
Aira yang sudah tiba di kota saat hari menjelang sore, ia langsung menemui Shaina di Resto.
"Aira.." ucap Shaina yang kaget melihat Aira terburu-buru membuka pintu Resto
"Maaf Nyonya, maafkan saya.. Saya kesini ingjn berbicara pada Arka, apa boleh bertemu?" ucap Aira sembari ngos-ngosan karena berlari-lari sedari tadi
"Arka belum pulang, dia bilang mau mencari mu ke desa.." jawab Shaina dengan jujur
Aira terdiam seketika karena ia begitu kaget dengan jawaban Shaina. Dari mana Arka tahu alamat desa dirinya, Aira tak mengerti.
"Minumlah dulu.." ucap Shaina yang kasihan melihat Aira ngos-ngosan sembari memberikan sebotol air mineral.
"Terimakasih Nyonya.. Apa boleh saya menunggu Arka disini?" ucap Aira berharap bertemu Arka
"Boleh, duduklah.. Kau begitu sangat cape" jawab Shaina
Shaina tidak berniat untuk mempertemukan Aira dengan Arkana lagi, karena ia takut Arkana akan semakin berperasaan pada Aira. Shaina bisa saja menghubungi Arka untuk pulang langsung ke Resto, tapi ponselnya lowbat dan kebetulan Shaina tidak membawa cargernya.
"Maaf ya aku tidak bisa menghubungi Arka untuk langsung datang kemari, karena ponsel ku mati.." ucap Shaina saat hendak duduk menemani Aira yang duduk sendiri di kursi pelanggan
"Iya Nyonya tidak apa-apa.." jawab Aira sembari tersenyum tipis
"Nyonya Maafkan saya yang keluar bekerja tidak baik-baik dan secara mendadak.." tiba-tiba ucap Aira pada Shaina sembari memegang tangan Shaina yang ada di atas meja
"Memangnya ada apa saat itu? Kamu kemana? Arka mencari mu.." ucap Shaina dengan penasaran
"Jadi setelah pulang dari rumah sakit saat itu, Zidan datang kerumah kontrakan kami dan kembali menyiksa ku dan Dira, untung para tetangga mendengarnya dan langsung melerai, Zidan dibawa ke kantor polisi" ucap Aira mencoba menjelaskan
"Innalillahi.. Lalu bagaimana keadaan Dira sekarang? apa baik-baik saja?" tanya Shaina begitu khawatir
"Dira baik-baik saja sekarang. Dia mulai biasa lagi, kemarin setelah kejadian itu saya memutuskan untuk pulang ke Desa karena sikis Dira terganggu saya rasa.." jawab Aira menjelaskan
"Dira menangis ketakutan tanpa henti semalaman, ia juga tidak ingin makan dan minum setelah kejadian itu" lanjut ucap Aira
"Ya allah kasihan sekali Dira kecil.." ucap Shaina sembari menatap kosong kedepan
Aira kembali terdiam ia terlihat masih dalam keadaan terpuruk.
******
Arka sedang dalam perjalanan kembali pulang. Arka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena jalanan sudah sangat sepi, sudah jarang kendaraan yang berpapasan lewat.
__ADS_1
Arka yang sedari tadi merasa lapar, ia menahannya sampai kesebuah resto yang sudah dekat dengan kota. Arka memutuskan untuk sholat magrib dahulu, karena kebetulan ada mushola kecil disamping restonya.
Arka mengantri untuk berwudhu, karena toilet yang sedikit.
Setelah selesai Sholat, Arka langsung masuk kedalam resto sederhana itu. Ia duduk dan memilih beberapa makanan dan sebuah minuman. Arka menunggu pesenannya sembari mencek ponselnya.
"Kok Tante tidak menanyakan kabar ku yaa.." ucap Arka pelan pada dirinya sendiri
Dengan cepat ia menghubungi Tantenya karena takut khawatir, tapi teleponnya tak tersambung.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi" ucap operator
Arka dengan cepat menghentikan sambungan teleponnya.
"Tante kok tumben gak aktif, apa Tante masih di resto dan ponselnya lowbat ya?" ucap Arka lagi-lagi pada dirinya sendiri
Tak lama makanan datang, Arka melahapnya karena sudah sangat lapar. Ia menghabiskan makanan yang ia pesan cukup lama, hingga waktu sudah masuk waktu Isya.
