
Brayen hanya menggelengkan kepalanya tersebut. Kemudian dia berkata," Hei, kalian jika sedang ada masalah jangan sampai seperti ini," ucap Brayen. Kemudian Caca melihat Brayen dan Caca dan Deni akhirnya bangkit dari tempat duduk mereka.
Kemudian mereka memasuki mobil. Brayen berkata,"Tiba tiba bunda nelepon gua," ucap Brayen. Kemudian Deni menjawab pertanyaan Brayen. Deni berkata," Apa kata bunda?" tanya Deni. Brayen hanya menggelengkan kepalanya. Caca melihat Brayen sangatlah kesal. Pasalnya Brayen tidak menjawab pertanyaan Deni. Caca berkata,"Hei,mulut di ciptakan untuk berbicara," ucap Caca. Kemudian Brayen hanya melihat Caca dari kaca mobil nya.
Karena Caca sangat tidak ingin berdebat panjang dengan Brayen. Akhirnya Caca memainkan handphone milik nya.
Sesampainya di rumah tiba tiba mereka di kejutan dengan ramai sekali mobil yang parkir di depan rumah Brayen. Caca berkata,"nomor nya dari Jakarta," ucap Caca. Kemudian mereka turun dari mobil dan melihat Renata dan Justin sedang bersenda gurau dengan orang tua Brayen.
__ADS_1
Kemudian Caca berkata, "Ray, memang nya orang tua kita kenal,ya?" tanya Caca dengan nada yang pelan. Brayen hanya menggelengkan kepalanya kembali. Kemudian, saat Deni masuk deluan Kenzo memanggil mereka semua.
Saat ini Caca benar benar terkejut. Pasalnya, Rosa juga ada bersama dengan papi mami nya itu. Caca berkata,"Mami, papi, Rosa.Kenapa kalian bisa di sini?" tanya Caca heran. Saat melihat Caca,Brayen, dan Deni kini Justin dan Renata hanya saling menatap.
Kemudian Kenzo membuka suara deluan. Kenzo berkata,"Jadi begini, kalian akan menikah dua hari lagi," ucap Kenzo. Baru saja mendengar kalimat yang sangat singkat tersebut Caca sudah shock deluan. Caca berkata,"Apa,gak mungkin Caca kan masih sekolah!" teriak Caca. Kemudian untuk meredam terkejut nya Caca Rosa memeluk Caca. Rosa berkata,"Sudahlah kawan,kita dengarkan dahulu mereka berbicara," ucap Rosa.
Walaupun Deni dan Rosa tidak habis pikir sahabat nya dijodohkan,kini mereka hanya dapat melihat kedua sahabatnya itu meredam amarah mereka masing-masing. Setelah beberapa lama kemudian, seluruh orang yang berada di ruang tamu tersebut mendengar apa yang direncanakan Justin dan Kenzo. Kini Caca baru menyadari bahwasanya orang tua Brayen pernah menyapanya saat di pesta teman papi nya.
__ADS_1
Caca hanya mengangguk saja apa yang dikatakan oleh Justin dan Renata. Sekarang dia hanya ingin sendiri. Kemudian dia menuju kamar tempat dia menginap. Caca menangis hati nya begitu sakit. Karena, dia berfikir orang tuanya sangat sekali jahat sudah menjodohkan diri nya dengan pilihan mereka.
"Kenapa semua ini terjadi padaku, padahal aku baru saja ingin bersenang-senang. Aku sudah menuruti yang mereka perintahkan. Namun, kenapa mereka melakukan ini kepada,ku. Kenapa aku tidak diberikan kesempatan memilih pria idaman ku sendiri."
Air mata mengalir deras. Saat Caca menangis Rosa berada di luar pintu dan Rosa mendengar apa yang Caca ucapkan.
"Kasihan sekali kamu ca. Tetapi maaf ca untuk urusan ini aku tidak dapat membantu. Semoga kalian bahagia walaupun kalian di jodohkan oleh kedua orang tua kalian."
__ADS_1