Bunga Dari Surga II

Bunga Dari Surga II
Eps. 12


__ADS_3

Arkana sudah tahu dengan semua apa yang menjadi milih Ayahnya di Surabaya, panti asuhan, panti jompo, yayasan anak yatim piatu yang sama seperti di ponpes, dan masjid-masjid yang dibangun dari bantuan sang ayah.


Arkana anak berumur 12 tahun begitu terkagum-kagum ketika mengetahui semuanya itu. Sama seperti pertama kali Nisa menikah dengan Alfath, ia baru mengetahui semuanya dan begitu kagum.


Arkanapun diajak Nisa untuk melihat ke kantor, perusahaan peninggalan sang Almarhum Ayahnya untuk nanti ia lanjutkan. Perusahaan dibidan proyek arsitek, furniture, dan pembangunan. Arkana sangat tertarik dengan semua itu, membuatnya langsung menjadikan Arsitek cita-citanya.


******


Malam ini adalah malam pertama Arkana dan Nisa tidur dirumah mereka itu. Nisa mengajak Arkana untuk tidur dikamarnya di lantai atas, kamar ia dan almarhum suaminya.


"Bu.. ini lemari Ibu dan Ayah ya? besar sekali.." tanya Arkana yang membantu Ibunya untuk memasukan pakaian kedalam lemari


"Iya Nak.. kan baju Ibu panjang-panjang jadi cukup untuk di gantung.." jawab Nisa dengan santainya


"Apa masih ada baju ayah yang tersisa?" tanya Arkana lagi-lagi


Nisa begitu kaget mendengar pertanyaan putranya itu, seketika Nisa menoleh kearah Arkana.


"Untuk apa sayang?" tanya Nisa dengan lembut


"Arka ingin mencium wangi tubuh ayah, bu.." jawabnya dengan polos


Nisa lalu melontarkan senyum manis pada Arkana, dengan terlihat jelas karena Nisa sedang tidak menggunakan jilbab dan cadarnya


"Akan ibu beri tahu minyak wangi kesukaan ayah, biar Arka tahu wangi ayah seperti apaaa.." jawab Nisa dengan senyum yang dipaksakan


"Sekarang Arka tidur yaa.. Ibu juga udah selesai kok ini membereskan bajunya.." lanjut ucap Nisa pada Arkana


Arkana tidur dan mengambil posisi tepat disebelah Nisa, dimana itu adalah tempat sang Almarhum ayahnya.


Nisa mengelus kepala putranya dengan lembut, sembari terus memperhatikannya dalam-dalam saat putranya itu sudah terpejam.


"Mas.. kali ini aku kembali kerumah kita, kini disamping ku bukan lagi kamu, tapi jagoan kita.." ucap Nisa dalam hatinya sembari terus menatap Arkana yang tertidur dalam elusan tangan lembut dirinya


Malam berganti pagi, Arkana yang sudah terbiasa bangun sebelum waktu subuh, mengikuti ibunya untuk mengambil air wudhu dan turun ke mushola kecil yang ada di dekat kolam renang.


Saat waktu subuh tiba, Arkana langsung Adzan. Nisa duduk dengan mukena putih membalut tubuhnya, mendengarkan lantunan Adzan dari suara merdu putranya itu.


Nisa dan Arkana melaksanakan sholat subuh berjama'ah. Arkana sudah bisa menjadi imam sholat untuk sang ibu, seperti apa yang diajarkan Almarhum Aba, kakeknya.

__ADS_1


Setelah sholat subuh, Arkana berkeliling disekitar kolam renang. Ia begitu senang tinggal dirumah yang sangat mewah itu dengan banyak fasilitas menyenangkan.


Sementara Nisa ke dapur untuk melihat apa yang bisa dibuat untuk sarapan.


Nisa menyusuri semua sudut dapur, membuka kulkas, lemari-lemari yang tergantung dan laci-laci yang ada.


Tak ada bahan makanan yang banyak, hanya ada mi instant, teh, gula, nugget ayam, sosis, beras, dan kopi kesukaan Almarhum suaminya.


Nisa mengambil 2 bungkus kopi, lalu memperhartikannya begitu dalam.


"Mas.. ini kesukaan kamu, dulu aku selalu membuatkannya untuk mu.." ucap Nisa dalam hatinya, lalu menempelkan kopinya di dada, sembari tersenyum


Nisa kemudian menanak nasi, lalu menyeduh 2 bungkus kopi itu menjadi 2 gelas, untuk dirinya dan juga anaknya.


