Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 39


__ADS_3

Arka sudah menceritakan semuanya pada Nisa dan keluarganya di Inggris. Termasuk Umi, Omanya Arkana.


Semua sudah setuju dengan maksud baik Arkana. Kini hati Arka yang mulai terbuka untuk Zahra, untuk saling mengenal itu sudah mulai merasa takut untuk kehilangan kesempatan menikah dengan Zahra.


Semenjak hari itu, terakhir Arka mengantarkan Zahra pulang ia belum pernah lagi bertemu dengan Zahra, sekalipun tidak sengaja itu. Komunikasipun sangat sulit, karena Arka yang merasa begitu malu, begitupun dengan Zahra. Arka dan Nisa masih menunggu untuk undangan pertemuan keluarga itu.


Arka menjalani hari-harinya seperti biasa, ia sibuk bekerja, urusan kantor dan urusan-urusan yayasan. Hari ini kebetulan pekerjaan sudah selesai, Arka hanya berdiam diri dikantor saja, sementara Nisa dirumah.


Tiba-tiba ponsel Arka berbunyi, menandakan ada pesan masuk.


"Assalamu'alaikum.. Kak Arka, ini Zahra. Abi dan Mama mengundang Kak Arka dan Bu Annisa kerumah sore ini untuk bersilaturahmi" pesan singkat WA yang dikirim oleh Zahra pada Arka


Arka sudah tahu itu nomor Zahra karena memang pernah bertukar nomor ponsel sewaktu itu.


"Walaikumsalam.. Insya Allah kami datang" balas Arka di pesan singkat itu


Arka terlihat begitu senang dengan kabar gembira itu. Tanpa pikir panjang, Arka langsung bersiap untuk pulang dan mampir disebuah supermarket untuk membeli parcel buah, beberapa kue, dan makanan lainnya untuk ia bawa kerumah Zahra nanti sore.


Sesampainya dirumah, Arka melihat Nisa sedang bersantai di teras rumah.


"Assalamu'alaikum Bu.." ucap Arka sembari mencium punggung tangan Ibunya itu


"Walaikumsalam nak.. Kamu sudah pulang tumben.." ucap Nisa pada Arka sembari memperhatikan putranya yang sumbringah itu


"Iya Bu, Zahra tadi mengirim pesan WA pada Arka, mengundang kita untuk kerumahnya sore ini.." jawab Arka memberitahukan pada Ibunya


"Alhamdulillah.. Pantas saja kamu sangat senang begitu. Ya sudah kalau begitu antar Ibu untuk berbelanja buah tangan untuk keluarga Zahra.." ucap Nisa sembari berdiri dari duduknya hendak masuk kedalam rumah


"Bu.. Bu.." ucap Arka mencegah Nisa masuk kedalam

__ADS_1


"Arka sudah mempersiapkan semuanya.." lanjut ucap Arka memberitahu, sembari menunjuk ke dalam mobil dimana semua belanjaan Arka berada


Nisa hanya tersenyum lebar ketika melihat usaha putranya yang benar-benar berusaha, walau sebenarnya ia akan menikah demi sang Ibu.


Nisa dan Arka bersiap, setelah sholat Ashar Nisa dan Arka siap untuk berangkat ke rumah Zahra. Nisa juga mengajak Rio, sahabat sekaligus asisten pribadi Almarhum ayahnya Arka, yang kini sudah seperti keluarga sendiri. Shaina dan Alif tidak bisa menghadiri karena mendadak, dan mereka sedang berada di Turki.


Sesampainya dirumah Zahra, Azam, Tiara dan Ahsan adik bungsu Zahra sudah menunggu di teras depan rumah. Rio yang mengemudi mobilnya sudah memparkirkan mobilnya, lalu Nisa dan Arka turun. Keluarga Zahra menyambut dengan begitu ramah.


"Assalamu'alaikum.." ucap Arka, Nisa dan Rio berbarengan


"Walaikumsalam.." jawab Azam dan Tiara bersamaan


"Mari Bu Annisa masuk.." ucap Tiara mempersilahkan masuk, setelah bersalaman dan saling berpelukan dengan Nisa


Tak lama Rio, Arka dan Nisa langsung masuk kedalam rumah yang sudah begitu rapi dari biasanya.


