
Malam hari nya, Caca tidak dapat tidur. Mata Caca tetap terjaga. Karena dia khawatir dengan keadaan mami dan papi nya saat ini. Kemudian Caca duduk di sofa dan memainkan handphone nya. Sedangkan Rosa,dia sudah terlelap tidur. Caca pergi kearah jendela kamar. dia melihat tenda sudah berdiri di depan rumah Brayen.
Kini Caca hanya melamun. Tenda pernikahan Caca dan Brayen berwarna putih dan biru serta terdapat lampu yang megah di tengah tenda. Caca berkata,"Satu hari menuju pernikahan itu rasanya sangat mendebarkan," ucap Caca. Setelah itu Caca kembali memainkan handphone milik nya di sofa.
Mendengar langkah kaki Caca,Rosa yang tadi nya tidur kini dia terbangun juga. Rosa melihat jam sudah menunjukkan pukul jam satu malam. Rosa berkata,"Caca lo kok belum tidur?" tanya Rosa. Kemudian Caca berkata,"Enggak tahu sa mata gua enggak bisa gua kontrol," ucap Caca.
Rosa akhirnya bangun dari tempat tidur dan dia langsung mencuci mukanya. Rosa mengambil handphone nya juga. Kemudian menemani Caca. Tiba tiba Caca teringat kenangan nya bersama ketiga sahabat nya. Tidak terasa air mata Caca kembali mengalir.
__ADS_1
Saat Caca menangis Rosa melihat nya. Kemudian Rosa berkata,"Kenapa lo nangis?" tanya Rosa. Caca mengelap air matanya.
"Gua udah mau nikah. Gua keinget kenangan kita berempat. Gua kadang bisa menerima pernikahan ini. Tetapi, terkadang hati gua masih menolak dengan pernikahan ini. Gua tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti."
Mendengar perkataan Caca,Rosa jadi terharu karena dia juga teringat kenangan bersama sahabat nya itu. Rosa membawa Caca ketempat tidur. Kemudian menarik handphone Caca dan membujuk Caca untuk tidur. Rosa berkata,"Ayok kita tidur ca,sudah jangan di pikirkan semuanya pasti waktu yang akan menjawab nya," ucap Rosa.
Pagi hari nya Caca sedang mencoba baju pengantin nya. Brayen yang melihat Caca pada saat itu dia sangat terpukau. Brayen tersenyum hangat. Caca melihat Brayen tersenyum pada nya. Caca memalingkan wajah nya karena malu. Kemudian Renata dan Milen mengomentari baju pesta yang dipakai oleh Caca. Milen berkata,"Cantik sekali kamu sayang," ucap Milen. Ada perasaan sedih di hati Renata. Karena, anak tunggal nya itu sebentar lagi berkeluarga.
__ADS_1
Caca melihat mami nya menahan tangis. Caca berkata,"Mami jangan sedih,ini untuk kalian semua," ucap Caca yang berusaha menunjukkan senyum nya. Walaupun Caca hati nya merasa sedih juga,Caca tidak ingin menunjukkan nya kepada Renata.
Setelah mencoba baju Caca tidak boleh berdekatan dengan Brayen. Karena kata nya orang yang ingin menikah pemali jika pasangan tersebut bertemu ataupun berdekatan. Setelah itu Caca kembali duduk dan bergantian sekarang Brayen yang mencoba baju nya.
Pada saat Brayen mencoba baju pengantin nya Caca diam diam memfoto Brayen. Namun Caca lupa mematikan flash yang berada di kamera nya. Sontak Caca kaget dan dia langsung berpura pura bergaya agar seperti foto selfie.
Sontak Brayen menahan tawa nya. Saat melihat ekspresi wajah Caca. Milen berkata,",Hei jangan meledek calon istri mu," ucap Milen. Seketika Caca tersenyum dengan calon mertua nya tersebut. Renata yang berada di samping Caca kini mengelus rambut anak gadis nya itu.
__ADS_1