
Caca langsung menarik tangan Rosa. Dan mereka kembali masuk ke kamar Brayen. Caca berkata,"Gila hampir ketauan," ucap Caca. kemudian Deni keheranan Kenapa Caca dan Rosa masuk kembali ke kamar mereka. Deni berkata,"eh, ngapa masih di sini?" tanya Deni.
Caca mengarah telunjuk ke mulut nya.
"Shut.."
Tiba tiba seseorang membuka kembali pintu kamar Brayen. Deni melihat bapak penjaga yang membuka pintu tersebut. Bapak tersebut berkata," Den Deni belum tidur?dan kok tadi den Deni seperti berbicara dengan seseorang?" tanya bapak penjaga tersebut. Sontak wajah Deni terkejut. Deni berkata," Anu pak, Saya tadi sedang marahin Brayen," ucap Deni. Padahal pada saat itu Brayen sedang di kamar mandi. Bapak penjaga berkata, "Oh ya sudah den, tidur nya jangan malem malem nanti aden sakit," ucap bapak penjaga tersebut.
__ADS_1
Sedangkan keadaan Caca dan Rosa, kini mereka sedang mengumpat di balik lemari pakaian Brayen. Setelah bapak itu pergi, Caca dan Rosa langsung keluar. Caca berkata,"huh, pengep banget," ucap Caca yang kini wajah nya memerah. Rosa sedikit tertawa akibat melihat wajah sahabat nya itu seperti udang rebus.
Kemudian Caca dan Rosa akhirnya, cepat cepat masuk ke kamar mereka lagi.
Keesokan hari nya, Caca sudah bersiap-siap untuk sarapan pagi. Kini Caca dan Rosa sedang berada di dapur rumah Brayen. Sebetulnya Milen tidak membolehkan mereka ke dapur. Namun Renata marah ke Milen agar anak anak nya itu jangan di manja. Setelah semua makanan telah siap, akhirnya mereka makan bersama di dapur keluarga Lavendra.
Kemudian Brayen membuka suaranya. Brayen berkata,"Bunda,ayah.Brayen ingin pernikahan Brayen dan Caca di percepat," ucap Brayen di depan mba Ani. Saat mendengar perkataan Brayen,Caca tidak terkejut karena itu merupakan salah satu rencana mereka. Caca berkata,"Iya bun,Caca setuju sama Brayen,lebih baik pernikahan Caca dipercepat," Ucap Caca di depan mba Ani. Rosa dan Deni hanya tersenyum mendengar sandiwara kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Wajah mba Ani kini seketika terlihat khawatir. Kemudian Brayen berkata,"Mba kok wajah nya pucat?" tanya Brayen. Kemudian dengan cepat Mba Ani mengganti raut wajah nya menjadi senang lagi. Mba Ani berkata,"Tidak den tidak apa-apa kok," ucap Mba Ani.
Saat Renata mendengar ucapan putrinya itu, Renata terkejut. Pasalnya,baru saja kemarin anak nya itu ngambek tidak mau menikah dengan Brayen. Renata berkata,"Baiklah jika seperti itu," Ucap Renata. Kemudian Milen berkata,"Iya,bunda setuju apabila pernikahan kalian semakin di percepat," ucap Milen. Sedangkan Kenzo dan Justin hanya mengangguk saja.
Setelah makan selesai kedua pihak keluarga merencanakan tanggal pernikahan Caca Brayen. Milen dan Renata mengajukan pernikahan nya hari minggu dibulan ini. Tetapi, Kenzo dan Justin mengajukan di minggu depan. Kemudian Justin berkata,"Jika di minggu ini apakah seluruh persiapan sudah matang?" tanya Justin. Kemudian kedua istri mereka berkata,"Sudah,sudah kami persiapkan semua nya," ucap Milen dan Renata.
Sontak Kenzo dan Justin terkejut saat mendengar perkataan Renata dan Milen dengan semangat nya. Sedangkan Caca dan Brayen hanya dapat melihat. Kemudian Kenzo memutuskan untuk bertanya kepada Caca dan Brayen. Kenzo berkata,"Nak, kalian setuju pernikahan nya kapan?" tanya Kenzo. Saat Kenzo bertanya seperti itu mata Caca dan Brayen salng bertemu. Kemudian Brayen berkata,"Itu terserah kalian,Caca dan Brayen tidak akan memilih tanggal pernikahan," ucap Brayen.
__ADS_1