_1


Zahra dengan cepat memasang cadar yang selalu tersimpan didalam sakunya.


Saat pintu terbuka, Arka begitu kaget dengan kehadiran Aziz dibalik pintu.


"Hallo permisi.. Saya ingin menjenguk Zahra.. Bukankah kemarin dia di rawat di rumah sakit?" ucapnya dengan langsung ketika melihat Arka yang membukakan pintu


"Oh silahkan.." jawab Arka dengan wajah tak suka


Aziz masuk lalu duduk di sofa, ia melihat Zahra yang berdiri mematung.


"Hallo Zahra, kau sudah membaik? Syukurlah.. Ini ada buah untuk mu, semoga selalu sehat" ucap Aziz sembari memberikan parcel buah pada Zahra


"Oh terimakasih, aamiin.." jawab Zahra dengan cepat


"Kenalkan nama ku Aziz, aku tetangga sebelah mu.. Aku jarang sekali melihat mu.. Kamu selalu meninggalkan Zahra sendiri dirumah bukan?" ucap Aziz pada Arka yang kini sedang menemaninya duduk


Zahra merasa dagdigdug, sembari membuatkan minuman untuk tamunya itu. Ia takut jadi salah paham dengan suaminya


"Iya aku sedang sibuk akhir-akhir ini, aku bekerja juga sedang menyelesaikan skripsi ku.." ucap Arka dengan wajah datarnya, dan senyum dipaksakan


"Oh begitu, pantas saja kau jadi tidak punya banyak waktu untuk Zahra bukan?" ucap Aziz lagi-lagi membuat Arka semakin tak suka


Zahra yang sedang menyajikan minuman di hadapan tamunya itu, tahu ketika melihat ekspresi suaminya yang tak suka itu.


"Oh tidak-tidak.. Tenang saja, Zahra adalah wanita baik, dia menjaga kehormatannya selama tak ada kau dirumah. Zahra tak ingin berbicara banyak pada ku, hanya saja saya yang menerka-nerka, karena Zahra sering terlihat melamun di balkon kamar, tanpa kegiatan juga" ucapnya panjang lebar menjelaskan semuanya pada Zahra


"Saat ku tahu kau ada dirumah, makanya ku beranikan diri untuk datang kemari dan lebih mengenal kalian" lanjut ucap Aziz ketika ucapannya belum di respon sedikitpun oleh Arka


Zahra sangat bernafas lega, ia tak percaya pria ini akan berbicara seperti itu, Zahra sudah khawatir takut ucapan pria itu menjadikan percikan keributan dihubungannya dengan suaminya itu.


"Oh begitu.." jawab Arka dengan lega lalu mulai tersenyum lebar


"Alhamdulillah, istriku bisa menjaga aib suaminya" ucap Arka dalam hati sembari memandangi istrinya dengan senyuman


"Kalau kalian baik-baik saja, saya permisi dulu.. Salam kenal ya" ucap Aziz sembari menyalami Arka


"Iya iyaaa.. terimakasih banyak ya, saya Arka.. Salam kenal yaaa" jawab Arka dengan menyalami balik Aziz dan mulai meyambutnya dengan hangat


Aziz berlalu meninggalkan apartement Zahra dan Arka itu. Arka dan Zahra hanya adu pandang, Arka melemparkan senyum manisnya pada Zahra.


"Sayang makasih ya.." ucap Arka sembari merangkul Zahra, lalu mencium kening istrinya itu

__ADS_1


"Makasih untuk apa?" tanya Zahra sebenarnya bingung


"Terimakasih karena tidak menceritakan pada siapapun tentang aib rumah tangga kita, maafkan aku, maafkan semua kesalahanku.. Kini aku tambah mencintai mu" ucap Arka sembari memegang kedua tangan Zahra dengan menatap bola mata indah itu


Zahra lalu melepaskan genggaman suaminya itu, lalu memeluk erat tubuh suaminya.


"Kita sama-sama berusaha lebih baik lagi ya Mas.." ucap Zahra sembari tenggelam dalam dada Arka


"Iya sayang.." jawab Arka sembari mencium puncak kepala Zahra.


Arka dan Zahra melaksanakan sholat Ashar berjama'ah, setelah sholat keduanya sama-sama berdzikir dan berdoa tanpa suara.


"Ya Allah ampuni dosa ku yang telah menelantarkan istriku, terimalah taubat ku Ya Allah.." ucap Arka dalam hatinya dengan air mata yang mulai menetes


"Ya Allah terimakasih atas semua jawaban doa-doa ku selama ini. Ridhoi selalu rumah tangga kami Ya Allah.." ucap Zahra dalam hatinya dengan air mata bahagianya


Setelah sholat, Arka kembali membuka laptopnya didalam kamar, kali ini ia mengajaj Zahra agar tak merasa di abaikan.


"Sayang sini" ucap Arka sembari mengajak Zahra duduk di sofa kamar


Zahra menuruti kemauan suaminya itu. Arka menyalakan laptopnya, lalu membuka emailnya dan ternyata itu adalah kabar gembira.


"Selamat Tuan Arka, Anda lulus dan mendapat gelar S2 mu.." tulis pesan dalam email dari sang dosen


Arka langsung mengucap syukur dan sangat gembira.


"Alhamdulillah sayang.. Akhirnya aku lulus, kita bisa segera tinggal di Indonesia lagi" ucap Arka begitu bahagia, lalu memeluk tubuh Zahra dengan sangat erat


"Alhamdulillah..' ucap Zahra ikut senang


"Sekarang tinggal menunggu wisudanya, kita undang keluarga dari Indonesia untuk datang kemari, bagaimana?" ucap Arka masih dengan ekspresi gembiranya


"Undang Abi dan Mama untuk datang kemari Mas?" tanya Zahra masih tak percaya


"Iya sayang.." jawab Arka dengan cepat


"Ta-tapi Mas.." ucap Zahra dengan terbata-bata


"Tapi kenapa sayang? Jangan khawatir, biar Pak Rio dan Yusuf yang mengurus segalanya" jawab Arka lalu kembali memeluk tubuh istrinya dengan erat


Zahra hanya tersenyum manis, dan mengiyakan apa yang jadi kemauan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2