Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Kelapa


__ADS_3

Mereka pun akhirnya keluar kelas dan menuju gerbang.


"Woy gua deluan," ucap Syifa.


"Gua juga *** deluan," ucap Linda dan Rosa.


"Eh btw abang gojek gua juga udah jemput deluan," ucap Syifa.


"Kampret sahabat kampret semua kalian," ucap Caca kesal.


Akhirnya Caca pun di tinggal oleh ketiga sahabat nya itu.


Brayen pun melihat Caca sendiri di pos satpam sekolah akhirnya Brayen pun memberanikan diri mendekati Caca.


"Mm ca," ucap Brayen.


"Kenapa?" tanya Caca ketus.


"Enggak pulang?" tanya Brayen.


"Enggak nanti palingan gua jalan nanti ke rumah," ucap Caca sambil memainkan handphone nya.


"Yok jalan pulang bareng " ucap Brayen gugup.


"Mm apa lo bisa di percaya?" tanya Caca ragu.


"Mungkin bisa," ucap Brayen.


"Mmm okelah dari pada gua jalan sendiri kek orang bego," ucap Caca.


"Yok," ucap Brayen.


"Wait wait lo ngajak jalan emang rumah kita searah?" tanya Caca.


"Enggak rumah lo belok kiri sedangkan rumah gua lurus," ucap Brayen.


"Lah Kenapa lo ngajak bareng pe'a," ucap Caca.


"Ya dari pada lo jalan sendiri kan katanya jalan sendiri kek orang bego lagian juga gua hari ini jalan ,kan sepedah gua rusak," ucap Brayen.


Akhirnya Caca dan Brayen pun pulang bersama dengan berjalan kaki. Saat di perjalanan Caca dan Brayen pun terlihat sangat Canggung.


Brayen hanya melihat jalan dan begitu juga Caca.Dan sampai akhirnya.


"Woy culun lo haus gak?" tanya Caca.


Batin Brayen.


Ckckck ini nenek lampir manggil gua culun sabar ray sabar kalo gak sabar nanti lo malah bisa bisa di lempar sama batu lagi.


"Woy culun malah bengong!" teriak Caca.


"Mmm lo haus?" tanya Brayen.


"Ya gua haus," ucap Caca.


Caca pun melihat ada orang yang jualan kelapa muda di sebrang jalan.


"Woy itu ada yang jual kelapa muda beli ,yok," ucap Caca.


"Mm ayok," ucap Brayen.


Dilihat Brayen muka Caca takut karena ingin menyebrang.


"Lo takut?" tanya Brayen.


"Apaan sih enggak tuh," ucap Caca.


Batin Brayen.

__ADS_1


Ckckck ni nenek lampir mau bohong Ama gua ya.


"Kalo lo takut pegang tas," ucap Brayen sambil menunjuk tas gendong nya.


"Eh Lo ya jangan ngada ngada,Caca kok bisa takut sih. Lagian cuman nyebrang juga," ucap Caca gugup.


Batin Brayen.


Lo nenek lampir gua kerjain juga Lo.


"Ooo ya udah deh gua deluan," ucap Brayen sambil mengambil ancang-ancang untuk menyebrang.


"Brayen!" teriak Caca.


"Kenapa dodol sakit kuping gua," ucap Brayen sambil memegang kuping nya.


"Tunggu iya deh gua ngaku gua takut nyebrang gua pegang tas lo, ya?" tanya Caca.


"Ya pegang lah," ucap brayen sambil sedikit tersenyum.


Akhirnya mereka pun menyebrang dan langsung menuju ke tempat es kelapa muda yang Caca maksud.


"Bude es kelapa muda nya dua ya, bude," ucap Caca.


"Ok siap neng bungkus apa makan sini, neng?" tanya bude.


"Makan sini bude," ucap Caca.


"Ok neng," ucap bude.


Sambil menunggu minuman yang mereka pesan Caca pun memainkan handphone nya begitu juga Brayen.


Caca melihat grup kelas nya dan melihat ada tugas baru yang di post oleh guru nya itu.


