Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Ujian Telah Tiba


__ADS_3

Akhirnya pagi telah tiba dan hari ini Caca dan Brayen akan ujian.


Di rumah Caca.


Caca sudah bersiap siap dia saat ujian memang bangun lebih awal karena dia akan mengulang pelajaran nya itu dari subuh hingga langit hampir cerah.


Caca pun sudah siap bertempur untuk hari ini dan ya walaupun badan Caca terasa hangat hari ini Caca harus bisa karena dia harus membanggakan ke dua orang tua nya itu.


Setelah belajar Caca pun bergegas mandi setelah mandi dia langsung menuju lemari nya dan berpakaian seragam lengkap.


Sambil menunggu wajah Caca kering karena habis mandi Caca akhirnya memasukkan buku yang ia anggap penting dan mute kan handphone nya.


Caca pun akhirnya siap dan langsung turun ke bawah.


bibi Caca pun sudah tau jika kebiasaan caca saat ujian Caca akan bangun lebih awal dari biasa nya.


"Non silahkan makan, non."


"Mmm baik,bi."


"Non jangan lupa makan buah,susu,obat demam dan vitamin," ucap bibi sambil menyuguhkan apa yang ia sebut.


"Mm baik iya," ucap Caca.


Mami papi Caca masi bersiap di dalam kamar mereka.


Caca pun pun menyantap nasi goreng yang bibi siap kan dan ya ia tak lupa juga meminum susu yang bibi siap kan.


"Mm bi Caca minum obat nya di sekolah aja ya bi, soal nya nanti tabrakan sama susu yang Caca minum," ucap Caca.


"Baik non, tapi non jangan lupa ya non minum obat nya," ucap bibi nya lagi.


"Iya bi, Caca janji Caca gak lupa," ucap Caca.


"Mami, papi Caca berangkat dulu ya," ucap Caca.


"Iya dianter sama supir ya nak, pakai mobil kamu jangan pakai sepedah badan kamu kan lagi gak enak!" teriak mami.


"Iya mi, Caca pakai mobil," ucap Caca.


Akhirnya Caca pun berangkat menggunakan mobil nya itu.


Sedangkan di rumah Brayen.


Brayen sebenar nya sudah siap dia sudah memakai seragam milik nya tapi ia males untuk keluar kamar.


Brayen pun melihat jam masi jam 6.15 ia masi bersantai dengan tv yang ada di dalam kamar milik nya itu.


"Brayen Brayen turun cepat," ucap bunda nya.


"Ish lah orang lagi nyantai bentar juga," gumam Brayen.


Akhirnya dengan malas brayen menuju pintu sambil membawa tas seala kadarnya untuk turun kebawah.

__ADS_1


"Hm agh, bun orang masi jam segini juga," ucap Brayen.


"Kamu inih ya mau bunda cubit nanti ,udah udah sarapan sarapan dulu. Itu ada susu biar kuat badan nya,"ucap bunda.


"Ish bunda kan tau, Brayen gak suka susu," ucap Brayen.


"Anak ini ya bandel di bilangin ,kalo bunda suruh minum susu ya minum dong, sayang."


"Bund please lah bund, nanti perut Brayen bisa mual,Bun."


"Brayen minum Susu nya!" teriak ayah nya dari kamar.


Saat ayah sudah membuka suara Brayen sudah tidak bisa membantah perintah kedua orang tua nya itu.


Dengan terpaksa Brayen meminum susu yang telah di sediakan bunda nya itu.


Setelah itu Brayen pun akhirnya memutuskan untuk sarapan .


"Ray hari ini kamu di antar sama pak supir kamu," ucap bunda nya.


"Hmmm okelah,bun."


Brayen berfikir.


"Ah sudahlah lah,lagian juga bentar lagi lulus teman teman juga pasti berfikir nya mobil online," ucap Brayen.


Ayah keluar dari kamar nya dan langsung menghampiri bunda dan Brayen yang sedang berbincang di meja makan.


"Pagi bun, pagi ray," ucap ayah nya.


Ayah duduk di meja makan dan bunda menyiapkan nasi untuk ayah.


Setelah itu Brayen pun sudah selesai sarapan dan kemudian Brayen pun langsung mengambil tas milik nya.


"Bunda,ayah,ray berangkat. Doain supaya nilai Ray bagus, ya."


"Iya sayang ayah sama bunda doain kok, sudah sana pergi nanti kamu telat lagi,"ucap bunda.


Brayen akhirnya pergi menggunakan mobil bersama supir nya.


Taklama dari itu Caca sudah sampai di depan gerbang sekolah begitu pun Brayen mereka datang bersamaan .


Mobil Caca didepan sedangkan mobil Brayen di belakang mobil Caca


Mata mereka saling menatap Caca pun tersenyum kepada Brayen dan Brayen pun langsung membalas senyuman Caca.


Brayen pun langsung menghampiri Caca.


"Yok masuk," ucap Brayen.


"Yok lah," ucap Caca.


Mereka pun masuk ke sekolah saat menuju ke kelas.

__ADS_1


"Kek mana kemarin?" tanya Brayen.


"Hmm seperti biasa baik," ucap Caca.


"Lo lagi sakit ya?" tanya Brayen.


"Kok lo tau sih?" tanya Caca heran.


"Ahaha biasa nya bibir lo cantik eh ini pucet," ejek Brayen.


"Kampret lah,lo."


Akhirnya mereka sampai di ruangan mereka iya mereka seruangan.


Caca langsung mencari nomor milik nya dan Brayen pun begitu.


Sedangkan Linda, Rosa,dan Syifa tidak seruangan dengan Caca mereka bertiga ada di ruang sebelah.


Dan Caca seruangan dengan Brayen dan Deni.


Caca sudah menemukan tempat duduk nya dia berada di ujung dan berada di nomor dua tempat duduk nya.


"Huft syukurlah gak terlalu depan"gumam Caca.


Caca langsung duduk dan caca melihat Brayen duduk di belakang nya.


"Wah,wah kita bisa kerja sama nih" ledek Caca ke Brayen.


"Yah, nanti kalo kita kerja sama nanti rangking nya samaan dong," ucap Brayen.


"Ahahaa bisa aja lo ini, liat tuh Deni kasian dia kebagian tempat duduk di depan," ucap Brayen sambil nunjuk Deni.


Deni pun langsung menuju ke arah caca dam brayen yang sedang mengobrol.


"Woy enak banget sih kalian depan belakang," ucap Deni.


"Wesh, iya dong," ledek Brayen ke Deni.


"Kek nya gua kurang beruntung.Gua paling depan woy kalian tahu kan kek mana sensasi duduk di depan kek kursi panas," ucap Deni.


"Ahaha kasian banget sih lo den udah udah yang penting semalem lo belajar dan lo aman kalo belajar," ucap Caca.


"Wesh siap ca, makasih loh udah jadi penyemangat, " ucap Deni.


Brayen hanya menggeleng gelengkan melihat tingkah sahabat nya itu.


Dan tak lama dari itu pun bel apel berbunyi.


"Cuy yok ke lapangan bel apel dah bunyi, tuh."


"Yok," ucap Brayen.


Murid murid yang ada di kelas itu pun akhirnya meninggalkan kelas dan menuju ke lapangan.

__ADS_1


Lalu mereka semua yang berada di lapangan itu pun mendengarkan ucapan pembukaan ujian nasional kepala sekolah mereka tersebut.


Setelah beberapa lama kemudian mereka pun akhirnya masuk ruangan yang telah di tentukan.


__ADS_2