
Saat mereka sudah sampai akhirnya Caca dan Brayen turun dari mobil mereka. Caca melihat pemandangan disana sangat indah walaupun siang hari suasana di sana terasa teduh dan nyaman. Caca menghirup udara yang berada di sana sangat segar. Brayen melihat Caca sangat senang.
Kemudian Brayen merangkul Caca dan mereka akhirnya berjalan jalan. Caca memikirkan bagaimana nanti jika dirinya tidak berada di sisi Brayen. Caca hanya takut hal yang dia tidak inginkan terjadi. Namun kini Caca harus berfikir secara jernih. Caca dan Brayen kini sedang di suatu warung yang sederhana.
Awalnya Brayen hanya ingin membeli minum karena Caca bilang diri nya sudah merasa lapar akhirnya mereka memesan makanan di warung tersebut. Pada saat Caca melihat menu nya rata rata ada mie instan hati Caca sangat senang. Caca memesan mie instan dengan campuran kornet,telur dan keju.
Brayen melihat istrinya itu banyak sekali memesan makanan instan akhirnya Brayen mengambil menu dari tangan Caca. Brayen berkata,"Ini bu sayur kangkung nya dua ya," ucap Brayen. Saat mendengar ucapan sayur Caca memayunkan bibir nya. Brayen tahu jika istri nya itu tidak suka sayur. Brayen tahu dari mami Caca cerita dengan Brayen.
Setelah itu Brayen memesan sawi dan terong rebus sontak pada saat makanan yang mereka pesan datang banyak sekali sayur Caca menjadi tidak nafsu makan. Brayen berinisiatif untuk menyuapi Caca. Brayen berkata,"Ayo buka mulut nya," ucap Brayen. Caca hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Brayen terus berusaha sampai Caca ingin memakan sayur. Caca dari tadi hanya memakan mie instan yang dia pesan. Brayen langsung mengambil mie instan yang berada di hadapan Caca. Saat Brayen mengambil makanan Caca tersebut Caca sontak mengerutkan dahi nya. Kemudian Caca berkata,"Mie gua jangan di ambil,ray!" ucap Caca kesal.
Brayen tidak memperdulikan omongan Caca Brayen memberikan kedalam mie Caca sayur kangkung, sawi, dan terong. Sontak mata Caca melotot kearah Brayen. Caca berkata,"Ayolah ray jangan banyak banyak sayur nya," ucap Caca. Setelah itu Brayen menguapi Caca lagi. Dengan terpaksa Caca akhirnya membuka mulut nya dengan lebar lebar.
Saat sayur itu mendarat ke mulut Caca. Ada rasa ingin memuntahkan nya. Namun, akhirnya Caca menelan sayur tersebut. Brayen menyuapi Caca sampai makanan Caca yang di pesan habis. Caca hanya bisa menguyah saja dia tidak ingin banyak bicara dengan Brayen.
__ADS_1
Setelah itu akhirnya makanan Caca sudah habis. Kini perut Caca sudah kenyang. Brayen berkata,"Baiklah giliran aku yang sekarang makan," ucap Brayen. Setelah itu Brayen mengambil bubur yang sudah datang kemudian memakan bubur tersebut.
Sedangkab Caca dia sedang memakan buah strawberry yang dia pesan. Brayen hanya lega jika Caca masih ingin memakan buah. Setelah itu akhirnya Brayen dan Caca sudah selesai menikmati makanan mereka. Caca dan Brayen kembali melanjutkan jalan jalan mereka.
Setelah itu mereka berkeliling dan berfoto-foto di tempat spot foto yang tersedia. Brayen memeluk Caca. Saat mereka sedang jalan jalan Caca merasa ada yang memotret mereka Caca langsung menghentikan jalan nya. Brayen heran pada saat Caca istri tercinta nya menghentikan jalan nya. Brayen berkata,"Ada apa?" tanya Brayen. Sontak Caca langsung membisikkan ucapannya dengan pelan.
Mendengar ucapan Caca, akhirnya Brayen langsung membalik tubuh nya dan melihat sekeliling. Brayen merangkul Caca dengan erat agar terhindar dari hal yang mereka tidak inginkan. Setelah itu Brayen mengajak Caca di suatu pondok yang indah. Brayen memesan minuman untuk mereka berdua.
