Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Sebentar Lagi Terungkap


__ADS_3

Hari dimana Brayen dan Cantika liburan akhirnya tiba. Kini mereka sedang menuju bandara. Kemudian Kenzo dan Justin menitipkan nomor telepon yang dapat dihubungi Brayen.


Saat di bandara tidak ada yang mencurigakan namun pada saat Linda dan Rosa memperhatikan tingkah laku Cantika yang seperti menunggu seseorang.


"Lo kok sepertinya sedang menunggu seseorang?"


Suara Linda mengejutkan Cantika. Kemudian Cantika baru menyadari jika Syifa dan Brayen juga telah memperhatikan dirinya.


"Cantika apakah kamu sedang menunggu seseorang?"


"Eh tidak aku tidak sedang menunggu seseorang Brayen aku mencari cemilan sebentar."


Brayen hanya menatap Linda dan Syifa. Ketika Cantika meninggalkan mereka akhirnya Brayen menjelaskan rencana yang dirinya dan ayah dan papi telah direncanakan.


"Kalian jangan terlalu gegabah dalam menjalankan tugas ini harus hati-hati jangan sampai ketahuan."


"Tenang saja ray gua dan Linda pasti bisa ngelakuin tugas ini."


"Baiklah aku sangatlah mengandalkan kalian."


Sedangkan Cantika kini dia sedang menemui Reno yang telah kembali ke Indonesia. Cantika menemuinya untuk mengetahui keberadaan Caca dan ketiga sahabat-sahabatnya itu.


"Bagaimana data yang sudah aku berikan sudah kau cari?"


"Aku tidak dapat menemukan mereka karena mereka benar-benar memutuskan komunikasi dan sepertinya mereka akan segera kembali ke Indonesia."


"Sialan aku sudah membayar lo dan anak buah lo dengan bayaran yang besar!"


"Cantika sebaiknya kau akui saja kesalahan yang telah kau perbuat karena gua tahu Brayen dengan tindakan yang waktu itu dilakukan pasti dia tidak tinggal diam."


Cantika hanya terdiam kemudian Cantika langsung kembali ke tempat Brayen. Saat Cantika kembali Brayen melihat wajah Cantika sepertinya habis memarahi seseorang.


"Cantika mengapa wajahmu seperti itu?"


"Aku sangatlah kesal tadi seseorang menjatuhkan barang yang aku miliki," ucap Cantika bohong.


Akhirnya Brayen membiyarkan Cantika dan tidak lama dari itu juga akhirnya mereka segera pergi ke kota yang mereka tuju.


Zekri yang menggantikan adiknya untuk sementara waktu kini sedang memantau data-data yang ada di perusahaan. Kenzo datang untuk menemui Zekri.


"Zekri ini data yang telah kau minta."


"Hei om Kenzo apa kabar?"


"Aku baik-baik saja dan terimakasih aku akan segera kembali keruangan aku."

__ADS_1


"Tidak ingin minum kopi?"


"Tidak aku tidak suka kopi," ucap Kenzo yang langsung meninggalkan Zekri.


Zekri hanya tertawa saja saat melihat musuhnya kini berhasil dia kalahkan. Perusahaan mama dan papa Zekri kini selamat dan menjadi bertambah besar.


"Aku dan Cantika tidak sia-sia melakukan ini kini aku sangatlah senang!"


Kemudian tidak sengaja Milen yang lewat didepan ruangan Cantika kini telah mendengarkan ucapan Zekri. Dengan cepat Milen langsung kearah suaminya.


"Kenzo ada yang ingin aku sampaikan!"


Kenzo mengangguk dan menyediakan istrinya itu kursi. Milen telah menceritakan seluruh cerita yang dia dengar dan kini Milen telah mengirimkan perekam itu ke nomor Brayen,Linda dan Syifa.


"Aku bingung sebenarnya apa kaitannya Cantika dengan Zekri?"


"Untung sementara ini aku belum tahu dan sebaiknya kita jangan terlihat seperti sedang memperhatikan seseorang."


Caca dan Rosa kini sedang bersantai dirumah mereka hari ini libur karena tanggal merah. Kemudian Caca sedang asik menonton film kesukaannya.


"Caca mandi lagi nanti badannya gatal-gatal."


