Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Rencana


__ADS_3

Setelah Caca mendengar semua rekaman suara yang telah di berikan oleh Rosa,kini dia akhirnya memutuskan untuk merubah pikiran nya. Caca berkata,"Gawat sa,gua harus nyelamatin perusahaan orang tua gua."


Rosa hanya menatap mata Caca. Kini mereka sepemikiran untuk masuk ke kamar Brayen dengan diam diam. Rosa berkata,"Gua bilang ke Deni dulu kalo nanti kita akan ke kamar Brayen," ucap Rosa. Caca hanya mengangguk dan menyetujui rencana yang telah di buat oleh Rosa.


Saat seluruh orang rumah sudah tertidur, mereka akhirnya menuju ke kamar Brayen dengan pelan pelan. Kini, kaki Caca dan Rosa berjinjit agar suara langkah kaki mereka tidak terdengar oleh siapapun. Saat Rosa membuka pintu kamar Brayen, Rosa merasa ada yang sedang menuju ke arah mereka. Akhirnya Rosa dan Caca cepat cepat masuk ke kamar Brayen.

__ADS_1


Caca berkata,"Untung kamar yang gua tempati udah gua kunci," ucap Caca. Saat Caca berbicara tiba tiba saja pintu kamar Brayen terbuka. Untung saja Caca dan Rosa sempat berlari masuk ke kamar mandi Brayen. Sedangkan Brayen dan Deni mereka masih berpura pura tertidur.


Kemudian Caca mendengar suara wanita. Caca menebak itu pasti salah satu pelayan rumah ini. Saat kondisi sudah menunjukkan aman, akhirnya Caca dan Rosa keluar dari kamar mandi. Rosa berkata,"Ah gila gemetaran tangan, gua."


Caca hanya menahan tawa nya saat melihat wajah Rosa yang pucat. Kemudian Rosa dan Caca akhirnya menuju tempat tidur Brayen dan Deni. Kini,Deni dan Brayen sudah bangun. Wajah Brayen terlihat kesakitan. Karena pada saat tadi, Caca dan Rosa sudah masuk Brayen ingin bangun tetapi tubuh nya di tarik lagi oleh Deni. Karena, Deni mendengar suara langkah kaki dari luar.

__ADS_1


Kini,mereka sudah berada di sofa yang berada di kamar Brayen. Mereka membicarakan soal rekaman yang telah di berikan oleh Deni. Kemudian Deni berkata,"Jadi bagaimana?" tanya Deni. Setelah itu Brayen berkata,"Ya, mau gak mau secepatnya gua sama Caca harus segera menikah," ucap Brayen. Pada saat Caca mendengar perkataan Brayen, sontak Caca terkejut.


Namun, Caca harus berfikir dengan jernih. Jika dia tidak ingin dinikahi dengan Brayen, perusahaan papi dan mami nya dan akan terancam. Kemudian Caca membuka suaranya. Caca berkata," Ya gua setuju sama Brayen. Iya, gua tahu pernikahan itu tidak boleh main main apalagi hanya untuk menyelamatkan perusahaan saja. Tetapi gua yakin, suatu saat gua sama Brayen akan saling mencintai," ucap Caca sambil menundukkan kepalanya.


Rosa tahu, kini Caca sedang menahan air matanya yang sebentar lagi akan menetes. Kemudian Deni berkata,"Gua yakin sama kalian berdua, Kalian pasti bisa."

__ADS_1


Beberapa lama kemudian, Obrolan Caca,Brayen,Rosa dan Deni sudah selesai. Mereka hanya tinggal mengikuti alur yang sudah mereka rencanakan. Tetapi, pada saat Caca dan Rosa ingin kembali ke kamar nya. Caca melihat ada seorang penjaga rumah Brayen yang sedang berkeliling. Sontak Caca menarik tubuh Rosa yang sebentar lagi akan dilihat oleh penjaga rumah tersebut.


__ADS_2