"Ah Astaga ini tugas banyak banget sumpah otak gua kek nya gak bisa nampung ini tugas deh baru masuk udah banyak banget tugas," ucap Caca.


Brayen hanya mendengarkan omelan Caca itu.Brayen sepertinya tidak bisa main ps malem ini karena tugas yang di berikan oleh gurunya itu.


"Bude berapa semua nya, bude?" tanya Brayen


"30.000 semuanya," ucap bude.


"Biar saya aja bude yang bayar," ucap Caca.


"Biar gua aja,ca."


"Apaan sih nih bude uang nya 50.000,"ucap Caca.


"Mm maaf ada uang pas gak soal nya bude baru buka jadi belum ada susuk," ucap bude.


"Oh saya ada," ucap Brayen.


"nuhun," sahut bude.


Akhirnya mereka pun pulang dan di perjalanan


"Woy uang lo besok gua ganti," ucap Caca.


"Gak usah di ganti itung itung permintaan maaf," ucap Brayen.


"Mmm oke makasih traktiran nya," ucap Caca.


"Oke," ucap Brayen.


Akhirnya mereka pun sudah sampai di pertigaan dan mereka berpisah di pertigaan itu


"Makasih ray untuk hari ini dan masalah yang kemarin udah gua maafin"ucap Caca.


"Mmm ok," ucap Brayen.

__ADS_1


Caca pun tiba di rumah dan ya seperti biasa pak satpam membukakan gerbang untuk Caca.dan Caca pun melihat mobil mami papi nya belum ada di rumah .


Batin Caca.


Huft Syukurlah.


Bibi pun langsung menyambut Caca.


"Bi besok siapkan bekel nya jangan ikan ya bi besok caca mau ayam," ucap Caca.


"Baik non."


"Bi siapkan buah potong.Tolong anterin ke kamar,bi."


"Baik,non."


Caca pun langsung menuju kamar dan langsung membersihkan diri nya.dan berendam di bathtub milik nya.


Setelah mandi Caca pun memakai piama nya dan melihat sudah pukul tiga sore. Buah-buahan yang ia minta sama bibi nya ia lihat sudah ada di meja rias nya.


Caca pun langsung mengerjakan beberapa tugas yang ia bisa dan sisa nya besok ia akan mengerjakan nya di sekolah.


Sedangkan brayen di rumah nya.


Brayen pun masuk kerumah nya itu dan brayen lihat pak satpam nya itu sedang makan.


"Den sepedah nya udah bapak taruh di bengkel bapak makan dulu,den!" teriak pak satpam.


"Ok pak makasih."


"Iya den sama sama."


Brayen pun melihat mobil bunda dan ayah nya sudah terparkir di halaman rumah.


"Ceklek," Brayen membuka pintu.


"Eh den Brayen sudah pulang," ucap bibi.


"Iya bi mana ayah sama bunda,bi?" tanya Brayen.


"Itu den nyonya sama tuan ada ada di belakang," ucap bibi.


"Mm ok bi terimakasih," ucap Brayen.


Brayen pun langsung menuju ke belakang.


Brayen mengendap seperti pencuri.


"Tebak siapa hayo," tanya Brayen.


"Mmm klo ini si dari bau nya yang asem ini si brayen anak bunda," ucap bunda nya.


"Ahaha bunda bisa aja," ucap Brayen.


"Ray kok pakaian kamu kek gitu,Ray?" tanya ayah.


"Eh mm ini yah tadi ada challenge di sekolah brayen ikutan yah jadi nya gini," ucap Brayen bohong.


"Oooo ray kata pak satpam sepedah kamu rusak saat ke sekolah,apa bener?" tanya ayah.


"Iya yah bener ray saat menuju ke sekolah Ray terjatuh."


"Terus kamu telat?" tanya bunda.


"Enggak bun Ray enggak telat," ucap Brayen.


"Lah,kok bisa?" tanya bunda penasaran.


" Ray di tolong sama Caca bun jadi supir caca yang tadi nganterin sepedah Ray."

__ADS_1


"Hmm Caca ya?" tanya bunda sambil melirik ayah nya.


"Iya bund," jawab Brayen.


__ADS_2