"Nanti saja Rosa aku sedang malas untuk mandi."


Karena Caca tidak juga ingin mandi akhirnya Rosa meninggalkan Caca dan membantu Rendi dan Deni.


"Rosa tolong pegangin pisang ini."


Rosa akhirnya menuruti apa yang dikatakan Deni. Pada saat itu Deni sedang mencoba sebuah resep baru yaitu bolu pisang brownies.


Sedangkan Rendi kini dirinya sedang sangatlah asik memperbaiki benda benda yang dia temukan. Tiba-tiba terdengar suara pintu yang mengetuk pintu rumah mereka.


Caca yang langsung bangkit kini membuka siapa yang sebenarnya yang mengunjungi rumah mereka.


"Sebentar aku akan bukakan pintu!"


Saat Caca membuka pintu kini Caca dan melihat seseorang yang dirinya tahu yaitu pak Guntur.


"Astaga ini benar-benar pak Guntur!" terika Caca yang mengagetkan satu isi rumah.


"Akhirnya benar dugaan saya non Caca tinggal disini."


Rosa,Deni dan Rendi kini sangatlah senang sampai-sampai mereka tidak tahu ingin bericara apa.


Pak Guntur langsung masuk dan menutup pintu mereka dengan rapat-rapat. Kemudian Guntur menjelaskan bahwa dirinya tahu jika Caca berada disini dari sinyal pelacak yang berada di anting Caca.

__ADS_1


"Astaga gua tidak tahu jika anting gua ada sinyal pelacak."


Rosa dan Deni kini hanya saling menatap senang. Mereka tahu jika kini sebentar lagi mereka akan segera pulang.


"Pak apakah bapak tahu siapa sebenarnya dibalik dalang ini semua?"


"Maaf non kalo itu setahu bapak ini kerajaannya tuan Zekri dan Cantika."


Orang yang berada diruangan tersebut terdiam dan kini hanya saling menatap satu sama lain.


"Sebentar kata bapak,Cantika?" tanya Caca.


Deni yang mengerti apa yang dibilang oleh pak Guntur kini hanya sangatlah geram terhadap dua orang tersebut.


"Gua paham pasti Cantika ada hubungannya dengan Zekri!"


"Aden tidak tahu jika Zekri dan Cantika adalah adik dan kakak?"


"Hah apa adik dan kakak?!" ucap Deni,Rosa dan Caca yang terkejut.


"Kalian tidak mengetahui jika Zekri memiliki adik perempuan?" tanya Rendi yang keheranan.


Tiga orang tersebut hanya menggeleng gelengkan kepala mereka. Saat.itulah semua yang Cantika lakukan terbongkar.


Kemudian keadaan Linda dan Syifa kini sedang asik menikmati makanan yang disediakan didalam pesawat. Mereka ada rasa senang dan juga ada rasa khawatir dihati mereka.


"Lo tahu gak gua ini antara takut sama diberanikan."


"Emang lo aja gua juga deg-degan tahu."


Kemudian mata Linda mengarah ke Brayen yang sedang asik makan juga. Namun Linda malah gagal fokus dengan wajah Cantika yang sepertinya tidak senang denga perjalanan yang dia buat.


"Sif lo liat geh itu Cantika sepertinya tidak senang dengan perjalanan ini."


"Nenek lampir mana pernah ramah ke kita jadi gua bodo amat mau dia senang atau tidak I don't care!"


Setelah itu Cantika memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini. Cantika sengaja membawa beberapa wartawan untuk meliput dirinya dengan Brayen nanti pada saat telah sampai di kota yang mereka tuju.


Namun, Cantika juga telah menyiapkan beberapa fotografer profesional yang dapat memfoto mereka dimana yang Cantika inginkan.


Cantika sengaja mendekatkan dirinya kearah dada bidang Brayen dan melontarkan kata-kata yang manja.


"Ray aku mau dong makanan kamu."


"Sini buka mulutnya."

__ADS_1


Gambar yang Cantika telah inginkan kini telah berhasil diambil. Sebentar lagi akan ada pemberitaan tentang dirinya dan juga Brayen.


Renata yang telah mengetahui semuanya kini telah mempersiapkan seluruh tenaganya untuk mebantu anak-anaknya itu.


__ADS_2