Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Awal Yang Menyebalkan


__ADS_3

Brayen pun akhirnya sampai dirumahnya dia sangat lelah akan kejadian yang tadi baru menimpa nya.


Dia melihat garasi bahwa orang tua nya belum pulang. Dia pun langsung memasuki rumah dan langsung menuju ke kamar nya.


Dia sedikit menyesal bahwa tadi dia meninggalkan Caca teman SMP nya itu sendiri melawan teman nya itu .


Tidak tersadar bahwa sangking lelah nya Brayen pun langsung tertidur hingga larut malam.


Pukul 19.00 Brayen pun belum bangun juga hingga bibi yang ada di rumah nya itu mengetuk pintu kamar Brayen.


"Den ,den Brayen, den," ucap bibi.


Brayen pun langsung bangun dan tersadar bahwa ada yang mengetuk pintu nya.


"Hmmm bibi ya??," tanya Brayen sambil ia mengucek mata nya dan mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul itu.


"Iya den ini bibi,bangun den udah Maghrib. Gak bagus tidur Maghrib,den," ucap bibi nya yang berbicara didepan pintu kamar nya itu.


"Iya bi ray sudah bangun,bi," ucap Brayen dengan nada mengantuk nya itu.

__ADS_1


Setelah itu Brayen pun langsung membersihkan diri nya dan mandi di kamar mandi yang ada di kamar nya.


Dan setelah itu Brayen pun menuju meja makan yang dilihat nya sudah terdapat makanan dan sudah terdapat ayah dan bunda nya yang sudah menunggu Brayen.


"Eh udah bangun anak ganteng,bunda," ucap bundanya.


"Eh bunda jam berapa ayah sama bunda pulang?" tanya Brayen.


"Hmmm sekitar jam 15.30 .Tadi bunda mau bangunin kamu eh bunda liat kamu nya cape bener jadi gak jadi deh bunda bangunin nya," kata bunda dengan muka yang di melaskan.


"Ehehe bunda jangan gitu dong nanti cantik bunda hilang kalo muka bunda kek gitu," ledek Brayen.


"Ray,ada yang ayah mau bilang sama kamu," katanya ayah.


Seketika Brayen langsung menatap ayah nya dan sambil memakan makanan yang ada didepan nya.


"Iya yah ada apa?" tanyaBrayen.


"kamu kan udah kelas 3 SMP rencana ayah nanti kita bakal pindah ke Kalimantan setelah kamu lulus nanti," katanya ayah.

__ADS_1


Mendengar pembicaraan ayah nya Brayen pun sempet tersedak dan langsung meminum air yang ada dihadapannya.


Tetapi Brayen harus tetep terlihat biasa saja karena nanti jika Brayen terlihat tidak setuju maka ayah dan bunda nya itu akan melontarkan pertanyaan pertanyaan yang membuat pusing kepala nya.


Dan ya Brayen Lavendra si cupu yang sering dibilang sama anak sekolah nya itu berbeda sekali saat dihadapan orang tua nya dan di hadapan temannya.


Tentu saja saat dia sering di bully di sekolah nya ia tidak pernah cerita sama orang tua nya.


"Bagaimana Ray setuju gak?" tanya ayah nya.


"Hmmm kalo bunda ikut Ray juga ikut," ucap manis anak itu.


"Bunda tentunya setuju setuju aja yang mana yang terbaik untuk keluarga kita," ucap Bunda nya itu kepada ayah dan juga Brayen.


"Ya nanti kita bicarakan lagi ini baru rencana saja," ucap ayah nya.


Akhirnya makan malam keluarga itu pun selesai dan Brayen menuju kamar nya dengan pasrah dan langsung membuka handphone nya . Brayen hanya pasrah bagaimana keputusan orang tua nya itu.


Dia terus berfikir bagaimana jika dia tambah di bully di sekolah baru yang akan dia tempati nanti.

__ADS_1


Hai Readers jangan lupa tinggalkan jejak kalian di novel Caca dan Brayen thank you 💕.


__ADS_2