Arka memutuskan untuk sholat Isya lagi ditempat itu, karena takut pulang kelelahan dan lupa untuk Sholat.
Waktu menunjukan pukul 08.00 malam, Arka melanjutkan kembali perjalanannya. Ia ingat untuk membelikan oleh-oleh yang bisa ia beli, karena besok ia harus pulang ke Indonesia karena tiket pesawat sudah ia pesan dan hanya ada besok atau tidak minggu depan, itu cukup lama, makanya Arka memutuskan untuk besok pagi saja.
"Nyonya, Arka cukup lama juga yaaa.. Apa boleh saya minta nomor ponsel Arka?" ucap Aira bermaksud untuk menghubungi Arka dengan ponselnya
"Maaf Aira, ponsel ku mati jadi tidak bisa melihat nomor Arka.." jawab Shaina cepat
"Maafkan saya, suami saya sudah menjemput untuk pulang. Saya pamit ya.." ucap Shaina berpamitan pada Aira yang masih menunggu di resto
"Iya Nyonya tidak apa-apa.." jawab Aira dengan senyum tipis diwajahnya
Shaina berlalu meninggalkan Resto yang masih buka, karena Resto itu selalu tutup jam 11 malam.
Aira masih duduk termenung diatas meja pengunjung, kini ia tak lagi bekerja disitu.
"Kamu belum pulang Aira?" tanya seorang pelayan yang hendak membersihkan meja lain
"Aku menunggu Arka.." jawab Aira dengan lesu
"Arka sih suka datang sebelum tutup Resto, tapi akhir-akhir ini saat ujian, Arka jarang sekali datang kemari" ucap Pelayan itu menjelaskan
"Bukannya dia tinggal disini? Dan pasti akan selalu ada disini bukan?" tanya Aira penasaran
__ADS_1
"Tidak, semenjak dia dipukuli suami mu waktu itu, setelah keluar dari rumah sakit Arka tinggal dirumah pribadi Nyonya Shaina" jawab pelayan itu dengan jujur
"Apa aku bisa kesana?" tanya Aira penasaran
"Kami semua tidak tahu jelasnya dimana rumah Nyonya.." jawab pelayan itu dengan cepat
Aira menunggu di resto hingga larut malam. Ia tak dapat kepastian bisakah bertemu dengan Arka atau tidak.
"Aira ini sudah mau tutup, Arka sepertinya tidak datang kemari.." ucap seorang pelayan
Aira mengerti, maksudnya ia harus pergi dari tempat itu. Aira keluar menyusuri jalan, dengan bingung harus kemana ia untuk sementara ini.
******
Arka baru sampai rumah pukul 12 malam. Alif masih menunggunya di ruang tamu, sementara Shaina sudah tertidur.
"Dari mana saja kamu Arka?" tanya Alif dengan cemas
"Maaf Om, Arka sudah dari desa lalu mencari oleh-oleh untuk besok pulang.." jawab Arka dengan jujur
"Jadi kau akan pulang ke Indonesia besok Arka?" tanya Alif penasaran
"Iya Om, karena aku cek tiket ternyata masih tersisa untuk besok pagi, dan minggu depan. Makanya aku memutuskan untuk besok saja, kalau minggu depan terlalu lama" jawab Arka menjelaskan
Alif mengangguk mengerti.
"Apa kamu tadi ke Resto dulu? Udah bertemu dengan Aira?" ucap Alif menanyakan
"Hah? Aira ke Resto?" ucap Arka dengan kaget
"Aku tidak kesana dulu Om.." lanjut jawab Arkana
"Iya tadi dia menunggu mu, kata Tante.." ucap Alif yang juga sudah tahu dari Shaina
Alif kemudian menceritakan semua yang terjadi pada Arka, sama persis dengan yang diceritakan oleh Shaina istrinya.
"Aku harus mencarinya.." ucap Arka sembari berdiri hendak pergi
"Tunggu Arka, kamu akan mencari kemana? Ini sudah tengah malam, tidurlah. Aira juga pasti sudah pergi. Kamu harus bersiap-siap juga untuk besok pagi bukan?" ucap Alif mencegah
Arka mengerti, ia langsung masuk kedalam kamarnya dan tidur karena sudah sangat lelah juga.
__ADS_1