"Kenapa tidak mengajak keluarga yang lain?" tanya Azam basa-basi


"Iya Bu Annisa tidak apa-apa.. Mari silahkan diminum.." ucap Tiara yang menghidangkan minuman teh hangat ke hadapan Nisa, Rio juga Arka


Setelah berbasa-basi dengan obrolan-obrolan ringan, Rio membuka pembicaraan kearah yang lebih serius. Rio dipercaya untuk menjadi wali dari Arka.


"Bismillahirohmanirrohiim.. Saya datang kemari dengan maksud dan tujuan yang baik, ingin menyambung tali silaturahmi dengan keluarga Pak Azam, dan punya tujuan yang lebih yaitu ingin memperkenalkan keponakan, anak kami.. Arkana putra sahabat saya yang sudah saya anggap seperti anak sendiri, untuk berta'aruf dengan putri Pak Azam dan Bu Tiara.." ucap Rio dengan serius


"Alhamdulillah, kami sangat berterimakasih dengan niatan baik ini, tapi kami selaku wali, orangtua dari Azzahra, tidak bisa memutuskan untuk menerima apa tidak, kami akan percayakan semua keputusannya pada putri kami, Zahra.." jawab Azam menanggapi


Tiara langsung mengajak Zahra keluar dari kamarnya, untuk duduk bersama diruang tamu. Zahra begitu anggun dengan dress serba menutup berwarna merah muda, dengan cadar berwarna senada. Zahra duduk disamping Azam dan Tiara.


"Azzahra, putri ku.. Ada pria yang mengajak mu taaruf.. Dia adalah Arkana, putra dari teman Abi.. Yang insya Allah sudah jelas baik agamanya, dan keturunannya.." ucap Azam pada Zahra

__ADS_1


"Sekarang kami serahkan semua keputusan pada mu.. Bertaaruf berarti saling mengenal sesuai syariat Islam, dan untuk menuju kearah yang lebih baik Insya Allah, yaitu pernikahan. Bukan begitu Nak Arka?" ucap Azam pada Zahra dahulu, lalu kepada Arkana


"Iya Pak, Insya Allah.. Itu niat baik saya kedepannya.." jawab Arka pada Azam


"Bismillahirohmanirrohiim Zahra menerima untuk bertaaruf dengan Kak Arka.." ucap Zahra dengan lembutnya


Nisa, Rio, dan Arka semua bernafas lega ketika Zahra memberikan jawabannya.


"Eemmm begini, jika kami sama-sama merasa cocok setelah bertaaruf, saya akan mengkhitbah Zahra setelah selesai urusan saya di Inggris, hari minggu ini juga saya akan kembali ke Inggris dulu.. Apa tidak keberatan?" ucap Arka memberitahu pada semuanya


"Kalau Saya sih tidak jadi masalah, saya percaya sama kamu.." jawab Azam tanpa berpikir panjang


"Iya Kak, tidak apa-apa.." jawab Zahra setelah semua memandang kearahnya


"Tapi kalau dalam waktu yang tidak ditentukan, dan itu sangat lama, izinkan Zahra menerima khitbah siapapun, karena wanita tidak bisa menunggu lama" lanjut ucap Zahra pada Arka


Semua mata memandang begitu dalam menatap Zahra, begitu terkaget medengar ucapan Zahra.


"Iya Zahra, tidak apa-apa.. Kamu berhak memilih" jawab Arka dengan senyuman


Arka juga belum bisa menentukan berapa lama waktu yang ia akan habiskan untuk menyelesaikan kuliah S2 nya, juga urusan-urusan lain. Belum lagi hati Arka yang sebenarnya belum sepenuhnya berperasaan pada Zahra.


"Bagaimana kalau setelah kamu kembali ke Inggris, sembari taaruf selama 1 bulan, jika merasa cocok kamu kembali dulu pulang kesini lalu menikah, setelah itu kembali lagi ke Inggris.. Ibu takut lama" ucap Nisa membicarakan ke khawatirannya


"Insya Allah yaaa.." jawab Arka belum bisa memberi kepastian


"Jadi kalau sudah menikah, Zahra juga bisa ikut dengan mu tinggal disana.." ucap Nisa lagi


"Iya Bu.." jawab Arka singkat

__ADS_1


Semua hanya mendengarkan, tak bisa memberi masukan apapun karena takut salah.


__ADS_2