Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Bingung


__ADS_3

Karena Caca sudah tahu di perbolehkan akhirnya Caca kembali ke mobil Brayen dan begitu juga dengan Deni.


Brayen kebingungan kenapa ayah nya ingin Caca minep di rumah nya . Brayen pikir ayah nya kan tidak tahu Caca Brayen juga menceritakan Caca ke orang tuanya hanya sekilas.


"Kenapa ya ca ayah ingin lo minep ke rumah gua?"


"Iya Ca padahal ayah baru pertama kali melihat lo, ya gak ray?"


"Iya den ayah baru pertama kali melihat Caca tapi sudah boleh masuk kerumah."


"Kalian nanya ke gua,gua aja bingung kenapa ayah lo ngajak ke rumah nya."


Saat mereka berbicara tiba tiba handphone Caca berdering. Caca melihat yang menelepon papi Caca.


"Halo Pi ada apa?"


"Kamu sama Brayen kan?"


"Iya pi,kok papi tahu kalo Caca sama Brayen?"


"Itu ca dari guru kamu tadi bilang."


"Oo mami mana Pi?"


"Mami sedang di luar sedang membeli makan siang ya sudah ya ca hanya itu yang ingin papi tanyakan."


Justin langsung mematikan handphone miliknya nya. Justin tadi sempat berbohong Dia tahu Caca bersama Brayen dari sahabat nya Kenzo.

__ADS_1


Renata yang tadi khawatir karena mendengar tempat anak nya berlomba itu telah terjadi penembakan.


Namun pada saat Renata tahu anak nya bersama Brayen akhirnya Renata tidak khawatir lagi karena dia tahu Brayen anak nya jenius jadi Renata pikir Caca akan aman bersama nya.


Sedangkan Caca hanya kebingungan dia heran kenapa orang tuanya tidak khawatir mami nya biasanya menelepon terus kini tidak ada telepon dari mami nya.


Lamunan Caca di buyarkan oleh suara Deni yang berteriak lapar.


"Ray gua laper nih."


"Ah perut lo kek karet, den."


"Ih betulan ray gua laper nanti kalo gua sakit kek mana."


"Itu den di koper gua yang satu nya ada makanan ringan koper yang warna pink ya itu isi makanan semua."


"Waw ca,emang mantep betul koper, lo,."


"Ahaha biasa aja kali, den."


Saat Deni sedang asik makan Brayen melihat Deni dan dia juga kepengan namun dia sedang menyetir. Caca mengambil roti bantal dan yogurt kemudian dia makan.


"Ca suapin gua juga laper,nih."


"Eh iya ya lo lagi nyetir, mau makanan yang mana?"


"Yang di pegang lo aja, ca."

__ADS_1


"Oke oke."


Kemudian Caca menyuapi Brayen dan Deni tidak memperdulikan dia sedang asik main handphone dan makan.


Saat sedang asik makan tiba tiba handphone Brayen berdering akhirnya Brayen menyuruh Caca untuk mengangkat telepon.


Saat Caca mengangkat telepon itu terdengar suar cewe yang memanggil Brayen.


"Sayang kamu di mana?"


"Halo ini siapa ya?"


Karena mendengar yang mengangkat telepon bukanlah Brayen yang menelepon Brayen tadi langsung membentak Caca.


Sontak Caca,Deni,dan Brayen terkejut. Saat Caca melihat siapa yang menelepon ternyata nesa yang menelepon Brayen.


"Sudahlah ca jangan di ladeni orang gila seperti dia."


"Tapi ray ini kan pacar,lo."


"Hahaha ca itu bukan pacar Brayen ca dia cuman ngaku aja pacar Brayen Brayen aja gak suka sama dia."


"Tapi tadi dia manggil sayang."


"Ca di sekolahan Brayen sangat terkenal banyak ca cewek yang mengaku pacar nya."


Caca hanya tertawa saat mendengar penjelasan Deni.

__ADS_1


__ADS_2