Saat sedang asik minum tiba tiba Brayen di hampiri oleh seorang perempuan. Perempuan tersebut menarik tangan Brayen. Sontak Caca terkejut saat melihat tingkah perempuan tersebut. Brayen sama dengan Caca dia juga terkejut setelah itu Brayen menarik tangan nya kembali.
Perempuan tersebut bernama Cantika. Brayen hanya terkejut saat dia bertemu Cantika di tempat wisata. Kemudian Brayen berkata,"Cantika anak nya teman ayah," ucap Brayen. Sontak Caca mengangguk. Kemudian Caca mengulurkan tangan nya untuk berkenalan.
Namun, Cantika malah mengacuhkan Caca. Melihat Cantika seperti itu Caca hanya terpaksa senyum kepada Cantika. Kemudian Cantika berkata,"Dia siapa?" tanya Cantika. Saat Brayen memperkenalkan Caca ke Cantika,Caca melihat wajah Cantika seperti tidak suka dengan diri nya.
Setelah itu Caca langsung menggandeng tangan Brayen. Saat Caca menggandeng tangan Brayen Cantika juga ingin menggandeng tangan Brayen namun Brayen menolak. Brayen berkata,"Maaf can gua sudah nikah," ucap Brayen.
__ADS_1
Sontak wajah Cantika berpura pura tersenyum saja. Caca tahu Cantika suka dengan Brayen. Di mata Caca, Cantika merupakan gadis yang menggoda suami orang. Kemudian Caca berkata,"Brayen sayang ayo kita jalan lagi," ucap Caca. Sontak Brayen mengangguk dan meninggalkan Cantika sendiri di pondok tersebut.
Setelah itu Cantika mengejar Brayen. Kemudian Cantika menarik kembali tangan Brayen. Cantika berkata,"Gua cuman mau bilang kita satu sekolah sekarang," ucap Cantika. Mendengar perkataan Cantika hati Caca mulai timbul rasa khawatir. Brayen melihat wajah Caca kini menahan amarah.
Brayen hanya mengangguk dan meninggalkan Cantika sendiri. Setelah itu Caca berpikir keras jika dia pergi bisa saja Cantika menggoda Brayen. Namun,apa boleh buat pindah sekolah tidak segampang itu. Apa lagi Caca sudah berada di kelas akhir.
Caca akhirnya membuka suaranya. Caca berkata,"Aku cemburu," ucap Caca. Saat Caca berbicara seperti itu Brayen sudah menebaknya dari tadi. Kemudian Brayen mengelus pipi Caca. Brayen berkata,"Iya aku tahu itu percayalah kepadaku aku akan selalu bersamamu sampai tua nanti," ucap Brayen.
Mendengar ucapan Brayen tidak tahu mengapa hati Caca sangat lega. Beberapa lama kemudian jam sudah menunjukkan pukul tiga Caca dan Brayen akhirnya pulang. Di perjalanan Caca hanya melamun saja. Sebenarnya Caca tidak ingin pergi meninggalkan Brayen. Brayen melihat Caca melamun akhirnya Brayen menghentikan mobilnya.
Brayen berbicara kepada Caca. Brayen berkata,"Sayang sudah aku akan selalu mengabari setiap saat," ucap Brayen. Caca hanya mengangguk dan memejamkan matanya. Brayen tidak dapat berbuat apapun. Setelah itu akhirnya mereka sampai di rumah.
Caca melihat beberapa barang milik Caca sudah di koper namun barang barang penting yang lainnya sudah berada di lemari Brayen. Caca menahan air matanya. Brayen saat melihat Caca hati nya sedih karena dia akan di tinggal istrinya untuk sementara.
Caca pergi keluar. Brayen melihat Caca pergi ke arah taman. Di situ air mata Caca tidak dapat di bendung lagi. Dari belakang Brayen langsung memeluk Caca. Brayen berusaha menenangkan istrinya itu. Akhirnya Brayen mencium bibir Caca.
__ADS_1
Halo readers jangan lupa like dan komen thank you guys 💕.