Nisa kemudian kembali ke halaman belakang, dan duduk di meja yang ada didekat kolam renang itu, tempat dimana ia dan almarhum suaminya suka untuk bersantai dan menikmati kopi juga camilan.


"Eeemmm wangi banget.." ucap Arkana sembari mengendus-endus


"Wangi kopi.. tumben Ibu membuat kopi 2 begitu, Ibu mau minum kopi?" tanya Arkana yang tahu kalau Ibunya tidak terlalu suka kopi


"Iya, ini ibu buatkan kopi.. kopi kesukaan Ayah.." ucap Nisa dengan senyuman dalam sedihnya


Nisa dan Arkana akan pergi ke kantor hari ini, tinggal menunggu dijemput oleh Rio, karena Nisa masih baru disini dan takut lupa jalanan di Surabaya.


Setelah Arkana dan Nisa menghabiskan sarapannya, terdengar suara bel pintu berbunyi. Nisa dengan terburu-buru menutup cadarnya, Arkana langsung dengan cepat berlari hendak membukakan pintu, diikuti oleh Nisa.


"Assalamu'alaikum.." ucap Rio dengan ramah


"Walaikumsalam.." jawab Arkana dengan gembiranya


"Eh Om Rio.." ucap Arkana ketika melihat yang datang adalah Rio


"Halooo jagoan.. Udah siap?" sapa Rio dengan begitu ramahnya


"Udah kok.." jawab Arkana yang sudah tak sabar


Tiba-tiba Nisa muncul dibelakang Arkana.


"Eh Bu Annisa... Assalamu'alaikum Bu.." ucap Rio mengucap salam

__ADS_1


"Walaikumsalam Rio.." jawab Nisa dengan ramah


"Mau masuk dulu?" tanya Nisa basa-basi


"Oh tidak usah Bu, apa sudah siap?" jawab Rio menolak


"Sudah kok, ayo kalau begitu.. Arkana sudah tak sabar.." jawab Nisa lalu berbalik badan menghampiri meja diruang tamu untuk mengambil tas selempangnya


Nisa dan Arkana masuk kedalam mobil Rio, Arkana duduk didepan disamping kemudi Rio, semetara Nisa duduk dikursi penumpang belakang.


"Oh iya, kita mampir dulu sarapan yaaa.." ucap Rio tiba-tiba


"Kami sudah makan om.." jawab Arkana dengan cepat


"Iya kami sudah makan.. Apa kamu belum sarapan?" tanya Nisa pada Rio


"Oh sudah saya juga Bu.. Tadinya takut kalian belum sarapan, kan dirumah tidak ada bahan makanan.." ucap Rio tiba-tiba terhenti


"Sudah kok.. Tadi ada beras jadi saya masak, lauknya nugget" jawab Nisa sembari memperhatikan jalan terus ke depan


"Oh iya Bu.. Maaf jika persiapannya kurang lengkap, saya bingung harus menyiapkan sayuran apa aja hee.." ucap Rio sembari sedikit malu-malu


"Gak apa-apa.." jawab Nisa dengan tersenyum


"Oh iya kapan Ijah, dan yang lainnya bisa bekerja?" tanya Nisa penasaran


"Nanti sore sudah saya suruh untuk datang kerumah Ibu.." jawab Rio dengan cepat


Rio terus melajukan mobilnya, hingga sampai kekantor. Semua karyawan sudah tahu akan kedatangan Nisa dan putranya, semua sudah mempersiapkan kejutan untuk menyambut kedatangan Nisa dan Arkana di kantor.


Nisa dan Arkana langsung membuka pintu mobil dan turun. Semua karyawan sudah bersiap didalam kantor.


Nisa masuk kedalam sembari bergandengan tangan dengan Arkana. Nisa yang begitu anggun dengan dress serba menutup berwarna ungu muda, dan Arkana yang begitu rapi dengan jeans panjang, dan kemeja polos berwarna senada dengan sang Ibu.


"Selamat datang Bu Annisa..." ucap semua karyawan bersamaan saat Nisa dan Arkana membuka pintu masuk.


Nisa begitu kaget, sekaligus merasa senang. Semua karyawannya masih menganggap dirinya, dengan kejutan ruangan yang dihias oleh balon-balon, makanan-makanan khas Surabaya yang sudah tersedia diatas meja, dan beberapa minuman.


Nisa dan Arkana langsung disambut dengan hangat oleh semuanya, mereka larut dalam acara yang diberi nama temu kangen itu.

__ADS_1


__ADS_2